Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Tak Dapat Mengelak


__ADS_3

Mau tak mau Kaniya harus menemui Radit yang sudah menunggunya di depan kelas setelah Bu dosen sendiri yang menyuruhnya untuk keluar dan menemui suaminya itu.


Dengan langkah malas dan sedikit rasa takut, kaniya pamit kepada dosennya itu dan berjalan keluar untuk menemui orang yang sedari tadi sudah menantikan kedatangannya.


Radit menatapnya intens dari ujung rambut sampai ke ujung kaki, tidak ada lagi Kaniya yang berpenampilan se*si dan pakaian menggoda Iman.Yang istrinya itu kenakan sekarang adalah setelan kemeja longgar dengan menyandang sebuah hoodie ditangannya dan juga sebuah tas punggung berwarna hitam.


"Ada perlu apa??. " tanya Kaniya seolah tak bersalah.


Radit melipat kedua tangannya di depan dada, sambil terus menatap wajah sang istri yang seolah menghindari tatapannya dari tadi.


"Apa seperti itu cara bicara pada suami?. " tanya Radit dengan tatapan menghunus.


Sementara Kaniya kini mengalihkan pandangannya ke arah berbeda.


"Kalau tidak ada yang mau dibicarakan, sebaiknya Mas Radit pulang saja. Aku masih ada kelas. " jawab Kaniya.


"Kenapa kamu terus saja menghindari aku?, bukankah waktu itu kita sudah sepakat akan balik kerumah. Tapi kenapa kamu malah kembali menghilang tanpa jejak?! kamu tau tidak, betapa khawatirnya aku ketika tidak bisa menemukan kamu dimana-mana?!, bahkan urusan perkebunan pun sedikit terbengkalai karena aku terus nyariin kamu, siang malam. " tukas Radit dengan nada yang sedikit tinggi.


"Kita cari tempat lain saja Mas, disini gak enak kalau didengar yang lain.Ganggu orang belajar. " ujar Kaniya berjalan menjauh menuju parkiran.


Radit pun mengikutinya dari belakang.Tanpa aba-aba ia menarik tangan Kaniya untuk masuk kedalam mobilnya.Kali ini terlihat wajah Radit yang dikuasai oleh emosi, ia sudah tidak tau lagi bagaimana harus bersikap di depan Kaniya sekarang,di lembutin ia keras, dikerasin dia menjauh.


"Sakit Mas!!." ujar Kaniya saat Radit dengan kasarnya mendorong dirinya masuk kedalam mobilnya.


Kaniya memegangi perutnya, ia takut kalau bayinya kenapa-napa.Radit tidak menggubris hal itu, yang penting baginya sekarang adalah memenuhi keinginan Kaniya yang pernah ia setujui waktu itu.


"Kamu mau bawa aku kemana??. " Kaniya tau itu bukan jalan pulang kerumah mertuanya.


"Tadinya aku mau ajak kamu tinggal dirumah Oma, tapi sepertinya kamu memang harus dihukum terlebih dahulu. " ujar Radit.


"Hukum??, memangnya aku salah apa Mas?!. " Kaniya tak percaya kalau Radit bisa sekasar ini padanya.


"Aku masih ada urusan di perkebunan, jadi kamu harus ikut aku ke perkebunan. " ujar Radit, tapi hal itu tak memberikan penjelasan apapun bagi Kaniya.


"Tapi aku masih harus kuliah Mas, dan besok aku harus merekrut karyawan baru untuk rumah makan yang akan aku rintis!. " kali ini Kaniya yang bicara dengan nada tinggi.


"Apa??!, rumah makan???!. " Radit kaget bukan main sampai-sampai ia menghentikan mobilnya ditepi jalan.

__ADS_1


Kaniya keceplosan, haduh..


"I-iya Mas, aku.. lagi memulai sebuah usaha baru, rumah makan impian aku. " ujar Kaniya.


"Bahkan kamu juga mau membuka usaha secara sembunyi-sembunyi dibelakang aku??!. Ya ampun honey kalau itu yang kamu inginkan, aku pasti akan mendukung kamu, tapi tidak begini caranya. Tidak perlu kamu pergi dari rumah, tidak perlu kamu blokir semua orang agar keberadaan kamu tidak bisa diketahui.Kamu itu masih istri aku, tanggungjawab aku honey!!. " bentak Radit geram.


