Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Ada Yang Ngambek,Tapi Masih Peduli


__ADS_3

Hari berganti, langit pun sudah berubah menjadi putih bersih, dihiasi sedikit mendung yang kala itu belum lagi menjadi hujan. Sepertinya perubahan iklim saat ini dari musim kemarau menjadi musim hujan sudah tidak bisa diprediksi lagi.


Dibalik selimut tebal, sepasang kekasih halal sedang berpelukan satu sama lain. Dekapan hangat sang suami mampu membuat Kaniya tidur nyenyak dan terbuai dalam kehangatan tubuh Radit yang kekar dan berotot.Sehingga tanpa disadari Kaniya sudah melewatkan subuh begitu saja, apalagi cuaca dingin ini semakin membuatnya meringkuk dalam kungkungan tubuh kekar Radit .


Radit sedari tadi sudah terbangun dan sibuk menatapi wajah istrinya yang cantik dan manis itu. Sesekali di elus nya wajah itu dengan lembut dan penuh rasa cinta yang terpancar dari matanya.


"Terimakasih untuk Mama, yang sudah menemukanmu untuk menjadi tulang rusuk ku. " bathin Radit.


Didaratkannya sebuah kecupan di kening wanitanya itu dengan mesraᥬ😘᭄ membuat yang punya kening terbangun dari tidurnya.


"Mas, ada apa?, " tanya Kaniya sambil mengucek matanya.


"Ga ada apa-apa honey, kamu bisa tidur lagi kok.Kayaknya diluar akan hujan, tuh langitnya kembali mendung. " jawab Radit.


"Yaaa, aku harus kuliah Mas. Hari ini bakal ada kuis. "ujar Kaniya dengan malasnya.


"Ijin aja honey,aku juga lagi malas kekantor. lewat daring aja nanti rapatnya."


" Ga bisa gitu dong Mas. Aku ga mau entar aku ga bisa nyusul ketinggalan ku. Apalagi aku ini kan mahasiswi baru dikampus. Ga bisa seenaknya. "jawab Kaniya lagi.


" Gampang honey, aku yakin kamu bisa kok melewati semester ini dengan nilai yang bagus. "bujuk Radit lagi.


" Kamu mah bisa aja, tapi aku tetap harus ngampus Mas. "Kaniya menyibak selimut itu dari tubuhnya dan ia pun hendak berdiri.akan tetapi, tangan Radit sudah lebih dulu menahan tangannya dan mata Radit menatapnya dengan kilauan cahaya yang mendamba.


" Mas,lepasin Mas. Aku harus mandi dan berangkat kekampus.?!. "Kaniya minta dilepaskan.


"Ga usah honey, mending kita lanjutin yang semalam batal aja. " bujuk Radit balik dengan senyuman yang sulit diartikan.


"Soal itu kan bisa nanti-nanti mas,tapi kuliahku... " Belum sempat Kaniya berkata lagi, Radit sudah menariknya lagi dan terjatuhlah ia diatas tubuh suami mesumnya itu.


"Awww." pekik Kaniya.


"Hussttttt ᥬ🤫᭄ , jangan berisik honey. Nanti Mama, Papa, dan yang lain pada dengar. "


"Kamu sih mas, banyak maunya. "


"Ga banyak kok honey, sekali aja...emm, Itung-itung sarapan pagi,. " bisik Radit manja, sambil memainkan hidungnya dan hidung Kaniya.


"Ga bisa mas, aku buru-buru ini. " tolak Kaniya.


Radit jadi males dan melepaskan tubuh istrinya itu, dengan gontai dia berjalan kearah kamar mandi. Tak lama dia keluar dari kamar mandi itu dan berjalan membuka pintu kamar, sepertinya dia kebawah.

__ADS_1


"Maafin aku mas, aku lagi ga pengen, aku sibuk mas, seharusnya kamu bisa ngertiin itu. "keluh Kaniya.


Setelah mandi dan berpakaian rapi, Kaniya pun turun kebawah, dimeja makan sudah sepi tak ada orang. Tapi makanan hanya ditutupi saja.


" Bik, kemana semua orang.?,. "tanya Kaniya kepada Bik Sumi yang sedang sibuk mengepel.


" Oo, tuan sudah berangkat pagi-pagi, kalau nyonya udah berangkat ke butik, non Rani juga udah berangkat kuliah non. "jawab Bik Sumi.


" Kalau mas Radit kemana dia, kok ga kelihatan?, "tanya Kaniya lagi, karena dia juga tidak melihat Radit di mana-mana.


" Tuh, den Radit lagi berenang di kolam renang samping. "jawab Bik Sumi.


" Ooo, makasih ya bik. "Kaniya pun berjalan menuju kolam renang.


Disana dilihatnya Radit yang sedang menggerakkan tangannya dengan gaya kupu-kupu.


