
Radit masih duduk terpekur disamping pos security,dia bingung harus berbuat apa.
"Ini mas,nomor hp teman saya yang bawa istri mas.Semoga istri mas mau diajak pulang ya mas."ujar pak satpam itu.
"Oh,terimakasih pak.Sekali lagi terimakasih."Radit buru-buru menyambar kertas yang diberikan oleh pak satpam.Di ketiknya nomor yang tertera dikertas itu,dan ditekannya tombol berlambang ๐warna hijau.
Panggilan itu tersambung,namun karena pak supir tidak mengenal nomor yang menelponnya maka panggilan itu di rijecknya.
Radit terus saja menghubungi nomor itu sampai berulang kali,tapi tak kunjung dijawab juga.Akhirnya Radit mengirimkan pesan kepada supir yang membawa Kaniya.
Pesan itu berbunyi:
"Pak supir,anda yang membawa istri saya Kaniya kan?.tolong bawa istri saya kembali lagi ke apartemen tempat tadi bapak menjemputnya.Nanti saya akan bayar dua kali lipat dari yang ia berikan kepadamu."
Pak supir belum membuka pesan itu,dia malah sibuk mengajak Kaniya ngobrol.
"Neng pergi pagi buta begini apa ada urusan yang mendesak ya neng?."tanya supir itu.
"Iya pak,saya ingin ketemu ibu saya.Sudah lama saya meninggalkan beliau dan sudah lama juga saya tidak berkunjung kerumah tempat saya menghabiskan masa kecil saya."Jawab Kaniya.
"Apa neng ini sudah menikah?."tanya pak supir lagi.
"Iya pak,saya sudah menikah."jawab Kaniya lagi.
__ADS_1
"Ooo,kok gak pergi sama suaminya neng?."tanya pak supir itu lagi.
"Suami saya lagi sibuk pak,banyak pekerjaan.Jadi dia ga bisa mengantar saya.๐๐."Kaniya mulai malas meladeni pak supir yang banyak tanya ini dan itu,dia masih memikirkan Radit yang mungkin sekarang sudah bangun dan mencarinya.
Akhirnya Kaniya sudah tiba didesanya,disana banyak sekali ibu-ibu yang sedang membeli sayuran ditukang sayur keliling sambil ngerumpi.Kaniya yang bari tiba dengan membawa koper besar pun tak luput jadi bahan gosipan hari itu.
"Wah,neng Kaniya pulang-pulang bawa koper gede banget.Lagi ribut ya sama suaminya.Kog pulangnya sendirian aja?."ujar salah satu ibu-ibu gosip tersebut.
Kaniya yang mendengar sekilas,hanya berlalu saja.Dia sudah tahu bahwa ibu-ibu itu pasti akan bergosip tentang dirinya jika dia pulang seperti ini.
"Iya ya,katanya udah nikah.Kog suaminya ga pernah diajak pulang kesini?."ujar ibu-ibu yang lainnya lagi.
"Jangan-jangan selama ini dia cuma jadi istri simpanan,nikahnya aja ga ada hajatan."mulut-mulut tukang gosip ga ada hentinya.Apalagi tukang sayur itu mangkalnya didepan halaman rumah Kaniya.
Namun ternyata bu Mery ibunya tak ada dirumah,mungkin dia masih jualan kue keliling.Sebenarnya ingin sekali Kaniya membuatkan sebuah toko kecil untuk ibunya supaya ga capek harus keliling kampung lagi.Tapi sekarang dia juga belum punya cukup uang,selama ini dia masih menabung untuk itu,setiap bulan dia sisihkan sedikit gajinya menabung untuk mewujudkan impiannya dan juga ibunya.
Gaji,sekarang bahkan dia ga tahu harus tetap bekerja ditoko pemberian mertuanya itu atau tidak,ya..beberapa jam sebelum mereka berangkat ke London tempo hari,mama Sherly memanggil Kaniya kekamarnya dan meminta Kaniya untuk mengurus semua keperluan dan perawatan Radit selama Radit di luar negeri,Sebagai gantinya mama Sherly bersedia memberikan salah satu tokonya itu untuk Kaniya kelola.Kaniya sempat menolaknya ,tapi mama Sherly memaksa dan akhirnya Kanoya pun menerimanya.
Namun Kaniya tidak membawa berkas-berkas miliknya yang masih teryinggal dirumah mertuanya itu.Hanya dokumen buku nikah,pasport,dan KTP saja yang ada didalam kopernya.
Bahkan ijazah SMA nya pun masih dirumah mertuanya,karena dipakai untuk mendaftarkan kuliahnya oleh papa mertua.
"Bagaimana ini,gimana caranya aku bisa cari kerja kalau begini."๐คจKaniya mendadak jadi bingung.
__ADS_1
"Seandainya aku ga ketemu Stefan,ga mungkin rumah tanggaku jafi kacau seperti ini."Bathin Kaniya.
Sementara itu di apartemen...
Radit yang kesal karena belum juga mendapat pesan balasan dari pak supir yang tadi mengantarkan Kaniya kedesanya malah kembali keruangan apartemen yang ia sewa untuk sementara.
Dibantingnya pintu dengan keras sekali,untuk meluapkan kekesalannya karena belum bisa menghubungi dan juga bertemu dengan istrinya Kaniya.
Radit berniat ingin menaruh Hp nya diatas meja,eh malah yang dianlihat adalah black card yang Kaniya sengaja tinggalkan untuknya.
"Kamu bahkan meninggalkan kartu ini honey,apa kamu tidak merasakan apa yang aku rasakan saat ini.Aku sudah terbiasa dengan kamu sayang,pulanglah..pulanglah honey ku๐ฅ."Tanpa dia sadari air matanya pun menetes.
Radit tidak bisa lagi menahan sakit didadanya,dan ia pun menangis.
Disaat yang sama,namun ditempat yang berbeda,Kaniya pun merasakan hal yang sama.Tiba-tiba dia merasa kalau dadanya sesak seperti dihimpit batu besar.,bayangan wajah Radit terbayang-bayang difikirannya.
"Ada apa ini ya Allah,kenapa rasanya sakit sekali.Aku kan ga punya riwayat penyakit jantung."bathin Kaniya lagi.
Tiba -tiba pula ibu Mery pulang karena ada tetangganya yang memberitahunya bahwa sekarang putrinya Kaniya ada dirumahnya sambil bawa -bawa koper.
Bu Mery jadi panik dan langsung pulang kerumah.Bu Mery khawatir kalau Kaniya kenapa-napa.Apalagi tadi tetangganya ibu-ibu rempong yang suka bergosip juga bilang padanya kalau Kaniya hanya pulang sendiri tanpa ditemani suaminya.Dengan cepat gosip tentang Kaniya hari itu sudah menjadi topik utama didesanya.Mereka juga tak segan menambahkan sedikit bumbu didalam gosip yang mereka sebarkan.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐ค
__ADS_1
Bersambung bebs