Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Cemburu Buta


__ADS_3

Radit mengemudikan mobilnya dengan pelan,tanpa disadarinya ada seseorang yang mengikuti mobil mereka sejak tadi di belakang.


Seseorang yang masih penasaran dengan gadis yang bersama Radit didalam mobilnya.Ya,Stefan terus mengikuti mobil Radit sampai didepan rumah Oma.Stefan masih ingin mengenal sosok Kaniya lebih jauh lagi,Kaniya sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.


Sejak awal bertemu di butik hati Stefan sudah tertarik kepada senyuman manis gadis cantik itu.Stefan yang seorang pemuda kelas atas di London ini, selalu dikejar-kejar oleh banyak wanita.Tapi belum pernah ada wanita yang bisa menarik hatinya,seperti Kaniya.


"So that's Girls leaves here,mmm,"gumam Stefan.Stefan pun memutar kemudinya meninggalkan kediaman Oma nya Radit sebelum tuan rumah menyadari ada yang mengintai rumah mereka.


Sementara itu,Radit dan Kaniya yang baru saja keluar dari mobil,kini sedang berjalan berjauhan menuju pintu utama.Terlihat jelas kalau keduanya sedang ada masalah.


Oma yang baru saja turun dari tangga melihat keduanya yang nampak tidak akur.Oma pun menegur keduanya.


"Heyyy,kenapa muka kalian ditekuk seperti itu.Bukannya tadi pas berangkat jalan-jalan kalian terlihat sangat bahagia?"tanya Oma.


"Ga ada apa-apa Oma,Kaniya hanya kecape'an aja karena jalan-jalan hari ini,"jawab Kaniya.


"Iya Oma.O ya Oma,tadi Radit dan Kaniya belanja banyak.Itu belanjaannya lagi dibawakan oleh Paula.Ada baju untuk Oma juga loh.Radit pilihkan khusus buat Oma,"kata Radit.


"Kamu itu,selalu saja ingat beliin Oma baju kalau lagi belanja.Baju Oma sudah banyak loh Dit,itu aja gak kepake-pake dilemari," jawab Oma.


"Tapi kan,Radit senang lihat Oma yang selalu tampil modis," jawab Radit lagi.


"Ooo begitu rupanya,mana sini bajunya.Biar nanti Oma coba di kamar,"pinta Oma.


Kaniya pun tanpa disuruh suaminya segera mencarikan paper bag yang berisi baju untuk Oma,dan memberikan paper bag itu pada Oma.


" Terimakasih ya sayang, "ucap Oma.


Oma yang menerima paper bag itu,lalu langsung berlalu ke kamar untuk mencoba baju yang baru saja dibelikan Radit untuknya.


"Kamu kenapa gak coba juga?"tanya Radit.


"Lah,kan aku tadi sudah mencoba semua baju ku di butik,masa kamu lupa,"jawab Kaniya .


"Ya,,,coba saja baju yang kamu pilih tadi,gaun seksi itu.Aku ingin melihatnya,tapi di kamar aja ya,gak boleh di luar kamar."Radit sedikit memerintah.

__ADS_1


"Apaan sih,bukannya tadi kamu bilang kalau gaun itu jelek sekali,gak modis,"jawab Kaniya lagi.


"Kapan aku pernah bilang begitu?!Radit menjilat ludahnya sendiri.


Tiba-tiba muncul hasratnya untuk melihat Kaniya dengan pakaian yang minim,padahal hari masih siang menjelang sore.


Kaniya yang sedari tadi memang ingin mencoba lagi gaun itu,segera bergegas ke kamar,di ikuti Radit yang berjalan sedikit tertatih dibelakangnya.Paula juga sudah terlebih dahulu menaruh semua bag belanjaan kedalam kamar Radit dan Kaniya.


Kaniya meraih bag yang berisi gaun itu,dan segera masuk ke kamar mandi untuk mengganti bajunya.Radit dengan setia menunggunya di sofa kamar mereka,bersiap-siap akan melihat bidadari cantik.Namun rupanya Kaniya tak kunjung muncul dari balik pintu kamar mandi.


"Kaniya,hey apa sih yang kamu lakukan didalam.Masa coba gaun aja lama banget,cepatan keluar,aku pengen lihat," kata Radit kesal.


"Aku mandi dulu sekalian,capek,gerah,nanti yang ada bajunya bau ketek kalau ku coba tanpa mandi dulu,"teriak Kaniya dari dalam kamar mandi.


"Ya sudah,buruan.Aku juga mau mandi nih gerah,"sahut Radit,'syukur-syukur kalau Kaniya bukain pintu dan ngajak mandi bareng'pikirnya🀣🀣.


Namun Kaniya tetaplah Kaniya,yang sangat sulit ditaklukkan.Membuat Radit yang sudah lama menunggu di sofa menjadi gusar dan berdiri mondar-mandir gak sabaran.


