Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Terkejut


__ADS_3

"Dimana tas saya?. " tanya Rani.


"Ada, di bawah.Nanti saya akan suruh seseorang untuk mengantarkannya kesini. " ujar Nyonya Wati.


Glegarrrrr...


Suara petir tiba-tiba menggelegar di angkasa, membuat siapa saja yang mendengar menjadi berdebar.


"Tuh kan, nak Rani.Mama bilang juga apa?, cuaca diluar tidak bersahabat.Hujan juga sudah turun sekarang, deras lagi. Mendingan kamu nginep aja ya disini?. " bujuk Nyonya Wati dengan segala kelembutannya..


Rani nampak menimbang-nimbang, benar juga kata wanita yang menyebut dirinya calon mantu itu. Sekarang hujan sedang mengguyur kota empek-empek inilah dengan derasnya.Pastilah jalanan akan dipenuhi banjir dimana-mana, itu akan sangat sulit apalagi jalanan pasti sedang padat-padatnya. Tadi saja sudah macet, apalagi sekarang.


"Baiklah, kalau Ibu tidak keberatan. Saya akan menginap disini, tapi saya harus menghubungi orang tua saya dulu. " ujar Rani.


"Tentu saja Nak Rani,akan segera saya suruh pelayan untuk mengantarkan tas nak Rani kemari. " jawab wanita itu.


Setelah ia mendapatkan kembali tasnya, Rani segera meraih dan membuka tas itu. Untungnya ponsel dan semua barang-barang yang ia bawa tidak ada yang hilang satu pun.


Rani segera menghubungi Kakaknya,Radit.Ia ingin memberitahu kalau sekarang ia sedang berada dirumah orang tua Marcel, tapi Rani tidak ingin Kakaknya itu khawatir, akhirnya ia hanya bisa berbohong kalau ia sedang menginap dirumah Widy sahabatnya.


"Ada apa Mas, pesan dari siapa?. " tanya Kaniya, ia baru saja melihat suaminya itu berdecak kesal setelah membaca pesan dari Rani. Karena Radit tidak bisa mengantar adiknya pulang tadi,arah mereka berbeda.


"Gak ada apa-apa sayang, tidurlah. " Radit mengajak istrinya itu untuk masuk kedalam dekapannya.Mereka tidur dengan saling memeluk.


*****


Ditempat berbeda, yaitu dirumahnya keluarga Marcel. Rani diperlakukan dengan sangat baik oleh orang tua Marcel dan juga seluruh pelayan dirumah itu.Dari mulai makanan yang disajikan untuk menyambut Rani, semuanya sangat lezat. Sepertinya memang sudah disiapkan dengan detail.

__ADS_1


"Di makan nak Rani,kamu kan tadi habis pingsan.Sebaiknya makan yang banyak, ini ada sup daging, bagus untuk menambah tenaga.Kalau lagi hamil, kita memang biasanya merasa cepat lapar. Saya ingat pas dulu hamil adeknya Marcel,setiap tengah malam pasti saya kelaparan dan bangun tengah malam hanya untuk makan.Kata para orang tua, itu bawaan bayinya." ujar Nyonya Wati.


"Loh, bukannya Marcel itu anak tunggal?. "'tanya Rani,kemarin kaniya mereka bilangnya begitu.


" Benar sayang, sekarang dia anak tunggal. Karena, adiknya sudah mendahului kita. "jawab Nyonya Wati, seketika matanya berkaca-kaca dan akhirnya bulir-bulir air mata itu runtuh juga.


Rani yang merasa tidak enak hati, menawarkan bahunya untuk Nyonya Wati bersandar.


" Maafkan saya Nyonya, saya tidak tahu kalau... "


"Tidak apa-apa nak Rani,sebaiknya mulai sekarang kamu panggil saya Mama ya, sama seperti Marcel panggil saya. " pinta wanita parubaya itu.


"T-Tapi saya rasa, saya tidak akan bisa menikah dengan anak anda Nyonya. Saya sama sekali tidak memiliki bayangan akan bisa hidup bersama orang yang sudah menghancurkan masa depan saya.Maaf, saya tidak bisa. "


kali ini Rani yang menangis dan langsung meninggalkan meja makan, ia berlari ke kamar Marcel yang tadi ia singgahi untuk mengambil tasnya.


Buru-buru ia menuruni anak tangga dan hampir saja ia terjatuh, tapi tiba-tiba ada yang membantu dirinya dan menangkap tubuhnya.


"Kamu!!?,gak! ini tidak mungkin!. " ujar nya sambil menggelengkan kepalanya, tak percaya.


