Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Tak Sadar


__ADS_3

Begitu larutnya Radit dalam memperhatikan istrinya itu,sampai-sampai ia tidak sadar kalau Oma dan Mama nya sudah ada dibelakangnya.


"Ehem..ehem.."Oma berseloroh sambil berdeham.


"Eh Oma,kirain siapa."ujar Radit kaget.


"Tadi aja kamu melarang Oma memujinya,eeeeeh sekarang kamu malah terpesona kan melihat kecantikan istrimu sendiri."ujar Oma Adellin lagi.


"Ga kok Oma,Radit cuma lagi ngawasin dia aja.Takutnya entar tanaman Mama pada mati lagi dirusaknya."Radit mencoba ngeles.


"Kalian itu bagaimana sih Dit,kalau sudah nikah itu kamu bebas mau ngapain aja sama istrimu.Bukankah kalian menikah karena cinta?tapi Oma kok lihatnya kalian berantem terus gak ada habisnya dan gak ada romantis-romantisnya."Oma memarahi Radit.


"Kami gak berantem kok Oma,begitulah cara kami saling mencintai."jawab Radit sambil garuk-garuk kepala.Ia juga melirik ke arah Mamanya meminta perlindungan dari semua pertanyaan Oma yang sepertinya sudah mulai curiga.


"Dasar anak muda,dikiranya Oma ini langsung tua gitu,gak pernah punya pengalaman dalam hal cinta-cintaan.Kamu gak bisa bohongi Oma.Yaaaa mungkin saja kamu terpaksa disuruh Mama dan Papamu menikahi dia,tapi Oma sangat setuju kalau kalian bisa hidup bersama selamanya,Oma menyukai gadis itu karena Oma bisa merasakan ketulusannya."Oma menyemangati Radit.


"Terimakasih Oma."Radit menggenggam tangan Oma nya.


"Sebenarnya Radit juga bingung Oma dengan perasaan yang Radit punya pada gadis itu.Apa benar Radit sekarang sudah mulai terbiasa ada dia disamping Radit,Radit seperti memiliki ketergantungan dengan gadis desa itu.Wajahnya yang cantik,matanya yang teduh,harum tubuhnya yang wangi ingin selalu Radit rasakan setiap harinya.Radit masih bingung,entah bagaimana perasaan Radit bisa sangat tenang jika ada didekatnya dan bercanda serta bertengkar dengannya seperti menjadi sebuah kebiasaan baru.Bahkan baru beberapa hari tinggal dikamar yang sama,aku bahkan tak pernah mengingat Silvana lagi."fikiran Radit melayang jauh keawang-awang.


"Ya ampun anak ini, pagi-pagi udah ngelamun aja."Mama Sherly menepuk punggung Radit yang melamun,sehingga membuat Radit terperanjat.


"Nanti kamu beri tahu istrimu untuk berbelanja,siapa tahu dia ingin membeli barang-barang yang baru untuk kebutuhan kalian disana."pinta Mama nya.

__ADS_1


"Ga usah banyak-banyak bawa barangnya,nanti biar Oma yang nemanin Kaniya belanja di London aja.Jangan kayak orang susah begitu."Ujar Oma sedikit dengan nada sok.


"Kalau begitu Radit mau kekamar dulu Oma.Nanti kalau gadis itu sudah selesai dengan urusannya ,tolong bilang ke dia agar segera temui Radit dikamar ya Oma,Mama juga.Radit permisi dulu."Radit memutar kursi rodanya sendiri menuju ke kamarnya.


"Dia kenapa?."tanya Oma ke menantunya, Nyonya Sherly.


Nyonya Sherly hanya bisa geleng-geleng didepan Oma, ia juga gak tahu apa yang diinginkan oleh puteranya itu.


"Sepertinya dia sedang memikirkan sesuatu."Mama Sherly kode-kodean dengan Oma Adellin.


*


*


*


"Kaniya."ada yang memanggil nama Kaniya.


"Iya,ada apa?."Kaniya agak kaget karena Mama mertuanya lah yang tengah menghampiri dirinya.


"Sudah,gak usah dibersihkan.Itu kan tugasnya Bik Sumi."Mama Sherly menghentikan Kaniya yang sedang sibuk mengelapi meja bufet.


Belum sempat Kaniya menjawab,mertuanya itu sudah menyuruhnya kembali ke kamarnya dan Radit dikamar tamu.

__ADS_1


"Tapi kan Kaniya masih banyak yang harus di kerjakan,Ma."jawab Kaniya.


"Udah turutin aja,tadi Radit yang meminta Mama untuk segera menyuruh kamu menemuinya dikamar.Mungkin ada yang mau dia bicarakan dengan kamu😊."ujar Mama lagi.


"Ya udah,kalau gitu saya permisi dulu Mama,Oma."Kaniya membungkukkan badannya seraya pamit pergi kekamarnya dan Radit.


"Kenapa lagi tuh orang,apa dia mengalami kesulitan dan membutuhkan bantuanku?."gumam Kaniya.


Kaniya mempercepat langkahnya,dia khawatir kalau suaminya itu butuh bantuannya.


"Ada apa kamu menyuruhku kembali ke kamar,sarapan sudah,mandi juga sudah.Cepat katakan, masih banyak hal yang harus aku kerjakan.Habis ini aku juga mau minta izin untuk pulang kerumah Ibu dan menginap satu malam disana sebelum kita berangkat ke London."kata Kaniya dengan sedikit kesal kepada Radit yang ternyata sedang santai dikursi roda nya sambil membaca surat kabar.


"Tolong kamu buka laci yang ada disamping tempat tidur itu.Ambilkan dompetku disana."jawab Radit seraya memerintahkan kepada Kaniya.


Kaniya menuruti perkataan Radit dan ia pun membuka laci itu,diambilnya dompet berwarna hitam yang dimaksud suamiya dan diulurkannya kepada Radit.


"Nih,dompetnya."kata Kaniya ketus.


"Bukalah dan keluarkan kartu berwarna emas yang ada didalamnya.Kamu bisa gunakan untuk berbelanja semua kebutuhan kamu dan ambil juga uang tunai yang ada dilaci itu,didalam amplop putih.Uang itu tolong kamu berikan kepada Ibumu,maksudku Ibu mertuaku."Radit menghetikan kata-katanya,dia malu sendiri kalau ingat bahwa ia dan Kaniya sudah berbagi orang tua sekarang.


"Kamu juga mau memberikan Ibuku uang?".Kaniya masih tidak percaya.😳😳


"Hey gadis bodoh,kenapa malah bengong.Aku gak mau loh nanti dikira jadi menantu yang gak perduli sama mertua. "Radit mencoba menyadarkan Kaniya dari kebengongannya.😍😍

__ADS_1


Kaniya tak menyangka,kalau laki-laki yang dinikahinya karena terpaksa itu bisa bersikap baik dan mau menganggap orang tua Kaniya sebagai orang tuanya juga.


__ADS_2