
"Tok,,, tokk,,, tokk...! " pintu diketuk berulang kali namun tak ada jawaban atau pun tanda pintu akan dibukakan.
Nyonya Sherly memutar knop pintu kamar Radit dan mendapati kamar itu kosong tak berpenghuni, bahkan Kaniya pun tak nampak disini, kasur masih dalam keadaan berantakan dan selimut bedcover teronggok dilantai.
"Kaniya,Kaniya.. " nyonya Sherly mencoba masuk dan membetulkan selimut itu sambil memanggil-manggil nama Kaniya.
Karena tak kunjung ada jawaban, dia pun mencoba mencari dikamar mandi, kali aja Kaniya tak mendengar panggilannya tadi karena sedang mandi, fikir nyonya Sherly.Namun dikamar mandi pun nihil tak ada siapa-siapa.
"Apa dia juga ikut sama Radit ke toko?,ada apa memangnya? apa jangan-jangan terjadi sesuatu disana?. " gumam nyonya Sherly sambil meninggalkan kamar putera dan menantunya itu.
Berjalan cepat menuruni anak tangga, nyonya Sherly memanggil-manggil bik Sumi. Kali aja bik Sumi tau dimana Kaniya.
"Bik... bik Sumi. " panggilnya.
"Iya Nyonya. " Bik Sumi datang dengan membawa kemoceng dan lap serbet ditangannya.
"Kamu lihat Non Kaniya ga?. " tanya Nyonya Sherly. ?
Bik Sumi jadi bingung sendiri, wajahnya terlihat sedang berfikir.
"Kok jadi bengong bik, lihat Non Kaniya ga?." tanya nyonya Sherly lagi.
"Saya belum lihat Non Kaniya dari subuh tadi Nyonya, tadi Den Radit juga nanyain istrinya ke saya pas bangun tidur, abis itu dia pergi pakai mobil ga tau kemana. " jawab Bik Sumi.
"Apa?, Radit juga mencari istrinya pas bangun tidur?. " nyonya Sherly jadi bertanya-tanya dalam hati.
"Tadi Radit bilang di telpon kalau dia berangkat ke toko.Apa mungkin dia mencari Kaniya ke sana? jadi Kaniya pergi lebih dulu dan disusul Radit??. Sebenarnya apa yang sedang terjadi, kenapa sepertinya mereka berdua menyembunyikan sesuatu?. " fikir Nyonya Sherly.
Tanpa berlama-lama Nyonya Sherly pun meminta Pak Anto untuk menyiapkan mobil untuknya sementara dia pergi mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke toko juga.
Suaminya yang sedang duduk di meja makan jadi bingung melihat tingkah istrinya itu, yang sedari tadi tampangnya terlihat sedang gusar dan cemas.
"Kamu kenapa Ma, kok ga ambilin sarapan buat Papa?. " tanya nya.
__ADS_1
"Maaf Pa, kayaknya Mama juga harus buru-buru nyusul Radit dan istrinya ke toko. Kelihatannya ada hal urgent disana sampai keduanya keluar rumah pagi-pagi buta begini. " jawab Nyonya Sherly pada Tuan Marco.
"Hal urgent,apa terjadi sesuatu?. " tanya Tuan Marco lagi.
"Iya Pa, Mama lupa kasih tau Papa kalau ada pencurian ditoko kemarin Pa." Nyonya Sherly kembali menjelaskan dengan singkat.
"Ya udah, kalau gitu Papa juga ikut Ma. " Tuan Marco pun ikut mengekor istrinya berjalan memasuki mobil yang sudah menunggu didepan pintu utama.
Pak Anto sudah siap dibelakang kemudi, dan segera melajukan mobil menuju toko yang terletak didaerah pinggir kota itu.
"Langsung ke toko ya Pak Anto, hari ini saya ga akan ke butik. " Perintah Nyonya Sherly.
"Baik Nyonya. " Tanpa babibu,mobil yang dikendarai Pak Anto kini sudah melaju meninggalkan kediaman Prawira.
Tuan Marco kembali menelpon Radit, tapi panggilannya sama sekali tidak diangkat oleh puteranya itu.
"Cepat dikit Anto." Seru Tuan Marco ingin laju mobil itu lebih cepat, agar segera tiba di toko.
Pak Anto pun tancap gas, memecah jalanan yang mulai ramai dengan hiruk pikuk kehidupan dan masyarakat yang sibuk akan berangkat beraktifitas mencari nafkah setiap harinya.
