Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Double Date Dadakan


__ADS_3

Tiba-tiba ada yang menghentikan tangannya,Beno menahan lengan Kaniya yang ingin merogoh ponselnya.


"Kamu mau ambil apa?."Tanya Beno menyelidik.


"Lepaskan tangan saya,atau saya akan teriak!."pinta Kaniya tegas.


"Ingat nona manis,saya ini dosen kamu dikampus.Apa kamu tidak takut kalau nanti nilai kamu akan saya kurangi!."ancam Beno.


"Silahkan saja kalau anda berani,saya juga ga kan tinggal diam begitu saja!."tantang Kaniya.


"Baiklah,kalau itu yang kamu mau."


"Sekarang lepaskan tangan saya,atau😠."Kaniya menautkan alisnya.


Api kemarahan kini terlihat jelas diwajah cantiknya,wajah itu berubah menjadi merah padam dan seakan bersiap menerkam mangsanya.


"Atau apa nona manis?."tanya Beno dengan seringainya yang membuat jijik.


"Cih!."Kaniya berludah kesamping .


"Atau anda akan menyesal karena sudah berurusan dengan saya!."bentak Kaniya.


Disaat yang bersamaan,ada beberapa orang yang menuju keparkiran dan mungkin akan pulang dan akan mengambil mobil mereka.


Laki-laki bernama Beno itu akhirnya melepaskan tangan Kaniya sebelum kekuatan Kaniya benar-benar muncul dan menghancurkannya.


"Kita akan bertemu lagi😉."katanya sambil mengedipkan sebelah mata kearah Kaniya dan pergi kembali masuk kedalam Mall itu.


Kaniya menghela nafas lega setelah kepergian Beno,walau tak dapat dipungkiri kini peluh menetes dipelipisnya.


Bagaimana kalau tadi kekuatannya benar-benar keluar dan ia gunakan ditempat itu.Pastinya dia akan menjadi sorotan dan bahkan topik berita utama di surat kabar besok.


Kaniya menelpon pak Anto dan minta segera menjemputnya.Tak lama pak Anto pun datang,tapi bukannya pak Anto yang turun dari pintu pengemudi melainkan Radit yang membuka pintu belakang sendiri dan keluar dari mobil.


"Mas Radit,bukannya mas bilang hari ini mas sibuk??."tanya Kaniya bingung.)


"Iya tadinya,tapi entah kenapa aku kangen banget sama kamu.Jadi aku segera selesaiin kerjaan secepat mungkin dan pulang kerumah.Sampai dirumah aku lihat pak Anto yang mau jemput kamu kesini.Jadi aku ikut aja sekalian."ujar Radit.


"Ooo,ayo pulang."Ajak Kaniya sambil menggandeng lengan suaminya.

__ADS_1


"Kok pulang sih,gimana kalo kita nonton aja? "ajak Radit.


"Nonton??."Kaniya jadi bingung.


"Iya honey,kepalang kita udah disini kan.Lagian kita juga belum pernah ngedate bareng."


"😊Mmm,oke."Kaniya pun setuju.


Kedua sejoli itu berjalan bergandengan memasuki lagi pintu Mall dan menaiki eskalator kelantai empat,tempat dimana bioskop berada.


"Saat mereka baru akan naik tangga berjalan itu menuju lantai empat,tak sengaja mereka bertemu dengan Dino dan juga Bella yang sedari tadi sibuk mencari keberadaan Kaniya.Karena sahabatnya itu tiba-tiba saja menghilang.


Dino yang ditugaskan untuk menjaga Kaniya jadi khawatir karena sudah lalai dalam menjalankan tugasnya.


"Nona Kaniya,dari mana saja.Saya dan Bella dari tadi nyariin?."tanya Dino sambil terus menatap kearah tangan Kaniya yang menggandeng tangan pria berparas bule disampingnya.


"Iya nih,kamu dari mana aja sih.Terus cowok ini siapa?."tanya Bella yang dari tadi menatap bingung kearah Radit dan Kaniya.


"Ooo,aku ga kemana-mana kok.O ya,kenalin dulu."Kaniya menyenggol lengan Radit seolah menyuruhnya untuk berkenalan dengan kedua sahabat barunya itu.


Radit yang dari tadi cuek bebek kini berusaha tersenyum pada sahabat-sahabat istrinya.


"Kenalin,saya Raditya Prawira.suaminya Kaniya."ujar Radit.


Mana mungkin dia tidak mengenal nama itu,itu adalah nama anak majikan bokapnya.