"Kenapa harus selama ini sih,mandi bareng aja napa?" pikirnya.


Kaniya juga berendam di bathup dengan sabun aroma Vanila dan sejenak terlelap,sampai ketika Radit menggedor pintu,barulah dia tersadar dan bangkit,lalu membilas tubuhnya di shower.


Secepat mungkin Kaniya menyelesaikan mandinya,karena dari tadi Radit terus saja menganggunya dengan menggedor pintu kamar mandi keras-keras dan sambil memanggil-manggil namanya.


"Sabar sedikit napa sih Mas,aku kan lagi menikmati berendam di bathup," ujar Kaniya dari dalam kamar mandi sambil berganti pakaian,setelah selesai berganti pakaian Kaniya menggelung rambutnya dengan menggunakan handuk agar tidak membasahi gaun barunya.


Kaniya segera keluar dari kamar mandi dan sukses membuat Radit terpukau,hanya saja handuk diatas kepala Kaniya sangat mengganggu pemandangan.Dengan pelan Radit menarik handuk itu dan membuat rambut Kaniya terurai menjuntai dengan ciri khas basahnya yang masih bergelombang karena bekas gulungan handuk.


"Nah,begini baru oke,"kata Radit sambil menyisir rambut Kaniya yang masih basah dengan jemarinya.


Kaniya yang mendapat perlakuan aneh dari suaminya itu jadi serba salah,dan tak dapat dipungkiri dia merasakan sesuatu dihatinya,jantungnya seperti berlarian pada tempatnya dengan cepat.


"Dia kenapa lagi????" batin Kaniya bertanya-tanya.


"Wangi sekali,gimana kalau kamu duduk dikursi ini,biar aku yang mengeringkan rambutmu," pinta Radit.Kaniya hanya bengong kayak kerbau dicolok hidungnya dan menuruti semua yang Radit katakan begitu saja.

__ADS_1


Radit pun mengeluarkan hairdriyer dari dalam laci meja rias dan segera mengeringkan rambut istri kecilnya itu.Kaniya merasa ada bunga-bunga dihatinya,dia menjadi senyum-senyum sendiri.


Disisi lain,Radit yang tadinya hanya berniat untuk menggoda dan membuat Kaniya terbuai dengan rayuannya,dan berkata jujur soal kesepakatannya dengan Mama nya malah ikut terhanyut dengan kelembutan dan keharuman rambut Kaniya.


"Rambutmu wangi,aku suka aromanya.Jangan pernah ganti shampo lain ya,pake yang ini aja,"rayu Radit.


"Hemmm."Kaniya hanya menganggukan kepalanya.


"Hemmm apa?"tanya Radit.


"Ya,aku tidak akan mengganti shampoo ku,"jawab Kaniya agak keras.


"Bagus!kamu memang harus nurut apa kata suami,"tambah Radit.


"Iya,iya,"sahut Kaniya dengan malas.


Radit hanya tersenyum penuh kemenangan,dalam hatinya ia berkata"kalau aku minta yang lebih padanya kali ini pasti juga dijawabnya, iya😁😁."muncul ide gila didalam benaknya,apalagi si Otong sudah ingin berkenalan dengan rumahnya.🀣🀣


"Selesai,ini baru istrinya Raditya prawira,"ujar Radit bangga.


Dengan jahilnya Radit mendekatkan wajahnya kesamping wajah Kaniya dan perlahan keduanya saling menatap melalui cermin didepan mereka.Radit pun tak menyia-nyiakan kesempatan dan langsung mengecup lembut pipi istrinya itu.


Kaniya yang merasa kalau Radit mau macam-macam padanya,jadi ketakutan.Ia berlari keluar kamar dan menuju ke halaman belakang.


Radit yang merasa aneh,hanya memandang dari tempatnya berdiri.Radit pun tersenyum dan menuju kamar mandi.Cukup lama Radit mandi.


Setelah ia selesai dengan mandinya,ia berdiri di balkon sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.Dilihatnya dari atas balkon,istri kecilnya itu sedang tersenyum-senyum ditaman belakang dengan gaun seksinya.Radit baru sadar kalau tadi Kaniya keluar kamar dengan mengenakan gaun yang banyak bukaannya itu.



Dengan panik Radit segera berlarian kebawah dan menuju tempat dimana istrinya berada.Tanpa dia sadari,kini dia sudah bisa berlari dan melupakan sakitnya.Ya,walaupun larinya gak begitu kencang dan agak tertatih sih.


Para pelayan yang melihat itu jadi bersorak kegirangan,terlebih lagi mereka melihat tontonan gratis,tubuh macho dan atletis milik Radit yang hanya berbungkus handuk sepinggang saja.😲😲😲😲


πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ€£

__ADS_1


__ADS_2