
Rani nampak malu-malu sambil memanggil nama Marcel.Marcel mengernyit melihat tingkah aneh istrinya itu.
"Ada apa?kenapa sikap kamu aneh sekali. Katanya mau mandi, kok masih pakai kebaya tadi siang?, " tanya Marcel.
"Itu... anu... itu.. " Rani nampak kebingungan memilih kata-kata untuk menyampaikan pada Marcel kalau dirinya sedang membutuhkan bantuan dari suaminya itu.
"Ada apa???, kenapa kamu terlihat merona seperti itu? jangan-jangan, kamu pengen kita... " Marcel mengetuk-ngetukkan kedua telunjuknya.
"Dasar otak me*um.Aku itu cuma gak bisa buka resleting nya.Jadi aku butuh bantuan kamu untuk membukakannya,pleaseee.., " ujar Rani sambil mengatupkan kedua tangannya didepan Marcel.
Marcel tersenyum senang ketika mendengar istrinya itu memohon kepadanya.Kali ini ia merasa dihargai keberadaannya oleh wanita yang mulai menguasai hatinya itu.
"Apa hadiahnya,kalau aku membantumu?" tanya Marcel.Tentu saja dirinya harus mendapatkan reward dari pertolongan yang akan ia berikan.Marcel gitu loh.
"Memangnya apa yang kamu inginkan?, ini hanya sebuah bantuan kecil.Kamu mau uang?berapa?" tanya Rani seolah menantang.
Marcel menggelengkan kepalanya beberapa kali, "Ckckckck, bukan itu sayang.Kalau uang aku masih punya banyak kok, tapi yang aku mau itu adalah.... kamu. "
"Apa?!,gila kamu! " jawab Rani.
"Aku gak gila kok sayang, aku ini suami kamu yang sah.Jadi sudah sewajarnya aku mendapatkan hak ku sebagai suami kamu, " jawab Marcel dengan senyuman khasnya.Pria itu masih berada tepat di depan Rani.
Sekarang Rani bingung harus menjawab apa,rasanya ingin menelpon Mamanya saja dan meminta bantuan. Akan tetapi,Mamanya sekarang pasti juga sibuk berdandan, karena sebentar lagi acara resepsi akan di gelar.
"Bagaimana?" tanya Marcel lagi.
Lama berpikir, Rani masih Bimbang.Tak ada yang bisa ia lakukan,tidak mungkin ia menunggu sampai pihak MUA tiba.Itu tidak akan keburu untuk mandi,masa' ia tidak mandi sih?.
Akhirnya dengan berat hati Rani mengiyakan tawaran Marcel.
"Oke, tapi hanya boleh sebatas cium pipi saja,"
ujar Rani.
"Mmmm, tidak masalah.Yang terpenting kamu mau aku sentuh,dimanapun letaknya sentuhan yang diperbolehkan,aku terima."Pria itu tak mau membuang waktu,ia langsung mengambil jatah ciumnya."Muach."
Rani memegangi pipinya yang kena sambar oleh bibir Marcel,jantungnya berdebar tak karuan. Apalagi jarak mereka begitu dekat.
__ADS_1
"Berbalik, " ujar Marcel.
"Untuk apa?" tanya Rani bingung.
"Aku akan membukakan resleting itu. "
"Oh.. " Rani terkesiap kala Marcel langsung membalikkan tubuhnya dan menarik resleting kebaya yang sulit di buka itu.
"Sreeeettt."
Akhirnya resleting itu bisa terbuka juga,sejenak Marcel menelan salivanya melihat kulit punggung Rani yang membuat gairahnya terpancing.Ia jadi teringat saat-saat pertama menyentuh istrinya itu.
"Terimakasih, " ujar Rani sambil berlari ke dalam kamar mandi.
Bukan apa-apa,kini debaran didadanya juga tak dapat ia sembunyikan.Saat deru nafas Marcel yang hangat mengenai kulit punggungnya yang terekspos tadi.
"Ada apa ini,mengapa aku jadi deg-degan gini? tidak mungkin kalau aku merasakan sesuatu saat bersama pria brengsek itu!" Rani menampik semua debaran yang ada didadanya.Baginya itu semua hanya bulshit belaka.
Sementara itu, Marcel yang masih terpaku sambil menatap punggung istrinya yang berlari ke dalam kamar mandi jadi salah tingkah.Ia begitu bahagia karena sudah bisa mendapatkan pipi Rani tanpa harus adu otot atau memaksanya terlebih dahulu.
Marcel sangat yakin kalau suatu hari nanti ia akan bisa mendapatkan hati istrinya itu sepenuhnya.
***
Berjalan di depan,ada Kaniya dan suaminya yang sangat tampan Raditya Prawira dan diikuti Ranindhita Prawira dan suaminya Marcel Sudiro.Lalu di belakang mereka diikuti Ibu Mery dan Pak Edi, orang tuanya Kaniya. Kemudian di belakangnya lagi ada Nyonya Wati dan Tuan Erlangga Sudiro orang tuanya Marcel.Baru setelah itu Nyonya Sherly dan juga suaminya yaitu Tuan Marco, yang tak lain adalah orang tua Radit dan Rani.Para orang tua juga mengenakan pakaian serupa, rancangan Nyonya Sherly.
