
Hingga matahari lengser kembali keperaduannya,belum ada kabar apapun mengenai keberadaan Kaniya.Seperti lenyap ditelan bumi,petunjuk yang ada pun tak bisa memberikan titik terang.
Hilangnya Kaniya membuat Radit menjadi galau dan kacau.Bagaimana tidak,mereka baru saja bisa kembali bersama namun lagi-lagi hal buruk kembali mengguncang biduk rumah tangga mereka.
Kini Radit sedang berada dikantor papanya dikota.Radit tidak jadi pulang kerumah mamanya karena mengkhawatirkan reaksi mamanya kalau tahu Kaniya diculik.
Tuan Marco dan Radit sedang berdiskusi mengenai bagaimana cara menemukan Kaniya secepat mungkin.Apalagi petunjuk yang mereka miliki hanya sebatas Plat dan warna mobil,bahkan nomor plat mobil itu pun tidak ada yang ingat.
Radit benar-benar frustasi memikirkannya,pihak kepolisian yang sudah dihubungi pun belum memberi kabar.Disaat seperti ini,Radit teringat akan kebersamaan mereka tadi pagi saat Kaniya memberikannya wadah bekal dan juga menyalami tangannya saat dia pamit pergi keperkebunan.
Disitulah saat terakhir Radit mengecup kening istrinya dalam-dalam.Entah sekarang ada dimana Istrinya itu,hatinya merasa sangat pilu bila ingat Kaniya sekarang tidak ada bersamanya.
😎😎Di Resort milik Stefan,di Jakarta😎😎
Seorang pelayan wanita sedang menyiapkan makanan disebuah kamar paling mewah diresort ini.
"Everything is done,sir."kata pelayan itu,ketika seorang pria blasteran China-Inggris memasuki kamar itu.
"You can go!."jawab pria itu sambil mengibaskan tangannya kirinya.
Pria itu sedang memperhatikan wanita yang sedang berbaring diatas tempat tidur itu,wanita yang sudah dia cari-cari selama ini.Senyuman puas terpancar di sudut bibirnya,puas karena sekarang wanita ini sudah ada dalam genggamannya.
Ya,pria itu tak lain adalah Stefan.Stefan berjalan perlahan mendekat kearah tempat tidur itu,ditatapnya wajah Kaniya yang sedang pulas karena obat bius yang terlalu tinggi sehingga dia belum sadarkan diri juga.
Perlahan pula dielusnya rambut dan pipi Kaniya dengan lembut dan penuh perasaan.
"Ternyata kamu makin cantik kalau sedang pulas seperti ini."bisiknya ditelinga Kaniya(pake bahasa Indonesia aja ya guys,biar ga belibet🤣🤣Soalnya bahasa Inggris thor ga jago-jago amat😁)
Baru saja Stefan ingin mencium bibir merah didepannya,tapi yang punya bibir terbangun dan...............
Betapa kagetnya Kaniya saat melihat wajah Stefan yang begitu dekat dengan wajahnya.Apalagi pria itu terus tersenyum kepadanya dan menatapnya dengan penuh *****.
Kaniya tersentak,dia pun berusaha untuk menghindari pria itu.Dengan tenang Stefan berjalan kearah meja yang sudah penuh dengan berbagai makanan,lalu dia duduk disofa dekat meja itu.
"Kemarilah,jangan takut.Aku tidak akan menyakitimu."ujar Stefan sambil menepuk sofa disampingnya.
__ADS_1
"Dimana ini,kau bawa aku kemana?."tanya Kaniya panik.😟
"Tenang Baby,kau berada di tempat yang seharusnya.Kau aman bersamaku."ujar Stefan lagi.
"Aku ga mau,aku mau pulang.Aku ingin bertemu suamiku mas Radit,cepat lepaskan aku!!"Kaniya dengan penuh emosi melempar bantal kewajah Stefan.
"Ough Baby,semakin kamu marah kamu semakin menggoda.😘."Stefan malah berdiri dan menarik tangan Kaniya kearah sofa.
"Ayo kita makan dulu,bukankah kamu bahkan belum makan siang.Sedangkan sekarang sudah sore,pasti kamu lapar kan?."Stefan bersikap tenang didepan mangsanya.
"Aku tidak sudi Stefan,tolong biarkan aku pulang,aku tidak mau disini,aku hanya ingin bersama suamiku!."Kaniya masih memohon.
