Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Sherly Boutique


__ADS_3

Mobil yang di kemudikan oleh Rani sudah tiba di depan sebuah Butik yang tak lain adalah milik Mamanya sendiri,Nyonya Sherly.


Butik milik Mamanya ini memang khusus menjual gaun-gaun hasil rancangan Nyonya Sherly.Berbeda dengan toko baju yang pernah diberikannya kepada Kaniya yang terletak di pinggir kota,Butik yang berlogo Sherly Boutique ini memang terlihat lebih mewah dan berkelas.Khusus menyasar konsumen dari kalangan atas dan mereka yang berkantong tebal.


Kaniya saja baru pertama kalinya ke sini, jadi ia tidak begitu kenal dengan para pegawai Butik Mama mertuanya itu.


"Eh,Mbak Rani rupanya yang datang."sapa Kayla,manajer Butik Nyonya Sherly.


" Iya Mbak Kayla, Mama ada?. "tanya Rani.


" Ada tuh di dalam ruangannya. "jawab Kayla.


Kayla nampak melihat ke arah Kaniya dengan wajah penasarannya.


" Kalau Mbak yang ini, siapa ya Mbak Rani?." tanya Kayla.


" Ooo,masa' Mbak Kayla lupa sih.Ini tuh istrinya Kak Radit,dulu Mbak Kayla pernah menyiapkan kebaya untuk pernikahan mereka di rumah."jawab Rani.


"Owalah,lupa saya.Waktu itu kan saya cuma nganterin baju pengantin,tapi setelah itu langsung balik ke Butik lagi, jadi belum sempat kenalan sama Mbak ini." ujar Kayla.


"Kalau begitu kenalin dulu Mbak,nama saya Kaniya." ujar Kaniya seraya mengulurkan tangannya kepada Kayla.


"Saya Kayla." jawab Kayla sambil menyambut uluran tangan Kaniya.


"Mari Mbak,saya antarkan ke ruangan Ibu Sherly." ujar Kayla dengan ramah.


Kayla adalah wanita muda seumuran Rani, jadi umurnya lebih tua daripada Kaniya.


Setelah bertemu dengan Mamanya,Rani dengan malas mencoba gaun yang sudah Mamanya siapkan untuk acara pernikahannya, begitu juga untuk acara resepsi ganda yang akan digelar bersamaan antara Radit dan Kaniya,juga Rani dan Marcel.


"Kamu cantik sekali sayang,mungkin karena kamu lagi berisi, jadi aura kecantikan kamu semakin terpancar. "ujar Nyonya Sherly kepada putrinya.

__ADS_1


Sementara Rani hanya menanggapinya dengan cemberut sambil menatap dirinya di dalam cermin.Andai saja yang akan menikah dengannya itu adalah orang yang ia cintai,mungkin perasaannya akan sangat bahagia saat ini.Namun apalah daya, sekarang ia hanya bisa pasrah dan terus berdo'a semoga jalan yang ia tempuh ini tidaklah salah.


" Senyum dong sayang.Tak peduli siapa laki-laki yang akan menikah dengan kamu,Mama harap kamu akan selalu bahagia. Walaupun Mama sendiri agak sanksi dengan pemuda begajulan itu, tapi kita harus terus optimistis kalau masa depan kamu bukan dia yang menentukan.Tapi ada Yang di atas yang selalu mengendalikan semua hambanya,semua kita lakukan demi anak yang kamu kandung.Kamu harus kuat ya sayang."ujar Nyonya Sherly menasehati putrinya itu.


Kaniya juga berdiri disamping Rani untuk menguatkan adik iparnya itu.


" Benar apa yang Mama bilang Rani,yang penting saat ini adalah kamu harus kuat dan harus bahagiakan dirimu sendiri.Pernikahan ini hanya untuk status anak kamu nanti,tapi jika ditengah perjalanannya ternyata Si Marcel itu bisa berubah,itu akan lebih baik lagi.Kakak do'akan semoga kamu selalu bahagia. "ujar Kaniya.


" Terimakasih Kak,Rani sudah tidak mau memusingkan soal ayah anak ini. Yang terpenting adalah anakku bisa lahir kedunia dengan selamat dan setidaknya ia tidak harus lahir tanpa tahu siapa ayahnya."ujar Rani.


"Kakak salut sekali sama kamu,kamu memiliki mental sebagai wanita kuat.Kakak saja mungkin tak sekuat kamu kalau mengalami hal yang sama,semoga nanti kita berdua bisa melahirkan dengan selamat ya." Kaniya memeluk adik iparnya yang usianya lebih tua darinya itu.