Semua tamu undangan bersorak ramai menyambut para pengantin dan juga keluarganya.Suasana gedung itu sangat ramai,lebih ramai dari tadi siang.
Sungguh pernikahan yang sangat semarak sekali,mungkin karena ini adalah hajatan besar-besaran dari ketiga belah keluarga.
Ditambah lagi Radit yang merupakan seorang pengusaha perkebunan yang sangat sukses, dan juga sang Papa yang juga seorang pengusaha sekaligus dosen di Universitas ternama.Itu lah mengapa kolega mereka begitu banyak.
Kaniya juga tak lupa mengundang semua teman kampusnya, para dosen, dan tentu saja sahabat karibnya Bella dan pacarnya Dino.Mereka nampak ada yang masih terkejut dengan pasangan ini, walaupun ada juga sebagian yang sudah tahu.
Begitu juga dengan Rani,walaupun tadinya ia ingin acara yang sederhana saja, tapi nyatanya ia akhirnya menyerah dengan keinginan Mamanya untuk mengundang seluruh sahabatnya.
Semua tidak menyangka kalau Marcel yang terkenal nakal kini sudah menikah dan malah jadi adik iparnya Kaniya ,sekarang.
__ADS_1
"Gila tuh si Marcel,gak dapat Kaniya, eh malah dapat adek iparnya.Kan beruntung banget dia dikelilingi wanita cantik.Apalagi keluarga istrinya itu kaya banget, "ujar Boby.
"Bener banget,enak ya jadi Marcel, udah nyekap anak gadis orang,eh sekarang dia malah ketiban durian runtuh.Berandalan begitu, sekalinya dapat yang ngena langsung dikawinin. " sahut rekannya yang lain.
"Gak sia-sia kita taruhan waktu itu, ternyata bisa mengantarkan si Marcel untuk bertemu dengan jodohnya, " ujar Boby lagi.
"Bener lo Bob, setidaknya kita ikutan berjasa karena bisa membuat rekan kita bahagia. Lihat tuh senyumnya, semringah banget. " ujar Teguh.
"Berarti dia harus kasih kita pajak menikah," ujar Boby lagi.
"Iya, harus itu.Habis ini dia harus neraktir kita-kita,"sambung Rey.
" Benar sekali.Kalau gak karena taruhan itu,mana mungkin ia bisa dapat mangsa yang oke, "ujar rekannya yang lain.
*****
Acara itu berlangsung dengan meriah,ada live music nya juga.Kaniya dan Radit adalah pasangan yang paling bersinar pada malam ini.Keduanya nampak sangat serasi dengan balutan gaun dan jas berwarna senada.
Rani juga tak kalah anggunnya di mata para tamu.Semenjak masuk ke Aula, Marcel terus saja menggenggam tangan Rani,meskipun wanita itu terus berusaha untuk menarik dan melepaskannya.
" Biarkan seperti itu,setidaknya mereka akan berfikir kalau kita benar-benar pasangan yang bahagia. Apa kamu tidak ingin melihat Papamu bahagia?, coba kamu lihatlah senyumnya itu. "Marcel meminta Rani untuk menoleh ke arah Tuan Marco yang saat ini sedang melihat ke arahan putra dan putrinya dengan senyuman yang mengembang.
" Benarkan, apa kataku, "bisik Marcel di telinga istrinya itu.
Rani melemparkan senyuman kepada sang Papa," Baiklah, untuk kali ini saja.Aku bosan sedikit bersandiwara kalau demi nama baik keduanya orang tuaku. "Rani balas berbisik di telinga Marcel.
Kalau melihat keduanya di atas pelaminan, tidak akan ada yang menyangka kalau keduanya itu adalah pasangan yang terpaksa menikah.
Karena tamu yang begitu banyak,acara baru selesai sampai jam 1 dini hari.Semuanya kelelahan, terutama para pengantin yang terus stay di atas panggung.
Radit sangat tahu kalau istrinya saat ini pasti capek,dengan santainya ia membawa Kaniya dengan menggendongnya untuk masuk ke mobil mereka.Malam ini, ia tidak akan menginap di gedung ini, walaupun disediakan kamar juga.Mereka akan langsung pulang kerumah mereka sendiri.
Sedangkan Rani, ia masih bingung.Melihat Kaniya dan Radit sudah pergi duluan, ia pun berusaha mengangkat gaun panjangnya dan menghampiri sang Mama.
" Ma, temenin Rani yuk ke kamar. Rani pengen ganti baju dulu.Kaki Rani jugak udah pegel semua karena lama berdiri, mana pakai hills lagi. "Rani menggoyang-goyangkan tangan Nyonya Sherly.
" Gak usah Ma, biar Marcel aja yang akan temenin Rani, "ujar Marcel yang langsung mengangkat tubuh istrinya itu ala bridal style.
__ADS_1
" Lepasin gak! "Rani memukul-mukul lengan Marcel.
Bukannya membalas dengan amarah atau pun perbuatan kasar,Marcel malah mendaratkan sebuah ciuman dia pipi Rani.Sontak saja perbuatan Marcel itu membuat Rani terkejut dan tak bisa berkata apa-apa lagi.Apalagi ini di depan semua orang.