Sejenak Kaniya takjub dengan pemandangan yang ia lihat.Otot -otot lengan Radit yang terlihat maskulin dan Macho sukses membuat mulutnya terbuka, ternganga.Betapa beruntungnya dia karena pria itu adalah suaminya,miliknya.


Radit masih fokus berenang tanpa menghiraukan sekelilingnya, mungkin dia agak frustasi setelah keinginannya ditolak oleh Kaniya pagi ini.Jadi untuk melampiaskan na*su nya dia alihkan ke kolam renang.


" Mas, Mas Radit, aku mau pamit."Kaniya mencoba memanggil Radit.


Tapi Radit pura-pura tidak mendengar dan malah terus saja berenang tanpa mau berhenti.


"Ya sudah, kalau kamu masih marah soal tadi aku minta maaf Mas, Aku pergi dulu ya, da Mas. " ujar Kaniya sembari berlalu pergi.


Hari ini ternyata pak Anto pergi mengantar mama Sherly ke butiknya,tidak ada supir lagi yang tersisa. Memang masih ada beberapa mobil,tapi Kaniya belum pernah belajar menyetir mobil selama ini. Jadi dia memutuskan untuk naik taksi aja, kalau minta diantar sama suaminya yang lagi ngambek itu juga ga mungkin mau Radit nya.


Saat Kaniya sedang nungguin taksi online yang di pesannya,tiba-tiba ada sebuah sepeda motor sport yang berhenti dihadapannya.Laki-laki dibalik helm itu membuka sedikit kaca helmnya dan nampak sepasang mata yang tajam, dan hidung yang mancung terlihat jelas.


"Nona Kaniya,mau kekampus ya?, " sapa pengendara motor itu.


"Eh, Kak Dino. Panggil Kaniya aja, ga usah pake nona. "


"Ga bisa gitu dong non, nanti bisa dimarah bokap. " jawab Dino.


"Mmm, kamu sendirian aja, apa ga bareng supir.?. "tanya Dino lagi.


"Iya nih Kak, aku pesan taksi online tapi belum datang juga, pak Anto lagi antar mamer ke butik. " ujar Kaniya.


"Ikut aku aja kalau gitu. " ajak Dino.

__ADS_1


"Kamu duluan aja, biar Kaniya aku yang antar. " tiba-tiba suara laki-laki itu muncul dari belakang Kaniya.


"Mas Radit.?!. " Kaniya jadi ga enak sama Dino.


"Pak Radit. " Dino menunduk kasih salam.


"Sudah sana, tunggu apalagi! . " ujar Radit ketus sambil mengibaskan tangannya menyuruh Dino pergi.


Bak di pecut, Dino segera menarik gas motornya dan berlalu dari sana.


Kini tinggallah Kaniya yang sudah menyiapkan hatinya untuk dimarahin sama suaminya itu.


"Kamu masuk dulu, tunggu aku di garasi, aku mau ganti baju dulu.!, " Radit masih ketus, tapi peduli.


"Iya Mas." sahut Kaniya.



Radit rasanya ingin sekali menarik wanita itu kekamar bersamanya, tapi dia jadi teringat waktu dulu dia memaksakan kehendaknya pada Kaniya dan akhirnya Kaniya pergi tanpa pamit dan menemui laki-laki lain diluar sana. Kesadaran itu yang membuat Radit mengurungkan niatnya, dia tidak mau kalau hal yang dulu itu terulang lagi. Apalagi wanita yang ia nikahi ini masih muda dan labil, bisa-bisa nanti akan berdampak pada keharmonisan rumah tangganya.


Lama menunggu akhirnya Radit sudah keluar dari rumah dengan tampannya, hari ini dia tidak berniat kekantor sama sekali dan hanya mengenakan kaos yang dibalut dengan kemeja lengan pendek nampak kasual dan santai.



"Ayo berangkat, jangan bengong aja. "ujar Radit.


seketika Kaniya tersadar dari lamunannya" Oh, iya mas aku ikut. "


"Hari ini aku akan mengantar dan juga mengawasi kamu. Awas aja kalau ada yang aneh-aneh dikampus nanti ya. " ancam Radit.


"Aneh-aneh apanya Mas?. " tanya Kaniya.


"Yaa, kali aja kamu udah banyak fansnya dikampus. Seperti kata Papa tadi malam. "


"Mana ada sih Mas, orang temanku dikampus cuma Bella sama Kak Dino aja. "


"Tuh kan, mulai sekarang kamu ga perlu dekat-dekat sama yang namanya si Dino lagi, aku ga mau nanti dia punya rasa sama kamu. Pokoknya,laki-laki manapun ga boleh dekat-dekat sama istri aku.!" tegas Radit.


Kaniya hanya menanggapinya dengan senyuman sajaᥬ😊᭄


Bersambung💛💛

__ADS_1


.


__ADS_2