Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Salah Orang


__ADS_3

Dengan susah payah, akhirnya Pak Anto bisa melewati macet dan membawa nonanya pulang kerumah.


Radit melihatnya dari atas balkon,di liriknya jam ditangannya sudah menunjukkan jam 9 malam.Buru-buru Radit turun kebawah untuk menemui istrinya, dia khawatir telah terjadi sesuatu pada Kaniya.


Pak Anto baru saja turun dan mau membukakan pintu mobil untuk nonanya, eh keburu Radit sudah membukakan duluan.


"Biar saya saja Pak. "


"Baik Den. " Pak Anto jadi mundur.


"Kok malem banget baru sampe?. " tanya Radit.


"Iya Den, macet tadi.Non Kaniya sampe ketiduran tuh di belakang. " jawab Pak Anto.


"Ooo, ya udah biar saya yang gendong aja. Kayaknya dia kecapean. " ujar Radit.


"Silahkan Den. "


Radit menggendong tubuh Kaniya yang tertidur pulas dan membawanya kekamar mereka di lantai dua,pemandangan itu disaksikan oleh Mama dan Papa nya.


"Anak muda,ada-ada aja ya Pa.Mama jadi pengen digendong juga sama Papa. " ujar Mama Sherly manja.


"Badan Mama udah ga seringan dulu." Ujar Papa Marco ketus.


"Ih Papa, tega. " Mama Sherly jadi ngambek.


"Iya nanti Papa gendong, tapi dikamar aja ya. Kan malu nanti kalo dilihat anak-anak atau orang-orang yang kerja dirumah. " jawab Papa Marco merayu.


"Hihihii." Mama Sherly nyengir kuda karena kegirangan.


😍😍😍


Dikamar, Radit membaringkan tubuh istrinya itu dikasur.Pelan-pelan agar Kaniya tidak terbangun dari tidurnya.


Lalu diselimuti nya tubuh istrinya itu setelah ia membuka sepatunya,dibelainya rambut Kaniya yang hampir menutupi wajahnya,dan ditepikannya.


"Capek banget ya honey?. " Radit bicara sendiri sambil membelai wajah Kaniya.


"Tidurlah." Ucap Radit lagi sambil mengecup kening istrinya.


Radit memeriksa Tas Kaniya,dia mencari HP istrinya itu.Setelah menemukannya dia jadi tau kalau HP Kaniya mati karena habis batre, jadi Radit mencarger nya dan mengaktifkannya.


"Pantas aja dari tadi ditelepon ga masuk, ternyata habis batre. " gumam Radit.


Radit pun merebahkan tubuhnya,kali ini dia sudah tenang karena Kaniya sudah ada disampingnya lagi.Jadi dia bisa tidur dengan nyenyak.


Tiba-tiba HP Kaniya yang berbunyi


Tring

__ADS_1


Ada sebuah pesan masuk.


Radit yang baru akan memejamkan mata pun jadi terbangun lagi.Lalu dia melihat isi pesan itu.


"Hallo cantik, bagaimana cokelatnya? udah kamu Terima kan??. "


Kening Radit mengkerut membaca pesan itu, tak jelas siapa pengirimnya.Tapi dari foto profil WA itu dia bisa tahu kalau itu dari seorang pria dan pria itu cukup tampan dengan kaca mata hitam transparan.


"Siapa laki-laki ini?, kenapa dia mengirim pesan seperti ini?. Apa jangan-jangan dia naksir kamu honey?. " Tanya Radit lirih.


"Siapa Mas?. " tanya Kaniya, dia terbangun mendengar suara Radit.


"Honey, kamu sudah bangun rupanya.Ini loh, ada cowok yang kirimi kamu cokelat katanya".


" Cokelat, salah sambung kali Mas.Aku aja ga nerima kiriman cokelat atau apalah itu.Salah orang kali Mas. "


Kaniya sama sekali ga kepikiran buat mengecek pesan itu dulu.


"Awas aja ya kalau kamu main-main dibelakang aku." ancam Radit sambil menyentil hidung istrinya itu.


"Cintaku hanya untukmu Mas,apa kamu masih belum percaya juga?. " tanya Kaniya.


"Bukan begitu Honey,aku hanya khawatir sama kamu dikampus. Kayaknya ada yang lagi ngejar-ngejar kamu, karena istri Mas ini kan cantik dan kamu juga seksi." Ujar Radit sambil menatap mata istrinya.


Kaniya hanya diam menatap balik Radit dan menggelengkan kepalanya, bisa-bisanya suaminya itu berburuk sangka, fikir nya.