"Sudah, sekarang giliran kamu sayang.Mama sudah siapkan dua gaun untuk kamu coba.Ini gaun yang Mama rancang khusus untuk anak-anak Mama." Nyonya Sherly menunjukkan gaun yang khusus ia rancang untuk Kaniya.


"Woww, ini cantik sekali Ma."ucap Kaniya yang terpukau ketika melihat gaun miliknya.


" Ayo di cobain,Mama udah gak sabar pengen lihat kamu memakainya."ujar Nyonya Sherly pada menantunya itu.


Lima menit kemudian,gorden ruang ganti itu terbuka dan menampilkan sosok cantik Kaniya yang sangat mempesona.Seandainya saja saat ini Radit ada disana,pasti ia sudah membelalak dan terpesona dengan keanggunan dan kecantikan sang istri.


"Wah,Kak Radit harus lihat ini."ujar Rani.


"Ussstt!jangan kasih tahu dulu sayang, biar surprise." potong Nyonya Sherly.


"Tapi Ma,setidaknya kita harus ambil beberapa foto bersama sekarang. " usul Rani.


"Kalau foto gak apa-apa,tapi jangan di unggah dulu." ujar Mamanya.


"Iya deh Ma, gak akan Rani posting kok. Tenang aja ya, lagian Rani gak mau kalau foto Rani atau pun Kak Kaniya yang memakai gaun pengantin dilihat orang sebelum hari H nya." ujar Rani.


Selesai juga foto-fotonya.

__ADS_1


"Untungnya Kakak kamu gak ikut ke sini hari ini." ujar Kaniya.


"Radit bilang sama Mama, dia gak bisa datang ke Butik.Katanya sekarang lagi sibuk di Pabrik sampai akhir pekan banyak pesanan,kemungkinan Mama akan langsung kirimkan Tuksedo yang akan di pakai Radit nanti ke rumah kalian aja untuk dicoba, biar gak harus bolak-balik." ujar Nyonya Sherly.


"Mama benar, Mas Radit nanti bisa mencobanya di rumah.Biar nanti Niya yang akan membawanya Ma." sambung Kaniya pula.


"Ok sayang. "


"Kalau punya si Marcel, katanya dia akan datang sama Mamanya sore ini.Tapi nanti biar Kayla aja yang menemui mereka.Mama males kalau harus berhadapan dengan anak itu,apalagi Mamanya yang sombongnya minta ampun itu!."tukas Nyonya Sherly.


" Rani juga males Ma, kalau gitu...gimana kalau kita pulang aja dari pada nanti ketemu sama mereka berdua."ajak Rani.


" Dihhh, yang gak mau ketemu sama camer dan casu😁. "goda Kaniya.


" Males ah Kak,coba kalau yang akan nikah sama aku itu bukan dia."ujar Rani sambil menghayal,lamunannya kini mendadak terbang jauh kepada seseorang nun jauh di sana.


Cowok gebetan yang ia cintai selama ini.Muhammad Rifaldi,laki-laki yang sudah mencuri hati-nya setahun belakangan.Laki-laki yang membuatnya mengira kalau dia lah yang telah mengirimkan coklat dan buket bunga kerumahnya waktu itu.


Kini semua hanya akan tinggal kenangan semata,bahkan cintanya bagaikan bunga yang layu sebelum berkembang.Belum juga memulai berlayar,tapi perahunya sudah karam dihempas gelombang yang maha dahsyat.


" Rifaldi, entah apa yang sedang kamu fikirkan sekarang tentang aku?, bagaimana kalau kamu tahu kalau aku akan menikah dengan laki-laki yang sudah menghancurkan hidupku sendiri?. Apakah nanti setelah aku berpisah dari laki-laki itu kita masih bisa memulainya semuanya dari awal lagi?. "batin Rani.


" Rani, ayo kita pulang. "ajak Nyonya Sherly.


" Anto,kamu nanti antar Non Kaniya saja,biar saya pulangnya sama Rani.Biar lebih efisien,jadi gak mondar-mandir."ujar Nyonya Sherly pada supirnya Pak Anto.


"Baik Nya. " jawab Pak Anto.


"Ayo, Non Kaniya. " ajak Pak Anto.


Semenjak Kaniya dan Radit tinggal dirumah yang terpisah, Pak Anto kembali bertugas sebagai supirnya Nyonya Sherly. Apalagi Nyonya nya itu sudah sangat mempercayai dirinya dibanding supir keluarga Prawira yang lainnya, karena Pak Anto sudah sangat lama bekerja dengan keluarga mereka sama seperti Bik Sumi.Keduanya adalah orang-orang yang sangat setia pada majikannya.

__ADS_1


__ADS_2