Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kemarahan Mama Mertua


__ADS_3

Tak lama berselang,Mama Sherly dan Papa Marco juga tiba di rumah sakit.Tadi Radit hanya mengabarkan kalau Rani sudah ditemukan dan sekarang sedang dirawat dirumah sakit untuk pemulihan.


Radit belum memberitahukan semuanya kepada Mama dan Papa nya.Jujur ia tidak sanggup menceritakan semuanya secara keseluruhan, karena ini menyangkut istrinya juga.Radit bingung harus bagaimana mengatakannya, bahwa sekarang Rani sudah tidak suci lagi, dia diper*osa secara brutal dan juga mengalami trauma secara mental.


Melihat Mama mertuanya datang, Kaniya langsung berdiri menyambutnya.


"Mama,Papa." sapanya sambil mencium tangan keduanya.


"Dimana Rani sayang?. " tanya Mama Sherly.


"Diruangan itu Ma,dia tadi baru saja dipindahkan kesana.Dokter sedang memeriksanya sekarang. " tunjuk Kaniya pada ruangan yang ada Radit bersandar di pintunya.


"Radit,bagaimana dengan adikmu?. " Mama Sherly terlihat sangat cemas,itu terlihat jelas diwajahnya.Kecemasan yang sama seperti dulu waktu Radit kecelakaan, Kaniya bisa mengerti akan hal itu.


Jika Radit adalah anak laki-laki mereka satu-satunya, begitu juga dengan Rani yang merupakan anak perempuan satu-satunya di keluarga itu. Sudah pasti Mama Sherly sangat mengkhawatirkan anak-anaknya.


Beberapa menit kemudian Dokter keluar dari ruangan itu.


"Disini siapa yang bertanggung jawab atas pasien Rani?. " tanya Dokter.


"Kami semua adalah keluarganya Dok.Saya Mama nya, dan ini Papa nya,kalau yang ini Kakaknya Dok. " Mama Sherly memperkenalkan semuanya kecuali Kaniya yang duduk di kursi tunggu bersama Dino.


Bukannya Kaniya tidak mau mendekat, tapi tatapan membunuh dari Radit lah yang membuatnya takut untuk mendekati kamar rawat Rani itu.


"Begini Bapak dan Ibu,saya ingin bicarakan semuanya diruangan saya saja. Kalau disini rasanya tidak etis.Ayo Bapak dan Ibu ikuti saya!. " pinta Pak Dokter.


"Baiklah Dok. " Jawab Papa Marco.


Papa Marco mengajak Mama Sherly untuk mengikuti Dokter ke ruangannya.


"Kamu tunggu disini saja Dit, jaga adek kamu!. " pinta Papa Marco.

__ADS_1


"Ada apa ini Pa?, Mama jadi cemas. " ujar Mama Sherly kepada Papa Marco.


"Kita akan tau sebentar lagi Ma, Mama yang tenang ya. Semoga aja Rani gak kenapa-napa."Papa Marco mencoba menenangkan Mama Sherly yang mendadak seperti orang lemah tak berdaya.


Ibu mana yang gak akan shok kalau tau kondisi Putrinya tidak baik-baik saja, hatinya bahkan sudah berkata-kata kalau keadaan Rani tidak sesederhana itu.Firasat seorang Ibu memang selalu benar.


Saat dokter mulai menyampaikan kepada mereka bahwa putri mereka sudah ternoda dan mengalami kekerasan seksual yang menyebabkannya menjadi trauma secara fsikis dan mental,tubuh Mama Sherly langsung limbung dan tak sadarkan diri,untung saja Papa Marco segera menangkap kepala Mama Sherly dan menyandarkannya di bahunya.


" Baringkan saja istri anda di brangkar ini Pak."suruh Pak Dokter.


Tanpa berfikir lagi Papa Marco mengangkat tubuh istrinya keatas brangkar.


"Apa yang terjadi dengan istri saya dokter?. " tanyanya.


"Saya rasa istri anda hanya shock saja,kita beri minyak kayu putih saja didepan hidungnya agar dia segera sadar. " ujar Pak Dokter sambil memberikan sebotol minyak kayu putih kepada Papa Marco.


Benar kata Pak Dokter, setelah beberapa menit Mama Sherly menghirup bau minyak kayu putih itu, ia pun sadar dari pingsannya.


