Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Menghindar


__ADS_3

Mendapati istrinya tidak meninggalkan jejak sedikitpun, membuat Radit semakin frustasi.


"Honey, kamu tega ninggalin aku lagi.Katakan, apa salahku??!!. " gumam Radit gusar.


Radit melihat koper Kaniya yang ternyata masih ada dikamarnya,lemari istrinya itu juga masih berisi pakaian dan hanya berkurang sedikit.'Sepertinya Kaniya tidak pergi jauh, dia bahkan tidak membawa apapun.'pikir Radit.


Tanpa pikir panjang, Radit segera turun kebawah dan menghampiri Bik Sumi yang sedang mempersiapkan rantang yang akan dibawa ke rumah sakit.


"Sudah selesai Bik??. " tanyanya.


"Sudah Den, ini sudah siap semuanya.Salam untuk Non Rani ya Den,bilangin semoga lekas sembuh dari Bibik. " ujar Bik Sumi.


"Iya Bik,nanti Radit sampaikan. " jawab Radit.


Lalu dengan cepat diraihnya Tas berisi pakaian Mama nya dan juga rantang yang sudah disiapkan oleh Bik Sumi.


Radit ingin segera mengantarkannya agar dia bisa segera mencari sang istri, walaupun dia belum tau harus mencarinya kemana.


Radit sampai dirumah sakit dan ia langsung menuju kamar rawat adiknya.Didalam kamar Mama dan Papa nya masih ada disana.


"Assalamu'alaikum." ucap Radit setelah masuk kedalam kamar perawatan Rani.


"Wa'alaikum salam, kok kamu sendirian istrimu mana? . Dari tadi Papa gak lihat Kaniya, cuma pas kami datang tadi dia ada didepan. Apakah dia sudah pulang bareng kamu ?. " tanya Papa Marco.


"Kaniya ta-di pulang kok Pa, Radit suruh dia istirahat dirumah. Tadi kan dia sudah bertarung melawan Marcel si laki-laki bejat itu, dia pasti lelah. " ujar Radit beralasan, padahal dia juga gak tau dimana istrinya sekarang.Hanya saja Radit juga gak mau membuat Papa dan Mama nya khawatir.


"Apa kamu bilang tadi?!,Kaniya bertarung melawan Marcel, apa benar itu sayang??. " Mama Sherly mencari pembenaran pada Rani putrinya dan Rani pun menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Bagaimana ini, Mama sudah salah sama menantu Mama." ujar Mama Sherly menyesali perbuatan dan perkataannya tadi kepada Kaniya.


"Maksud Mama apa?. " Papa Marco jadi gak mengerti apa yang dibicarakan oleh istrinya.


"Tadi Mama gak sengaja sudah ngomong kasar dan bentak-bentak menantu kita Pa, habisnya dia bilang kalau dia mengenal si Laki-laki ba*ingan itu, dan yang seharusnya bertemu dengan laki-laki itu adalah dirinya, tapi Rani kita yang sudah masuk kedalam jebakan laki-laki itu. "jelas Mama Sherly.


" Tapi tak seharusnya Mama menyalahkan Kaniya Ma,dia tidak tau apa-apa mengenai ini. Bahkan dia rela mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan Rani.Kalau saja gak ada Kaniya,entah kapan kita baru bisa menemukan Rani putri kita. "Papa Marco merasa gak enak hati sama Kaniya.


" Istri kamu gak marah kan Dit sama Mama?. "tanya Mama Sherly ke Radit.


Radit gak tau harus menjawab apa, dia hanya tertunduk lesu.


" Apa telah terjadi sesuatu Kak?. "tanya Rani, ia bisa tau dari raut wajah kakaknya itu, pasti telah terjadi sesuatu.


" Kaniya, dia..., sudah pergi entah kemana. Radit juga gak tau dimana dia sekarang berada. "Radit pun tak menyadari ketika tetesan bening itu lolos dari matanya. Iya, Radit menangis mengenang sang istri yang tak bisa dihubungi sedari tadi.


