
Pagi-pagi sekali, Kaniya sudah bebenah diri, mandi dan memasak sarapan.Kebetulan perlengkapan seperti kompor tanam sudah tersedia dikost'an ini.Itulah mengapa dia tertarik untuk kost disini. Disamping tempatnya lumayan luas untuk tinggal sendirian dan ada fasilitas dari kost berupa tempat tidur, dapur dan kompor, juga sofa kecil.Ini lebih seperti plat mini.
Kaniya memesan ojek online yang akan mengantarkan dirinya menuju ke lokasi bangunan yang disewakan itu.Beberapa saat menunggu tukang ojek yang ia pesan sudah tiba didepan rumah kost itu.
Kaniya yang belum sempat berkenalan dengan penghuni kost lainnya hanya keluar dan mengunci pintu kamar kost nya dan memberikan senyuman pada setiap warga kost yang ia temui. Untuk saat ini dia belum sempat berkenalan dengan mereka karena tukang ojek yang ia pesan sudah menunggu dirinya di bawah.
"Mbak Kaniya?. " tanya tukang ojek ingin memastikan.
"Iya Pak,saya yang memesan ojek. " jawab Kaniya.
Tukang ojek itu langsung memberikan sebuah helm kepadanya untuk dia pakai. Tak lupa Kaniya memakai kacamata hitam agar tak ada yang mengenali dirinya dijalan.Takut nya ada Radit atau keluarganya yang tak sengaja berpapasan dengan nya.
Untuk saat ini Kaniya belum ingin ditemukan oleh siapapun, terutama suaminya dan keluarga suaminya itu.
Berbekal maps yang ada di iklan itu, dia dan tukang ojek yang ia sewa sudah tiba dilokasi. Dari luar nampak bangunan besar itu terbengkalai, tapi masih terawat karena cat nya saja yang sedikit kusam. Tapi untuk fisik bangunannya sendiri semuanya baik dan masih nampak kokoh.
Kaniya memotret beberapa bagian bangunan itu, bangunan satu lantai dengan luas sekitar 120 meter persegi.Harga pembukaan yang ditawarkan juga tidak terlalu tinggi,mungkin masih bisa ditawar lagi agar lebih murah.Disamping bangunan ini berdiri beberapa ruko dan gedung perkantoran.Rasanya sangat cocok kalau mendirikan tempat makan disini, ditambah Kaniya lihat disekitarnya tidak ada yang menjual makanan berat seperti nasi dan lauknya. Hanya adalah penjual minuman ringan, dan pedagang asongan. Juga penjual keliling yang menggunakan gerobak seperti sate dan bakso.
"Oke selesai, kalau begitu antarkan saya ke alamat pemilik bangunan ini Pak. Ini alamatnya. " Tunjuk Kaniya kepada tukang ojol itu.
Dia langsung ingin bertemu pemilik bangunan itu, mau bernegosiasi secara langsung agar lebih enak dibandingkan ditelepon.
*****
Sementara itu, Radit sedang sibuk meninjau perkebunannya hari ini,semua karyawan pemotongan karet dikumpulkan. Radit memutuskan untuk mengadakan patroli bergiliran di setiap divisi agar pencuri getah karet di perkebunannya bisa ditangkap.
Radit memimpin langsung rapat hari ini, sejenak dia memfokuskan diri dan fikirannya pada permasalahan perkebunan alih-alih memikirkan Kaniya.Untuk sesaat dia melupakan masalah yang tengah ia hadapi bersama sang istri.
__ADS_1
****
Dikampus
Bella yang sudah tahu kalo hari ini Kaniya tidak bisa masuk kuliah mengabsenkan sahabatnya itu, sesuai pesan Kaniya.
Saat kelas selesai, Bella diajak Dino untuk makan di warteg pinggir jalan yang terletak didepan kampus.
"Tumben gue gak lihat Non Kaniya hari ini, memangnya kenapa dia?. " tanya Dino.
"Dia lagi ada urusan hari ini.Jangan bilang-bilang ke suaminya atau keluarga suaminya ya. " ujar Bella mengingatkan. Soalnya Bella tau kalo Dino ini anak asisten pribadi Papanya Radit.
