Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kangen Oma


__ADS_3

Dengan perasaan senang,Marcel kembali ke kamarnya.Pria itu membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menaruh kedua tangannya di bawah kepala.


Marcel kembali membayangkan pertemuan tak sengaja nya dengan Rani barusan.Pertemuan yang singkat namun sangat berkesan baginya.


Walaupun status mereka sudah menikah, tapi Marcel tidak bisa memiliki istrinya itu dengan leluasa.Semua memang sudah tertulis di atas surat perjanjian itu.Mau tidak mau ia harus bisanya menerimanya dan bersabar untuk bisa meluluhkan hati Rani.


Di tempat berbeda meskipun masih dalam satu atap yang sama,Rani juga merasakan hal yang sama.Walaupun ia sangat yakin bahwa dirinya tidak akan pernah jatuh cinta dengan Marcel, tapi kini hatinya berdebar ketika membayangkan pria itu.


Sikap lembut Marcel kepadanya sudah berhasil membuat sebuah percikan kecil di hatinya.Letupan-letupan kebahagiaan itu benar adanya.


Mulut Rani bisa saja berbohong, tapi tidak dengan hatinya.Si brengsek Marcel nyatanya memang sudah berubah, entah itu perubahan yang hakiki atau hanya berpura-pura.Yang pasti, kini Rani bisa merasakan kesungguhan dari tatapan mata pria itu ketika menatap matanya.


"Apa dia benar-benar orang yang sama dengan orang yang sudah menyekap dan meruda paksa ku? " tanya Rani pada diri sendiri.


"Tidak!aku tidak boleh tergoda dan terlena dengan sikap manisnya padaku.Dia itu bajingan, " ucap Rani lagi.


Kini ia tengah bimbang dengan perasaannya sendiri.


*****


Di kediaman Kaniya Dan Radit


Pasangan itu saat ini sedang romantisan, Radit kembali mengajak Kaniya mengulang kisah mereka saat baru-baru menikah dulu.Mereka juga membuka album foto pernikahan mereka yang absurd,wajah Kaniya yang jutek, dan wajah Radit yang di tutupi dengan perban.

__ADS_1


Di sana juga ada foto Oma Adelin yang sangat menyanyangi keduanya.Kaniya jadi rindu kepada Oma,entah sedang apa Oma sekarang di London?


"Aku rindu Oma Mas,kapan ya kita bisa bertemu dengan Oma lagi?"ucap Kaniya.


"Nanti kita akan liburan ke sana kalau anak kita sudah bisa di ajak terbang. "Radit mengelus kepala istrinya itu.


" Kita telpon Oma yuk, "ajak Kaniya.


" Jangankan cuma telpon, kita juga bisa melakukan Video Call."


Akhirnya mereka bisa melakukan video call sama Oma,Oma terlihat sehat di sana.Kaniya bercerita soal dirinya yang sekarang sedang hamil dan ngidamnya masakan yang di masak langsung oleh Radit.Menurutnya masakan Radit itu enak banget,walaupun kata Radit masakannya gak enak sama sekali.


Oma juga bercerita, kalau belakangan ini ia sempat sakit.Kaniya dan Radit jadi sedih dan merasa bersalah karena tidak bisa merawat Oma.Kaniya berjanji kelak mereka akan berkunjung ke London lagi, asal Oma tetap sehat dan menjaga kesehatannya.


"Radit yakin ,Oma akan panjang umur, " ujar Radit.


"Iya Oma, kami berjanji akan selalu memantau Oma dari jauh.Kaniya yakin Oma akan selalu di berikan kesehatan sama Allah. " Kaniya meneteskan air matanya, ia jadi pengen memeluk Oma, tapi apa daya, jarak mereka sangatlah jauh.


Radit mengusap-usap punggung istrinya, ia berjanji kalau anak mereka nanti sudah lahir, Radit akan mengajak keluarga kecilnya itu terbang ke London untuk mengunjungi Oma, dan itu masih sangat lama.Butuh 7 sampai 10 bulan lagi sampai bayinya bisa ikut terbang.


"Kamu jaga istrimu ,Radit!Oma punya firasat akan adanya gangguan dari kekuatan yang ada di dalam tubuh istrimu.Sepertinya Nyai Kembang tidak begitu suka kalau istrimu hamil." Oma memberitahukan wangsit yang iya dapat.


"Apa kekuatan itu bisa di hilangkan Oma?Kaniya merasa sebaiknya Kaniya hidup seperti orang normal saja yang tidak punya kekuatan apa-apa, " ujar Kaniya.

__ADS_1


"Sabar sayang,Oma akan mencari tahu tentang hal itu.Kamu sebaiknya tidak usah melatih ilmu itu lagi,sekarang kamu sedang hamil. Jadi kamu fokus saja pada kehamilan kamu, " ujar Oma.


"Iya Oma,psti."Kaniya tersenyum kepada Oma.


"Bagaimana dengan adik ipar baru kalian? Oma dengar kalau si Marcel itu sekarang tinggal bersama dengan Papa dan Mama kalian? " tanya Oma lagi.


"Benar Oma,Papa dan Mama memang mengajukan syarat agar Rani dan Marcel tinggal terpisah setelah mereka menikah, akan tetapi orang tua nya Marcel berhasil meyakinkan Papa untuk mengizinkan Marcel tinggal bersama mereka, " jelas Radit.


"Ya biarkan saja,toh memang sudah seharusnya orang yang sudah menikah tinggal dalam satu rumah yang sama.Kasihan nanti anaknya Rani kalau dipisahkan sama Bapaknya."Oma menarik nafas panjang,ia jadi sedih kalau mengingat nasib malang cucunya yang satu itu.


" Benar Oma,Kaniya juga merasa bersalah atas peristiwa yang menimpa Rani. "Kaniya pun tertunduk sedih.


" Sudah, gak usah di sesali.Semua ini adalah takdir dari yang kuasa, siapa sih yang bisa mencegahnya.Mungkin ini sudah jalannya untuk mereka bertemu. Kita do'akan saja semoga si Marcel itu bisa berubah menjadi lebih baik, "tambahan Oma.


" Iya Oma, semoga. Aamiin. "Kaniya dan Radit kompak mengaminkan.


******


Sudah Pagi...


Kaniya dan Radit kembali ke rutinitas mereka masing-masing,hari ini Kaniya akan ke kampus dan siangnya ia akan pergi ke restorannya.Sedangkan Radit,seperti biasa ia akan pergi ke perkebunan sambil mengantar mertuanya pulang ke Desa.Kebetulan mereka satu arah,jadi bisa sekalian jalan.


*****

__ADS_1


__ADS_2