
Kaniya yang masih belum sadarkan diri masih berada didalam mobil yang membawanya meninggalkan desa kelahirannya.
Sementara itu,Radit yang disibukkan dengan urusan pekerjaan tidak merasakan firasat apapun tentang istrinya.Pekerjaan yang sudah lama ditinggalkan membuatnya sibuk mengecek ini dan itu termasuk laporan real dan juga kondisi didalam gudang penyimpanan hasil perkebunannya.
ππππ
Tidak terasa beberapa jam berlalu dengan cepat,Kaniya sudah mulai mendapatkan kesadarannya.Matanya kini mengerejap dan merasakan tangannya yang sakit karena terikat tali.
Kaniya baru sadar bahwa sekarang ia sedang diculik dan dibawa dengan mobil.Sejenak ia mencoba mengingat kejadian sebelum dia pingsan,ya...benar saja.Memang sekarang ia sedang diculik dan dibawa paksa entah oleh siapa.Kaniya pura-pura memejamkan matanya saat salah satu anak buah Stefan menoleh kearahnya.
Dari yang dia lihat sekilas tadi,ada beberapa orang bule didalam mobil ini,tepatnya disebelah supir,dan juga disamping kanannya.
Kaniya langsung menduga-duga siapa dalang dibalik semua ini.Siapa lagi yang bermusuhan dengan mereka selain Stefan.
"Pasti ini ulahnya Stefan."fikir Kaniya.
Kaniya masih pura-pura pingsan,sesekali ia memicingkan matanya untuk melihat situasi.Sepertinya tidak ada kemungkinan dia akan lolos,apalagi mobil ini sangat kencang dan ngebut sekali.Bisa fatal kalau dia nekad loncat atau melarikan diri.
Akhirnya tibalah mobil itu disebuah pelabuhan,salah satu laki-laki bule yang duduk didepan dekat supir turun karena menerima panggilan telepon dan satu lagi turun untuk membeli minum.Tinggallah Kaniya bersama dua orang pria yaitu si supir dan juga seorang lagi yang berwajah pribumi didalam mobil itu.
Kaniya merasa inilah kesempatannya untuk kabur dan menyelamatkan diri.Kaniya pura-pura baru sadar dan bertingkah seolah-olah kesakitan,sehingga membuat kedua pria itu menjadi panik.
"Aduh...aduh."Rintih Kaniya.
"Ada apa nona?."Tanya pria yang berwajah pribumi disebelah kirinya.
"Tanganku sakit sekali."jawab Kaniya sambil meringis.
"Maaf nona,saya tidak bisa melepaskan ikatan tali ini."pria itu menolak membuka ikatan tali.
"Kalian siapa?,apa kalian orang suruhan Stefan?,saya akan laporkan kalian kepolisi."Kaniya memberontak.
__ADS_1
Namun sayang,baru saja dia berhasil membuka pintu samping kanannya,ternyata pria bule yang tadi duduk disebelah kanannya sudah ada diluar kendaraan itu.
Kaniya mencoba berteriak,tapi lagi-lagi dengan cepat pria yang tadi duduk disebelah kirinya membungkam mulutnya dari belakang dengan saputangan yang sudah diberi obat bius.Kaniya kembali tak berdaya dan dibawa masuk kedalam mobil itu.
Tak lama mobil itu pun sudah berada dalam sebuah kapal veri penyeberangan.
π’π’π’π’π’
Radit yang masih dikantornya,kini sedang membuka bekal yang tadi dibawakan oleh sang istri.Dengan semangat dia membuka wadah itu dan dengan lahap pula dia melahap makanan yang ada didalamnya.
Tiba-tiba handphonenya bergetar,Radit pun segera melihat siapa yang menelponnya,Tertera nama My Honey disana.Dengan semangat pula digesernya tombol hijau dan menyahut:
"Hallo Honey,masakan kamu memang enak.Ini aku sedang makan bekal dari kamu."Radit langsung menebak Kaniya pasti ingin memperingatkannya soal makan siang.
Akan tetapi yang menjawab telepon itu bukanlah suara istrinya,diseberang sana justru ibu mertuanyalah yang sedang meneleponnya menggunakan handphone Kaniya.
"Nak Radit,ini ibu.Apa Kaniya ga sama kamu sekarang?soalnya dia ga ada dirumah dan pintu juga terbuka,bahkan masakannya ditinggal begitu saja??."tanya bu Merry dengan nada Khawatir.
