Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Dikuntit


__ADS_3

Kini Kaniya ,Bella,dan Dino sudah tiba di Mall terbesar kota ini.Mereka masuk kesalah satu geray makan terlebih dahulu,setelah merasa kenyang ketiga orang itu berencana mencari buku disalah satu toko buku dilantai tiga.


Menaiki eskalator ketiganya beriringan,karena Dino satu-satunya lelaki jadi dia seperti bodyguard yang sedang mengawal dua orang putri.


Bella dari tadi lirik-lirik ke arah Dino yang ada dibelakangnya,sepertinya Bella sedang menaruh hati pada Dino.Memang sih...Dino itu orangnya ganteng,manis,dan juga keren.Cewek mana pun pasti naksir sama dia,kecuali Kaniya tentunya๐Ÿ˜๐Ÿ˜.


"Kak Dino,memangnya ga napa-napa nih nemanin kami berdua ngemoll.Entar kalau ketahuan pacarnya kan bisa berabe?."ujar Bella sambil bersender dipegangan tangga yang berjalan.


"Pacar yang mana,orang aku jomblo kok."jawab Dino datar.


"Masa sih kak,cowok se~keren kak Dino ini belum punya pacar?."tanya Bella lagi.


"Memangnya kamu pernah lihat aku gandeng cewek?."


"Iya juga ya,terakhir aku lihat kak Dino jalan sama Kaniya keliling kampus."๐Ÿค”ujar Bella.


"Kenapa kamu tanya-tanya kak Dino??,jangan-jangan kamu naksir ya sama kak Dino๐Ÿ˜๐Ÿ˜?."Kaniya menggoda Bella.


Namun Bella hanya senyum-senyum sambil sesekali melihat kearah Dino yang memasang tampang cuek dan mengedarkan pandangannya kesekeliling Mall.


"Kaniya,bantuin aku dong biar bisa dekat sama kak Dino."Bisik Bella.


"Iya deh iya,gampang.Nanti aku yang jadi mak comblangnya.Tapi ingat ya,kalau aku berhasil kamu harus traktir aku."


"Asal jangan yang aneh-aneh dan jangan mahal-mahal juga ya."


"Tenang,aku ga sejahat itu kok."


"Deal?!."Bella memasang kelingkingnya dihadapan Kaniya,lalu disambut kelingking juga oleh Kaniya.


Kedua sahabat itu saling tersenyum-senyum,Dino jadi merasa dicuekin.


"Kalian bisikin apa sih?,ga jelas!."?kata Dino.


"Ada deh,rahasia."


"Pasti ngomongin aku ya?."tanya Dino penuh selidik.

__ADS_1


"Urusan cewek kok,mau tau aja."ucap Bella ketus,sebenarnya dia malu kalau sampai Dino mendengar obrolan mereka.๐Ÿ˜๐Ÿ˜


"Oh begitu ya,ga papa deh aku dicuekin."Dino buru-buru jalan melewati Kaniya dan Bella setelah eskalator itu membawa mereka sampai dilantai dua dan berkhir di lantai tiga Mall.


"Tuu kan,pasti kak Dino ngambek deh."terka Kaniya.


Bella hanya bengong memperhatikan Dino yang masuk kesalah satu toko buku.


"Udah sana susulin,aku mau ketoilet dulu."Kaniya berdalih.Dia sengaja memberikan kesempatan buat Dino dan juga Bella untuk berdua saja.


"Tapi kan kamu yang mau cari buku?!."Bella bingung.


"Iya,nanti abis dari toilet aku samperin kalian.Buruan,entar kak Dino makin ngambek.๐Ÿ˜."Kaniya mendorong tubuh Bella kearah Dino.


Untung saja Dino lagi sibuk cari-cari buku di rak.


Bella yang mau tak mau mengikuti saran sahabatnya pun masuk dan berpura-pura mencari buku di samping Dino.Sementara Kaniya melenggang keluar toko buku itu dan memilih untuk mencari buku ditoko lainnya.


Kaniya ga mau mengganggu masa pedekate Bella ke Dino,hitung-hitung bantu teman kan dapat pahala,fikirnya.


Setelah mendapat buku yang dia cari,Kaniya pun menelpon pak Anto agar menjemputnya di Mall.Karena tadi dia ikut mobil Dino,jadi pak Anto disuruhnya pulang kerumah.


