
Kaniya masih saja menunggu Pak Anto di halte itu, tapi yang di tunggu tak kunjung datang.
"Apa separah itu pecah ban nya?,sebaiknya aku minta Pak Anto buat ganti ban yang baru aja. " Kaniya pun mengirimkan pesan kepada Pak Anto.
Tak berapa lama ada balasan dari supirnya itu
"Baik Non, ini juga lagi diganti ban yang baru. " pesan dari Pak Anto.
"Baguslah kalau begitu, saya tunggu di halte depan kampus. " balas Kaniya lagi.
Tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat didepan Kaniya, Kaniya tak kenal mobil siapa itu. Dia belum pernah melihatnya sebelum ini.
Kaca mobil diturunkan,dan seorang cowok yang sepertinya dia pernah bertemu turun dari mobil itu.
"Hai cewek cantik, ikut Abang aja yuks. Biar Abang yang akan antar kamu kemana aja Kamu mau." ujar cowok itu sambil mengedipkan matanya.
Kaniya tak bergeming,dia pura-pura tidak mendengar dan melihat dan masih sibuk memainkan HP nya.
Marcel sangat kesal karena diabaikan oleh cewek incarannya itu,lalu dia turun dari mobil nya dan duduk disebelah Kaniya.
"Hey.. Apa yang kamu lakukan disini? jangan dekat-dekat duduknya, sana- sana. " usir Kaniya yang kaget.
"Ini kan tempat umum cantik, kamu ga berhak untuk ngusir Abang." Rayu Marcel dengan gaya selenge'annya menggoda Kaniya.
"Maaf ya, saya ini sudah menikah. Anda sebaiknya jangan dekat-dekat dengan istri orang seperti saya! " terang Kaniya geram.
"Ayolah,,, pasti kamu sengaja kan ngaku-ngaku kalau kamu itu udah nikah, biar aku menjauhimu?. " Marcel masih kekeh.
"Nih lihat!,ini cincin pernikahanku!!. " Kaniya menunjukkan jari manis kirinya kedepan muka si Marcel.
"Aku ga percaya,coba kamu tunjukkin mana foto pernikahanmu,baru aku percaya. " jawab Marcel masih nekad juga.
Kaniya jadi terdiam, dia bingung mau nunjukin foto apa. Karena ga ada satu pun foto pernikahan dia dan Radit di HP nya.Karena dulu waktu menikah keadaan Radit yang masih cacat, jadi Kaniya tidak menyimpan foto pernikahan mereka.
Kaniya ingat dia hanya menyimpan foto selfienya dihari itu dengan mengenakan kebaya pengantin.Kaniya mencari foto itu di HP nya, setelah ketemu langsung diperlihatkan nya kedepan muka Marcel.
"😂😂Mana pengantin prianya? , masa' menikah sendirian.kamu benar-benar lucu ya.Memangnya siapa nama suamimu, sini biar aku cek di sosmed. " ujar si Marcel masih ga mau nyerah juga.
"Baiklah, namanya... " Belum juga Kaniya sempat menyebutkan nama suaminya,mobil yang dibawa Pak Anto sudah tiba disana.
Pak Anto keluar dari mobil dan hendak membukakan pintu buat nona nya.
__ADS_1
"Maaf Non bapak terlambat jemput, baru selesai ganti ban mobilnya. " ujar Pak Anto.
Marcel tetap aja menatap Kaniya dengan gaya selenge'annya.Saat Kaniya mau berdiri dan masuk ke mobilnya, Marcel berkata
"Kaniya, kamu berhutang penjelasan ke aku. "
Pak Anto jadi melihat kearah Marcel yang sedari tadi terlihat duduk disamping istri majikannya itu.Pak Anto jadi curiga.
"Siapa itu Non?." tanya Pak Anto.
"Orang gila Pak, sudah dibilangin kalo saya ini udah nikah tapi masih ga percaya." jawab Kaniya.
"Ooo, gitu toh. " Pak Anto ga mau ambil pusing dan langsung menjalankan mobil menuju toko.
Sedangkan Marcel diluar sana masih menebar pesonanya dengan melayangkan kiss bye kearah Kaniya.Kaniya jadi geli sendiri melihatnya.
"Ihhhh."Kaniya bergidik ngeri.
"Kenapa Non?. "
"Geli aja Pak lihat kelakuan tuh orgil. " jawab Kaniya.