"Memangnya ada apa, kok gak boleh tau keluarga suaminya.Apakah ada masalah serius?. " Dino memang belum tau kalau Kaniya kabur dari rumah mertuanya itu karena masalah yang menimpa adik iparnya.
"Apa kakak belum tau? bukannya Kakak yang bantu in Kaniya pas nyelamatin adik iparnya si siapa tuh namanya?. " Bella lupa.
"Rani." sahut Dino.
"Oo, jadi apa masalahnya.Kenapa sekarang pake rahasia-rahasiaan segala?. " tanya Dino yang belum tau bertanya.Karena saat itu dia lansung balik ke kampus karena masih ada urusan kuliah.
"Memang kakak belum tau apa?. " Bella malah balik bertanya, karena rasanya Dino gak mungkin belum tau.
Tiba-tiba ponselnya Dino berdering, Dino melihat siapa yang menelpon.Eh ternyata Tuan besar yang menelpon.
"Bentar ya Bella, ini bokap mertuanya Kaniya yang nelpon gue. Gue harus angkat dulu. "ujar Dino sambil menempelkan benda pipih itu di telinganya dan memberikan isyarat pada Bella agar tak bersuara.
[" Hallo Tuan, assalamu'alaikum. "]Ujar Dino menyapa si penelpon yang membuatnya gugup. Maklum, yang nelpon langsung Tuan besar.
__ADS_1
[" Hallo, wa'alaikumsalam Dino. Kamu lagi dikampus kan?. "]tanya Tuan Marco.
[" Iya Tuan, ada apa ya?. "]
["Bagaimana keadaan menantu saya, apa kamu menjaganya?. "]tanya mertuanya Kaniya itu.
Dino mendadak pucat, dia bahkan belum ketemu Kaniya lagi.Apalagi Kaniya hari ini gak masuk.
[" Maaf Tuan,Nona Kaniya gak masuk kuliah hari ini. Dia juga tidak menghubungi saya dari kemarin. "]jawab Dino jujur.
[" Jadi maksud kamu, kamu tidak mengawasi menantu saya?, bukankah kamu saya tugaskan untuk selalu mengawasinya!!. "]terdengar kemarahan dari Tuan besarnya itu.
["Maaf Tuan besar,Non Kaniya belum bertemu saya lagi setelah dari rumah sakit waktu itu. Saya sedang sibuk menyiapkan bahan buat skripsi saya Tuan. Jadi kadang saya tidak bisa selalu mengawasi nya. Maafkan saya Tuan. "]Dino hanya bisa meminta maaf karena sudah lalai.
[" Ya sudah, sekarang juga saya minta kamu untuk mencari tahu dimana menantu saya itu tinggal. Karena dia sudah dua hari ini kabur dari rumah, kalau kamu berhasil menemukan dia, segera hubungi saya atau anak saya Radit. Kami sedang mencarinya. Ingat, jangan sampai berita kaburnya Kaniya dari rumah kami terdengar dikampus.Kamu harus bisa meredam nya kalau sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti itu!. "]titah Tuan Marco.
Dino jadi bergidik ngeri, aura mendominasi Tuan Marco, terasa bahkan dari suaranya saja sudah mampu membuat bulu kuduk berdiri.
Karena Dino mengabarkan kalau Kaniya tidak ada dikampus, hari ini mertuanya Kaniya itu tidak jadi pergi ke kampus menantu nya itu dan memutuskan untuk kembali ke kantor nya.
*****
Akhirnya Radit sudah bisa sedikit lega karena penyelidikan oleh pihak kepolisian sudah dilakukan di perkebunannya dan tinggal menunggu hasilnya saja.
Radit buru-buru menelpon sang Papa setelah urusannya di perkebunan selesai.Jarak perkebunan yang cukup jauh dari kantor pusat membuat Radit hanya menelpon saja.
Namun hati Radit kembali mencelos saat sang Papa memberikan kabar kalau hari ini Kaniya tidak ada dikampus,dan belum ada titik terang tentang keberadaan istrinya itu.
__ADS_1
" Dimana kamu honey?, apa kamu gak kangen sama aku??,kenapa kamu tega sekali meninggalkan aku dalam keterpurukan seperti ini??!. "Radit kembali resah.
Dia memutuskan untuk mencari Kaniya sendiri menyusuri seluruh kota empek-empek ini.