
Setelah mereka beristirahat dikamar siang itu,sorenya Kaniya dan Radit sedang berbincang dibalkon kamar Radit yang ada dirumah mamanya itu sambil menikmati jus jeruk dan juga cemilan bikinan bik Sumi.
"Mas,apa besok kamu yang akan mengantarkan aku ke kampus?Aku pengennya kamu yang mengantarkan aku kesana."Rayu Kaniya.
"Sebenarnya mas mau nganterin kamu honey,tapi kan mas banyak kerjaan yang tertunda dikantor.Mas juga harus bertemu dengan beberapa Klien penting,ga papa kan Honey kalau kamu diantar sama pak Anto saja ke Kampusnya? "ujar Radit dengan wajah penuh penyesalan.Agaknya dia jadi ga enak hati ketika melihat wajah Kaniya yang berubah menjadi muram.
"Ya udah deh ga papa,nanti biar aku sama pak Anto aja."jawab Kaniya manyun.
"Tapi kata papa ada anaknya asisten pribadi papa yang akan menemani kamu keliling kampus besok.Aku lupa nanya ke papa siapa namanya."
"Ooo gitu,ya bagus deh kalau aku udah ada temannya.Aku kan grogi juga kalau jadi mahasiswa susulan yang tau-tau nongol,mana belum ada yang dikenal lagi disana."
"Kamu tenang aja kok honey,kalau ada apa-apa kamu tinggal telepon aku.Aku kenal beberapa dosen disana,aku kan juga alumni dari sana."
"Iya aku tahu mas,tapi kan tetap aja aku bakal merasa kesepian."Kaniya masih bingung gimana hari esok akan ia lalui dikampus barunya.
"Kamu harus yakin kalau kamu bisa melewatinya honey.Semangat💪💪!!."Radit sampai mengangkat lengannya memberikan sang istri semangat.
"😊😊😊😊Kamu ih mas,lucu banget."canda keduanya sampai-sampai sore pun berlalu berganti malam.
"Kira-kira malam ini kamu capek ga? "tanya Radit dengan tatapan yang seakan memberi sinyal-sinyal yang memancarkan kegenitannya.
"Udah deh mas,aku capek mau tidur.Tapi sebelumnya mau sholat dulu.Besok kan mau kuliah,aku harus tampil fresh besok dihari pertamaku kuliah."Kaniya menolak secara halus.
"Mmmm,apa kamu kira aku akan meminta jatah itu ya???."ujar Radit menyelidik.
"Abisnya kamu kan paling seneng ngasih kode-kode kayak gitu ke aku.Kamu kira aku ga tau apa?."tanya Kaniya.
"😁😁😁siapa bilang aku menginginkan hal itu,aku sedang memikirkan hal yang lain kok.Sudah,sebaiknya kita segera sholat Isya' dan lanjut tidur."ajak Radit.
"Ayo deh."Kaniya bangkit dari duduknya dan lebih dahulu memasuki kamar dari pada Radit.
Setelah selesai sholat berjamaah keduanya langsung beristirahat dengan saling memeluk satu sama lain,benar-benar ga menyangka ya kalau sepasang suami istri ini bisa sampai ditahap ini.Padahal dulu menikah saja karena dipaksa,sekarang malah mereka tak ingin terpisahkan.
Radit mengecup puncak kepala istrinya sebelum mereka sama-sama terlelap jauh ke alam mimpi.
Keesokan harinya🌄
"Mas,bangun mas.Udah siang nih,katanya mau kekantor?Nanti terlambat loh mas."
__ADS_1
Radit pun mulai membuka matanya dengan malas.
"Honey,jam berapa ini?."
"Sudah hampir jam 7,ayo cepat bangun,mandi dan siap-siap.Tadi aku udah bikinin sarapan dibawah,aku tunggu kamu dibawah ya."Ujar Kaniya.
"Hmmmm,iya kamu duluan aja honey.Aku akan segera turun."dengan malas Radit segera masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan Kaniya langsung kembali kebawah untuk menyiapkan sarapan di meja makan bersama bik Sumi.
"Wah,kayaknya enak banget aroma masakan ini.Pasti ini masakan kamu kan sayang."Ujar mama Sherly yang baru memasuki ruang makan.
"Mama bisa aja,Niya cuma masak sup ayam 🍲sama bihun goreng sosis aja kok ma."Sahut Kaniya.
"Pasti ini enak banget sayang,sarapan hari ini beda dari biasanya."ujar mama.
