
Sarapan yang agak aneh itu pun masih berlangsung.Gimana gak aneh,biasanya BBQ diadakan malam hari atau menjelang makan siang ini malah pagi hari buat sarapan.
Ada-ada aja memang si Kaniya,untunglah Oma yang punya rumah gak keberatan dengan ide dari istri cucunya itu.Oma malah terlihat sangat menikmati makanan yang dimasak oleh Kaniya.
"Benar sekali kata Radit,sebaiknya sepulang kalian ke Indonesia nanti kamu buatkan istrimu sebuah restoran.Pasti nanti bakalan sukses kalau menunya seperti ini,masakan istrimu ini kan enak-enak,bumbunya punya cita rasa tersendiri,cita rasa yang sangat khas.Oma yakin seratus persen bakalan laris manis.Kalau kamu ga mau,biar Oma yang akan modalin Kaniya buat bikin restoran."kata Oma ke Radit.
Sementara Kaniya yang mendengarkan hanya senyum-senyum gak jelas,yang pasti dia sangat senang dan merasa tersanjung sekali.
"Kalau begitu,kenapa gak Oma aja yang modalin.Radit pengen tahu gimana gadis ini bisa mengelola sebuah restoran dari nol."Kata Radit sambil melirik Kaniya.
"Ohh,jadi Mas Radit meragukan kemampuanku?,bukannya tadi Mas Radit yang bilang bahwa makananku cocok dijual di restoran?!."Tanya Kaniya agak ngegas.
"Tuuu kan Oma,baru dijatuhin sedikit mentalnya udah down.Gimana mau maju restorannya kalau dia sendiri yang mengelola."Radit ngeyel,gak mau kalah dengan istrinya.
"Sudah-sudah,sebaiknya kalian habis ini jalan-jalan keluar sana.Oma lagi ada kerjaan penting.Radit,bawalah istrimu jalan-jalan,bahagiakanlah dia.Rugi kan kalau sudah jauh-jauh ke London tapi kalian gak jalan-jalan ,disini kan banyak sekali tempat-tempat bagus yang Instagram able."kata Oma,udah kayak anak muda aja gaulnya.
"Memangnya Oma mau kemana?."tanya Radit kepo.
"That not your bussines!,Oma sedang ada urusan mendadak.Sana kalian jalan-jalanlah."Kata Oma,sembari masuk kedalam rumah.
"Aneh ih si Oma,kenapa kayak ada yang ditutup-tutupi ya sama Oma ya."kata Radit lirih.
"Iya juga sih,tapi kita jalan-jalan aja yuk.Aku kan udah lama pengen foto-foto disini.Biar bisa upload di IG aku,biar orang-orang di Indonesia pada tahu."kata Kaniya,jelas sekali dia ingin pamer.
"Hukh!dasar gadis desa ,noraknya mintak ampun.Biasa aja dong,kalau foto ya foto aja,gak perlu di upload-upload segala.Pamer!?."Radit ih sadis banget kata-katanya.
"Biarin,emang aku gadis desa yang norak,masalah buat kamu!."Kaniya pun membalas cibiran suaminya itu.
"Ya udah,ayo kita berangkat.Pakai baju yang bagus,jangan yang terbuka,diluar dingin.Kamu mau entar masuk angin gara-gara pakai baju kurang bahan kayak gitu."ketus Radit.
"Halllah,bilang aja kamu cemburu kan kalo ada laki-laki lain yang lihatin aku gara-gara aku terlalu seksi dan dipuji orang lain.Iya kan.?!"Kaniya kembali gak mau kalah.
__ADS_1
"Jadi berangkat gak nih??!."tanya Radit,setengah mengancam untuk membatalkan jalan-jalan.
"Iya jadi-jadi,ih ngeselin banget sih nih orang."Kaniya hampir saja mau nimpuk Radit pakai sendok yang dipegangnya,untung aja Radit noleh dan Kaniya jadi terpesona dengan ketampanan Radit yang mulai kembali.
"Apa itu barusan?kamu mau nimpuk aku ya?wah sudah berani rupanya!?,awas aja ya kalau kamu berani ulangi lagi,akan kubalas kamu dengan hal yang tak mungkin bisa kamu lupakan."ancam Radit,yang sukses menyudutkan Kaniya kepojokan.
"Ga kok,aku tadi cuma,cuma,,"Kaniya bingung harus bilang apa tatkala suaminya itu terus memaksanya mundur dan mundur sampai mentok ke tembok dinding luar rumah Oma.
"Kalau kamu berani lagi mengejek atau tidak mematuhi aku sebagai suamimu,maka aku akan menciummu sepuas yang aku mau!seperti ini."kata Radit sambil me**mat bibir istrinya.