" Maksud kamu,dia sekarang tidak ada dirumah kita, begitu?."tanya Mama Sherly yang terlihat kaget.


"Mungkin dia hanya keluar sebentar, kita tidak usah berfikiran terlalu jauh dulu. " pinta Papa Marco.


"Tapi hati Radit mengatakan kalau istri Radit sekarang sedang tidak baik-baik saja, mungkin dia lagi pergi untuk menenangkan diri.Tadi Mama terlalu mempermalukan dirinya didepan semua orang di koridor rumah sakit ini. "ujar Radit.


" Mama memang salah Dit, wajar saja kalau Kaniya sakit hati sama Mama. "ujar Mama Sherly.


" Gak Ma, ini semua salah Radit, Radit yang tidak mau membelanya tadi. Seharusnya sebagai suami Radit berdiri sebagai tamengnya, dan melindungi dia dari apapun itu.Tapi Radit malah jadi pengecut yang tidak memperdulikan istrinya sendirian menghadapi cercaan yang bertubi-tubi. "ujar Radit menyesal.


" Maafin Mama ya Dit, semua salah Mama. Tadi Mama sangat Shock dan tidak mendengarkan ceritanya secara keseluruhan. Mama terbawa emosi Dit,apalagi setelah tau kalau Rani di... "Mama Sherly tak sanggup untuk mengatakan yang selanjutnya.

__ADS_1


Pukulan ini terlalu berat untuk diterima oleh seorang ibu seperti dirinya, membesarkan anak wanitanya dengan baik dan menjaganya hingga sebesar ini,tapi malah di hancurkan oleh laki-laki B*eng*ek yang tak berguna seperti Marcel.


"Sudahlah Ma,Radit mau permisi dulu ya Ma, Pa,Aku mau cari Kaniya dulu, siapa tau dia masih disekitar kota ini."


"Kamu gak coba tanyakan pada mertuamu dulu, kali aja dia pulang ke desanya." ujar Papa Marco.


"Tadi sudah Pa, Radit sudah telepon Bapak Edi, tapi Kaniya gak ada disana Pa. " jawab Radit.


"Kenapa kamu gak hubungi ponselnya?." Ujar Mama Sherly, ia bahkan langsung ingin menghubungi nomor ponsel Kaniya.Tapi tetap nihil dan tak ada hasilnya.


"Mama lihat sendiri kan? , dia juga menonaktifkan ponselnya. " jawab Radit.


"Kenapa istri kamu itu sangat suka kabur dari keadaan sih Dit?!."ujar Papa Marco bingung.


" Papa benar juga, Mama heran banget. Padahal dia itu anaknya cantik dan baik.Kenapa juga dia sangat mudah sekali tersinggung, padahal omongan Mama tadi gak terlalu menyakitkan sih kalau menurut Mama. "mendadak Mama Sherly membela dirinya sendiri.


" Sudahlah Ma, Radit pergi dulu. Do'ain Radit agar segera bisa menemukan Kaniya. "pamit Radit kepada Papa dan Mamanya.


Setelah Radit pergi, Mama Sherly kena ceramah oleh Papa Marco.


" Seberat-beratnya masalah, kita harus


bisa menjaga lisan dan perbuatan kita dong Ma.Jangan asal jeplak aja!!!. "ketus Papa Marco.


Sontak saja mata Mama Sherly jadi melotot dan berubah jadi ciut seketika setelah beradu dengan mata Papa Marco yang berwarna cokelat terang khas pria bule.


Mama Sherly juga meminta maaf kepada Papa Marco atas perbuatannya.

__ADS_1


" Minta maaf lah pada istrinya Radit Ma, bukan sama Papa. "sahut suaminya itu.


Mama Sherly langsung tertunduk malu dan merasa bersalah. " Iya Pa, nanti Mama juga pasti akan meminta maaf kepada Kaniya kalau nanti dia sudah kembali. Tapi izinkan saat ini kita untuk fokus dulu mengungurus Putri kita ini "Ucap Mama Sherly sambil mengelus rambut Rani putrinya itu dengan lembut dan kasih sayang.


__ADS_2