Papa Marco segera mendekat dan memegang tangan Mama Sherly,lalu menggenggamnya.


"Ini Papa Ma. " ujarnya menatap sayu sang istri.


"Pa, Rani Pa.Apa salah kita Pa sehingga putri kita mengalami nasib yang seburuk ini?."


"Mungkin ini sudah takdir Ma, kita harus ikhlas menerima nya. " ujar Papa Marco, berharap kata-katanya bisa menenangkan sang istri.


"Mama tidak terima Pa!!, pokoknya kita harus seret ba*ingan itu ke penjara, bila perlu kita habisi dia!!. " ujar Mama Sherly.


"Tenang Ma, tenang. Papa juga sangat sedih Ma atas apa yang menimpa Rani. Tapi kita harus bisa berfikir logis agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan lainnya.Kita juga harus memikirkan bagaimana pendapat Rani akan hal ini, apa sebaiknya kita minta saja pertanggungjawaban dari Pemuda itu. " ujar Papa Marco.


"Mama tidak sudi Pa, pokoknya kita harus menemui ba*ingan itu, dan Mama kepingin sekali menampar wajahnya dengan sendal Mama!!!. " ujar Mama Sherly.

__ADS_1


"Iya.. iya, nanti kita akan menemuinya, lagipula sekarang dia sudah ditangkap dan ditahan dikantor Polisi."


"Tapi Mama belum puas kalau belum menghukumnya dengan tangan Mama sendiri!!. " Mama Sherly meluapkan emosi yang menggebu-gebu sampai Pak Dokter yang sedari tadi hanya menonton adegan emosional itu bergidik ngeri dibuatnya.


"Iya Ma,Mama boleh menghukum Ba*ingan itu semau Mama. Sekarang Mama tenang dulu ya " Pinta Papa Marco sambil mengelus-elus puncak kepala istrinya itu dengan lembut.


Untunglah akhirnya Mama Sherly bisa ditenangkan dan mereka pun kembali menuju ruang rawat inap Rani, Radit sudah bisa menjenguk adiknya didalam.Namun Kaniya tidak diizinkannya masuk, karena Rani yang meminta begitu. Rani tidak ingin dikunjungi oleh kakak iparnya itu. Dia masih belum bisa menerima kalau ia harus kehilangan masa depannya gara-gara tanpa sadar menggantikan Kaniya masuk kedalam jebakan Marcel.


"Rani.. "


"Kenapa Kak?. " tanya Rani.


"Boleh Kakak minta sesuatu sama kamu?. " tanya Radit.


"Apa?. " tanya Rani lagi.


"Nanti kalau kamu ditanya Mama, bagaimana kamu bisa sampai di culik sama Si Marcel itu. Kamu jawab aja kalau kamu tidak tau apa-apa ya?!. " Mohon Radit, walau bagaimana pun ia punya kewajiban untuk tetap melindungi istrinya.


"Kenapa Kakak masih harus peduli sama wanita itu, Kakak lupa??! semua kejadian yang menimpa Rani ini adalah karena istri Kakak itu!!, seharusnya dia yang mengalami semua ini, bukan Rani Kak??!!. " Ujar Rani histeris.


"Maafkan Kakak Ran, Kakak mengerti kesedihanmu. Tapi kalau kamu ceritakan semuanya ke Mama, ini juga akan berdampak pada rumah tangga Kakak Ran, dan bisa-bisa rumah tangga Kakak terancam bahaya. "


Kaniya yang mendengar Rani berteriak langsung beranjak mendekati pintu ruangan Rani.Tapi langkahnya terhenti saat kata-kata istri Kakak terdengar di telinganya.


"Rupanya mereka sedang membahas soal aku. " gumam Kaniya yang tak sengaja mendengarnya.


Ia pun tak jadi masuk dan hanya menguping di balik pintu, Kaniya sangat terharu ketika mendengar Radit ternyata membelanya dan suaminya itu sampai memohon kepada adiknya sendiri demi Istrinya tidak terseret dan jelek dimata orang tua nya.


"Itu artinya Mas Radit masih sayang dan peduli sama aku. Mas Radit, rasanya aku ingin memeluk mu saat ini juga. " ujar Kaniya dalam hati.


Ingin rasanya ia segera membuka pintu itu dan menghambur kepelukan sang suami yang sedari tadi bersikap cuek dan berlagak tidak mempedulikannya.

__ADS_1


__ADS_2