"Ya ga mau lah saya Pak,lagian suami saya jauh lebih segalanya dari cowok itu.Cintaku hanya buat Tuan mudanya Bapak kok😂. " sahut Kaniya dengan gelak tawanya.
Pak Anto jadi ikut tertawa mendengarnya.
🤩🤩🤩🤩
Marcel masih penasaran untuk mendapatkan hati Kaniya,diam-diam dia menyusun rencana untuk membuat Kaniya jadi miliknya dan dia bisa memenangkan taruhannya dengan Bobi.
Marcel mencari tau alamat Kaniya tinggal di bagian kemahasiswaan kampus dengan alasan ingin mengirim bingkisan kepada Kaniya.Setelah mendapatkan alamat yang ia cari,Marcel mulai menyusun rencananya.
Marcel mengirim paket cokelat ke kediaman Prawira dengan hanya menuliskan inisial M di bungkus depannya.Sore ini juga bingkisan cokelat itu sudah diantar kurir kerumah Kaniya.
Tapi Marcel lupa menuliskan nama sang penerima paket, hanya alamat saja yang ia tulis.Kebetulan sekali yang sudah tiba dirumah duluan adalah Rani adik ipar nya Kaniya.
Rani yang menerima bingkisan cokelat itu dari kurir,Rani jadi bingung karena tak ada nama pengirimnya dan hanya ada huruf M disana.
Rani membuka bingkisan itu,isinya cokelat..Rani tersenyum, dia mengira itu pasti kiriman dari gebetannya di kampus. Kebetulan nama gebetan Rani adalah Muhammad Rifaldi.
"Ini pasti dari Rifaldi,tuu kan aku bilang juga apa.Pasti selama ini dia punya rasa ke aku." Rani tersenyum senang dan membawa cokelat itu ke kamarnya.
__ADS_1
Sementara itu Radit juga sudah tiba dirumah, tapi dilihatnya di garasi, mobil yang dikendarai Pak Anto ga ada.
"Apa dia belum pulang ya?. "gumam Radit.
Radit mengambil tas kerjanya dari kursi belakang dan membawanya masuk kedalam rumah.
" Eh, Den Radit udah pulang?."Bik Sumi sedikit kaget.
"Iya bik,Mama Papa juga belum pulang ya bik?. "
"Iya nih Den, Non Kaniya juga.Kayaknya semuanya pada sibuk Den hari ini."ujar Bik Sumi.
" Kalau begitu saya naik dulu ya bik, nanti tolong bikinin saya kopi ya bik dan tolong bawakan ke atas. Soalnya saya mau langsung istirahat dikamar. "ujar Radit.
" Oke Den. "
Bik Sumi langsung kedapur buat bikinin kopi, sedangkan Radit langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya.
Radit membuka pakaiannya setiba dikamar, hari ini dia lelah sekali jadi ingin mandi dan segera rebahan dikasur sambil nunggu magrib.
Tak lama kemudian satu persatu penghuni rumah sudah kembali,Tuan Marco dan Nyonya Sherly datangnya hampir bersamaan. Kini hanya Kaniya saja yang belum pulang kerumah,jalanan mulai macet.
Ternyata Kaniya terjebak macet,kota metropolitan ini sangat macet kalau dijam-jam pulang kantor seperti ini,apalagi Kalau menjelang Magrib.
Radit menyesap kopinya di balkon kamarnya, dia tidak bisa beristirahat dengan tenang karena pujaan hatinya belum juga kembali kerumah. Mana hari mulai gelap, lagi.
Radit mengambil HP nya kedalam dan bermaksud menelepon Kaniya,tapi tidak tersambung karena nomor yang dituju
tidak aktif.
HP Kaniya memang sedang kehabisan batre ternyata,makanya Radit tak bisa menghubunginya.Radit mendadak khawatir, ga biasanya Kaniya pulang lebih dari jam 7 malam.
Radit beralih menelpon Pak Anto untuk menanyakan keadaan istrinya itu.
Pak Anto yang sedang mengemudi tak bisa sembarang mengangkat telepon apalagi mobil sedang rapat-rapatnya dan bunyi klakson di mana-mana.
"Non, kayaknya HP saya bunyi. Tolong dilihatkan Non siapa yang nelpon, siapa tau orang rumah.!?? ".pinta Pak Anto sambil menoleh ke kursi belakang.
Eh...Ternyata Kaniya sedang tertidur karena kecape'an kali.Jadinya Pak Anto ga berani untuk membangunkannya.
Bersambung.......
__ADS_1