
Radit sedang berada di kantor perkebunannya ,ia terlihat sedang rapat bersama para staf.
Suara ponselnya sudah memecah keheningan diruang rapat itu, tadinya hanya suara Pak manager yang sedang melakukan Presentasi yang terdengar disana.
Radit pun permisi keluar untuk mengangkat teleponnya, tertera nama sang istri disana.Radit segera menggeser tombol hijau tapi sayang sekali panggilan itu keburu berhenti.
Tring
Suara pesan masuk, Radit pun membuka pesan itu dan Radit sangat senang karena ternyata Kaniya sudah berhasil menemukan Rani adiknya.
Radit segera masuk kembali ke ruang rapat untuk memberitahukan karyawannya kalau rapat akan dipimpin oleh pak Manager dan ia juga minta hasil rapat untuk dikirimkan ke emailnya.
Dengan bergegas Radit segera tancap gas dari kantor menuju tempat yang sudah di share oleh adiknya melalui ponsel sang istri.
Meskipun Rani belum mengatakan apa yang sebenarnya terjadi tapi setidaknya sekarang dia sudah bisa bebas dari sekapan laki-laki brengsek yang ia tahu bernama Marcel.
Kaniya berteriak memanggil Dino yang masih berjaga diluar.
"Kak Dino, cepat kesini. " ujar Kaniya.
Mendengar Kaniya memanggil namanya Dino langsung masuk kedalam kamar kost itu.
"Ada apa??. " Dino belum melihat siapa yang sedang ada dilantai dan sedang meringkuk yak berdaya.
"Kak Dino, cepat cari tali.Kita ikat tangan ba*ingan ini dan serahkan ke kantor polisi!. " pinta Kaniya.
"Baik, sepertinya pake tali sepatunya saja. " Ujar Dino.
Tanpa basa-basi Dino melepaskan kedua tali sepatu Marcel yang ada di depan pintu dan buru-buru ia mengikatkannya pada laki-laki itu.
Marcel hanya bisa menundukkan kepalanya, ia sudah tak berdaya, karena pukulan dari Kaniya ternyata sangat kuat dan serasa menghantam ulu hatinya.
"Wah elo Cel, apa gak kapok elo jadi Penjahat
bagi kaum wanita." Dino memegang wajah Marcel dengan tangan kanannya dan mendongakkannya.Wajah itu sudah babak belur dihajar oleh Kaniya, bahkan Kaniya juga meminta Rani untuk melampiaskan kekesalannya.
"Selanjutnya bagaimana?! " tanya Dino.
"Kami sudah mengabari Mas Radit, sebentar lagi pasti dia akan sampai. " ujar Kaniya.
"Tapi Kak, bagaimana dengan Mama dan Papa?. " tanya Rani.
__ADS_1
"Kamu tenang dulu Ran,untuk Mama dan Papa biar Mas Radit yang akan memberi tahunya.Kita fikirkan bagaimana cara memberitahukan semuanya pada Mas Radit dulu." ujar Kaniya.
"Ceritakan saja semuanya dari awal. " ujar Dino.
Rani gak sanggup menceritakan semuanya, apalagi sekarang kondisinya sudah ternoda. Rani sangat yakin, baik kakak maupun kedua orang tuanya pasti tidak akan bisa menerima hal ini.
"Semua ini gara-gara kamu Kak Kaniya!. " tiba-tiba saja Rani membuat Kaniya tersentak dan kaget.
"Apa maksud kamu Ran, aku gak ngerti."jawab Kaniya.
" Pasti Kakak suka tebar-tebar pesona kan dikampus, sampai laki-laki berengsek ini jadi terpikat dan jatuh cinta sama Kakak dan ingin memiliki Kakak!. "ujar Rani dengan amarah yang berkobar-kobar.
" Maaf Rani, perkataan kamu itu tidak benar. Aku tidak pernah memberikan harapan pada siapapun, aku bahkan sudah membawa Mas Radit untuk ku perkenalkan dengan semua teman-temanku dikampus. Kamu boleh tanya Kak Dino, semua orang sudah tau kalau aku ini sudah menikah. "jelas Kaniya.
" Lalu kenapa laki-laki itu masih mau mendekati mu, bahkan dia berusaha menjebakmu.Tapi sialnya aku yang kena. "ujar Rani.
