Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Mencurigakan


__ADS_3

Di kamar kost tempat Rani di sekap,Marcel keluar dari kamar mandi dan ia langsung menghampiri Rani.


"Mandilah! , apa kamu mau seperti ini terus? . Ini pakai bajuku. " Ucapnya sambil melemparkan sebuah T-shirt dan juga celana olahraga berbahan jersey.


Rani beringsut mengambil baju dan celana itu dan melemparnya ke wajah Marcel.


"Pakai saja pakaian mu sendiri, aku gak sudi memakai barang k-o-t-o-r mu itu!!. " ucap Rani setengah berteriak.


Marcel tersulut emosinya dan menarik rambut Rani dibagian belakang kepala sehingga kepalanya mendongak.


"Kamu itu tawanan saya ya!! jadi gak usah sok suci. Apa kamu lupa kalau kamu sudah tidak suci lagi sekarang, hekh!! atau... kamu mau lagi kalau kita mengulang yang tadi pagi???. " ujar Marcel sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Rani.


"Cuiiih.. " Rani meludahi wajah lelaki yang sudah menghancurkan hidupnya itu.


Muak rasanya melihat wajah Marcel yang tidak tahu diri itu dalam jarak yang sangat dekat seperti tadi.


Marcel menyeka air ludah Rani yang mengenai mata dan seluruh wajahnya.


"Dasar ja*ang!!! berani ya kamu bersikap kurang ajar sama aku!!! Belum tau kamu siapa aku??!!!. " ancam Marcel sambil mendorong tubuh Rani ke kasur dan menindih nya kasar.


Rani mencoba memberontak, di tendang nya harapan masa depan Marcel sekeras yang dia bisa dengan lututnya, sehingga membuat Marcel meregang, dan menjerit kesakitan pada bagian intinya itu.


Kesempatan ini membuat Rani ingin berusaha untuk kabur,Rani mencoba meraih gagang pintu, namun lagi-lagi Marcel berhasil menarik rambut panjangnya.


Rani mengerang kesakitan, dia pun mundur kebelakang mengikuti rambutnya yang tertarik.


Kali ini gagal lagi usaha Rani untuk melarikan diri,Marcel malah mengikat tangannya kebelakang dengan sebuah Ikat pinggang.


"Karena kamu gak mau menurut padaku,kamu rasakan sendiri akibatnya!. " bentak Marcel.


Rani hanya bisa meneteskan airmata nya, rasa sakit dan juga hancur ia rasakan ditubuh dan dihatinya.


"Lepasin gue, gue mau kuliah!,gue janji gak akan ngaduin elo! Gue mohon, gue gak mau Terus-terusan disini, gue ingin pulang 😭😭😭. " Rani meratap dan memohon berharap Marcell akan kasihan padanya.


"Kalau begitu katakan!, kenapa kamu bisa ada dirumah itu? apa hubunganmu dengan gadis yang aku incar?!. " tanya Marcel sambil mengelus-elus wajah Rani dengan jarinya.


"Itu memang rumahku,sejak kecil aku tinggal disana.Apa urusanmu dengan keluarga ku?!. "


tanya Rani dengan nyalang.

__ADS_1


"Lalu siapa gadis cantik yang tinggal disana,namanya Kaniya?. " tanya Marcel lagi.


"Kak Kaniya?? dari mana kau bisa mengenal kakak iparku??!. " tanya Rani heran.


"Apa??!😂ahahaha,jadi maksudmu Kaniya itu kakak iparmu, itu artinya dia sudah menikah dengan kakakmu, begitu??. " tanya Marcel lagi.


Ada rasa kecewa dihati pria itu,ternyata benar gosip yang beredar di kampusnya hari ini kalau Kaniya memang datang diantar oleh suaminya.


Marcel memang sempat melihat sekilas, tapi dia buru-buru pergi karena harus mengurus gadis yang ia sekap.


Marcel meraup wajahnya kasar, dia benar-benar tak menyangka bisa salah sasaran dan malah menawan Rani bukannya Kaniya.


Tapi kalau difikir lagi malahan bagus,karena ternyata gadis yang ia dapatkan adalah gadis yang masih perawan dan juga bukan istri orang.


Marcel menyibak rambut Rani yangg menutupi sebagian wajahnya, karena terus menangis mata Rani sudah membengkak dan berwarna merah.


Marcel jadi tidak tega melihatnya, ia mengambil semangkuk air untuk mengelap wajah gadis itu dengan sapu tangan yang dicelupkan nya ke air.


"Singkirkan tangan k-o-t-o-r mu itu dari wajahku!! aku tidak sudi kau menyentuhku. "


Tukas Rani.


Tatapan mereka bersirobok,Rani ingin melawan, tapi dia sudah kehabisan tenaga,lagi pula sekarang tangannya diikat.


"Kamu tau???, sepertinya aku sudah berubah fikiran sekarang.Tadinya aku ingin menjebak kakak iparmu dan menjadikannya bahan taruhan ku dengan teman-temanku, tapi malah kau yang datang, jadi jangan salahkan aku kalau setelah ini kau harus jadi milikku selama yang aku mau!!. "Ujar Marcel.


