Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Cowok Idaman


__ADS_3

Radit baru akan memasuki kembali mobilnya,tiba-tiba


"Bug.."


Seorang gadis menabraknya dan buku -buku yang dibawa oleh gadis itu pun berjatuhan kejalan.


"Ups!!Maafkan saya dek,karena saya buru-buru jadi ga lihat kamu."Ujar Radit.


Namun gadis yang ada dihadapannya malah tertegun,seolah-olah terpanah akan ketampanan Radit yang paripurna.Badan kekarnya yang tinggi,macho,keren dan ditambah tampilannya yang begitu gentle man,rapi,dan wangi menghipnotis setiap wanita yang melihatnya.


Radit pun membantu gadis itu untuk memunguti buku-bukunya.


"Eh,,ini bukumu.Maaf ya,aku ga sengaja."ujar Radit.


Gadis itu pun menyambut buku-buku yang diulurkan Radit padanya dengan tatapan kagum dan senyum yang mengembang seakan menemukan sesuatu yang ia suka.


😊


"Terimakasih,aku Jeany."sahut wanita itu sambil mengulurkan tangannya.


"Oohh,aku Radit."


"Senang berkenalan dengan kakak."Ujar Jeany lagi.


"Iya,emmmm maaf saya buru-buru harus pulang,permisi."Radit bergegas meuju mobilnya dan disisi lain Jeany terus saja menatap punggung Radit yang meninggalkannya .


'ganteng bangettt,dia tipe cowok idamanku.'Gumam Jeany sambil tersenyum-senyum sendiri.


😍😍😍😍


Radit melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,peringatan 'hati-hati' dari sang istri membuatnya jadi lebih waspada dalam berkendara.


"Oh Honey,bisa-bisanya kamu menguasai otakku sekarang.Aku jadi pengen menerkammu."Otak Radit mulai membayangkan Kaniya yang menari-nari di angannya.


Tibalah ia dirumah mamanya tempat ia dibesarkan,mobilnya sudah terparkir mulus digarasi.Radit pun keluar dengan menenteng tas kerjanya memmasuki rumah besar bergaya minimalis itu.


Seperti sedang diburu waktu dia berjalan dengan cepat menuju kamarnya dilantai dua sambil berharap sang istri akan menyambutnya dengan senyuman terindah,dibukanya pintu kamarnya dan hwalllaaaah...πŸ˜‹


Kaniya yang baru saja selesai mandi masih dengan menggunakan kimono mandinya dan rambut digelung keatas dengan handuk kecil yang baru saja akan ia lepaskan membuat rambutnya yang setengah basah menggelepar seperti kepakan bulu burung cendrawasi.


Pemandangan ini sukses membuat Radit semakin tak sabar untuk menerkamnya,dilemparnya tas kerja kesofa,dibukanya dasi dan kemejanya membuat Kaniya tersadar akan hadirnya seseorang didalam kamar itu.


"Mas,kamu kapan datang? "tanyanya.


"Baru aja,pulang-pulang aku langsung disuguhkan pemandangan yang indah seperti ini.Bagaimana aku bisa menahannya coba??"Radit langsung saja memeluk istrinya itu dengan erat dan membenamkan wajahnya ditengkuk Kaniya.


"Mas,iiihhh mending mandi sana.Ini bau keringat,aku kan baru udah mandi,nanti aku bau lagi."Kaniya berusaha menghalau Radit.

__ADS_1


Tapi bukannya menjauh,Radit malah mengangkat tubuh istrinya itu keranjang.Tiba-tiba dia ingat belum mengunci pintu,segera ia kearah pintu dan menutupnya.


Kaniya sontak duduk dan membenarkan kimono yang dia pakai.


"Lepas saja kimononya honey,aku sudah ga tahan."ujar Radit sambil berjalan cepat kearah Kaniya.


"Aku males mandi lagi mas."


"Tenang saja,nanti aku yang akan mandiin kamu."


"Tapi mas."


"Ga ada tapi-tapian honey."


Radit langsung menyergap tubuh istrinya itu dan akhirnya terjadilah perang cinta diantara keduanya ditengah siang bolong,tapi tak menyurutkan gairah mereka berdua yang sedang dimabuk cinta.


