
Kaniya meminta Dino untuk menjaga jarak agar tidak ketahuan oleh Marcel kalau mereka sedang mengikutinya.
Mobil Marcel berhenti didepan sebuah geray makanan cepat saji dan terlihat dia sedang membeli 2 paket ayam goreng dan juga minuman dingin.
Setelah itu Marcel kembali menjalankan mobilnya.Kaniya juga meminta Dino untuk lanjut mengikutinya.
"Kenapa dia gak ke arah rumahnya??. " gumam Dino.
"Memangnya Kak Dino tau dimana rumahnya Marcel?." tanya Kaniya.
"Tau." Jawab Dino cepat.
"Kenapa dia malah gak balik kerumah nya?? ".Kaniya juga bertanya-tanya.
"Kelihatannya ini menuju ke arah kost-an.Iya benar,disini Kost-an nya bebas.Aku dulu pernah ditawarin sama teman aku untuk kost disini." ujar Dino.
"Kalau begitu, jangan-jangan Rani dibawanya kesini. " tebak Kaniya.
"Rani?,siapa Rani?. " tanya Dino.
"Rani itu adik iparku.Adiknya Mas Radit, dari kemaren kami mencarinya,karena dia tiba-tiba menghilang dan tidak bisa dihubungi.Setelah kami mencarinya semalaman, petunjuknya pun masih kurang jelas,pagi ini Mama mertua menemukan pesan dibalik bungkus cokelat dikamar Rani. Kalau ada cowok yangg mengajaknya ketemuan pagi kemaren di taman kota dekat air mancur. " jelas Kaniya.
"Jadi kenapa kamu mencurigai Marcel?? ".tanya Dino.
" Karena... karena... "Kaniya tak bisa memberi tahu Dino kalau dia mendapatkan wangsit.
" Ehh karena dibungkus cokelat itu ada inisial M. "Jawab Kaniya,untung dia ingat.
" Kalau begitu,sebaiknya kita berhati-hati. Kost itu sudah dekat sekarang,kita tinggal motorku disini aja bagaimana?. "
"Terserah Kak Dino aja deh." jawab Kaniya.
Mereka berdua berjalan mengendap-endap dibalik pagar rumah kost-an itu.Dilihatnya Mobil Marcel yang terparkir didalam halaman rumah kost-an itu.
"Kak Dino tunggu di luar aja, biar aku yang masuk sendirian biar gak ada yang curiga. " ujar Kaniya.
"Tapi kan berbahaya Kaniya, gimana kalau bajingan itu mencoba berbuat yang tidak baik sama kamu?. " tanya Dino karena khawatir.
"Kak Dino tenang aja,aku akan hati-hati kok.Nanti kalau aku merasa terancam, aku pasti akan teriak teriak dan minta bantuan Kakak."jawab Kaniya seraya mencoba meyakinkan Dino agar tak ikut masuk bersama dirinya, karena Kaniya tidak ingin kalau Dino sampai tau kalau-kalau nanti dia perlu menggunakan kekuatan gaib nya.
" Ya sudah, kalau itu mau kamu. Saya akan tunggu disini.Nanti kamu harus teriak sekencengnya kalau ada apa-apa, agar aku bisa langsung masuk ke sana. "ujar Dino.
__ADS_1
"Oke kak, tenang aja." sahut Kaniya.
****
Dengan keberanian penuh Kaniya menyusuri lorong rumah Kost-an yang gak ada penjaga sama sekali. Sepertinya rumah kost-an ini memang lagi gak ada orang, atau memang orang-orangnya pada pergi atau malah pada tidur.
Suasananya sangat sepi dan sunyi,Kaniya memeriksa beberapa pintu yang sepertinya terkunci dari depan, karena ada gemboknya.
Pas di belokan,Kaniya melihat ada sepatu laki-laki yang ditaruh sembarangan didepan pintu salah satu kamar Kost-an itu.
Feeling Kaniya mengatakan kalau inilah kamar yang ada Rani didalamnya.Kaniya mencoba menempelkan telinganya dipintu kamar,samar-samar ia mendengar suara seperti orang bertengkar. Namun karena kamar itu dipasangi alat peredam suara,jadi Kaniya tidak bisa mendengarnya dengan jelas.
Kaniya mencoba memusatkan pikirannya dan mencoba melihat apa yang ada dibalik pintu itu, ia berdiri sambil merentangkan tangannya lalu menaruh kedua tangannya didepan dada.
Benar saja,Kaniya bisa melihat semua yang ada didalam kamar itu.Ada Marcel dan juga Rani adik iparnya didalam sana dan mereka sedang bertengkar.
"Aku harus segera menyelamatkan Rani. " ujar Kaniya.
Kaniya pun maju kedepan pintu dan mengetuknya pelan, ia mencoba bertindak sealami mungkin agar Marcel mau membukakan pintu itu,karena kalau tidak maka Kaniya akan merobohkannya.
"Tok... tok.... tok..... " Suara ketukan pintu.
