
Malam itu,Kaniya masih berhasil lolos dari keganasan si Radit.Akan tetapi,gara-gara kelakuan Radit itu tengah malam Kaniya baru bisa tertidur,namun baru saja dia terlelap tiba-tiba Kaniya mengalami mimpi buruk.Dalam mimpi itu,ada seorang kakek-kakek yang menyuruhnya untuk datang keruangan tertutup yang kemaren dia lihat bersama Radit.Kaniya gusar dan kini keringat membasahi sekujur tubuhnya,Radit yang berada disebelahnya pun menjadi terbangun karena igauan istrinya itu.
"Jangan,,jangan,,jangan!."igau Kaniya makin lama makin keras.
"Kaniya,kamu kenapa?."Radit berusaha untuk duduk dengan susah payah dan memanggil-manggil Kaniya agar segera bangun dan sadar.
Namun Kaniya masih saja larut dalam mimpinya,tangannya seperti bergerak-gerak menghalau sesuatu.
"Tidak,tidak."Kaniya masih saja mengigau.
Tanpa fikir panjang,Radit menggapai gelas yang berisi air putih yang ditaruh Kaniya dinakas samping tempat tidurnya,lalu dengan perlahan Radit menciprat-cipratkan air itu kewajah Kaniya agar gadis itu segera sadar dari mimpinya.
"Kaniya sadarlah,Kaniya...sadar Kaniya."Radit menggoyang-goyangkan lengan Kaniya dan sesekali menepuk pipinya.Akhirnya gadis itu membuka matanya juga.
"Hu hu hu...hu..hu..."terdengar nafas memburu dari mulut gadis itu.
"Kamu kenapa,mimpi buruk???."tanya Radit dengan wajah cemas.
"Iya,hhh."jawab Kaniya masih dengan nafas yang ngos ngosan.
"Coba kamu ceritain,kamu mimpi apa barusan.Gak mimpiin yang bukan-bukan soal aku kan?."tanya Radit.Bisa-bisanya Radit mikirin mimpi jorok.
"Enak aja,aku tadi mimpi seram tau!.Aku mimpiin kakek-kakek yang pakai blankon di kepalanya."Kaniya menceritakan isi mimpinya sambil terbata-bata.
"Terus..kenapa kamu bilang "jangan...jangan..tidak..tidak.."ngigau kayak gitu hayo cerita?."tanya Radit.
"Tadi itu,kakek-kakek itu menarik tanganku dan mengajakku ke dalam ruangan yang tertutup yang kata kamu ruangan pribadinya Oma."Kaniya jadi merinding.
"Kok bisa,hemmm ini pasti karena kamu masih penasaran pengen lihat ruangan itu kayak apa,iya kan?."terka Radit.
"Mungkin saja,tapi mimpi ini kayak nyata banget.Rasanya kakek-kakek itu benaran nyata,hidup gitu."Kaniya menjelaskan lagi apa yang dia lihat didalam mimpinya.
__ADS_1
"Ya sudah,mending kamu cuci muka sana.Bila perlu wudhu dulu biar gak diganggu setan."ujar Radit asal ceplos.
"Iya deh."ternyata Kaniya mau saja menuruti usulan Radit itu.
Kaniya pun berlari kecil ke kamar mandi dan mencuci mukanya dengan secepat kilat.Kaniya kembali ke tempat tidur.
"Loh,kok cepat sekali?."tanya Radit heran karena Kaniya belum semenit kekamar mandi tapi sudah kembali lagi.
"Aku takut,tadi dicermin kamar mandi aku juga melihat bayangan itu."jawab Kaniya sambil mendekatkan tubuhnya kearah Radit.
Kaniya berusaha membuang egonya dan mendekap erat lengan suaminya itu sembari minta perlindungan.Dia sangat ketakutan sekali.
Semalaman dia memeluk lengan Radit,sampai akhirnya dia tertidur.Radit yang mendapatkan pelukan hangat walau hanya dilengannya menjadi gemas melihat wajah istrinya yang sedang ketakutan.
Dalam hatinya dia berujar
"Terimakasih buat kakek-kakek yang telah hadir dalam mimpi istriku,setidaknya karena itu malam ini Kaniya mau tidur dengan mendekap tanganku."
