Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Bandara


__ADS_3

Mobil yang Radit dan Kaniya tumpangi kini sedang dikepung oleh dua buah mobil lain di sisi kiri dan kanannya,ternyata mobil yang mengikutinya tak hanya satu saja.


Para anak buah Stefan yang mendapat tugas untuk menculik Kaniya kini sedang melancarkan aksinya.Dari kedua mobil itu,yang berada disebelah kanan menurunkan kaca mobil dan menodongkan pistol kearah supir Radit dan Kaniya,membuat supir yang mengantar Radit dan Kaniya itu jadi gemetar dan ingin menghentikan mobilnya.


"Sir,i'am sorry,but they are pointhing firearms,"supir Radit ketakutan,ia ingat anak dan istrinya dirumah.Bahkan mereka belum ketemu selama sebulan,dia takut kalau mereka tidak bisa bertemu lagi jika dia mati tertembak.


"So what,you have to be able to avoid them!"Radit membentak supirnya agar tidak gentar.


Supirnya menginjak gas mengebut dan mereka berhasil tiba di bandara,namun saat akan turun dari mobil mereka di berondong peluru oleh anak buah-anak buah Stefan.Radit yang baru saja sembuh dari patah tulangnya kesulitan untuk lari,dia juga harus melindungi istrinya.Untung petugas keamanan bandara yang sedang berjaga cepat tanggap ketika mendengar suara tembakkan senjata api.


Orang-orang yang berlalu lalang karena panik mendengar suara tembakan juga menyulitkan para anak buah Stefan untuk mengenai sasarannya.Mereka harus menculik Kaniya dan membawanya kehadapan Stefan,karena Stefan menginginkan istri dari Radit itu untuk jadi kekasihnya.


Seperti yang kita tahu,Stefan yang seorang borjuis dan plamboyan tidak pernah ditolak oleh wanita manapun.Biasanya wanitalah yang mendatanginya dan menginginkan untuk menghabiskan waktu bersamanya, walau hanya semalam saja.Tapi kali ini Stefan sangat dibuat penasaran oleh sosok gadis Indonesia yang menurutnya unik,sangat cantik dan lain dari pada gadis-gadis yang pernah ia kencani.


Stefan menghubungi anak buahnya menanyakan apakah mereka sudah bisa mendapatkan apa yang ia inginkan,tapi anak buahnya bilang bahwa mereka mengalami kesulitan karena Kaniya dan Radit berhasil lolos dan masuk ke dalam bandara.


Stefan yang mempunyai pengaruh,dengan mudah menunda keberangkatan pesawat-pesawat yang akan terbang ke Indonesia pada jam pertama hari itu.Dia yakin bahwa Radit sudah memesan tiket yang paling pagi.


Radit dan Kaniya yang sedang duduk di pesawat pun terpaksa menunggu sampai pesawat siap diberangkatkan.Akan tetapi yang ada malah anak buah Stefan yang mencari mereka sampai kedalam pesawat dan memeriksa semua penumpang pesawat.


Radit dan Kaniya yang tidak mempunyai persiapan apa-apa,jadi kalang kabut.Mereka melepas jaket yang mereka pakai dan mendudukinya,Radit memakai topinya dan Kaniya memakai syalnya sebagai kerudung untuk mengelabuhi suruhan Stefan.


Saat salah satu anak buah Stefan itu semakin mendekat,Radit langsung menarik tengkuk Kaniya dan mencium bibir istrinya itu.Seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih yang sedang dimabuk asmara dan tak peduli di manapun tempatnya untuk bermesraan.


Karena merasa orang yang dicari tidak ada dipesawat itu,akhirnya para anak buah Stefan pun turun dari pesawat itu dan pesawat itu pun di biarkan tinggal landas.Hari ini Radit dan Kaniya bisa lolos,tapi entah lain kali bagaimana.Karena Stefan pasti akan terus memburu mereka sampai ke lubang semut sekalipun.

__ADS_1


Setelah 17 jam di pesawat dan dua kali transit, akhirnya tiba juga pasangan ini di Indonesia.



Radit menghela nafas lega karena bisa pulang ke Indonesia,tapi dia masih mengkhawatirkan Oma nya di Inggris.Tak dapat dipungkiri bahwa Radit sangat mengkhawatirkan keadaan Oma nya itu,tapi dia juga bingung harus bagaimana.Walau dihatinya yakin kalau Stefan pasti akan menemukannya suatu saat nanti,dan mungkin bahkan tidak lama lagi,tapi Radit tidak putus asa.Ini di Indonesia,Stefan tidak punya koneksi apapun di negara ini,setidaknya Radit bisa sedikit bernafas lega.


