
Sehabis acara akad nikah dan ramah tamah dengan tamu undangan yang diundang di siang hari,Rani kembali ke kamar riasnya untuk beristirahat.
Kini Kaniya dan sang Mama yang menemani dirinya.Kondisi keduanya yang sama-sama sedang berbadan dua membuat mereka harus banyak beristirahat agar pada acara puncak malam nanti kondisi badan mereka bisa Fit dan Prima.
"Honey, apa kamu tidak mau istirahat di kamar kita saja?"tanya Radit yang tiba-tiba nyelonong masuk mencari Kaniya.
"Boleh deh, bentaran ya Mas." Kaniya berpamitan dulu dengan sang Mama mertua dan juga si penganten baru adik iparnya, Rani.
"Ma, Niya kembali ke kamar kami dulu ya."
"Iya sayang, hati-hati jalannya.Gaun kamu yang panjang itu takutnya belibet," ujar nyerimpet ujar Nyonya Sherly.
"Iya Ma 😊, " sahut Kaniya.
"Ran Kakak pamit dulu ya. Mau istirahat dulu, sambil maupun makan lagi. Perut Kakak tiba-tiba lapar lagi," ujar Kaniya kepada adik iparnya itu.
"Iya Kak, entar malam kita ketemu lagi.Aku juga capek banget nih pengen rebahan. Buruan sana,entar Kak Radit garing tuh karena kelamaan nungguin,"ujarnya.
" Bisa aja kamu Dek,"sahut Radit yang ada di dekat pintu.
"Kak Radit sih, kayak gak sabaran banget, bilang aja udah kangen sama Kak Kaniya pengen di kelonk,"goda Rani.
" Kamu kali yang udah gak sabar pengen dikeloni suami kamu. Kamu kan udah punya pasangan juga sekarang, ayo ngaku,"goda Radit bales.
" Iihhhh, siapa juga yang mau dikeloni sama cowok brengsek kayak dia.Gak level, "tukas Rani.
Pernikahan ini saja sudah seperti mimpi buruk bagi dirinya,apalagi kalau harus tidur di atas kasur yang sama. Itu tidak akan mungkin terjadi, Rani takkan sudi.
****
Setelah kepergian Kaniya dan Radit dari ruangannya, Nyonya Sherly juga sedang ada keperluan untuk mengurus sisa persiapan acara nanti malam.Tadi seorang pelayan memanggilnya untuk di mintai pendapat soal penataan bunga untuk dekorasi nanti malam.
__ADS_1
Disaat itu, Rani jadi tinggal sendirian diruangan itu.Rani mencoba memejamkan matanya sejenak , agar semua rasa lelah dan kantuknya buyar.Baru menyambut tamu pagi sampai siang saja, pinggangnya sudah pegal-pegal karena harus duduk, berdiri, duduk, dan berdiri lagi.
Baru saja ia terpejam,tiba-tiba ia merasakan ada yang basah di keningnya. Benda kenyal itu menimbulkan bunyi. " Mmmuach. "
Rani terkejut dan seketika membuka matanya.Ternyata benar apa yang ia takutkan, saat ini pria yang sudah sah menjadi suaminya itu duduk disamping kasurnya dan sedang memandangi dirinya dengan tatapan yang penuh gairah.
"Kamu!!" Rani terperanjat dan langsung menghindar, bergeser menjauh.
"Kenapa jauh-jauh sayang,ayo sini duduk dekat aku, " ujar Marcel dengan santainya.
"Jangan mimpi!" Rani beringsut dari kasur dan kini bermaksud pergi dari kamar itu.Tapi saat ia akan membuka pintu, ternyata pintunya sudah terkunci dan anak kuncinya sudah berada di tangan Marcel.
"Kamu cari ini?" tanya suaminya yang dengan santai malah berbaring di atas kasur.
"Kembalikan kuncinya!"Rani berusaha meraih anak kunci dari tangan Marcel.
"Bukannya memberikan kunci itu kepada sang istri,Marcel malah dengan sengaja menaruh kunci itu ke dalam saku celananya.Lalu dengan santai ia membuka jas yang ia kenakan saat akad nikah tadi.
" Gerah, ya aku lepas aja.Aku ngantuk mau tidur, acara nanti malam pasti sangat panjang, jadi sebaiknya kamu juga tidur.Sini... "Marcel menepuk kasur di sebelahnya.
