Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Dinner Bersama


__ADS_3

Kaniya tidak mengerti kenapa kepalanya terasa sangat pusing sekali,pandangannya jafi berkunang-kunang.


"Apa aku masuk angin?."ujarnya.


"Iya,pasti aku masuk angin karena seharian belum makan.Tapi biasanya aku bisa nahan kalau ga makan siang aja,tapi kok kali ini??."Kaniya masih bertanya-tanya sendiri.


Diusapnya mulutnya dengan tisu dan kemudian ia keluar dari toilet.Dilihatnya ada beberapa dress cantik diatas tempat tidur,tadi saat dia ketoilet ada pelayan yang masuk dan mengantarkan baju-baju itu disana.Namun Kaniya tidak mengetahuinya.


Diangkatnya gaun itu satu persatu,semuanya cantik-cantik dan seukuran dengan tubuhnya.


Sepertinya baju-baju itu memang disiapkan khusus untuknya oleh Stefan.


Kaniya melempar baju-baju itu kesembarang arah,tersisa secarik kertas diatas tempat tidur itu.


Diatasnya tertulis"Pilih dan pakailah salah satu dari gaun ini yang kamu sukai,kemudian keluarlah untuk makan malam denganku jam 7 nanti di restoran Resort.Aku sudah menyiapkan sajian yang lezat untukmu."tulis Stefan(Dalam Bahasa Inggris ya tulisannya).😁😁


"Kau fikir aku sudi?!!!!!."Kaniya membuang kertas itu kesembarang arah.


Dia sangat kesal sekali karena harus terjebak disini,mana dia juga belum bisa menghubungi suaminya.


"Aku harus mencari cara untuk keluar dari sini."Ucap Kaniya gigih.


"Ayo Kaniya berfikirlah...berfikirlah Kaniya."ucapnya sambil mengetuk-ngetuk keningnya dengan telunjuk.


Tiba-tiba matanya membulat,senyuman terbit dibibirnya.


"Ya!."ucapnya sambil mengacungkan telunjuknya seolah sudah menemukan cara yang jitu.


Kaniya segera mandi dan berganti pakaian,dia memutuskan untuk menerima undangan makan malam dari Stefan.Dengan begitu dia akan bisa keluar dari tempat itu dan bisa berusaha mengabari Radit.


Semua sudah siap,sekarang dia sudah rapi dan cantik.Tapi dia akan tetap bersikap jutek kepada Stefan seolah dia terpaksa menerima undangan ini.


Jam tujuh malam pun tiba,seorang pelayan wanita membukakan pintu kamar yang ditempati Kaniya.


Pelayan itu mempersilahkan Kaniya untuk ikut dengannya,Kaniya pun menurut saja.Dalam hatinya dia juga penasaran akan rencana Stefan,dengan jantung yang berdegup kencang ia melangkah mengikuti langkah si pelayan.


Langkah pelayan itu terhenti didekat kolam renang,Kaniya menaikkan wajahnya dan melihat betapa indahnya dekorasi disana.Stefan benar-benar menyiapkan acara dinner yang romantis,dengan iringian biola dan juga ada buket bunga mawar merah disana.


Melihat itu Kaniya mendadak mual,tapi masih bisa ditahannya.Sebenarnya Kaniya kurang suka mawar merah,entah mengapa dia selalu enneg kalau melihat bunga mawar.Semua jenis mawar dia tidak begitu suka,karena bunga kesukaannya adalah bunga matahari.


"Boleh aku berdansa denganmu nona cantik?."Tanya Stefan sambil membungkuk dihadapan Kaniya.


"Maaf,aku ga bisa dansa."Jawab Kaniya dengan ketus.

__ADS_1


"Nanti aku ajarin."ucap Stefan lagi.


Baginya,menaklukkan wanita adalah hal mudah.Selama ini tidak ada seorang wanita pun yang berani menolaknya,Stefan sangat percaya diri.


"Langsung saja ke intinya,sebenarnya apa yang kamu mau dariku?."tanya Kaniya sambil duduk dikursi yang sudah disiapkan disana.


"Wow👏👏👏,Baby kamu memang luar biasa.Itulah kenapa aku sangat sulit melupakanmu."Stefan bertepuk tangan seolah menemukan mainan yang unik satu diantara seribu.


"Apa maksudmu?,aku hanya ingin tahu apa rencanamu sebenarnya?,untuk apa kau menculikku??!."Kaniya masih bertahan dengan sikap dinginnya.


Matanya terus menatap tajam mata Stefan.Menyelidiki setiap detail sorot mata dan bahasa tubuh Stefan dengan seksama.