Dari posturnya,kelihatannya itu seorang laki-laki.Kaniya jadi waspada,perlahan ia melangkah menuju tempat janjiannya dengan pak Anto buat dijemput,di bagian pintu keluar.


Orang itu terlihat masih mengikutinya meski dari jarak yang cukup jauh,sekitar lima meteran.Lama Kaniya menunggu,tapi mobil yang dikendarai pak Anto belum juga muncul.Kaniya mulai gusar,sesekali diliriknya kebelakang,siapa tahu sipenguntit itu masih mengikutinya.Kaniya mengeluarkan bedak padat dari dalam tas nya,dilihatnya dari cermin yang ada pada kemasan bedak itu sipenguntit masih ada dibelakangnya.


Seketika kewaspadaan Kaniya membuat kekuatannya hadir,tangannya mengepal kuat.Tatapan matanya mulai berbeda,dengan sigap ia berbalik dan menghampiri pria berhoodie itu.


Pria itu seketika kaget saat Kaniya mulai ada dihadapannya,dan berjalan kearahnya.


"Apa yang sedang anda lakukan?,kenapa anda mengikuti saya terus dari tadi?."tanya Kaniya lantang.


Pria yang berhoodie itu sepertinya tidak takut dan malah membuka penutup kepalanya dan menatap Kaniya dengan senyuman manja.


"Wow wow wow,santai sayang santai."ujar pria itu.


"Anda???!."Kaniya terbelalak.

__ADS_1


Ternyata pria itu tak lain dan tak bukan adalah pak dosen tampan yang baru dikenalnya hari ini.


"Mengapa bapak mengikuti saya?."tanya Kaniya.Amarahnya sudah sedikit mereda.


"Saya hanya penasaran saja sama kamu,disamping cantik ternyata kamu juga pintar,muda dan satu lagi,kamu itu berbakat.Terus terang saja,kamu itu memang tipe cewek yang saya cari-cari."tukas pak Beno.


"Maksud anda pak?!?."Kaniya geram.


"Sejak pertama kali saya melihat kamu,saya bisa merasakan energi besar didalam diri kamu.Sepertinya kamu bukanlah seorang gadis biasa,saya bisa merasakannya."ujar Beno lagi.


"Saya kurang mengerti maksud anda."Kaniya mencoba berkelit.


"Dari mana pria ini tau,kalau aku punya kekuatan ghaib."fikir Kaniya.


"๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚Sangat mudah bagi saya untuk mengenali siapa kamu,si pemilik kekuatan ghaib yang tiada tara.Sudah lama saya mencari-cari siapakah kira-kira yang mewarisi kekuatan Nyai kembang."


"Nyai kembang??."Kaniya bertanya-tanya,siapakah Nyai kembang itu,bahkan dia saja belum pernah mendengar nama itu.Sejenak dia ingat akan kata-kata Oma waktu di London.Kalau dulu itu kakek buyutnya Radit bertapa untuk merebut kekuata dari seorang wanita yang punya ilmu kanuragan dan ajian yang sangat dahsyat.


Tapi akhirnya Kaniya lah yang dipilih untuk memiliki dan menjaga kekuatan itu didalam dirinya.


"Kekuatan apa maksud anda,saya ga ngerti??."Kaniay masih berkilah.


"Sudahlah gadis manis,saya hanya butuh kamu buat bisa mengobati sakit yang saya derita.Hanya kamulah yang bisa menyembuhkan saya."Pak Beno kembali berusaha mendekati Kaniya.


"Jagan harap,saya tidak bisa membantu anda."Jawab Kaniya lantang.


"Tapi,bagaimana pun caranya, saya harus membuat kamu menjadi milikku."


Kaniya kaget dengan pernyataan pak Beno,tapi dia tidak takut sama sekali.Dia merogoh tasnya untuk mengambil handphonenya,dia merasa harus segera menghubungi Dino dan juga Radit.


Tiba-tiba......๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


***Bersambung bebs ku๐Ÿ˜๐Ÿ˜˜


Kira-kira apa ya yang akan terjadi pada Kaniya???


Ikuti terus kisahnya ya man teman๐Ÿ˜

__ADS_1


see you


jangan lupa like,komen,vote dan juga jadikan novel favorite kamu ya๐Ÿ˜˜***


__ADS_2