" Jadi kamu ingin menyalahkan Kakak, baiklah mungkin ini semua salah ku.Aku minta maaf padamu dengan sepenuh hatiku, sungguh Rani.. aku juga gak tau kapan semua ini dimulai, aku bahkan tidak menerima pesan apapun dari bajingan ini. "Kaniya bingung bagaimana harus menjelaskan kepada adik iparnya itu.
Rani kembali menangis mengenang nasib naas yang ia alami.
Tanpa mereka sadari,kini Radit sudah ada didepan pintu dan ia juga sudah mendengar semuanya.
Kaniya yang terkejut mendengar suara suaminya langsung menoleh kebelakang.
" Mas Radit. "
"Kakak." Rani langsung berlari kepelukan sang Kakak.
"Tenang Rani,ada Kakak disini, kamu sudah aman sekarang. " Jawab Radit sambil mengelus kepala dan rambut adiknya itu.
Rani terus menangis dipelukan Radit.Sementara itu, Kaniya menatap mata suaminya yang terus saja menatap nya,seperti meminta penjelasan padanya.
"Kamu harus ngejelasin semuanya padaku nanti!. " ujar Radit dengan suara berat kepada istrinya itu.
Radit kemudian membawa Rani keluar, dia menggendong adiknya yang masih lemah itu ke mobilnya.
Polisi juga sudah datang ke rumah Kost itu dan meringkus Marcel yang sudah tak berdaya.
Kaniya hanya bisa menatap kepergian suaminya yang tak lagi mempedulikan dirinya,entah apa yang terjadi. Sepertinya Radit salah faham dan menyalahkan Kaniya akan semua hal buruk yang terjadi kepada adiknya Rani.Dia bahkan rela meninggalkan istrinya itu sendirian di sana dan tak berniat membawanya pulang bersama.
Kaniya hanya bisa menghela nafas dalam dan membuangnya kasar.
__ADS_1
"Hmmmmmph hah!. "
"Ayo kita pergi Kak Dino. " ujar Kaniya kepada Dino.
"Kamu yakin akan pulang sama aku?, kalau Pak Radit nanti marah gimana?. " tanya Dino.
"Dia juga sudah tidak peduli 'kan.Tenang saja Kak, kalau dia mau nuduh kita yang enggak-enggak, aku akan bilang aja kalau Kak Dino itu Kakak angkat aku,atau aku bilang aja kalau Kak Dino itu pacarnya Bella.Kan beres."
ujar Kaniya.
"Kok gitu sih?!. "tanya Dino seolah gak terima.
"Asal Kakak tau aja ya,Bella itu sebenarnya suka loh sama Kak Dino.Kak Dino nya aja yang gak pernah peka dengan perasaannya. " ujar Kaniya.
"Ah, yang benar kamu?. " tanya Dino.
"Iya, percaya deh sama aku.Soalnya dia udah pernah bilang kalau dia naksir sama Kak Dino. " lagi-lagi Kaniya sudah membocorkan rahasia sahabatnya.
Bella sampai tersedak ketika mau minum dikelasnya.
"Uhuk.. uhuk.. siapa nih yang lagi ngomongin gue?!. " ujar Bella kesal.Bajunya sampai basah semua.
******
Sementara itu didalam mobilnya Radit.Rani sudah mulai tenang,Radit ingin membawanya ke rumah sakit untuk melakukan visum.
"Sebaiknya kamu istirahat saja ya, tidurlah. " ujar Radit pada adiknya itu.
"Kakak tidak mengajak Kak Kaniya bersama kita?. " tanya Rani.
"Biarkan saja,biar dia introspeksi diri!. "
Rani tak menyangka kalau pasangan yang sangat romantis itu bisa juga menjadi perang dingin karena dirinya.
Rani juga masih memendam kesal kepada Kakak iparnya itu, jadi dia memilih untuk tidak ikut campur lagi dengan urusan mereka.
Terserah mau diselesaikan kayak gimana, dia gak perduli. Toh sekarang hidupnya sendiri sudah hancur dan entah bagaimana akan diperbaiki. Perlahan Rani pun terlelap, dan ketika bangun dia sudah ada dirumah sakit didampingi oleh Papa dan Mamanya.
Kaniya juga datang ke sana, tapi dia hanya menunggu diluar bersama Dino.Kaniya juga tak berani mendekati suaminya itu, dari depan pintu kamar Rani Radit sesekali melihat ke arah Kaniya.
Dino memberikan sebotol air mineral kepada istrinya, hal itu membuat Radit sangat kesal, tapi dia berusaha menahan amarahnya,karena ini dirumah sakit.
__ADS_1