
Ojol yang disewa Kaniya berhenti didepan sebuah rumah bergaya Mediterania yang Megah.Sambil mengecek alamat yang dikirimkan oleh sang pemilik bangunan itu kepadanya melalui Whatsapp, ia memastikan kalau dia tak salah rumah.
Kaniya melepaskan helm yang ia kenakan dan memberikannya kepada Abang tukang ojek, lalu ia mendekat kearah pagar itu dan menekan bell nya. Ternyata rumah itu dijaga oleh seorang security, security itu mendatangi Kaniya dan menanyakan siapa dirinya dan apa maksudnya datang kemari?.
Kaniya pun menjawab seadanya dan bilang kalau dia mau bertemu sang pemilik rumah, ia pun memastikan nama pemilik rumah itu sama dengan nama orang yang memasang iklan di Market place.
Ternyata benar kata Pak security itu.Kaniya pun diminta untuk masuk kedalam rumah orang itu.Kaniya meminta tukang ojol nya untuk menunggu didalam pekarangan rumah itu saja, tukang ojol memasukkan motornya kedalam pagar agar lebih leluasa beristirahat, karena didalam banyak pohonnya dan ada pos satpamnya juga,jadi adem.
Sementara itu Pak security tadi mengantarkan Kaniya menuju pintu utama yang terletak dibagian samping rumah.
Setelah pintu dibuka, betapa terkejutnya Kaniya melihat orang yang ada didalam sana. Orang itu sepertinya sudah siap untuk menyambut dirinya.
"Bapak??. " Kaniya melongo.
"Benar Kaniya, selamat datang dirumah saya.Saya juga tak menyangka kalau yang akan menyewa bangunan itu adalah kamu. " ujar Pria itu.
"Oo ya, sampai lupa. Silahkan duduk dulu, pasti kamu capek berdiri terus. " sambungnya lagi.
Kaniya sebenarnya ogah berurusan dengan dosennya itu, tapi mau bagaimana lagi, dia butuh tempat itu untuk membuka usaha yang ingin ia bangun sendiri dari awal.
"Kalau begitu,berapa biaya sewanya pertahun Pak?. " tanya Kaniya.
"Sabar dulu, gak usah terburu-buru begitu. Slow ajaa. " sahutnya.
Kaniya bergidik mendengar cara bicara dosen tampan itu, yaa walaupun tampan-tampan tapi galak sih.
"Begini Pak, saya butuh tempat itu untuk buka usaha. " ujar Kaniya menjelaskan walaupun tanpa diminta.
"Saya tau, kan tadi kamu sudah jelaskan di telepon.Saya akan cerita sedikit soal gedung itu, jadi itu adalah gedung bekas toko Ayah saya dulu,berhubung Ayah saya sekarang sudah tiada dan tokonya tidak ada yang urus,jadilah saya memutuskan untuk menyewakannya saja, sedangkan isinya sudah saya lelang."Pria bernama Beno Setiawan itu menatap intens wanita dihadapannya sambil tersenyum smirk.
Sejenak Kaniya membalas tatapan dosennya itu, lalu dengan cepat ia melengoskan tatapan nya ke arah lainnya.
__ADS_1
" Rumah Bapak kok sepi, kemana keluarganya Pak?. "Kaniya memberanikan dirinya untuk bertanya.
"Oo,saya memang hanya tinggal sendirian. Karena saudara-saudara saya semuanya sudah menikah dan punya rumah sendiri-sendiri. Berhubung saya anak bungsu, jadilah saya yang tinggal disini dan merawat orang tua saya, tapi berhubung keduanya sudah meninggal, jadi saya hanya tinggal sendirian saja, soalnya belum ada yang mau menikah dengan saya. " jawab Beno,matanya menatap intens Kaniya. Seolah mengarahkan atensinya bahwa Kaniya lah wanita yang ingin ia nikahi.
"Ooo, saya do'akan semoga bapak segera mendapatkan pendamping hidup. " ucap Kaniya.
"Tapi kalau saya maunya sama kamu bagaimana?, apakah kamu mau jadi pendamping hidup saya?. " tanya Pak Beno, Kaniya bergeming mendengar ucapan dosennya itu.
"Maaf Pak,Bapak tentunya belum lupa kan kalau saya ini sudah menikah dan tidak mungkin bagi saya untuk menerima apa yang bapak inginkan. " Jawab Kaniya.