Kaniya memberontak,tapi juga menikmatinya.Akhirnya ciuman itu terhenti ketika Pak charly datang dengan membawakan kursi roda buat Radit.
"What haven Mr.Charly?."tanya Radit kaget.
"Madam dicouraget me to bring this for you, Sir."jawab Pak charly.
"Ouwh,No i don't need that wheelchair."kata Radit.
"Ok."Pak Charly pun membawa kursi roda itu kembali kedalam.
Kemudian Radit menggenggam tangan Kaniya dan membawanya menuju ke garasi mobil Oma.Disini Radit juga punya sebuah mobil kesayangannya,dia meminta kunci mobilnya kepada security yang berjaga digarasi dan mengajak Kaniya untuk masuk kedalam mobil.Dengan sangat percaya diri Radit mengemudikan mobil itu sendiri,Kaniya yang baru pertama kalinya disupiri oleh sang suami jadi ketakutan.Kenangan ketika dia melihat mobil Radit menabrak pohon kembali terlintas dibenaknya,Kaniya jadi ketakutan dan berpegangan pada gantungan atas mobil.
"Kamu kenapa?takut???."tanya Radit heran dengan perubahan sikap istrinya yang biasanya banyak bicara sekarang malah terdiam membisu dengan wajah penuh kecemasan .
"Apa?,Aku gak takut,hanya saja aku jadi teringat waktu Mas Radit kecelakaan dulu,kan aku menyaksikannya dengan mata kepalaku sendiri.Aku jadi khawatir kejadian itu akan terulang."Kata kaniya ketakutan.
"Itu namanya kamu takut,sudah sini bersandar saja dibahuku."Radit menarik kepala Kaniya untuk bersandar di lengannya.
Dengan malu-malu Kaniya menuruti permintaan Radit,tidak ada salahnya dia mulai mempercayai suaminya itu 'fikirnya.
Sementara Radit yang mengemudi sambil senyum-senyum sendiri sambil sesekali mengelus kepala sang istri dipelukannya.
__ADS_1
"Fokus aja nyetirnya Mas."kata Kaniya.
"Iya,kamu tenang aja,aku bisa kok."jawab Radit yakin.
"Kita mau kemana?."tanya Kaniya bingung gak tau akan dibawa kemana oleh suaminya itu.
"Kita kebutik dulu,beli baju yang udah jadi buat kamu,yang bahannya ga kurang kayak yang kamu kenakan itu."Jawab Radit ketus,dia gak rela jika nanti waktu jalan-jalan banyak mata lelaki yang melototi istrinya yang cantik,cukup dia aja'fikirnya.
"Maksud kamu baju yang kupakai ini belum jadi ya.?!"Kaniya jadi membenarkan duduknya dan gak mau senderan lagi dibahu Radit.
"Gitu aja kok ngambek sih."ujar Radit sambil menoel dagu istrinya.
"Gombal ah kamu,aku kan gak bawa dompet,gimana bisa belanja?!."Kaniya baru ingat kalau dia gak bawa apa-apa.
"Kamu tenang aja,nih kamu pegang aja dompet aku."Radit mengeluarkan dompet dari saku celananya yang sebelah kiri dan memberikan dompet itu kepada Kaniya.
"Wih,tebal banget.Pasti isinya banyak,aku bisa belanja apa aja dong."Kata Kaniya yang sebenarnya disengajanya untuk melihat gimana tanggapan suaminya itu kalau dia bersikap seperti cewek matre.
"Biasa aja kali,gak usah ngences gitu lihat dompetku.Kalau lihat si otong nah baru kamu boleh ngences,bahkan sengences-ngencesnya"Radit pun terkekeh sendiri.Sementara Kaniya yang kesal jadi cemberut mendengarnya.
"Si otong siapa Mas?,memangnya di London juga ada yang bernama Otong ya?."tanya Kaniya yang berlagak pilon.
"Memangnya kamu gak tahu si Otong?oh iya ya.Kamu kan belum kenalan sama si Otong.Bentar lagi kamu akan berkenalan sama si Otong kesayanganku."kata Radit penuh teka-teki bagi Kaniya.
"Otong,orang Sunda ya Mas?."Kaniya mulai lagi,padahal sebenarnya dia tahu apa yang dimaksud suaminya itu,hanya saja dia pura-pura gak ngerti,biar Radit kesal.
Namun Radit tak menggubrisnya,entah karena ingin fokus menyetir atau cuma malas mendengarkan pertanyaan Kaniya yang menyinggung benda pusakanya.
Mobil mereka pun berhenti didepan sebuah butik langganan Oma,Radit mengeluarkan tongkatnya dan berjalan ingin membukakan pintu untuk sang istri,tapi Kaniya ternyata sudah turun duluan.
š
__ADS_1