Laki-laki itu tersenyum kearahnya.


"Apanya yang tidak mungkin sayang. " jawab Laki-laki itu.


"Kenapa kamu bisa ada disini?!,kamu kan ada dipenjara!. " bentak Rani. Ia bingung kenapa Marcel bisa dibebaskan.


"Kamu ini aneh sayang, bukankah tadi kamu sendiri yang membebaskan saya dari sana. Kamu juga bahkan sudah membuat surat pernyataan bahwa kamu minta saya untuk menikahi kamu sebagai syarat kebebasan saya dari penjara, karena kamu butuh pertanggungjawaban saya yang telah membuat kamu hamil anak kita. " ujar Marcel sambil membelai wajah Rani.

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, saya tidak pernah melakukan hal itu, kamu pasti bergurau!!. " ujar Rani. Wajahnya sudah menegang, ia pun menepis tangan Marcel yang membelai pipinya, dengan kasar.


"Apa yang dikatakan oleh Marcel itu benar adanya nak Rani, coba kamu lihat sendiri, ini. " Nyonya Wati memberikan selembar kertas foto kopian dari surat pernyataan yang ada cap jempol Rani diatas sebuah materai.


Disana tertulis bahwa Rani sudah bisa menerima Marcel dan ia ingin Marcel menikah dengannya karena sekarang kondisinya sedang mengandung anak Marcel. Disana juga tertulis bahwa ia sudah memaafkan Marcel dengan sepenuh hatinya, dan akan menerima laki-laki itu sebagai suaminya.


"Tidak mungkin, ini tidak benar!!. " tentu saja Rani sangat terkejut, ia pun merobek surat perjanjian itu sampai hancur menjadi kepingan-kepingan kecil.


"Oh sayang, kamu tidak perlu susah-susah untuk merobeknya, karena kami punya begitu banyak salinan dari surat pernyataan itu.Jadi kapan kita akan menikah sayang?, bagaimana kalau besok. "


Marcel meraih tangan Rani dan mengecup punggungnya tanpa Rani sadari, sekarang otaknya seperti tidak berfungsi.Ia sangat ketakutan, apalagi kedua orang tua Marcel kini ikut mendekati dirinya dan membujuknya dengan sedikit penekanan.


"Nak Rani, tolong terimalah putra Kami ini,Mama pastikan kamu tidak akan menyesalinya.Marcel adalah pewaris tunggal di keluarga kami.Kami akan menyayangi kamu seperti putri kami sendiri,apalagi kamu sedang mengandung calon penerus keluarga Sudiro.Mau ya sayang?. " bujuk Nyonya Wati.


Rani hanya bisa terdiam, mata dan otaknya sedang mencari arah agar ia bisa keluar dari masalah ini.


"Betul sekali sayang,kita akan membesarkan anak kita bersama-sama. Aku senang sekali ketika Mama memberitahu aku kalau kamu sedang hamil anakku.Aku sudah tidak sabar ingin bermain dengan anak kita. " Marcel lagi-lagi bersikap so sweet.


Namun Rani tidak mau terlena dengan bujuk dan rayu dari keluarga itu, ia tidak boleh goyah. Ia menghentak tangan Marcel sampai tangan laki-laki itu terhempas.


"Sial!!. " gumamnya.


"Sampai kapanpun, gue tidak akan mau jika harus menikah dengan elo!! ingat itu.Gue bisa membesarkan anak ini sendiri.Gue tidak butuh tanggungjawab dari kamu,BAJINGAN!!!. 'Rani benar-benar kesal, apalagi kalau melihat tingkah laki-laki itu yang selalu berusaha ingin menyentuh dirinya, walaupun itu cuma tangannya.


" Jangan sekali-kali elo sentuh gue!! GUE INGIN PULAAAANG!!!!. "teriak Rani pada laki-laki yang sudah menodainya itu.


" Hentikan Nak Rani!. "Kali ini Tuan Erlangga lah yang bicara.

__ADS_1


" Kenapa anda menghentikan saya Tuan!! ?. "tantang Rani.


" Saya tidak akan menghentikan kalau itu cuma kamu saja, tapi yang perlu kamu ingat!, saat ini didalam rahimmu itu ada keturunan keluarga Sudiro, dan saya tidak akan membiarkan cucu keluarga Sudiro tidak mengenal asal-usul darahnya dari siapa?!!, kamu dan Marcel harus segera menikah, bagaimana pun caranya!, saya tidak akan mengulangi lagi!Titik!. "ujar Papanya Marcel itu.


__ADS_2