
Setelah malam panjang itu, Kaniya mencoba mengerjapkan matanya.Seluruh badannya terasa lemas dan habis tenaga.Pertempuran semalam membuatnya tak berdaya dan merasa malas untuk bangun.
Dirabanya kasur sebelahnya, Radit sudah tidak ada disana. Entah kemana suaminya itu, mungkin dia sudah bangun duluan dan meninggalkannya seorang diri dikamar.
Sekuat tenaga Kaniya berusaha bangun,dia melilitkan selimut ketubuhnya yang masih polos dan menyeretnya kekamar mandi.
Tumben sekali pagi ini kamar mandinya sudah dipenuhi kelopak mawar yang berwarna pink,ada lilin aroma terapi dipinggiran bathup,dan wangi aroma vaila menyembur dari busa yang ada didalam bathup tersebut.
"Ahhhhh,indah sekali.Apa mas Radit yang sudah menyiapkan semua ini untukku?." gumam Kaniya.
Kaniya pun tak menyia-nyiakan hal indah itu,dia membuang selimut yang membungkus tubuh secara asal dan perlahan memasukkan tubuhnya kedalam bathup.
Senyum-senyum sendiri, sambil memainkan busa-busa yang ada disekeliling tubuhnya.Sungguh sangat menyenangkan sekali,sesekali dia menggosokkan kelopak-kelopak mawar yang mengambang di busa itu ke tubuhnya.
"Mas Radit memang suami yang pengertian. " bathin Kaniya.
Sementara itu dilantai satu, Radit sedang menyuruh bik Sumi untuk mengajarinya membuat omlet dengan bentuk hati❤. Tak biasanya tuan muda nya itu minta diajari memasak,baru kali ini saja Radit minta ajari masak seperti hari ini.
"Tumben den Radit mau masak didapur?. " goda bik Sumi.
"Hehe, ini spesial buat istriku yang sedang berulang tahun bik.Hari ini aku mau menyempatkan membuat omlet spesial untuknya." ujar Radit penuh semangat.
"Ooo, pantesan den Radit bela-belain kedapur. " jawab buk Sumi.
"Iya dong. " ucap Radit dengan bangganya.
Kaniya masih asyik berendam sampai nyaris tertidur didalam kamar mandi, sampai bunyi dering handphone nya membangunkannya.
Kaniya tersentak dan terjaga, dengan malas dia menyudahi mandinya dan membilas tubuhnya di shower dan segera menyambar handuk dan juga kimono mandinya.
Segera mungkin Kaniya mengangkat panggilan itu.Di layar HP nya tertera nama sahabatnya, siapa lagi kalau bukan si Bella.
"*Hallo Bell, assalamu'alaikum. " jawab Kaniya.
"Hallo Kaniya, kamu ngampus ga hari ini?. " tanya Bella.
"Iya nanti aku ke kampus,kamu ke kampus juga kan?. " tanya Kaniya balik.
"Aku minta absenin ya, aku ga kekampus hari ini karena mau ikut mama ke rumah nenek. " jawab Bella.
"Ooo gitu, ya udah nanti aku absenin."
"Makasih ya say,besok kalau aku udah balik dan kekampus ada sesuatu yang mau aku kasih kekamu.Happy Birthday ya sebelumnya. " ucap Bella.
__ADS_1
"Makasih say, udah ingat ulang tahunku. " jawab Kaniya lagi*.
Akhinya telepon diakhiri,Kaniya menaruh kembali HP nya di nakas.
Baru saja dia ingin membuka lemari untuk mengambil baju,pintu kamar berderit dibuka seseorang.
Radit masuk dengan nampan yang berisikan sarapan untuk istri tercinta dan menaruhnya di meja depan sofa.
"Makan dulu honey, biar kamu bisa pulih. " ucap Radit.
"Iya mas, makasih ya. " sahut Kaniya.
"Aku yang harusnya berterimakasih honey, karena semalam kamu sudah melayani aku sampai kamu lemas. " ucap Radit.
"Apaan sih mas, siapa juga yang lemas. " Kaniya jadi malu.
"O ya, aku mau segera berangkat kekantor.Hari ini ada pertemuan dengan Mitra baru yang mau join di pengembangan perkebunan kita.Jadi mas ga bisa antar honey ke kampus.Ga papa kan??. " tanya Radit.
"Ga papa kok Mas,aku bisa diantar sama Pak Anto nanti. "
"Kalau begitu Mas duluan ya honey, kamu ga usah antar kedepan. Kamu siap-siap aja ke kampus. " Radit kemudian memberikan kecupan mesra di kening Kaniya dan berlalu pergi setelah Kaniya mencium punggung tangan suaminya.
Kaniya kembali bergegas untuk berdandan dan segera memantaskan pakaiannya dicermin .
"Ooo iya, sampai hampir lupa menyantap sarapan ini. " Kaniya baru sadar setelah tak sengaja melihat sarapan yang dibawakan Radit untuknya.