"Kalau kamu mau pulang,kamu kan butuh tenaga.Kamu harus makan dulu,baru nanti akan aku lepaskan."bujuk Stefan.
Kaniya tampak berfikir sambil memegangi perutnya yang memang mulai minta diisi.
"Come on."Stefan kembali duduk di sofa sambil menepuk sofa disampingnya.
Pelan-pelan Kaniya melunak dan mau duduk,tapi duduknya disofa yang lain.Stefan hanya bisa menghela nafas panjang melihatnya.
Tanpa sadar Stefan keceplosan.
"Apa??!,resort??,Ini sebuah resort?.Ini dimana?!."Kaniya kembali terlihat panik dan khawatir.
"Tenang,ini Resort milikku.Aku baru saja membelinya demi mencari dirimu."jelas Stefan.
"Apa!!?."Kaniya masih tak percaya apa yang sedang ia dengar dihadapannya ini.
Sungguh benar-benar hal gila bila ada seorang pria sampai rela berbuat nekad menculik wanita yang sudah bersuami.
"Tunggu,apa kamu membawaku ke Inggris?."Kaniya berlari kearah jendela dan membuka tirai,ia ingin memeriksa apa sekarang dia sedang berada di Inggris atau tidak.
Tapi suasana diluar sana seperti di Indonesia,beberapa orang yang lewat sepertinya bukan orang asing,mereka terlihat seperti wisatawan domestik.
"Baby...baby,kita masih di Indonesia kok.Tadinya aku berfikir aku akan langsung membawamu ke London,tapi aku masih penasaran dengan suamimu itu."ujar Stefan sambil memakan beberapa salad dengan santai.
"Mas Radit,aku harus menghubungi mas Radit."Tiba-tiba Kaniya meraih gagang telepon ingin menelepon Radit,tapi dengan cepat Stefan memutus kabel telepon itu.
__ADS_1
"Percuma baby,aku ga akan biarkan kalian bertemu dengan mudahnya.Kamu tenang saja,aku sedang mempersiapkan penyambutan yang sangat spektakuler khusus untuk suami tercintamu itu."Stefan kembali memakan makanan dipiringnya.
"Apa yang kamu rencanakan?,jangan macam-macam ya Stefan.Aku ga akan membiarkan kamu menghancurkan rumah tanggaku!."Ancam Kaniya.
"Wow👏👏👏,aku suka sekali wanita pemberani.Makin penasaran saja aku ingin memilikimu sayang😘."Stefan melayangkan kiss nya dari jauh.
Kaniya merasa sangat jijik dengan ulah Stefan ini,dia sampai bergidik ngeri melihat tatapan membunuh dari pria itu.
"Bagaimana ini,aku harus tau sekarang aku ada dimana.Apa aku masih di Indonesia?atau aku sekarang sudah diluar negeri,atau ...aku dimana ini????.".Bathin Kaniya jadi menerka-nerka.
Dia bahkan tidak ingat sudah berapa lama dia pingsan,perutnya kembali berbunyi.
Stefan tersenyum simpul dan kembali mendekatinya dengan membawa sepiring apel yang sudah dikupas.
"Makanlah!."katanya seraya menyodorkan piring itu kepangkuan Kaniya.
Kaniya hanya menatapnya dengan sinis,tapi masih menerima piring itu.Tak bisa dipungkiri kalau saat ini perutnya memang keroncongan dan minta diisi,karena seharian ini dia hanya sarapan dan belum makan siang.
"Aku tinggal dulu,nanti aku kembali.Makan juga nasi yang ada dimeja itu.Itu semua buat kamu."kata Stefan lagi,lalu dia pun keluar dari kamar itu dan mengunci pintunya dari luar.
Kaniya tertegun melihat apel yang ada dipiring itu,yang ada diotaknya dia harus makan dulu biar punya tenaga untuk kabur.
Kaniya pun makan dengan perasaan yang campur aduk,suaminya pasti sekarang sedang bingung mencarinya.
"Aku harus mencari cara untuk keluar dari tempat ini,mas Radit,tolong aku mas😭😭😭."Kaniya tak mampu membendung air matanya.
Tiba-tiba perutnya terasa mual dan semua isi yang baru saja ia makan berasa minta dikeluarkan.
Kaniya berlari kekamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya di clossed.
😍😍😍😍😍😍😍
***Kira-kira apakah yang terjadi dengan Kaniya???
Apakah Radit bisa menemukan sang istri??
Stay tune terus ya episode selanjutnya lebih seru😘***
__ADS_1