"Anda anaknya tuan Marco Prawira?."tanya Dino.


"Iya,kamu pasti Dino kan.Papa saya juga udah kasih tau saya,kalau kamu yang ditugasin buat jadi pengawal istri saya kalau dikampus."Ujar Radit ramah.


"Benar tuan,senang bertemu dengan anda kembali.Dulu saya tahu anda adalah kakak tingkat saya dikampus.Tapi mana berani saya menyapa anak bos😁😁."ujar Dino lagi.


"Ah,kamu bisa aja.Saya sama kok seperti yang lainnya."Radit merendah.


Kini wajah Bella terlihat shok,karena mengetahui kebenaran soal Kaniya sahabat barunya.


"Kaniya,kok kamu ga pernah bilang sih soal ini.Suami kamu ganteng banget."Bisik Bella.


"Apaan sih Bell,ingat ya ini suami aku loh."

__ADS_1


"Ih,ketus banget sih ngomongnya.Berarti kamu udah ada yang punya dong ya.Itu artinya kita ga akan bersaing dalam hal yang namanya co-wok.😁😁."Bella terlihat senang,karena persahabatan keduanya bisa dipastikan ga akan pernah ngeributin soal kaum Adam.


"Jadi,,kita mau jalan kemana nih?."Bella tiba-tiba menggandeng lengan Dino dengan girangnya sambil di ayun-ayukan.Senyuman semanis mungkin ia perlihatkan kehadapan Dino yang masih tak terima kalau Kaniya itu sudah jadi istri orang dan bahkan istri dari anak bos ayahnya sendiri.


Pupuslah sudah harapan Dino untuk bisa mendekati Kaniya sebagai calon pacar.


"Gimana kalau kalian berdua ikut kita nonton aja."sahut Kaniya memecah keheningan.


"Bagus tuh,yuks kita nonton.Kebetulan hari ini ada film romantis yang sedang diputar."Bella benar-benar bersemangat kali ini,karena Kaniya tak mungkin bersaing dengannya dalam mencari perhatian Dino yang mulai mengisi hatinya.


Sedangkan Dino masih belum bisa mengkondisikan matanya.Sedari tadi mata itu masih bergantian memperhatikan Kaniya dan radit.Mencari-cari siapa tahu ada kebohongan tentang status keduanya yang terlihat sangat romantis.


"apa benar mereka berdua itu suami istri??."bathin Dino bertanya-tanya.


"Ayo honey kita keatas."Radit menggenggam tangan Kaniya dan membawa istri cantiknya itu menaiki tangga menuju lantai empat.


Bella pun menarik tangan Dino untuk mengikuti mereka.Dengan langkah malas,Dino melangkahkan kakinya mengikuti Bella dan juga Kaniya bersama suaminya kedalam bioskop.


Radit dan Kaniya sibuk memilih film yang akan mereka tonton.


"Yang ini aja,romantis banget.Aku udah lihat trailernya."sela Bella antara kedua suami istri itu.


"Oke,kita pilih tempat duduk dulu sambil beli tiketnya."Radit mengajak Kaniya beli tiket dan memilih tempat duduk diposisi mana melalui virtual.


Bella tersenyum kearah Dino,dan menarik tangan pria itu ke bagian geray makanan untuk membeli popkorn dan juga minuman.


Setelah mendapatkan pop korn,minuman dan juga tiket mereka segera masuk kedalam studio dan menempati kursi mereka.


Kaniya sengaja memilihkan tempat buat Bella dan Dino dibelakang mereka,tepatnya dua baris dibelakang mereka.Kaniya sengaja,agar kedua sahabatnya itu bisa dekat dan Bella bisa lebih mengenal Dino.Begitu juga sebaliknya.


Kebetulan juga belum banyak kursi yang terisi di jam begini.


"Hmmm,kayaknya aku tahu deh rencana apa yang sedang kamu fikirkan."ujar Radit sambil menyentil hidung istrinya itu.


"yups,kamu tahu aja mas.Aku ingin jadi mak coblang buat mereka."


"Boleh,asal jangan balik bandar aja.Karena tadi aku lihat sekilas kayaknya si Dino itu terus merhatiin kamu,apalagi tadi pas aku ngenalin diri sebagai suami kamu mukanya langsung berubah kayak shok gitu."


Sebenarnya Kaniya juga tahu kalau apa yang dibilang Radit iu memang ada benarnya juga.Dia pun merasakan hal yang sama,ya begitulah adanya.

__ADS_1



Duhhh mas Radit,senyummu meluberkan hatiku😍😍


__ADS_2