
Dengan rasa canggung yang masih tersisa,Kaniya memberanikan dirinya untuk mengajak mertua dan adik iparnya itu bicara lebih dulu.
"Eee... itu Ma,sekali lagi Kaniya mau minta maaf sama Mama atas sikap Kaniya yang kabur dari rumah.Saat itu.. ".
Belum sempat Kaniya melanjutkan perkataannya, Nyonya Sherly malah sudah lebih dulu menggenggam tangan menantunya itu.
" Seharusnya mama yang minta maaf sama kamu sayang,mama juga terlalu egois.Tidak seharusnya mama menyalahkan kamu atas peristiwa na'as yang menimpa adikmu Rani."ujar Nyonya Sherly sambil membelai lembut satu sisi pipi menantunya.
Kaniya sangat terkejut dengan perlakuan manis dari Nyonya Sherly. Bahkan ia sampai bengong beberapa saat, benar-benar tak menyangka akan hal itu.
Rasanya baru kemarin hubungan mereka retak dan tidak baik-baik saja.
"Semua ini karena Rani Kak, Rani sendiri yang bodoh karena sudah kege-eran. Coba kalau Rani tidak dengan mudah menganggap pesan ,bunga,dan cokelat itu dari gebetan Rani M. Rifaldi, pasti semua itu tidak akan pernah terjadi. " Kaniya meraih tangan Rani yang duduk dibagian samping supir dan mengelus lembut tangan adik iparnya itu.
"Gak apa-apa sayang. Kakak juga turut andil dalam hal ini. Walaupun kakak gak tau sejak kapan si Marcel ba*ingan itu mengincar kakak dan menjadikan kakak sebagai bahan taruhan.Mungkin benar yang mama bilang kalau cara berpakaian kakak yang terlalu minim membuat laki-laki itu berfikir yang tidak -tidak.Kakak jadi sadar sekarang, kalau kakak harus merubah cara berpakaian kakak agar lebih sopan. " jawab Kaniya.
"Tapi tetap saja,nasi sudah menjadi bubur sekarang.Kamu sedang mengandung anak ba*ingan itu sekarang. " ucap Nyonya Sherly sedih.
"Rani akan kuat Ma,anak ini tidak bersalah. " ujar Rani.
"Kita akan merawatnya bersama-sama nanti. " ujar Kaniya mencoba menguatkan adik iparnya itu.
"Benar sekali, Mama juga akan ikut merawatnya bersama kalian.Walau bagaimana pun dia tetap cucu Mama. " tambah Nyonya Sherly.
Hal itu membuat semangat Rani bertambah, kini ia tidak merasa sendirian lagi.Sejenak ia tiba-tiba teringat pada si pelaku yang sudah merusak masa depannya yang kini sedang dipenjara.
Pria bernama Marcel yang sedang diupayakan bebas oleh pihak keluarganya.Orang tua Marcel yang lumayan berpengaruh di kota ini terus berupaya melobi sana-sini agar putranya itu dibebaskan.
Bahkan mereka juga diam-diam mengirim beberapa orang mata-mata untuk mengikuti kegiatan keluarga Prawira setiap harinya, terutama Rani.Mereka ingin mencari kesempatan untuk membujuk gadis...oh bukan, maksud saya wanita itu agar mau mencabut laporannya dikantor polisi sebelum kasus ini disidangkan. Apalagi dua hari lagi kasus ini akan masuk ke persidangan.
__ADS_1
****
Saat mobil yang dikemudikan oleh Pak Anto itu sudah tiba di lokasi rumah makan yang layaknya sudah seperti restoran milik Kaniya,salah satu orang suruhan dari keluarga Marcel pun juga tiba disana. Orang tersebut berpura-pura sebagai pelanggan yang ingin makan disana.
Ia memilih tempat duduk yang tidak jauh dari tempat yang Kaniya tunjukkan untuk Mama mertua dan adik iparnya, Rani.
Pria itu berusaha merekam pembicaraan mereka secara diam-diam, untuk dijadikan bahan laporan kepada majikannya nanti.