"Oh oh oh,tenang baby.Aku hanya ingin memancing mangsa untuk masuk kedalam perangkap saja."jawab Stefan seraya ikut duduk dikursi yang berhadapan dengan Kaniya.


"Perangkap apa??!,apakah kau akan menjadikan ku umpan untuk memburu suamiku!!."Kaniya mulai meninggi tensinya.


"Tepat sekali baby,aku yakin sekali sekarang suamimu itu sedang kebingungan untuk mencari keberadaanmu.Tapi kamu tenang saja baby,sebentar lagi anak buahku akan mengirimkan petunjuk baru untuknya."Lagi-lagi Stefan bicara dengan santainya,seolah tak merasa berdosa sama sekali.


"Dasar bajingan!kau akan mendapatkan karmamu.Jangan coba kau sakiti suamiku!."bentak Kaniya.


"Ups!,Jangan gitu dong baby😉,selama hidupku ini aku selalu saja akan mendapatkan apapun yang aku sukai dengan cara apapun.Tak terkecuali😉 kamu😘."Sikap Stefan makin menjijikkan bagi Kaniya.


Kaniya jadi makin gedeg melihatnya.


Kaniya tidak tergoda akan hal itu,yang ada diotaknya adalah bagaimana caranya keluar dari tempat ini dan bisa kembali ketengah keluarganya.Belum sehari berpisah saja rasa kangennya sudah menggunung.


"Mmmm,ini pasti enak.Ayo makanlah."ajak Stefan.


"Aku ga mau makan!."jawab Kaniya acuh.


"Ayolah,ini enak."Stefan mulai mengunyah steaknya.


Kaniya tak menjawab,dia terus mengamati tempat itu dan mencari celah dimana kira-kira jalan keluarnya.


Tadi pelayan yang mengantar makanan jelas-jelas orang Indonesia,dan resort ini kental budaya Indonesianya.Kaniya merasa yakin dia masih dinegaranya.


Diam-diam Stefan juga tetap memperhatikan gerak-gerik Kaniya yang sangat mencurigakan.


"Apa kamu tidak lapar?."tanyanya.


Kaniya kaget,dengan cepat ia menoleh kearah asal suara.


"Ah,iya aku akan makan."Sahutnya.

__ADS_1


Kaniya pun mulai memotong daging panggang didepannya dengan pisau dan garfu.


"Bagaimana ini,ternyata banyak sekali pengawalnya.Dia datang dengan kekuatan penuh rupanya."bathin Kaniya.


"Kalau kamu berfikir akan kabur dari sini,jangan berharap kamu bisa melakukannya."ujar Stefan.


"Siapa yangbingin kabur,aku hanya mengagumi arsitekturnya saja.Bagus dan elegant sekali,pasti banyak yang akan datang ketempat ini."Kaniya beralasan.


"Tentu saja,bukankah ini budaya negerimu."Ujar Stefan lagi.


"Iya,memang Indonesiaku yang paling Indah."Kaniya bersikap sedikit ramah.


Stefan pun tersenyum senang dibuatnya.


"Anak buahku sedang memotret kita,dan segera foto kita akan dikirim kepada suamimu😁😉."


"Apa?!!,beraninya kau melakukan itu!."tukas Kaniya.


"Oh ayolah,pasti dia butuh petunjuk untuk menemukanmu baby.Biar aku kasih sebuah petunjuk padanya,bukankah kamu juga sangat merindukannya?."Stefan berlaga simpati.


"Tapi pasti kau akan memasang jebakan untuknya kan?!."


"Jebakan apa baby,aku hanya ingin bikin perhitungan saja dengannya.Pukulannya waktu itu masih membekas disini."ujar Stefan sambil memukul dada nya.


"Itu hanya sebuah tamparan,pria manapun pasti akan melakukan hal serupa jika melihat pasangannya bersama dengan pria lain.Akulah yang salah dalam hal ini,kau hukum saja aku."Kaniya memohon.


"Baby,urusanmu denganku itu urusan yang lain.Tapi urusanku dengan suamimu itu adalah urusan man to man,selama hidup ini aku tak pernah kalah melawan apapun."


"Awalnya aku mengira kalau kamu itu orang baik,ternyata aku salah."jawab Kaniya.


"Sayang sekali kamu terlambat menyadarinya😆😆."Stefan tertawa kecil.


"Sekarang aku sangat membencimu Stefan!I hate you!i hate you!!."Kaniya berteriak sambil menahan tangisnya.


😥😥😥😥😥😥


***Bersambung bebs ku


Kalau ga ada halangan,malam ini akan nulis bab berikutnya😘Insya Allah😊


Jangan lupa like👉komen👉vote👉Jadikan favorite kalian.


jangan pelit2 ya😁😁😁😁***

__ADS_1


__ADS_2