" Aku tidak sudi,aku sudah punya pacar. "ujar Rani bohong.


" Oya?? masa'??, yaaaa walaupun kau sudah pacar, tapi aku tidak peduli.Toh akulah laki-laki pertama mu, iya kan??. "ucap Marcel diiringi seringai liciknya.


" Aku tidak mau jadi gundik mu, kumohon lepaskan aku, aku tidak ada urusan denganmu. "rengek Rani mengiba, mencoba menggerakkan hati pria itu.


" Sudalah, percuma kau membuang air matamu sayang,karena mulai sekarang, kau akan jadi wanita ku.Jangan harap kau bisa lepas dariku manis. "Ujar Marcel sambil disusul dengan kecupan lembut di bibir Rani.


" Cihh, apa lagi yang kau lakukan padaku,aku bilang jangan sentuh aku,aku sudah hancur 😭😭😭. "Rani kembali menangis,meraung namun Marcel tetap tak perduli.


Marcel malah kembali meninggalkan Rani dikamar itu sendirian.Sebelum pergi ia membuka ikatan ditangan Rani agar gadis itu bisa makan.


" Makanlah, atau kau mau mati kelaparan disini ??? ".ujarnya mengancam agar Rani bersedia memakan nasi bungkus yang ia bawa.

__ADS_1


Kali ini Rani tak menjawab, ia hanya diam dan mencoba berdamai dengan perutnya yang sudah berbunyi minta diisi.


Setelah Marcel pergi, Rani menarik bungkusan berisi nasi yang tadi dibawa Marcel untuknya.


perlahan dibukanya bungkusan itu, ada Sebotol air mineral juga disana yang berukuran 1,5 liter, ada juga snack makanan ringan, dan beberapa bungkus roti🍞.


Dengan lahap Rani memakan Nasi yang dilengkapi dengan lauk ayam goreng dan juga


Beberapa lalapan lengkap dengan sambalnya.


Rani makan sambil menangis mengenang nasibnya yang mendadak berubah menjadi sial, dan status nya sekarang adalah gadis tapi bukan perawan, ditambah lagi sekarang ia adalah seorang tawanan.


Rani jadi teringat apa yang diucapkan oleh laki-laki itu tadi,kalau sebenarnya Kaniya lah yang seharusnya ada diposisi nya sekarang.


Rani geram memikirkannya,sambil terus mengunyah makanannya ia pun seolah mengutuk Kakak iparnya itu.


" Kak Kaniya, si gadis Desa itu yang menyebabkan semua ini. Gara-gara dia, aku harus kehilangan kehormatanku dan aku harus menanggung malu seumur hidupku.Sekarang aku benar-benar hancur,, 😭😭lihat saja nanti, kau maupun pria itu pasti akan menerima balasan nya!!. "gumam Rani dengan gigi yang gemeretup beradu.


****


Dikampus


Karena semalam mereka belum juga menemukan petunjuk yang lebih pasti mengenai dimana Rani, hari ini Kaniya masih berkuliah diantar oleh suaminya ke kampus. Setelah mengantarkan Kaniya,Radit akan langsung menuju kantor polisi. Meskipun ini belum 2 kali 24 jam, tapi Radit sudah tidak sabar lagi ingin melaporkan semua ini ke polisi.


Radit berharap bisa segera menemukan adik tercintanya,Radit juga akan mengajak polisi memeriksa kampus tempat Rani berkuliah.Siapa tau ada teman atau orang yang mengetahui dimana adiknya sekarang berada. Karena sudah sehari semalam Rani menghilang tanpa kabar apapun.


****


Setelah suaminya pergi dari kampus,Kaniya berjalan memasuki kelasnya,Marcell memperhatikan Kaniya dari jauh.


" Hoo, jadi itu suaminya??, Hemm sebentar lagi elo akan jadi kakak ipar gue. "gumam Marcell.


Merasa diperhatikan oleh seseorang, Kaniya jadi bergidik dan dia bisa merasakan kalau ada seseorang yang terus memperhatikan dirinya.


Kaniya pun menoleh kebelakang, dan sekilas ia melihat kalau tadi Marcell lah yang sedang memperhatikan dirinya.Karena tadi begitu Kaniya memutar tubuhnya, ia sempat melihat Marcell yang mengindari tatapan matanya lalu melangkah pergi. Melihat gelagatnya Kaniya jadi merasakan ada yang tidak beres.


Tiba-tiba Kaniya mendapatkan wangsit, ada kilasan bayangan di benaknya.Kaniya kembali mendapatkan bayangan peristiwa penculikan Rani.


Seperti sebuah klise foto, bayangan Marcell sangat mirip dengan Pria didalam bayangan itu. Rambut urakan, gaya berpakaiannya, Kaniya jadi merasa curiga pada pria itu.

__ADS_1


Diam-diam Kaniya ingin mengikuti pria yang kemaren terus mengganggu dirinya, merayunya dan juga berusaha mendekati dirinya.


__ADS_2