Akhirnya sampailah mereka di depan toko yang dituju,terlihat mobil polisi dan juga beberapa masyarakat yang sedang ingin menyaksikan peristiwa apa yang gerangan terjadi disana.
Nyonya Sherly jadi khawatir, jantungnya berpacu lebih cepat.Secepat mungkin ia menyambar panel pintu dan menghambur berlari kedalam toko.
"Ada apa ini???. " Nyonya Sherly yang diikuti suaminya memasuki toko, membuat semua orang yang ada disana jadi kaget.
"Mama..!" Radit pun sontak kaget melihatnya.
"Kenapa pada bengong, katakan ada apa ini. Kenapa kalian sepagi ini berada ditoko??!. " Nada suaranya mulai tinggi.
"Tenang Ma,kami sudah berhasil menangkap pencurinya Ma. Maksud Radit, istri Radit ini yang sudah berhasil menangkap pencurinya. " jelas Radit ke Mama nya.
"Siapa pencurinya?, dimana orang itu yang sudah berani mencuri ditoko ini!?. " Nyonya Sherly menatap nanar kedepan, pria itu duduk di kursi pesakitan dibelakang Kaniya. Kaniya menggeser tubuhnya kesamping Radit dan yaaa...
__ADS_1
Seketika Nyonya Sherly terkejut menyaksikan siapa orang itu,dia tida menyangka kalau orang yang selama ini sudah bekerja lama ditoko ini lah yang sudah menjadi pencurinya.
"Kamu???!. " Nyonya Sherly shok.
Manager toko hanya menunduk malu,karena sudah ketahuan dan juga ga enak hati.
"Kenapa Kamu sampai melakukan semua ini?. " Nyonya Sherly mengguncang tubuh pria itu.
Kaniya mencoba menenangkan Mama mertuanya, dan mengelus pundak ibu mertuanya itu agar amarahnya mereda.
"Tenang Ma,polisi sudah menginterogasi nya tadi. Katanya dia lagi butuh uang untuk biaya berobat anaknya yang terkena tumor otak Ma. " jelas Kaniya.
"Apa?!, Kenapa kamu malah mencuri, kamu kan bisa bicara baik-baik kalau butuh uang. " ujar Nyonya Sherly geram tapi juga disertai kasihan.
"Maafkan saya Nyonya, nona, tuan-tuan.Saya khilaf dan ga tau harus bagaimana lagi, karena Nyonya dan Nona juga jarang berkunjung ke toko, saya jadi ga punya kesempatan untuk bicara dan minta tolong. Oleh sebab itu,tanpa fikir panjang saya mengambil inisiatif ini karena saya benar-benar butuh uang. " jelas pak Manager dengan berlinang air mata.
"Baiklah, kalau begitu kamu kamu saya ampuni, asal.... " Nyonya Sherly memberikan Syarat.
"Asal apa Nyonya?. " tanya Pak Manager itu.
"Asal kamu mau mengantar saya untuk melihat keadaan anakmu dirumah sakit. Baru setelah itu saya bisa percaya seratus persen sama kamu dan membebaskan kamu dari segala tuduhan dan juga dari segala hukuman!. " Tegas Nyonya Sherly.
Pak manager itu tampak berfikir panjang dan belum juga mau menjawab, seolah tak bisa berkata apa-apa.
"Kenapa kamu ragu? , apa kamu sedang membohongi kami semua!!. " Nyonya Sherly jadi mulai naik darah.
"Bukan begitu Nyonya, masalahnya sekarang anak saya harus menjalani operasi dikepalanya, dan saya harus menyiapkan dana yang lebih besar lagi.Biaya operasinya hingga ratusan juta Nyonya,oleh sebab itulah semalam saya berfikir untuk mengambil uang dibrangkas toko,tapi ternyata sudah tidak ada uang disana.Maafkan saya Nyonya, Kalau boleh saya ingin meminta belas kasihan Nyonya untuk meminjamkan uang pada saya. "pak Manager itu mengiba, memohon.
" Makanya, biar saya yakin dulu. Saya mau melihat langsung keadaan anak kamu dirumah sakit. "ujar Nyonya Sherly, Sementara Radit dan Kaniya hanya beradu pandang satu sama lain.
" Baik Nyonya,"Jawabnya.
Pak polisi pun menggiring Pak Manager toko itu ke mobil polisi dan diikuti mobil Radit dan Kaniya, lalu mobil Tuan dan Nyonya Marco yang disupiri oleh Pak Anto.
__ADS_1
TBC