"Ya ampun Mas,aku itu ga punya rasa sama laki-laki mana pun selain Mas Radit seorang, sungguh. " Kaniya sampe menunjukkan jari telunjuk dan jari tengahnya✌.


"Janji ya honey. "


"Iya Mas,aku janji. " jawab Kaniya.


Radit tersenyum, tapi dihati masih takut kalau istrinya bakal kepincut laki-laki diluar sana yang mau menggodanya.


"Aku mau mandi dulu ya Mas,gerah nih dari pagi sampe malam gini belum mandi lagi.Oya,kok aku bisa ada dikamar?apa Mas Radit yang bawa aku kemari?. "Kaniya baru menyadari kalau dia ga berjalan sendiri dari mobil kekamar.


" Bukan,tadi Pak Anto yang bawa kamu."Bohong Radit.


"Pak Anto??, masa sih Mas Pak Anto yang gendong aku.Aduh,aku harus buru-buru mandi nih kalau bekas tangannya Pak Anto." Kaniya makin kelabakan.


"Hahaha, ga kok honey. Mana mungkin Mas rela kalau istri Mas yang cantik ini digendong laki-laki lain, walaupun itu Pak Anto. "


"Ya udah kalau gitu aku mandi dulu,Mas makasih ya udah gendong aku. " Kaniya berlalu kekamar mandi.


Radit hanya tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


😍😍😍


Sementara itu dikamar Rani.Gadis itu sedang memegangi cokelat yang baru didapatnya tadi sore. Sambil tersenyum ia menghayalkan wajah M. Rifaldi sang gebetan.

__ADS_1


"Ahhhhh, kenapa kamu ga langsung nembak aku aja Rifal?. " gumamnya.


Rani sama sekali ga tahu siapa yang sebenarnya dituju pengirim cokelat itu,dia malah salah faham dan mengira cokelat itu dikirim Rifal untuknya.


Padahal itu untuk Kaniya dari si Marcel si cowok resek.


Rani memutuskan untuk tidak memakan cokelat itu dulu, dan menyimpannya didalam tas.


"Besok aku akan tanya langsung sama kamu Rifaldi. " Gumam Rani.


Senyuman bahagia terlukis diwajahnya,seolah-olah dia mengharapkan besok dia bisa jadian sama sang gebetan.


Sampai keesokan harinya


Rani yang sudah tidak sabar ingin bertemu Rifaldi buru-buru pergi kekampus lebih pagi dari biasanya.


Saat dia akan berangkat kekampus dan menyetir mobilnya sendiri,satpam didekat gerbang memberikan sebuah buket bunga padanya.


Buket mawar 💐yang sangat indah,Lagi-lagi bertuliskan huruf M.


Akan tetapi kali ini tertulis sebuah pesan di kartu ucapan itu, bunyinya:


"Temui aku di taman kota,depan masjid agung"


Rani yang semangat 45 mengira itu adalah M. Rifaldi, secepat mungkin ingin mencapai taman kota.Perasaannya tidak karuan,berasa akan ditembak 💘hatinya oleh Rifaldi.


Dia ga terfikir kalau yang akan ia temui itu adalah orang lain yang bahkan ia tak kenal sama sekali.


Sedangkan Kaniya dan Radit masih dirumah dan baru akan sarapan bersama Mama dan Papanya sebelum kekampus dan kekantor.


Mereka tidak melihat kehadiran Rani di meja makan.


"Rani kok ga ikut sarapan Ma?. " tanya Radit.


"Tadi dia sudah pamit duluan,mau pergi pagi-pagi, katanya ada pertemuan apa ya tadi? Mama ga begitu jelas mendengarnya. " jelas Nyonya Sherly.


"Anak itu, sudah hampir lulus juga,masih aja rajin banget datang kekampus pagi-pagi banget." ujar Radit.


"Justru karena mau lulus kan Mas, jadi harus makin rajin biar lulus dengan nilai bagus. " sela Kaniya.


"Biasalah sayang,suamimu itu memang begitu. Ayo kita makan aja,biar ga telat kekampus. " sahut Mama mertuanya.


"Iya Ma, maaf hari ini Kaniya ga sempat bantuin masak sarapan. "


"Ga papa sayang,kan ada Bik Sumi.Lagian hari ini Mama ga ke mana-mana kok. Mama mau dirumah aja nonton drakor barunya Song Jong ki. "jawab Nyonya Sherly penuh semangat.


" Asal jangan lupa sama Papa ya Ma."sahut Tuan Marco.


Membuat semua yang ada disana tertawa 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2