
Kaniya dan Radit masih setia didalam selimut,kedua suami istri itu saling berpelukan sambil berbincang-bincang ringan.
"Honey,boleh aku bertanya?"Radit ingin sekali menghilangkan rasa penasarannya,dia pikir inilah saat yang tepat untuk bertanya kepada Kaniya mengenai Stefan.
"Iya,tanyakan saja,"jawab Kaniya santai sambil bersandar di dada bidang suaminya(😅jangan baper ya,entar kebayang-bayang,jadi pengen😂mana suami lagi dinas keluar kota🤣🤣).
"Itu,,e...anu,soal....si Stefan.Kok tadi kamu bisa sama dia di taman?"tanya Radit curiga.
"Oo,sebenarnya aku yang tadi menghubungi dia duluan Mas,"jawab kaniya.Sebenarnya dia agak takut juga bicara jujur.Tapi dia sudah memutuskan untuk selalu jujur kepada Radit, mulai saat ini.
"Kamu menghubunginya duluan,maksudnya ,apa kamu mempunyai nomor teleponnya?atau jangan-jangan kalian memang sudah kenal dan punya hubungan??"tanya Radit lagi,dia terlihat sangat cemas akan jawaban yang akan dilontarkan Kaniya kepadanya.
Tanpa menjawab,Kaniya malah meraih tas sandang yang tadi dia pakai saat keluar rumah,diatas meja nakas dan mengeluarkan kartu nama yang diberikan oleh Stefan kemaren saat makan siang.Radit pun meraih kartu nama itu dan membacanya.
"Ooo, jadi ini yang membuat Kaniya selalu memegangi tas nya kemaren?"batin Radit.
'Ternyata laki-laki itu bukan orang sembarangan dikota ini,dia juga putera orang berpengaruh disini.Sebaiknya aku jangan mencari masalah sama nih orang dan sebaiknya aku juga melarang Kaniya untuk tidak menemui laki-laki itu lagi'Radit menyadari,ini bisa jadi masalah besar jika mereka berurusan dengan orang penting dikota ini,bisa -bisa izin tinggal mereka langsung dicabut.
Radit segera meminta Kaniya agar tidak menghubungi Stefan lagi,"Honey,sebaiknya kamu jangan pernah menghubungi dia lagi,"pinta Radit.
"Memangnya kenapa Mas,dia itu baik kok.Aku hanya berteman saja,"jelas Kaniya,dia hanya senang bisa punya teman orang bule.Setidaknya nanti dia bisa cerita ke Ibunya dan keluarga yang lain,juga teman-teman kerjanya kalau dia punya teman bule Inggris.
"Sebaiknya jangan Honey,laki-laki ini bukan orang sembarangan disini.Keluarganya terkenal sangat kaya dan juga bisa menghilangkan nama sebuah keluarga tanpa bekas kalau mereka tidak menyukainya.Apa kamu mau kalau nanti suamimu ini lenyap ditelan bumi karena harus berurusan dengan orang seperti mereka?"tanya Radit,mukanya menyiratkan kekhawatiran yang sangat besar.
"Iya baiklah,aku akan menjauhinya.Tapi,Mas tadi sudah menonjok wajahnya.Aku jadi khawatir Mas,bagaimana kalau dia menjadi dendam sama kamu Mas?!😲"Kaniya jadi ikut cemas.
"Sudahlah,sebaiknya kita tidur saja dulu.Besok baru kita pikirkan lagi,yang pasti kita harus segera kembali ke Indonesia secepatnya sebelum laki-laki itu bisa melacak data kita.Karena ini bisa berdampak buruk pada bisnis Oma disini.Oma juga punya perusahaan ekspor import bahan pangan khusus Indonesia-Inggris.Takutnya mereka akan memboikot perusahaan Oma,"tambah Radit.
__ADS_1
Kaniya mencoba memejamkan matanya,tapi Radit masih kalut dalam pikirannya mengenai Stefan dan cara menghindarinya.
Kaniya yang masih belum tidur,membuka kembali matanya,"Kenapa kamu belum tidur Mas,apa kamu masih memikirkan soal Stefan?"tanya Kaniya khawatir.
"Ga kok Honey,sebaiknya kamu tidur aja ya.Ini sudah larut malam,aku juga mau tidur." Lalu Radit mematikan lampu dan kembali memeluk sang istri,sambil mengelus rambut Kaniya hingga akhirnya Kaniya terlelap.Namun tidak dengan Radit,sejak membaca nama di kartu nama itu dia merasa akan terjadi hal yang buruk.Radit mengkhawatirkan Oma dan perusahaannya di London.