"Apa bu??Kaniya menghilang???!."Radit kaget mendengar penuturan ibu mertuanya.
"Ibu yakin tidak ada yang tahu kemana perginya istriku itu,kalau begitu aku akan segera pulang bu."Radit menutup telepon dan segera berlari keluar,dengan tergesa-gesa dia mengambil kunci mobil khusus perkebunannya yang biasa dipakai untuk keperluan operasional kebun.
Radit memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi,tanpa dia ingat untuk memberitahu bapak mertuanya yang kini juga bekerja diperkebunannya.
Setibanya dirumah mertuanya,Radit langsung memarkirkan mobilnya dan berlari kedalam rumah.
"Bu,bagaimana kejadiannya bu?,bagaimana istri Radit bisa menghilang?."Radit dengan nafas ngos-ngosan bertanya kepada bu Merry yang kini sedang dikerumuni warga.
Warga desa yang mendengar kabar hilangnya Kaniya segera berkumpul dirumah bu Merry untuk bersimpati dan juga membantu mencari keberadaan Kaniya.
"Ibu juga ga tahu nak,setelah ibu pulang dari jualan keliling tadi.Ibu lihat pintu samping terbuka lebar dan juga masakan Kaniya belum dibereskan.Didepan juga ada bekas roda mobil nak,itu kamu lihat saja.Kelihatannya mobil itu sampai masuk kepekarangan kita,karena rumput-rumput disana dilindas."jawab Bu Merry.
__ADS_1
"Apa jangan-jangan my honey diculik bu?!."Radit berspekulasi.Tiba-tiba dia merasa otaknya jadi ruwet.
Salah satu warga yang tadi melihat ada mobil yang sangat ngebut buka suara.
"Tadi pagi emang ada mobil asing yang lewat jalan sini.Platnya B,kelihatannya dari Jakarta."
"Plat B,kira-kira mobil siapa ya itu?.Apa disini ada yang punya keluarga di Jakarta?."Tanya Radit ke warga.
"Ga ada kok mas,disini paling warganya merantau kekota dalam propinsi ini saja."ujar pak RT.
"Lalu,bagaimana ciri-ciri dari mobil itu?."tanya Radit lagi,dia harus mengumpulkan informasi sebanyak mungkin dari warga agar bisa segera menemukan Kaniya.
"Warnanya hitam,plat B,dan kayaknya tadi yang duduk didepan orang bule mas."jawab ibu-ibu yang tadi.
"Bule??."Radit tersentak.
"Iya mas,mukanya bule banget.Saya aja sampai kaget kok ada ya bule nyasar kemari.Tadi saya kira kerabatnya suaminya mbak Kaniya."jelas ibu itu.
"Jangan-jangan,ini ulah Stefan bu."Tiba-tiba Radit merasa shock dan segera berlari kemobilnya dan tancap gas.
Semua yang ada disitu jadi kaget dan bu Merry pun menangis,dia takut kehilangan putrinya yang paling dia sayangi.
Membayangkan cerita yang diceritakan oleh putrinya mengenai pria bule bernama Stefan saja bu Merry jadi merasa lemas dan tak sadarkan diri.Ibu-ibu yang ada disitu segera membawa bu Merry masuk kedalam rumah dan membaringkannya dikasur.
Sedangkan Radit,dia mengemudi sambil menghubungi papanya.Radit harus meminta bantuan papanya untuk mencari tahu keberadaan Kaniya.
Papanya punya beberapa koneksi dan kenalan yang bekerja di pelabuhan.Barangkali saja mobil yang membawa istrinya itu masih ada dipelabuhan.
Tuan Marco juga terkejut ketika mendengar kabar hilangnya Kaniya sang menantu.
"Sebaiknya kamu pulang kerumah dulu Dit,jangan gegabah.Kita harus menghubungi polisi untuk minta bantuan dan juga perlindungan keamanan.Papa juga akan mengerahkan bodyguard bayaran untuk mencari istrimu.Kamu yang tenang jangan ngebut,jangan sampai mamamu tahu hal ini."Tuan Marco mencoba menenangkan Radit yang sedang panas hatinya dan fikirannya.
__ADS_1
ππππππππ
Bersambung bebs