"Mama dan Rani tunggu disini dulu ya, sebentar Kaniya akan buatkan makanan yang spesial buat Mama dan Rani.Kebetulan Kaniya baru menciptakan resep yang baru, bagus buat ibu hamil seperti kita ,Rani." ujar Kaniya dengan gembira nya.
"Ibu hamil seperti kita?. " gumam pria mata-mata itu.
Kaniya langsung berlalu ke dapur untuk membuatkan menu andalannya secara khusus untuk mereka bertiga.
Sementara itu, pria yang merupakan mata-mata dari orang tua Marcel tersebut, sekarang sedang mengirimkan video hasil rekaman yang tadi sudah ia rekam.Tak lupa juga ia menambahkan beberapa pesan chat kepada majikannya bahwa target sekarang sedang hamil dan kemungkinan besar itu adalah anaknya Marcel.
****
Apalagi setelah membaca pesan yang ada di bawahnya, ia langsung tersenyum lebar bahkan tawanya terdengar sumbang."Hahahahaš¤£š¤£š¤£,akhirnya aku punya cara agar gadis itu mau menyerah dan mau membebaskan putraku. "ujarnya.
" Cara apa Pa?. "seorang wanita kini mendatangi dirinya dengan membawakan segelas kopi panas yang masih mengebul dan sepiring pisang goreng diatas sebuah nampan.
" Si Jarwo melaporkan bahwa gadis yang menjebloskan putera kita Marcel sekarang sedang mengandung. Kemungkinan besar bayi itu adalah cucu kita Ma. "
"Wah, bagus dong Pa. Itu artinya kita punya kesempatan untuk berdamai dengan keluarga Prawira itu. "
"Tapi kita harus menemukan kelemahan mereka yang lainnya terlebih dahulu, agar mereka tidak bisa menolak permintaan kita. "
"Maksud Papa??.. "
__ADS_1
"Kita harus membuat mereka kesulitan secara finansial. "
"Mereka orang kaya Pa, perkebunannya luas dan ada dimana-mana.Tidak akan mudah untuk menjatuhkan mereka, bahkan sangat mustahil. "
"Mama tidak usah banyak berfikir, biarkan Papa saja yang memikirkan caranya. "
"Memangnya apa yang ingin Papa lakukan untuk membuat mereka menyerah dan membebaskan Marcel kita?. "
"Gampang Ma, pertama-tama kita akan mengancam mereka dulu. "
"Mengancam mereka bagaimana?.. "
"Kita ancam bahwa kita akan menyebarluaskan berita kehamilan Gadis itu dalam keadaan tanpa suami, dengan begitu mereka akan segera mencarikan suami untuk putri mereka guna menutupi aib mereka.Lalu setelah itu, kita akan mengajukan permintaan maaf dan melamarkan putri mereka untuk dinikahi oleh Marcel, dengan alasan Marcel sudah insyaf dan ingin bertanggung jawab atas perbuatannya. "
"Kalau gadis itulah menolak untuk menikah dan malah mencari pria lain untuk ia nikahi bagaimana pa?. "
"Ya kita jalankan rencana yang kedua. "
"Rencana apa itu Pa?. "
Kita akan kembali membakar perkebuannya, bukan hanya satu du hektar, tapi semuanya!. "
"Tapi itu sudah melanggar hukum Pa, Mama tidak mau kalau Papa sampai dipenjara. Kita pakai cara pertama saja, tapi sebelum itu kita harus tanya Marcel dulu, apakah ia bersedia untuk menikahi gadis itu.Kalau tidak, Mama juga tidak ingin memaksa dirinya. "
"Anak itu harus mau Ma!, kalau tidak dia pasti akan mendekam di penjara dalam waktu yang lama.Dia akan menyesalinya nanti. " ujar Pria parubaya itu.
"Terserah Papa aja, yang penting putra kita bisa dibebaskan secepatnya. "
"Kalau begitu, abis ini Papa harus memberikan instruksi kepada Jarwo dan yang lainnya agar tetap memantau pergerakan gadis itu dan keluarga Prawira. "
__ADS_1
"Baiklah, kalau begitu Mama mau kekamar dulu, Mama gerah mau mandi.