
Ditengah ketidaknyamanannya, Rani hanya bisa berdo'a semoga apa yang ia lakukan ini tidak salah.
Kini Rani sedang di dampingi oleh kakak iparnya Kaniya.Sedangkan diluar tepatnya di Aula gedung itu sedang di adakan acara ijab qabul antara Tuan Marco dan juga Marcel yang didampingi seluruh keluarga besar.
Kali ini Oma tidak bisa hadir untuk mendampingi Rani, ia hanya bisa melihat dari layar ponselnya saja. Karena saat ini Radit sedang melakukan video call dengan Oma, walaupun waktu di London Inggris masih tengah malam, tapi Oma menyempatkan dirinya untuk melihat bagaimana cucu perempuannya itu menikah.
"Bagaimana saksi?" tanya Pak penghulu.
"Sah.... sah... sah..., " jawab semua yang hadir.
Marcel kini mengukir senyum di bibirnya,apa yang ia tunggu-tunggu akhirnya sudah berhasil ia dapatkan.Kesempatan yang sangat briliant ini tidak akan datang kalau dia tidak ditakdirkan untuk memilikinya.
"Silahkan untuk pengantin wanitanya menemui pengantin pria. " ujar Pak penghulu.
Kaniya mendampingi Rani sang adik ipar yang kini sudah resmi menjadi istrinya Marcel.Rani nampak menangis, entah apa arti tangisannya, sudah dapat dipastikan kalau Rani tidak bahagia dengan pernikahannya. Kaniya yang berjalan disampingnya hanya bisa menawarkan tissu untuk menghapus air mata adik iparnya itu.
__ADS_1
Tiba lah mereka di tempat akad nikah yang sudah dihiasi bunga-bunga cantik dan indah.Marcel menatap wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu secara intens, ia sangat tidak suka dengan air mata yang ada di pipi wanita itu.Ingin rasanya ia menarik istrinya itu ke kamar pengantin saat itu juga untuk menghilangkan rasa malunya kepada semua tamu yang hadir karena istrinya itu terkesan tidak bahagia dengan pernikahan ini.
Tidak seperti saat pernikahan Kaniya dan Radit,kali ini tamu yang diundang sangat lah banyak, sehingga seluruh gedung penuh dengan para tamu undangan.
Pak penghulu memberikan arahan kepada Marcel untuk membacakan do'a dengan meletakkan jempol kanannya ke kening Rani.Setelah itu Rani diminta untuk sungkem kepada Marcel, lalu selanjutnya giliran Marcel yang diminta mencium kening istrinya itu.
Marcel melakukan semuanya dengan senang hati, terlihat jelas diwajahnya yang selalu tersenyum.Namun tiba-tiba matanya bersirobok dengan mata Kaniya yang berada di belakang Rani.
Kaniya dapat merasakan kalau Marcel sebenarnya memiliki sesuatu yang ia rasa agak aneh.Sebagai seseorang yang bisa membaca fikiran dan sedikit menerawang masa depan,ia bisa melihat kalau sebenarnya Marcel ini sudah mulai jatuh cinta kepada Rani.Tatapan dan senyuman Marcel ke Rani itu tulus, tapi tidak kepada dirinya.
Namun Kaniya buru-buru menepis perasaan aneh itu, ia tidak mau berurusan lagi dengan yang namanya Marcel.Selama Marcel bisa memperlakukan adik iparnya itu dengan baik, maka Kaniya tidak akan turut campur dalam kehidupan rumah tangga keduanya.
Pasangan pengantin itu di minta untuk sungkeman pada kedua pasang orang tua mereka.Moment itu diabadikan dengan video dan juga foto oleh tim fotografer profesional yang terbaik di kota empek-empek itu.
Tanpa Kaniya sadari, dari tadi sang suami sedang memperhatikan gerak-geriknya.Radit pun mendekati dirinya.
__ADS_1
"Ada apa honey?, apa yang sedang kamu lihat?, " tanyanya.
"Itu Mas, sepertinya si Marcel ini benar-benar suka sama Rani.Apa kita tidak perlu mengkhawatirkan Rani lagi ya, tapi aku kok masih sedikit sangsi ya," ujar Kaniya.
"Udah honey,kamu gak usah khawatir, setelah ini 'kan mereka akan tetap tinggal dirumah Prawira.Akan ada papa dan mama yang mengawasi mereka,kita juga akan sesekali main ke sana untuk meninjau perkembangannya," ujar Radit.
"Iya, Mas.Sepertinya kita berdua sedang dipanggil untuk foto keluarga. " ujar Kaniya.
Radit pun mengajak istrinya untuk berfoto bersama pengantin baru dan juga papa mamanya.Setelah semuanya selesai, kini giliran keluarga Marcel yang mengambil foto bersama, terlihat Rani disini sangat murung. Wajahnya sangat terlihat lesu.Ia sama sekali tidak menampilkan sedikit senyuman pun, sampai-sampai fotografernya harus turun tangan.
"Maaf, Mbak Rani nya tolong senyum sedikit, " ujar fotografer itu, barulah setelah itu Rani berusaha tersenyum.
Melihat sikap Rani yang acuh tak acuh saat berfoto bersama keluarganya, Marcel jadi sedikit tersinggung.Pria itu langsung berbisik ditelinga sang istri,"Jangan mengacuhkan keluargaku, karena sekarang keluargaku adalah keluargamu juga sayang. "
mendengar hal itu, Rani langsung bergidik ngeri, ia tak menyangka semua ini terjadi didalam hidupnya yang dulunya sangat sempurna.
__ADS_1
Beberapa acara kini sedang berlangsung, sebelum nanti malam pesta meriah akan dilaksanakan di tempat itu.Acara resepsi dua pasangan pengantin yang tampan-tampan dan cantik-cantik itu.