"Hehee,rada berat ya ma.Kita makan nasi 🍛dipagi hari."Kaniya berdalih karena Radit selalu ingin ada nasi disarapannya.Secara Radit kan mudah sekali merasa lapar.
"Ga papa sayang,mama juga suka kok.Bosan kalau makan sandwich🥪 setiap hari,atau roti 🍞bakar isi selai.Sekali-sekali kita makan yang beda juga biar ga bosan."
"Besok Niya bakal bikin empek-empek sama cukonya ma,menurut mama gimana?."
"Wah,itu mah memang kesukaannya Radit dan mama.Mama juga suka banget sama mie celor,kalau kamu bisa coba sekali-sekali bikinlah mie celor 🍜ya sayang."
"Rani juga suka."sahut Rani.
"Eh Rani,apa kabar kamu?."tanya Kaniya sambil cipika-cipiki adik iparnya.
"Aku baik kak,gimana di London?.Apa kakak betah?."
"Betah sih,cuma ya...."Kaniya tiba-tiba teringat dengan Stefan yang membuatnya takut menyebut Kata London.Dia Pun berhenti bicara.
"Ah,sudahlah kak ga usah diingat,mending kita makan."Rani yang tau akan masalah kakak iparnya itu jadi mengalihkan pembicaraan agar Kaniya tidak lagi merasa terpojok dengan pertanyaanya tadi.
"Halo semua,selamat pagi."Sapa Radit yang kini sudah menarik kursinya untuk ikut sarapan bersama.
"Wah,kakak.Wajahmu sudah kembali,aku turut gembira melihatnya,selamat ya kak,kakimu juga sudah bisa berjalan kembali."Rani terpanah melihat sang Kakak yang sudah tidak memerlukan tongkat ataupun kursi roda lagi untuk berjalan.
"Makasih ya sayang,ini juga berkat do'a kamu salah satunya."ujar Radit sambil mengelus kepala Rani.
__ADS_1
Kaniya hanya tersenyum senang melihat keakraban antara dua kakak beradik itu,dia ingat sekali dulu Rani itu orangnya sangat cuek dan juga sangat jutek.Tapi ternyata itu karena dia belum kenal aja,setelah lebih mengenalnya rupanya adik iparnya itu orangnya sangat asyik dan hangat.
"Kamu kuliah juga hari ini Ran?."tanya Kaniya.
"Iya kak,tapi kampus kita beda ya.Kakak ambil jurusan apa?."Rani balij bertanya.
"Aku mau ambil jurusan manajemen Akutansi."
Sebenarnya usia Rani jauh lebih tua dari Kaniya hampir tiga tahunan,Rani juga sudah kuliah semester 5.Tapi ia tetap memanggil Kaniya dengan sebutan kakak untuk menghormatinya.
"Sayang sekali kampus kita beda ya kak,semoga kakak betah dikampus yang baru."ujar Rani.
"Iya,terimakasih."Kaniya pun tersenyum.
Radit juga tak henti-hentinya melirik sang istri yang duduk tepat dihadapannya,baginya hari ini Kaniya tampil sangat cantik dihari pertamanya kekampus membuat Radit jadi merasa khawatir kalau-kalau nanti akan ada yang naksir dengan istri kecilnya itu.
"Apa kamu akan kekampus dengan pakaian itu honey,aku khawatir nanti banyak yang akan terpesona ketika melihat kamu."Radit khawatir.
"Terus aku harus pakai baju apa mas?."tanya Kaniya bingung.
"Ganti baju kemeja aja deh,itu lebih cocok kalau buat kekampus."ujar Radit.
"Tapi udah ga keburu mas,besok aja ya aku baru pake kemeja.Nanti ini aku tutupi dengan kardigan kok mas."jawab Kaniya.
"Nah iya pakai kardigan juga bagus,aku ga mau banyak mata yang melihat kemolekan tubuhmu."ujar Radit tanpa malu-malu bilang begitu didepan mamanya dan juga Rani adiknya.
"Cie...protektif banget sih kak sama istrinya,kayaknya kak Radit dan kak Kaniya sudah saling jatuh cinta nih yeee....Bucin lo. "Ledek Rani pada kakaknya.
"Biarin,kan bucinnya sama istri sendiri,kalau sama wanita lain itu baru ga bagus."sahut Radit sinis.
Selesai makan ia pun berdiri,karena hari ini harus buru-buru ketemu klien yang akan bekerjasama dengan perkebunannya.
"Berarti bentar lagi mama bakal punya cucu dong?."ujar mama.
"Do'ain aja ya ma."jawab Radit.
__ADS_1
"Tentu sayang,pasti mama do'ain."
Bersambung💋