Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
IYA


__ADS_3

Nyonya Sherly mondar mandir dikoridor rumah sakit,wajahnya cemas karena Kaniya belum datang juga.


"Kemana anak itu,bagaimana kalau Ibu ingin membahas soal pernikahan Radit dengan Papa nya.Sedangkan kami belum tahu apakah Kaniya mau menikah dengan Radit atau tidak."fikiran Nyonya Sherly semakin kalut.


Tak lama kemudian Kaniya tiba dirumah sakit,ia menanyakan dimana ruangan Raditya Prawira kepada suster yang jaga.


"Tuan Raditya Prawira diruang VIP Bogenvil no.2 Mbak,dilantai 2."jelas Suster itu.


"Sebelah mana Sus?."tanya Kaniya lagi.


"Lewat kanan ya, Mbak."tunjuk Suster itu lagi.


Kaniya mengikuti instruksi dari Suster itu.Sampailah ia dilantai dua,matanya mencari-cari dimana ruang VIP Bogenvil no.2.Disaat dia lagi sibuk mencari...


"Akhirnya kamu datang juga".ujar Nyonya Sherly sambil menepuk punggung Kaniya.


Kaniya kaget"Eh Ibu,saya sampai kaget."sahut Kaniya sambil menunduk sedikit takut dengan wanita yang memintanya jadi menantu itu.


"Langsung saja,gimana jawaban kamu??".tanya Nyonya Sherly harap-harap cemas.


"Saya....sudah memutuskan untuk menjawab iya Bu.Saya bersedia menikah dengan anak Ibu,asalkan Ibu juga mau memenuhi syarat yang akan saya ajukan."Jawab Kaniya.Ide itu muncul setelah melihat foto Radit dan wanita lain di Instagramnya.


"Ohooo,hebat sekali.Ternyata kamu lebih pintar dari yang aku bayangkan rupanya."Nyonya Sherly terkejut,ternyata Kaniya si gadis Desa itu sudah berani memberikan penawaran padanya.


"Saya kira itu sangat wajar Bu,saya kan harus menikahi seorang pria yang yaaa Ibu tahu sendirilah."jawab Kaniya sambil mengangkat bahunya🤷‍♀🤷‍♀.


Nyonya Sherly mendelik melihat sikap Kaniya yang lain dari yang dia kenal sebelumnya.Gadis itu berubah jadi lebih berani dan sedikit gila.


"Apa yang kamu inginkan?."tanya nyonya Sherly.


"Selain yang Ibu tawarkan kepada saya kemarin,saya hanya menginginkan tiga hal dari anak Ibu."jawab Kaniya dengan beraninya.


"Katakan!."ucap Nyonya Sherly tegas.

__ADS_1


"Yang pertama,saya ingin anak Ibu tidak akan pernah berselingkuh bila kami telah menikah nanti."kata Kaniya.


"Ooh,itu biar saya yang menjaminnya.Dia gak akan pernah selingkuh."kata Nyonya Sherly yakin.


"Dan yang kedua apa?."tanya Nyonya Sherly lagi.


"Yang kedua,saya ingin anak Ibu berjanji untuk tidak akan menceraikan saya walau apapun yang terjadi,kecuali saya yang menghendakinya."Jawab Kaniya dengan sungguh-sungguh.


"Saya rasa itu tidaklah sulit."jawab Nyonya Sherly.


"Dan yang ketiga,kami harus menandatangani surat perjanjian pra nikah itu diatas materai.Jika anak anda mengingkarinya,maka dia akan menyerahkan segala asetnya kepada saya selaku istri sahnya."kata Kaniya lagi,membuat Nyonya Sherly semakin terbelalak😲😲.


"Apa kamu mau memeras kami??!".tanya Nyonya Sherly saking marahnya.


"Saya hanya ingin berjaga-jaga Bu,saya 'kan sudah pernah bilang sama Ibu,bahwa saya hanya akan menikah sekali seumur hidup saya.Saya tidak ingin mengalami hal buruk dalam pernikahan saya nanti."jawab Kaniya enteng.Padahal didalam hatinya ia sangat deg degan mengucapkan hal itu.Entah ia dapat keberanian dari mana saat mengucapkannya tadi.


"Baiklah,ini antara kita berdua saja.Suami saya tidak perlu tahu.Soal Radit,saya yang akan memberitahunya dan menyuruhnya menandatangani surat perjanjian itu."jawab Nyonya Sherly dengan sedikit ketus.