"Sepertinya aku harus mengucapkan terimakasih banyak pada Papa dan Mama karena sudah mencarikan calon istri yang sempurna sepertimu Kaniya."ujar Radit lagi sambil sesekali mengelus-elus rambut dan wajah istrinya itu.
Senyumannya mengembang dengan penuh kebahagian yang tergambar diwajahnya.Dia jadi semakin semangat untuk kedokter besok,dia ingin segera bisa sembuh dan menjalani hidup normal bersama sang istri yang masih belia.
Radit pun terlelap dengan tangan memeluk tubuh Kaniya.Sehingga saat Kaniya terbangun,dia sangat kaget karena terasa ada benda berat diatas pinggangnya.Ternyata itu adalah tangannya Radit.
Dengan perlahan Kaniya ingin menggeserkan tangan suaminya itu,tapi Radit malah bergerak dan semakin memeluknya dengan erat.
Kaniya meronta-ronta minta dilepaskan,Radit jadi terbangun.
"Kamu kenapa sih? ,aku kan masih ngantuk kok dibangunin."kata Radit kesal sambil mengucek-ngucek matanya.
"Habisnya kamu sih,aku kan mau bangun malah kamu peluk.Erat banget lagi!."ujar Kaniya tak kalah sengit.
__ADS_1
"Kan bisa bicara baik-baik.hukh!baru saja aku puji eh sudah bikin ilfil."kata Radit ngegas.
"Puji?,emangnya kapan kamu muji aku.Perasaan yang ada kamu selalu aja ngatain aku,ngejekin aku."terang Kaniya dengan gamblangnya.
"Ya udah gak usah ribut,ini masih pagi tau!?.kamu lupa ya,kita ini di London Inggris,bukan di Indonesia.dasar bocah ingusan."Radit kembali kesifat aslinya,tapi sebenarnya dia tidak bermaksud menyakiti hati Kaniya,dia hanya senang menggodanya saja.
Kaniya dengan muka cemberut akhirnya mengalah dan berhenti meladeni Radit yang bersikap tidak sesuai dengan usianya yang sudah matang.Kadang dia merasa justru dialah yang lebih tua dari suaminya itu.
Kini hari sudah terang karena sinar matahari,Kaniya membuka gorden jendela kamar mereka dan melihat dengan jelas suasana pagi hari di London dari balkon kamar mereka.
"Wow,keren."Kaniya melihat dari kejauhan nampak banyak sekali orang yang berlalu lalang dengan sepeda dan juga berjalan kaki.
"Hey,jangan dibuka semua gordennya.Aku kan masih ingin tidur.Kamu gak tahu apa kalau aku semalam kesulitan tidur karena terus melihat wajahmu."Radit keceplosan dan tak sadar dengan apa yang barusan dia katakan.
"Apa tadi kamu bilang???."Kaniya jadi berbalik mendekati Radit ditempat tidur.
Namun Radit seakan masih tidur,dia belum sepenuhnya sadar kalau tadi dia sudah mengungkapkan kebenarannya.
"Hey,bujang lapuk.Bangun..."Kaniya memanggil-manggil nama Radit tapi masih tak bergeming.
"Mas Radit,tadi Mas Radit bilang apa coba diulangi."pinta Kaniya dengan semanis mungkin.
Mendengar sebutan Mas Radit,Radit langsung membuka matanya dan tersenyum semringah.
"Nah gitu dong,aku senang kalau kamu mau memanggilku seperti itu.Ingat ya jangan panggil aku bujang lapuk lagi,karena aku ini sudah beristri."Ujar Radit dengan pede nya.
"Ya udah,bangun ya sekarang,kita kan juga harus bersiap-siap kerumah sakit hari ini.Nanti takutnya Oma sudah nungguin kita."
Lalu Kaniya menyiapkan air mandi untuk Radit dan juga pakaian yang akan suaminya itu pakai kerumah sakit.
Setelah selesai membantu Radit bersiap,Kaniya pun mandi dan dan bersiap diri.Karena ini di luar negeri,maka hari ini dia ingin berpakaian santai saja layaknya orang luar.
__ADS_1
Radit semakin terpukau ketika dia melihat istrinya itu menghampiri dirinya dan Oma yang sedang breakfast ditaman depan rumah Oma.