Setelah selesai acara perang ranjang,keduanya masih berbaring ditempat tidur.Kaniya berbaring diatas dada Radit dan Radit kini sedang mengelus rambut istrinya.


"Gimana hari pertama kamu diakmpus,apa ada yang usil sama kamu?."


"Ga ada mas,semuanya baik kok."jawab kaniya sambil memainkan bulu-bulu didada suaminya itu.


"Kita mandi yuk sekarang,abis tu kita makan siang bareng."Ajak Kaniya.


"Oke,sini biar aku bantu."Radit tanpa aba-aba bangkit dan mengangkat tubuh istrinya itu kekamar mandi.


Mereka mandi bareng,dan bukannya mandi saja Radit malah minta tambah.🀫PARAHH🀣🀣


😍😍😍😍


"Kaniya,Radit."Panggil mama Sherly yang mau mengajak mereka makan siang bareng.


"Kok mereka ga ada dikamar."Gumam mama Sherly.


Baru saja mama Sherly mau menutup kembali pintu kamar Radit,tiba-tiba dia mendengar suara cekikikan dari kamar mandi Radit.


"Sudah mas,geli,sudah mas cukup."Suara manja Kaniya terdengar sangat jelas.


"Hemmmm,entah apa yang sedang mereka lakukan didalam?."gumam mama Sherly.


Mama Sherly yang mengerti dengan apa yang terjadi antara anak dan mantunya cuma tersenyum girang sambil meninggalkan kamar itu dan kembali kebawah menuju meja makan.


"Kenapa mama senyum-senyum?."tanya Papa Marco.


"Oh itu,Mmmm kayaknya sebentar lagi kita bakal punya cucu loh Pa."


Maksud kamu,istrinya Radit sedang hamil?."

__ADS_1


"Bukan begitu,tapi mereka..sedang.."Mama Sherly menggantung kata-katanya.


"Oooooo,papa ngerti."πŸ˜…


"Ya udah pa,mending kita makannya duluan aja,kalau nungguin mereka turun bisa-bisa makanannya udah dingin semua."ajak nyonya Sherly.


"Bener juga ma,papa juga udah lapar nih."jawab tuan Marco.


pengertian banget yah mertuanya Kaniya ini🀣🀣


Setengah jam kemudian,suami istri itu turun dengan saling bergandengan tangan dan saling melempar senyuman.Terpancar aura kebahagiaan dari keduanya,bunga-bunga cinta seakan bermekaran dihati keduanya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸŒΈπŸŒΈπŸŒΈ


"Lihat pa,mereka baru turun."bisik mama Sherly ditelinga suaminya.


keduanya sedang ada diruang tengah sambil menonton televisi.


Tuan Marco pun melirik kearah tangga sambil senyum-senyum.


Radit dan Kaniya menghampiri keduanya.


"Mama papa ga makan siang?,yuk kita makan sama-sama."ajak Radit.


"Kalianlah yang belum makan."jawab mama sambil senyum-senyum.


"Ooo,jadi mama dan papa udah makan duluan?."tanya Radit.


"Iya mama sama papa udah makan duluan,abis kalau nungguin kalian berdua bisa-bisa kami kelaparan."sahut papa.


"Gimana,lancar buat cucu untuk mamanya?."sindir mama.


Sontak Kaniya dan Radit saling pandang dan😲 sama-sama berkata.


"Maksud mama.!?."kata mereka serempak.


"Aaahhh,sudahlah ga usah difikirin.Cepat kalian makan sana,pasti udah dingin tuh lauk-lauknya."jawab Mama.


"Ya udah mas,yuk kita makan."ujar Kaniya.


"Kami makan dulu ma,pa."lanjut Kaniya .


"Iya sayang,makanlah.Kalian juga butuh makan untuk mengganti tenaga yang hilang kan."Jawab mama sambil terkekeh,puas sekali dia mengolok-olok anak dan menantunya itu.


"Mamaaaaa...!?"papa mencoba menghentikan guyonan mama Sherly yang membuat Kaniya dan Radit bersemu merah.


Keduanya memikirkan hal yang sama

__ADS_1


"Apakah tadi mama masuk kekamar kita?."tanya mereka dalam hati sambil saling menatap tajamπŸ˜‚πŸ˜‚.


Bersambung guys😘


__ADS_2