Disatu sisi😳
Disebuah mansion yang sangat mewah,seorang pria berkebangsaan Inggris yang tak lain adalah Stefan sedang mengumpulkan anak buahnya.Pria pirang ini memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengintai rumah Oma Adellin dan menculik Kaniya.
Stefan menaruh dendam kepada Radit karena Radit sudah berani menonjok wajahnya,dia ingin memberi pelajaran kepada Radit.Apalagi tadi Kaniya yang menghubunginya ingin curhat,Kaniya sempat bilang kepadanya bahwa dia dan Radit terpaksa menikah.Bertambahlah muncul keinginan Stefan untuk merebut Kaniya dari Radit.Tadi Kaniya berkomunikasi dengannya dengan bantuan Google Translate.
Setelah mendapatkan instruksi dari bosnya itu,para anak buah Stefan segera bergerak untuk memantau rumah Oma.
Sekarang Stefan juga meminta anak buahnya yang lain untuk menyelidiki latar belakang keluarga Radit,persis dengan apa yang menjadi kekhawatiran Radit.Stefan pun mulai menyelidiki perusahaan milik Oma Adellin di London.
Sementara itu😵
Radit yang masih terpikir soal Stefan dan kekuasaannya menjadi tak bisa tidur,ia pun memilih untuk keluar sebentar,dia membuka pintu menuju balkon kamarnya dan memandang kelangit luas berharap sang malam bisa memberinya ilham,bagaimana cara menghadapi Stefan nanti jika hal yang ia khawatirkan terjadi.
Karena tak kunjung mendapatkan ide,Radit pun ingin beranjak masuk kembali namun sekilas dia melihat sebuah mobil Van berwarna hitam yang terparkir di depan rumah Oma,disamping mobil itu ada tiga orang pria dengan pakaian hitam-hitam terlihat sedang mengawasi rumah Oma dengan menggunakan teropong kecil.
Radit langsung panik,dia segera menelpon security yang berjaga didepan untuk meneriksa keadaan di depan gerbang.Pak security yang berjumlah dua orang segera memeriksa pintu gerbang.Dan benar saja, ternyata mobil itu segera pergi setelah mengetahui akan ada yang datang,mereka menghindar sambil menunggu aba-aba dari bosnya.
Radit bergegas ke bawah,dia pun menemui security yang berjaga tadi.
"How, you see who they are?"tanya Radit.
__ADS_1
"No Sir,they are run away,"jawab Pak security yang memberi tahu Radit,kalau orang-orang itu kabur.
Radit jadi makin khawatir dan mencemaskan keluarganya,terutama Kaniya dan juga Oma.Radit segera meminta pak Charly untuk menemuinya diruang belajar Oma.Pak charly yang memang tinggal di paviliun khusus staff segera menemui Radit.
"What haven Sir,is there anyting important?"tanya Pak Charly dengan wajah yang masih muka bantal.Maklumlah lagi enak-enaknya tidur,malah dibangunin.
"Please emmediately order ticket to Indonesia tomorrow morning,for my wife and me."Radit pikir,sebelum masalahnya menjadi besar sebaiknya dia membawa Kaniya segera pulang ke Indonesia,agar tidak melibatkan Oma dalam masalah ini.
"Why hurry Sir,is there a problem?"tanya Pak Charly heran.
"You better take care off that first!"Radit menaikkan nada bicaranya,dia masih kalut dan bingung memikirkan hari esok.Entah kenapa hatinya menjadi sangat khawatir akan orang-orang yang ia cintai.
Pak Charly pun segera memesan tiket untuk dua orang melalui aplikasi,dia pun memberi tahu Radit untuk berangkat jam 4 dini hari nanti.
Pak Charly yang merupakan orang kepercayaan Oma,tidak bisa menyembunyikan hal sepenting ini dari oma.Diam-diam,dia pun memberi tahu nyonya nya itu mengenai tiket yang Radit pesan untuk kembali ke Indonesia.
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
***Kira-kira apa yang akan dilakukan Oma kepada cucunya itu?
apakah Radit bisa melindungi permaisuri hatinya??
Nantikan jawabannya di episode selanjutnya ya😁
Jangan lupa,like,komen dan vote novel ini biar makin banyak yang baca dan juga thor makin semangat nulisnya.😁😁
Khop khun kha🙏🙏🙏***
__ADS_1