Kaniya pun merasa aneh dengan dirinya,kenapa dia berani berkata demikian.Entah kekuatan apa yang telah merasukinya,sehingga membuatnya menjadi berani selancang itu.Gadis itu sampai menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena tidak percaya dengan kata-kata yang meluncur keluar dari mulutnya begitu saja.


"Sekarang kamu ikut saya!"perintah Nyonya Sherly.


Kaniya pun mengikuti langkah Nyonya Sherly menuju ruang rawat putranya.


"Mama,Mama dari mana aja?."tanya Radit.


"Mama cuma keluar sebentar kamu udah cariin Mama."jawab Nyonya Sherly pada putranya itu.


Lalu Radit melihat gadis yang berdiri dibelakang Mamanya,gadis cantik berambut panjang,bertubuh ramping dan berpakaian seperti SPG.


"Dia siapa Ma?karyawan Mama ya?."tanya Radit heran kenapa karyawan toko Mamanya ada diruangan rawatnya itu.


"Kenalin,dia calon istri kamu."jawab Nyonya Sherly sambil menarik tangan Kaniya sehingga Kaniya kini berada disamping ranjang Radit.

__ADS_1


Kaniya hanya menunduk malu,dia malas menatap wajah pria yang telah ditolongnya itu.Apalagi sekarang pria itu digadang-gadang akan jadi suaminya.


"Apa maksud Mama ,calon istri Radit?"Radit bingung,dia kaget.


"Iya,calon istri kamu.Mama dan Papa sudah memutuskan kamu akan menikah dengannya."jawab Mamanya itu.


"Ma,aku bahkan gak kenal dia siapa!."Radit mau berontak.


"Nanti juga kalian akan saling mengenal,dia ini Kaniya,gadis yang sudah menolongmu saat kamu kecelakaan kemarin.Ingat nak,kita sudah ga punya waktu lagi.Oma mu ingin kamu segera menikah.Memangnya kamu punya pacar yang bisa kamu nikahi,nggak kan?!."jelas Nyonya Sherly.


Mamanya benar sekali,kemarin dia baru melamar kekasihnya Silvana tapi ditolak,alasan kekasihnya itu ia masih mau kuliah dan belum siap untuk menikah.Makanya sepulang dari mengantar kekasihnya itu pulang ia mengebut dijalanan karena fikirannya yang kalut dan terjadilah kecelakaan itu.


"Tapi apa gadis ini mau menikahi pria cacat seperti aku ini?."tanya Radit menatap nanar mata Kaniya.


Kaniya berusaha tenang,diangkatnya wajahnya perlahan,dibalasnya tatapan dari mata pria itu.


"Hey,kau jawablah!."pinta Radit dengan tatapan semakin tajam kepada Kaniya,membuat Kaniya tersentak.


"Aku bersedia menjadi istrimu."jawab Kaniya dengan lantang.


"Hekh,iming-iming apa yang Mamaku berikan kepadamu?,rumah,mobil,atau uang?."tanya Radit sinis penuh selidik.


"Tentu saja banyak yang akan aku dapatkan,kalau tidak mana mau aku menikah denganmu."Kaniya mencoba bersikap tegas,walaupun sebenarnya dia juga deg- degan saat mengatakan hal itu.


Lagi-lagi dia merasa seperti ada kekuatan lain didalam dirinya yang mengendalikan lidahnya.


"Sudah sudah,itu gak penting,yang penting sekarang kalau Omamu masih menyuruh kamu segera menikah,maka kamu tidak akan susah-susah mencari calon istri,karena Mama dan Papa sudah memilihkannya untukmu."jelas Nyonya Sherly kepada putranya itu.


Sejenak mata Kaniya dan Radit saling pandang.Kaniya memperhatikan wajah pria dihadapannya itu sampai kekakinya yang digantung sebelah.


"*S*ungguh menyedihkan sekali pria ini,dan aku akan menikahi pria cacat ini,Ya Allah bisakah aku bertahan dengannya?Pria ini sepertinya tidak menyukaiku.Dan apakah aku bisa menerimanya sepenuh hatiku??hanya waktu yang bisa menjawabnya."ujar Kaniya dalam hatinya.


😍😍Bersambung ya beb.......😘

__ADS_1


__ADS_2