Setibanya di bandara,Radit menelpon Papanya dan menceritakan semua yang telah terjadi tanpa ia tutup-tutupi.Papa Marco sangat terkejut,dan tentu saja Papa Marco jadi mengkhawatirkan ibunya yang masih tinggal di London.


"Apa??!!!"sampai-sampai Mama Sherly pun jadi ikut terkejut.Karena ini bukanlah masalah sepeleh.


Kaniya dan Radit terpaksa tidak kembali kerumah Mama dan Papanya,malam ini mereka akan menginap di sebuah apartemen yang disewa Radit agar tidak bisa dilacak,untuk berjaga-jaga kalau-kalau saja anak buah Stefan juga mengikuti mereka sampai ke Indonesia.


"Honey,apa kamu lelah?"tanya Radit.



"Baiklah,aku merasa semua badanku pegal-pegal.Aku pengen berendam," kata Radit.


"Pasti pegal lah Mas,kita harus lari-lari seperti itu dan ditambah kondisi kaki kamu yang baru sembuh.Besok kita harus cek ke dokter ya Mas,"imbuh Kaniya.


"Iya honey,besok kamu temani aku ya,"ajak Radit.


"Tentu Mas,aku akan selalu mendampingi kamu,"jawab Kaniya.Kaniya pun segera menyiapkan air mandi buat Radit di bathup.


Ketika Radit sedang berada di dalam kamar mandi,tiba-tiba handphone Kaniya bergetar,memang saat itu modenya getar.Kaniya pun sontak terkejut melihat nama di kontaknya,dia lupa mematikan hp nya,bahkan seharusnya dia sudah membuang kartu SIM nya dan mengganti nya.

__ADS_1


Stefan ada diseberang telepon itu.Tanpa pikir panjang,Kaniya segera mematikan handphone nya dan menyimpannya didalam tasnya.


Radit yang baru keluar dari kamar mandi dengan handuknya yang melingkar di perutnya mengejutkan Kaniya.


"Mas."Kaniya Kaget.


"Kenapa?apa ada yang kamu sembunyikan dariku?mengapa handphone mu,kamu simpan didalam tas,kan bisa ditaruh dimeja atau di nakas,"kata Radit curiga.


"Bukan apa-apa Mas,aku cuma mau menyimpannya saja,biar kita gak bisa dilacak lewat nomor telepon.Jadi aku mematikannya."Jawab Kaniya.


"Ooo iya,apa kamu sudah membuang nomormu yang kamu gunakan untuk menelpon si Stefan itu?"tanya Radit dengan wajah khawatirnya.


"Aku gak mikir sampai ke sana mas,dan mas,tadi dia menelponku.Makanya hp ku ku matikan," jawab Kaniya.


"Itu artinya dia sudah tau kalau kita pulang ke Indonesia.Buktinya dia bisa menelpon mu dan menggunakan kode SLI negara ini."ujar Radit makin cemas,sampai-sampai dia lupa kalau dia belum berpakaian dan hanya mengenakan handuk saja.Radit malah sibuk bertelponan dengan Papanya untuk meminta bantuan.Siapa tahu Papanya punya jalan keluar dari masalah ini.


"Suruh istrimu untuk membuang kartu SIM yang ia gunakan untuk menghubungi pria itu,ada-ada saja.Ini semua karena kecerobohan kamu Radit,karena kamu sudah membiarkan istrimu mengenal pria lain diluar sana.Pasti dia melakukan ini karena kamu kurang perhatian kepadanya!"Papa Marco malah memarahi Radit.


"Papa ini gimana sih,kok malah nyalahin Radit sih?."Radit jadi kesal karena lagi-lagi dia disalahkan.


Kaniya yang menguping pembicaraan suami dan mertuanya itu pun jadi semakin merasa bersalah,karena sudah menyebabkan keluarga Radit menghadapi masalah sebesar ini.


"Semua ini salahku,aku yang harus bertanggung jawab akan semua yang telah terjadi ini." batin Kaniya.


Tanpa fikir panjang,Kaniya berniat akan pulang kekampungnya dan tinggal disana sementara waktu dan meninggalkan Radit sendirian.Agar Radit dan keluarganya bisa hidup tenang dan Stefan tidak mengganggu mereka lagi.Kaniya ingin pergi diam-diam ketika Radit tertidur nanti.

__ADS_1


😥😥😥😥😥😥😥😥


bersambung...😘


__ADS_2