
Mata Kaniya mendeliki tajam kearah Radit, ditatap nya wajah suaminya itu lekat-lekat. Namun sayangnya Radit masih pura-pura cuek dan sibuk mengobrol dengan pak Rudi.
Pak Rudi begitu menghormati Radit, bukankah Radit lah yang seharusnya lebih menghormati mantan dosennya itu.
Kaniya terus memperhatikan gerak-gerik dan juga obrolan Radit,lagi-lagi nama Silvana mantan pacar Radit disebut-sebut.
"Kalau begitu saya titip salam aja pak buat Silvana." kata Radit,
Mendengar itu Kaniya makin berang dan langsung pergi meninggalkan kantin.Siapa yang tidak cemburu mendengar suami sendiri sibuk membahas soal wanita yang notabene adalah mantan pacarnya,di depan batang hidungnya sendiri.
Radit yang menyadari hal itu,langsung pamit sama pak Rudi dan bermaksud mengejar istrinya yang sebenarnya Pak Rudi juga belum tau kalau Radit ternyata sudah menikah.
Tapi langkahnya Radit terhenti,karena dia hampir saja menabrak seorang gadis yang baru akan memasuki pintu kantin.
"Maaf-maaf,saya ga sengaja." Radit bermaksud minta maaf, karena dia buru-buru jadi nabrak orang deh.
Gadis itu membereskan buku-bukunya yang berjatuhan dilantai dan merapikannya,karena merasa bersalah Radit pun turut membantunya.Saat gadis itu bertatapan dengannya, betapa terkejutnya dia.Ternyata gadis yang baru saja dia tabrak itu adalah mantannya sendiri,siapa lagi kalau bukan Silvana.
Silvana, gadis yang dulu sangat dicintainya. Tapi gadis itu pula yang sudah mematahkan hatinya.Kalau kebanyakan wanita akan bahagia bila dilamar oleh kekasihnya,tapi tidak dengan Silvana yang malah memutuskan cintanya dihari Radit menyatakan keseriusannya untuk mengajaknya menikah.
"Wah,kalian benar-benar jodoh.Baru aja kami membicarakan kamu Sil, sekarang malah kalian berdua bertabrakan.Pak Radit ini tadi titip salam loh buat kamu, gimana,terima ga?," tanya Pak Rudi yang tiba-tiba nimbrung setelah melihat insiden barusan.
"O ya, apa benar itu kak Radit,sudah lama ya kita ga ketemu?." Silvana balik bertanya pada Radit dengan wajah yang dihiasi sejuta senyuman.
Radit hanya terdiam,dia ga tau harus ngomong apa.Karena sebenarnya dia tadi itu hanya mau manas-manasin istrinya saja.
__ADS_1
"Maaf, saya harus segera pergi.Saya masih ada urusan."Jawab Radit mencoba menghindar dari Silvana.
Yang ada di fikirannya sekarang adalah dimana Kaniya berada saat ini??karena sepertinya Radit sudah kehilangan jejaknya.
Silvana tertegun menatap kepergian Radit yang buru-buru entah mau kemana.
"Kamu sudah banyak berubah kak,sepertinya kamu bukan Radit yang dulu aku kenal. " gumam Silvana.
"Aneh ya si Radit,tadi dia nanyain kamu terus. Giliran ketemu orangnya malah kabur." kata pak Rudi.
"Mungkin dia malu,atau memang masih ada urusan lain. " jawab Silvana.
Mata wanita itu seperti menampakkan rasa penasarannya terhadap Radit,senyum yang tak dapat diartikan tersungging dikedua sudut bibirnya.
"Kangen?, entahlah. Tapi aku rasa sekarang aku ingin mengejarnya kembali.Aku lihat kak Radit sekarang lebih tampan dari sebelumnya,aku dengar dia habis operasi wajah di 🇬🇧 Inggris. " jawab Silvana.
"Benar juga,aku juga merasa ada yang beda dari Radit.Aku juga lihat di Instagramnya dia pernah posting story sama cewek,aku kira itu kamu.Tapi waktu itu dia lagi liburan di London,kan habis kecelakaan kabarnya wajahnya rusak parah,tapi pulang-pulang kok udah bagus lagi."
"Bener banget tuh pak,sepertinya dia memang melakukan operasi plastik disana."Silvana yakin.
" Kenapa kamu ga tanya aja langsung ke orangnya?,kenapa Radit bilang kamu yang mutusin dia dan ga mau di ajak nikah?."tanya Pak Rudi.
" Aku kan masih muda, masih ingin kuliah dan mengejar cita-citaku.Belum kepikiran buat berumah tangga,lagian alasan kak Radit ngajak nikah menurutku bukan karena keinginannya,melainkan dipaksa sama ortunya demi sebuah warisan."Silvana merasa gerah kalau ingat itu.
" Tapi kan kalian saling mencintai.?,. "
__ADS_1
"Iya, memang.Tapi aku benar-benar belum ingin nikah saat itu,. "
"Berarti sekarang kamu udah mau kalau Radit melamar kamu lagi. "
"ᥬ😁᭄ ᥬ😁᭄ Ga tau lah,mungkin aja aku akan berubah fikiran. "
"Sayang loh kalau kamu nolak dia, dia kan udah jadi salah satu pemegang saham terbesar di kampus ini.Bahkan tahun ini dia dicalonkan sebagai Rektor yang baru." Ujar Pak Rudi.
"Oo ya,wah lumayan juga ya kalau punya suami rektor? " ujar Silvana.
"Ya Maka dari itu,nanti aku salamin balik ya kalau ketemu Radit.Lumayan kan kalau aku bisa dekat dengan pak Rektor,kali aja nanti gajih dan tunjangan dosen bisa di naikkan. " ujar pak Rudi lagi.
"Ohhh, jadi pak Rudi ada udang dibalik bakwan".jawab Silvana
Pak Rudi hanya senyum malu-malu, nyengir kayak kuda pony, abis sikat gigi.
" Tapi kan kabarnya Kak Radit sudah menikah"
"Aku juga pernah dengar sih,tapi kita ga pernah tau tuh siapa istrinya.Ga mungkin kan seorang Raditya Prawira nikahnya tanpa ngundang-ngundang.Pasti berita itu cuma hoax, masa pihak kampus ga ada yang dikasih tau. " ujar Pak Rudi lagi.
"Benar juga,tapi soal story IG nya tempo hari itu??."
" Mungkin itu cuma pacarnya saja,kan masih bisa direbut.Apalagi kalian pacaran udah lama kan.Pasti Radit ga bisa semudah itu melupakan kamu. "Pak Rudi menyemangati Silvana,anak tetangganya.
Kelihatannya Pak Rudi ini orang yang suka carmuk alias cari muka,biar dapat keuntungan.Jaman sekarang orang yang tulus memang sukar ditemui.
__ADS_1