"Terserah kalau kamu mau tidur di sini,tapi berikan dulu kuncinya padaku,aku mau keluar,"tukas Rani,sambil menadahkan tangan kanannya kedepan muka Marcel.
" Ambil aja sendiri kalau mau. "Dengan santai nya Marcel menaruh kedua tangannya di bawah kepala dan matanya mengerling menyuruh Rani merogoh sendiri kunci itu di saku celananya.
Rani memberengus,ia membuang nafas kasar. Dadanya bergemuruh,apalagi tatapan Marcel yang berubah menjadi teduh itu ternyata bisa menghanyutkan juga.
Rani segera memutuskan kontak mata dengan suaminya itu,ia tidak mau tergoda apalagi terpedaya.Ia juga tidak sudi kalau harus merogoh saku celana Marcel hanya demi kunci itu.
Dengan kesal, akhirnya Rani memilih duduk di sofa kecil yang ada di depan tempat tidur.Ia menyandarkan kepalanya dan akhirnya matanya yang memang sudah mengantuk itu terpejam perlahan dan tertidur.
Marcel tersenyum melihatnya,pelan-pelan ia menghampiri pengantinnya itu dan memperhatikan wajah Rani yang tenang saat sedang tertidur.Ia juga meraba perut wanita yang sedang mengandung benihnya itu perlahan.
__ADS_1
"Kalau begini 'kan kamu lebih cantik,tapi jujurly aku lebih suka kamu yang dalam mode marah.Terlihat lebih ganas dan menggairahkan,"ucap pria itu pelan sambil membelai lembut wajah Rani.
Setelah memastikan kalau istrinya itu benar-benar sudah pulas,dengan sangat hati-hati Marcel memindahkan tubuh Rani ke atas kasur dan menyelimutinya.
Masih ada waktu 3 jam lagi sebelum acara resepsi jam 20.00 malam nanti.Marcel pun merebahkan tubuhnya disamping sang istri tanpa Rani menyadarinya.Ia masih bisa mengontrol dirinya untuk saat ini,karena ia juga tahu kalau Rani saat ini pasti sedang sangat kecapean.Marcel menyetel alarm dua jam dari sekarang.
*****
Hampir dua jam berlalu tanpa drama,keduanya masih tertidur di atas kasur yang sama dengan pulasnya.
Tiba-tiba alarm di ponsel Marcel bergetar, ia sengaja hanya menyetel ponselnya dalam mode getar,takutnya Rani akan terganggu.
Marcel segera bangun dan langsung berjalan menuju kamar mandi yang ada diruangan itu.Ia harus segera bersiap,sebentar lagi para perias pengantin pasti akan datang ke ruangan ini.
Rani mulai mengerejapkan matanya,ia tidak mendapati siapapun di sana.Hanya saja posisinya sekarang sudah ada di atas kasur.Tentu saja hal itu membuatnya kaget.
" Kok aku bisa di atas kasur,jangan-jangan..."Rani masih sibuk dengan pemikirannya.
Tiba-tiba ia terlonjak ke belakang saat melihat suami yang baru saja menikahinya tadi siang keluar dari kamar mandi dengan sangat seksi.
Wajah Marcel terlihat lebih segar dan tampan, pria itu hanya menoleh sekilas ke arahnya dan berjalan menuju balkon sambil menyapanya. " Sudah bangun?,mandilah, sebentar lagi pasti para perias itu akan datang, "ujar Marcel dengan tenangnya.
Rani hanya terbengong melihat sikap yang ditunjukkan oleh Marcel kepadanya.
" Kenapa dia bisa begitu santai? "benak Rani.
Lalu ia pun segera beranjak dari kasur itu dan hendak menuju ke kamar mandi.Di dalam kamar mandi, Rani berusaha membuka resleting kebayanya, tapi ia tidak bisa menjangkau resleting itu dengan tangannya. Rani bingung harus bagaimana.
Mau tak mau ia harus meminta bantuan pada seseorang,namun lagi-lagi yang ada diruangan itu hanyalah Marcel.Rani keluar dari kamar mandi dan menghampiri Marcel yang sedang menatap ke sekitar gedung dari atas balkon.Entah apa yang sedang ia pikirkan?.
__ADS_1