
Jadilah malam itu Rani tidak diizinkan meninggalkan rumah keluarga Marcel karena ketiga orang penghuni rumah itulah yang selalu mencegah dirinya.Rani disuruh kembali ke kamar Marcel tapi dia menolak, akhirnya ia tidur dikamar tamu. Rani mengunci pintunya dari dalam agar ia bisa merasa sedikit aman.Sekarang ia hanya bisanya menangis,entah apa yang akan terjadi di masa depan???.
Marcel yang biasanya sangat benci ketika berada dirumah kalau ada orang tuanya sekarang malah bersikap akrab dengan Papa dan Mamanya.Mereka sedang membahas soal Rani di meja makan, tadi pengacara yang mereka kirim sudah membebaskan Marcel dengan jaminan dan surat pernyataan yang sudah terdapat cap jempol Rani diatasnya.Mereka melakukannya disaat Rani masih tidak sadarkan diri.
"Terimakasih ya Pa, Ma. Berkat kalian aku bisa bebas dari penjara itu. " ucapnya kepada kedua orang tuanya.
"Tau juga kamu rupanya cara berterimakasih. " ketus sang Mama.
"Sudah, yang sudah terjadi biarlah berlalu. Papa minta kedepannya kamu bisa memperbaiki diri kamu itu. Jangan suka cari masalah lagi, ingat! kamu adalah penerus satu-satunya dari trah keluarga Sudiro ini.Dan sekarang ada calon anakmu dirahim Nak Rani, Papa harap kamu mulai memperlakukan mereka dengan baik. " ujar Tuan Erlangga.
"Marcel tahu Pa,tapi Papa lihat sendiri kan sikapnya wanita itu sama Marcel. Sepertinya tidak akan semudah itu kami bisa dekat.Bisa dipastikan kalau Marcel menikahinya, setiap hari kami pasti akan ribut terus. " ujar Marcel.
"Itu tergantung kamu Marcel, kamu harus bisa mengambil hatinya, kamu perlakukan dia dengan lembut, kamu jaga dia, kamu beri hadiah, pasti dia akan luluh. " timpal nyonya Wati.
"Kalau soal merayu wanita ,Mama gak perlu ngajarin Marcel.Gini-gini Marcel sudah naklukin ratusan wanita. " ujar Marcel dengan sombongnya.
"Sudah berapa banyak anak gadis orang yang kami rusak, hah?!. " tanya Tuan Erlangga.
__ADS_1
"Marcel gak pernah merusak mereka,rata-rata mereka sendiri yang nawarin Marcel." jawab Marcel santai.
"Ya ampun Ma, anak ini.Bagaimana kalau akan banyak anak gadis orang yang datang kerumah ini minta pertanggungjawaban?!. " kesal Tuan Erlangga.
"Tidak mungkin Pa, Marcel selalu main aman kok Pa. Kali ini aja Marcel apes lupa pake pengaman, lagipula dia itu gadis dari keluarga terpandang. Rasanya tidak ada ruginya kalau Marcel menikahinya, iya kan Pa?. " pria itu malah menaik turunkan kedua alisnya didepan sang Papa.
"Terserah kau saja lah,besok segera kau temui keluarganya. Kebetulan Papanya sedang dirumah sakit karena shock mendapatkan kabar kalau anak gadisnya hamil diluar nikah.Mungkin kita bisa sedikit menekan mereka agar mau menerima rencana pernikahan ini, pasti keluarga Prawira itu juga tidak mau kalau nama baik keluarga mereka tercemar karena anaknya hamil diluar nikah. " ujar Tuan Erlangga.
"Papa mu benar Marcel,besok Mama temenin kamu menghadap kedua orang tuanya nak Rani." sambung Nyonya Wati.
"Lalu bagaimana dengan gadis itu?, bagaimana kalau dia tetap menolak?. " tanya Marcel.
"Apa ini akan berhasil?. " tanya Marcel.
"Bukankah kau ini sangat pandai merayu, cobalah kau pikirkan caranya agar mereka tersentuh. Gunakan alasan bayi itu, dan sebaiknya kau bicara kepada Tuan Marco, karena beliau lebih mudah diajak bicara ketimbang istrinya yang judes itu. " ujar Nyonya Wati.
"Mama juga gak kalah kok judesnya. Pokoknya besok Marcel akan usahakan semaksimal mungkin. "ujar Marcel.
__ADS_1
" Ah, kau ini. Dasar anak tak tahu diuntung. "Nyonya Wati menoyor kepala Marcel.
"Harus itu, kalau kau bisa menjadi anggota keluarga Prawira, pastinya hal yang paling utama kita akan bisa menawarkan kerjasama antara perkebunan, pabrik, dan juga usaha mereka yang lainnya.Kita bisa meminta Nak Rani untuk membujuk Kakaknya yang bernama Raditya Prawira itu agar mau menjual separuh saham miliknya, bila perlu kita minta Nak Rani agar membuat Kakaknya itu untuk memberikannya kepada Nak Rani secara cuma-cuma. " ujar Tuan Erlangga dengan liciknya.
"Aduh Papa, kalau itu yang jadi tujuan Papa, sepertinya Marcel tidak tertarik.Bukankah usaha keluarga kita sudah sangat maju " ujar Marcel.
"Maju gundulmu!, gara-gara kau sering berfoya-foya dan main dengan wanita-wanita matre mu itu, sekarang keuangan perusahaan sedikit mengalami inflasi.Oleh karena itu, kamu sebagai calon pewaris harus bisa memperbaikinya. " jawab sang Papa.
"Jadi kalian melakukan semua ini untuk menjadikan aku alat untuk memeras keluarga mertuaku nanti?!. " tanya Marcel kaget.
"Tentu saja, lagipula kau itu juga sudah banyak menghabiskan uang perusahaan. Kau yang sudah menyebabkan semua ini!. " cecar Nyonya Wati.
"Apa tidak salah,kalian sering berpergian keluar kota bahkan keluar negeri, menghabiskan banyak uang!. Aku masih ingat kalau aku sudah lama tidak menggunakan kartu kreditku karena aku selalu mencari uang jajanku sendiri.Aku sering menang taruhan, dan juga balapan, bagaimana bisa aku yang menghabiskan uang?!. " tanya Marcel kesal, sepertinya Papa dan Mamanya ingin menjadikan ia mesin menyedot uang keluarga Prawira.
Tuan dan Nyonya Sudiro itu hanya bisa saling tatap dengan isyarat mata mereka.
Melihat hal itu,Marcel langsung berlalu kekamarnya. Ternyata pria begajulan itu juga baru tahu kalau ia hanya akan dijadikan alat peras. Padahal Ia mengira kalau orang tuanya sudah berbaik hati untuk membantunya menyelesaikan masalah demi calon cucu mereka.
__ADS_1
"Bisa-bisanya mereka ingin menjadikan seorang Marcel sebagai alat, hukh!! kalaupun nanti aku akan menikahi gadis itu,aku juga tidak mau kalau kami tetap tinggal disini. Kita lihat saja nanti!. " geramnya.