"Siapa??. " ujar Marcel, seingat nya dia tidak memesan makanan dari luar.Dia mengira itu kurir makanan.
Marcel membukakan pintu dan hendak marah.Tapi setelah melihat siapa yang datang, Marcel langsung terkejut dan mundur kebelakang beberapa langkah.
"Woww,mari kita lihat siapa yang datang. Nona Kaniya,oh salah.. Nyonya Prawira ternyata. " ujar Marcel.
Rani seketika melihat ke arah pintu, seketika ia pun menatap tajam ke arah Kaniya.
"Kak Kaniya!!!?. " ujar Rani, sembari bengong.
"Rani." Kaniya pun tersenyum melihat Rani ada disana.
Mata Kaniya beralih menatap tajam ke arah Marcel.
"Kamu apakan adik iparku??!. " bentak Kaniya kepada Marcel.
"Hekh!! Aku tidak apa-apakan, cuma mengajaknya ***-***. " ujar Marcel sambil menghidupkan api rokoknya.
"Dasar kamu ya,laki-laki bejat seperti kamu memang seharusnya ada didalam penjara!. " ujar Kaniya nyalang.
__ADS_1
"Apa Kak Kaniya mengenal laki-laki brengsek ini??. " tanya Rani.
"Dia adalah kakak tingkat ku dikampus, dia memang dikenal badung dan gak lulus-lulus.Playboy dan juga tidak ada masa depan. " Jawab Kaniya.
"Keliahatan nya Kak Kaniya sangat mengenal laki-laki ini, apaa kalian punya hubungan?. " tanya Rani penuh selidik.
"Apa???, Rani, mana mungkin aku punya hubungan sama laki-laki kayak dia.Mas Radit jauh 1000 kali lebih baik daripada laki-laki ba*ingan ini." jawab Kaniya.
"Apa Kakak tau?? laki-laki ini sudah merusak masa depanku ðŸ˜. " ujar Rani sambil terisak.
Kaniya pun tak kuasa membendung air matanya mendegar kan perkataan Rani.Ternyata benar apalagi yang dia lihat didalam wangsit yang is terima.
Kaniya ingin menghampiri Rani dan memeluknya.Tapi buru-buru dihalau oleh Marcel.
"Hai gadis cantik, ternyata kamu sudah punya suami. Tapi aku beruntung sekali, karena adik ipar mu datang menggantikan dirimu.Setidaknya aku dapat yang masih segelan,tadinya aku ingin menjebak dirimu, tapi.... " Marcel menghentikan ucapannya.
"Tapi apa??!. " tanya Kaniya kesal sambil mengepalkan tangannya.
"Tapi.. karena dia yang datang , aku rasa itu karena memang kami sudah berjodoh.Kalau kalian meminta aku untuk bertanggung jawab padanya aku pasti bersedia. " ujar Marcel sambil terus menghisap rokoknya dan menghembuskan asapnya ke wajah Kaniya.
Kaniya mendengus kesal.
"Akun tidak akan pernah sudi kalau harus bersama laki-laki ini, lebih baik aku mati!. " ujar Rani sambil terus disertai tangisannya.
"Kamulah dengar iti Marcel!!??.."ujar Kaniya.
" Lalu apa yang akan kalian lakukan?. "tanya Marcel lagi, dia khawatir kalau-kalau Kaniya akan menelpon polisi.
Ternyata benar,sekarang Kaniya sedang mengeluarkan Ponselnya dari dalam tas.Lalu ia terlihat akangoggi menghubungi seseorang, Marcel mengira kalau Kaniya akan menelpon polisi.
Dengan cepat Marcel ingin merebut ponsel Kaniya, tapi untungnya Kaniya dengan sigap menghindarkan tangannya ke atas, dan sebelah tangannya lagi memelintir tangan Marcel dan kaki nya menekuk kaki Marcel ke Lantai.
Marcel merasakan kakinya sepertinya akangoggi patah,tenaga Kaniya sangatlah kuat dan Marcel pun terkejut dengan hal-hal itu.
Begitu juga Rani,baru kalian ini dia melihat sendiri kekuatan yang dimiliki oleh Kaniya.Selama ini dia hanya mendegar rumor saja di rumah mereka.
" Rani,cepat tele6 Mas Radit!. _ujar Kaniya sambil mengulurkan ponselnya ke Rani.
Namun Rani jadi tergugu, dia bingung dan takut kalau Mama dan Papanya juga mengetahui hal ini.Tiba-tiba rasa takut dan malu menguasai dirinya.
"Kamu gak usah takut Ran, laki-laki ini harus mendapatkan hukuman yang setimpal." ujar Kaniya.
__ADS_1
Tadinya Rani ingin sekali menyalahkan Kaniya akan masalah yangg menimpa dirinya ini, tapi akhirnya Rani sadar, kalau Kaniya memang tidak memiliki hubungan dengan Marcel dan ini adalah nasib apes yang harus iamfitriana alami.
Rani pun memberanikan dirinya untuk menelpon Radit dan juga minta dijemput di alamat yang ia Share loc.