Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Biarkan Aku Sendiri


__ADS_3

Radit terus memeluk istrinya,ia tau kalau Kaniya dilepaskan pasti ia akan pergi dan menghindarinya lagi.


"Kamu kemana aja semalam? , tidur dimana kamu?.Kamu tau gak honey, aku cari kamu kemana-mana, sampai gak tidur semalaman.Apa kamu gak mikirin aku dulu saat kamu mau meninggalkan rumah,kalau ada masalah itu dibicarakan bukan malah menghindar!?. " Radit sudah kehilangan sedikit kesabarannya, ingin rasanya ia marah-marah pada istrinya itu, tapi hatinya tidak tega,ketika melihat wajah Kaniya yang sudah menahan mendung hitam dimatanya, sebentar lagi mendung itu pasti akan berubah menjadi hujan lokal.


Benar apa perkiraan Radit, Kaniya yang garang kalau sedang berhadapan dengan musuh, tapi kalau dihadapan suaminya dia hanyalah wanita biasa yang lemah, manja, dan tak berdaya.


Kaniya mulai terisak, air mata itu mulai runtuh bak hujan deras setelah angin kencang dan badai petir.


"Hikss... "tangisnya terdengar parau.


" Honey, kenapa kamu malah menangis?,aku gak akan marah asal kamu jujur sama aku.Aku ngerti aku juga salah kemaren karena sedikit nyuekin kamu,jujur aku sempat marah juga sama kamu ketika tau kalau ada cowok lain yang menginginkan kamu, aku marah karena kamu gak pernah cerita apapun ke aku,bahkan sekarang cowok yang naksir sama kamu itu sudah merusak hidup adek aku.Kamu bisa bayangin kan betapa hancurnya hati Mama, Papa, dan aku juga rasanya gak sanggup lihat keadaan Rani sekarang, dia jadi banyak melamun,kadang nangis gak berhenti-berhenti. Rasanya hati ini hancur honey, harusnya kamu bisa ngertiin aku!. "ujar Radit dengan nada yang mulai meninggi membuat Kaniya tidak sanggup mendengarnya.


Ucapan Radit yang mengutamakan perasaan keluarganya dibandingkan perasaannya membuatnya berani membuka suara.


" Kamu hanya mikirin perasaan Mama, Papa, dan Rani, lalu bagaimana dengan aku?.Aku juga punya hati Mas!, coba kamu jadi aku! , sudah susah paya kamu bantuin orang, tiba-tiba kamu di dianggap jadi penyebab peristiwa yang kamu sendiri tidak tau apapun sebelumnya, lalu setelah itu aku seolah dihakimi didepan orang banyak dirumah sakit, dan parahnya suamiku sendiri tidak ada sedikitpun membelaku atau setidaknya menenangkan hatiku.Aku benar-benar seperti tersangka ditengah keluargamu Mas,semua orang membenciku. Rasanya sudah tidak ada lagi yang peduli padaku saat ini.Untung ada Bella yang selalu baik sama aku. "jawab Kaniya.


Radit terdiam, dia sangat mengerti bagaimana perasaan istrinya itu saat ini.


" Maafkan aku honey, aku kemarin sedang gamang. Aku bingung harus bagaimana, disatu sisi ada Rani, adek aku yang menjadi korban pemer*osaan.Disatu sisi lagi ada Mama dan dia sisi lainnya ada kamu, istri aku.Aku mohon kamu jangan pernah meninggalkan aku lagi honey, aku gak akan sanggup kalau harus terpisah lagi sama kamu. "mohon Radit.

__ADS_1


" Mas Radit pasti akan baik-baik saja kok,izinkan aku untuk hidup mandiri Mas.Kalau Mas Radit masih mau mempertahankan rumah tangga kita, aku ingin kita hidup terpisah dari keluarganya Mas Radit.Dulu Mas Radit kan pernah bilang mau ngajak aku pindah rumah. "ujar Kaniya.


" Pisah rumah?, untuk saat ini kayaknya belum bisa sayang. Kamu tau sendiri kan?, sekarang Rani baru saja mengalami musibah, aku gak bisa meninggalkan mereka dalam kesedihan,nanti mereka akan tambah sedih kalau kita pindah dari rumah itu. "ujar Radit, permintaan Kaniya belum bisa ia turuti.


Kaniya melerai pelukan Radit dipinggangnya, lalu ia pun turun dari pangkuan suaminya. "


"Maaf Mas, aku ke kelas dulu.Mungkin Mas Radit masih butuh waktu untuk berfikir, kalau Mas sudah punya jawabannya.Mas bisa cari aku disini, dikampus." ujar Kaniya sebelum akhirnya ia pergi meninggalkan suaminya itu.


Radit sejenak terhenyak oleh perkataan Kaniya barusan,ia sampai tidak sadar kalau istrinya itu sudah keluar dari ruangan tersebut sejak tadi, Radit segera keluar untuk mencari Kaniya dikelasnya.


Dilihatnya Kaniya yang masih berjalan menuju ke kelasnya.Secepatnya Radit berjalan setengah berlari agar bisa menyusul Kaniya yang semakin menjauh dari tempatnya sekarang.


Untung saja saat ini kelas sedang berlangsung sehingga tidak ada mahasiswa dan Mahasiswi yang ada diluar kelas,di Fakultas ini.


Radit membawa Kaniya ke mobilnya yang ada diparkiran.


"Lepas Mas, lepasin!!!. " pintanya sambil meronta-ronta agar Radit melepaskan dirinya. Tapi sayangnya suaminya itu tidak perduli


"Mas!!, aku masih ada kelas Mas!.Biarkan aku sendiri dulu. Aku tidak mau kalau bertemu cuma untuk ribut-ribut kayak gini!. " pinta Kaniya lagi,kali ini dia memukul-mukul punggung Radit agar Radit segera menurunkan dirinya dari pundak suaminya itu.

__ADS_1


Radit pun akhirnya menyerah dan menurunkan Kaniya yang dandanannya sudah tidak berbentuk lagi.


Radit Hanya terdiam menatap Kaniya yang sangat keras kepala, biasanya istrinya itu sangat penurut.Tapi kali ini berbeda, Kaniya seolah sudah siap hidup tanpa dirinya.


Radit merasakan tatapan Kaniya yang sekarang lebih tajam, dan disana semakin tidak memiliki rasa takut yang dulu pernah ia lihat dimata Kaniya.


Radit menghela nafasnya kasar "Hufftt."


"Entah kenapa aku merasa kalau Kaniya sudah berubah sekarang.Dia bukan hadis desa yang lemah seperti dulu lagi." gumam Radit.


******


Radit memutuskan untuk tetap menunggu di kampus,ia berjalan ke ruang para staf untuk menyapa mereka semua.


"Selamat siang Pak Raditya. " sapa para Staf.


"Selamat siang. "balas Radit


kepada semuanya.

__ADS_1


__ADS_2