Kaniya memutuskan untuk membawa nampan itu kembali kebawah, dan berniat mengemas nya dalam sebuah tempat bekal dan dibawa ke kampus nanti.
Setelah sampai dilantai bawah suasana rumah sudah mulai sepi,kelihatannya semua orang sekarang sudah pada pergi ketempat tujuan mereka masing-masing.
Kaniya mencoba memanggil bik Sumi untuk menanyakan dimana semua orang, namun kelihatannya bik Sumi sedang ada dihalaman belakang sedang menjemur pakaian.
Kaniya jadi urung bertanya, dan bergegas kedapur untuk mengambil wadah bekal dan mengemas sarapannya.
Setibanya di depan rumah,Pak Anto terlihat sedang mengelap mobil yang baru selesai dicucinya.
"Eh Non Kaniya, jadi ngampus hari ini Non?. " tanya Pak Anto.
"Iya nih Pak,apa bapak ga nganterin mama ke butik hari ini?. " tanya Kaniya.
"Nyonya tadi dianter sama si Jamal supir yang baru. " ujar Pak Anto.
"Ooo,ada supir baru rupanya. " Kaniya juga baru tau kalau ada supir baru.
__ADS_1
"Iya non, baru kemaren si Jamal diterima kerja disini. Silahkan non, masuk kedalam mobil. Saya mau naruh ember dulu dibelakang. " ujar Pak Anto yang berlari kecil kebelakang sambil menenteng ember dan lap yang dipakainya untuk mencuci mobil.
Kaniya pun sudah masuk dan duduk tenang didalam mobil, sambil menaruh bekal yang dia bawa dikursi sampingnya.Kaniya yang merasa lapar membuka kotak bekal tadi, dan baru ia sadar kalau sarapan pagi ini sangat spesial.
Omletnya berbentuk hati dan dihiasi dengan sebuah tulisan dari saos sambel yang berbunyi thankyou honey.
"Wah,mas Radit.So sweet banget. " Kaniya pun terharu.
Tanpa pikir panjang, ia mengambil HP nya dan memotret omlet itu dan di postnya di Instagram.lalu diberinya caption Thankyou too my hubby,You are so sweet😘.
Tak lupa ditandai nya Radit di postingannya itu, sepertinya kali ini Kaniya benar-benar ingin mempublikasikan siapa suaminya.Biar orang-orang diluar sana juga tahu siapa suami yang sudah dinikahinya selama ini.
Pak Anto segera membawa Kaniya ke kampusnya, dan setibanya di kampus banyak sekali kakak-kakak tingkat yang masih berada didepan kampus menggoda Kaniya yang baru saja turun dari mobilnya.
Penampilan Kaniya yang sangat menawan dan menggoda iman sukses membuatnya jadi pusat perhatian para kaum adam dikampus.Walaupun dia sedang menggunakan kemeja yang kedodoran sekalipun, tak mengurangi kecantikan dan keanggunan nya.
Kalau dilihat dari penampilannya, pasti tak ada yang mengira kalau dia dulunya adalah seorang gadis desa biasa yang berasal dari desa kecil yang jauh dari perkotaan.
Apalagi keahliannya dalam merias wajah,sudah tak bisa diragukan lagi. Mau dandan atau tidak wajahnya akan selalu terlihat cantik berseri, karena kecantikannya terpancar dari dalam.
"Cewek.... cwiiiittt... cwiiiittt. " goda cowok-cowok itu.
"Anak baru ya, kok aku baru lihat?. " tanya seorang cowok yang berpakaian sedikit urakan dan celana jeans yang bagian lututnya sobek-sobek dan tergantung rantai di pinggangnya, persis yang sering dipakai para preman kepada teman disebelahnya.
"Iya bro,elo sih jarang masuk kampus. Jadi ketinggalan berita kan. " jawab Bobi sahabat dari cowok tadi.
"Cantik banget,itu buruan gue. Awas!kalian ga boleh ada yang gangguin dia,dia cuma bakal jadi milik gue!. " ujar Cowok selenge'an itu.
"Tapi denger-denger tuh cewek ada penjaganya bro. " ujar Bobi sambil menepuk pundak Marcel si cowok selenge'an tadi.
"Wah, yang bener lo?? ga bisa dibiarin nih. Emangnya siapa yang udah gebetin doi??. "
"Itu tuh,si Dino.Berani lo sama dia??. "
"Hekhk!!, cuma si Dino aja elo takut.Itu mah urusan kecil. " ujar Marcel sambil menjentikkan ujung jari kelingkingnya.
"Coba buktikan bro, kalau elo bisa dapetin nih cewek, gue bakal traktir elo dikantin selama sebulan full. " tantang Bobi.
"Siapa takut??!, mana ada cewek yang berani nolak gue dikampus ini😏. " ujar Marcel dengan PD nya.
Bersambung......
"
__ADS_1