"Bagaimana kalau saya berikan bangunan toko itu buat kamu secara cuma-cuma gak perlu bayar sepeserpun,tapi kamu harus meninggalkan suami kamu itu dan jadi istri saya?!. " Beno membujuk Kaniya dengan iming-iming bangunan toko.
"Maaf Pak, sepertinya anda sudah salah menilai saya. Saya tidak tertarik dengan tawaran Bapak, saya masih mampu untuk membayar sewanya.Itu pun kalau Bapak mengizinkan saya untuk berdagang disana. " ujar Kaniya dengan tatapan tajamnya.
"Hekh!!!, saya bisa tau kalau saat ini hubungan kamu dengan suami kamu itu tidak baik-baik saja. Kalian sedang ada masalah kan??!. " ujar Beno, skak Mak.
Kaniya terpejam sesaat mengenang hubungannya dengan Radit yang memang sedang mengalami guncangan.
"Memang benar kan apa yang saya bilang, kamu tenang saja. Saya tidak akan bilang-bilang ke suami kamu kalau kamu ada dimana. karena saya tau dimana sekarang kamu tinggal dan saya juga tau kalau kamu meninggalkan rumah mertuamu. "
"Dari mana laki-laki ini tau ?. " fikir Kaniya.
"Sudah saya bilang, anda tidak berhak ikut campur. " ujar Kaniya tegas.
"Kalau saya ingin ikut campur gimana?. " tantang Beno.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi!. " Kaniya sudah tak bisa tahan lagi, bisa-bisa kalau amarah nya semakin memuncak dia akan mengeluarkan kekuatan gaib nya disini.
"Tunggu dulu!, saya akan sewakan toko itu sama kamu. Tapi ada syaratnya!. " ujar Beno,saat Kaniya sudah akan keluar dari pintu rumah itu.
Langkah Kaniya terhenti, ia membalikkan badannya ke belakang.
__ADS_1
"Apa syarat yang harus saya penuhi?. " tanya nya pada dosen nya itu.
"Gampang kok, cukup kamu jangan panggil saya dengan sebutan Pak kalau kita sedang berdua saja. " ujar nya.
Kaniya sejenak berfikir, kayaknya mudah, lagian dia kan jarang berdua saja dengan Beno ini.
"Baiklah, kalau begitu saya mau tanya berapa bayaran sewanya perbulan, atau pertahun??. " tanya Kaniya.
"Kamu gak perlu bayar di muka, bayar aja nanti kalau kamu rasa usaha kamu sudah membuahkan hasil, lagipula saya juga gak kekurangan uang kok. " jawab Beno.
"Gak bisa gitu Pak, saya gak enak kalo seperti itu. " sahut Kaniya.
"Kalau gak enak, ya di enak-enakin aja. " ujar Beno.
Kaniya sejenak berfikir
"Sudah, gak usah kebanyakan mikir.Saya tau kalau kamu memang sedang membutuhkan tempat itu.Ini kuncinya, silahkan kamu mau dijadikan seperti apa tempat itu. Saya tidak akan melarang selagi itu untuk usaha yang tidak melanggar hukum. " ujar Beno sambil menaruh kunci di telapak tangan Kaniya yang ia raih paksa.
Kaniya melihat kunci ditelapak tangannya,Ia memang membutuhkan tempat itu sekarang, 'ini kesempatan yang sangat bagus untuk memulai usahanya bukan? 'fikirnya.
"Baiklah Pak, saya akan terima kuncinya. Tapi Bapak juga harus terima uang muka dari saya ini, saya tidak mau dianggap tidak tau diri menggunakan milik orang lain tanpa membayar sepeserpun." ujar Kaniya seraya menaruh amplop cokelat yang baru ia2 keluarkan dari dalam tasnya.
"Baiklah kalau itu maumu, tapi kalau kamu butuh uang ini buat tambahan modal kamu bisa ambil sama saya. Saya hanya menyimpannya. " ujar Beno lagi.
"Bapak simpan saja, saya tidak akan memerlukan uang itu." ucap Kaniya dan is pun permisi.
"Permisi Pak, saya akan segera membuka usaha ditempat itu. Usaha rumah makan sederhana saja, jadi bapak tidak perlu khawatir kalau tempat itu akan saya jadikan tempat yang tidak-tidak. " sambungnya.
Beno hanya tersenyum menanggapinya,"Setidaknya sekarang kita memiliki hubungan, walaupun hanya antara penyewa dan pemilik bangunan, hehhe. "tawanya dalam hati.
Dan Kaniya pun pergi dari rumah itu dengan diantar oleh Abang tukang ojek yang setia menunggu dirinya.
__ADS_1