"Mas!, kamu tau sendiri kan kalau bukan itu alasan aku pergi dari rumah keluarga kamu." jawab Kaniya.


"Iya, aku tau! . Tapi alangkah lebih baik kalau kita sebagai suami dan istri selalu bicara dari hati ke hati untuk menyelesaikan semua masalah yang ada didalam rumah tangga kita honey. " ujar Radit lagi.


"Sudahlah Mas, aku gak mau kita ribut terus. Kasihan dia. " ujar Kaniya sambil memegangi perutnya.


"Dia?, siapa dia?!. " Radit jadi bingung, siapa sebenarnya dia yang dimaksud oleh istrinya itu.


"Ups🤭." Kaniya keceplosan lagi.


"Bukan apa-apa. " jawab Kaniya kagok.


Radit terang saja merasa kalau sikap istrinya itu sangat mencurigakan sekali.


"Apa ada rahasia lagi yang kamu sembunyikan dari aku?. " tanya Radit dengan tatapan yang mengintimidasi.


"Tapi aku tau kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu dari aku, aku kenal betul bagaimana kamu. " ujar Radit lagi.


Kaniya ingin berusaha untuk keluar dari mobil suaminya,dengan cepat ia ingin membuka kunci mobil dan hampir saja ia berhasil saat Radit lengah.Tapi sayang sekali ia melupakan tas punggungnya yang tadi ia lepas dan taruh dibawah kakinya.


Radit yang baru sadar kalau Kaniya sudah akan keluar dari mobilnya segera menarik tas yang akan diambil kembali oleh Kaniya, terjadilah tarik menarik antara kedua suami istri itu, dan alhasil benda yang sedari tadi ingin Kaniya sembunyikan kini keluar sendiri tanpa diminta dari dalam tas punggungnya itu.


Seketika matanya membulat sambil menatap benda imut yang terjatuh ke atas jok kursi yang tadi ia duduki.


Radit juga melakukan hal yang sama,walaupun ia awam soal kehamilan, tapi ia tau kalau itu adalah alat tes kehamilan seperti yang ada di iklan.


Kaniya hanya bisa mematung saat Radit lebih dahulu mengambil benda itu dan melihatnya dengan seksama.


"Kamu, hamil?!. " tanya Radit bingung. Ya,, bingung karena ia baru tau kalau istrinya itu begitu banyak merahasiakan hal penting darinya.


Air mata Kaniya tak bisa dibendung, ia sudah tidak tau harus bagaimana lagi. Sedangkan saat ini juga sebenarnya tubuhnya sedang tidak fit, ia pun bukannya menjawab pertanyaan suaminya tetapi malah jatuh pingsan disamping mobil Radit yang masih terparkir di pinggir jalan.

__ADS_1


Melihat itu, Radit buru-buru keluar dari pintu sebelah kemudi dan berusaha mengangkat tubuh istrinya itu kedalam mobil dari pintu bagian penumpang dibelakang.


Untung saja tidak banyak orang yang lewat, kalau tidak pasti ia akan jadi bahan tontonan nih.


Melihat keadaan Kaniya yang tidak sadarkan diri, secepatnya Radit membawa Kaniya ke rumah sakit terdekat.Begitu sampai di UGD, dokter segera memeriksa tubuh Kaniya, sedangkan Radit diminta menunggu di luar sambil mengurus administrasi.


"Dimana keluarganya saudari Kaniya?. " tanya dokter yang kebetulan perempuan itu.


Radit yang kelihatan sangat cemas, segera berdiri menghampiri dokter yang menyebutkan nama istrinya.


"Iya, saya suaminya dok. " jawab Radit.


"Istri anda tidak apa-apa, dia hanya butuh banyak istirahat. Apalagi kehamilannya masih dalam trimester pertama. " ujar Bu dokter.


Wajah Radit sekarang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata,binar bahagia itu jelas ada disana.Senyumannya makin melebar sambil terus menatap tak percaya pada sang dokter.


"Yang benar dokter?,jadi maksud dokter istri saya saat ini sedang mengandung, begitu?. " tanyanya.


"Iya Pak,saya harap Bapak bisa menjaga istri Bapak dengan baik mulai sekarang. Jangan biarkan dia kecapean,usia kandungan sudah 4 minggu sekarang. Sebaiknya Anda memberikan asupan gizi yang seimbang agar bayi kalian tumbuh dengan baik didalam sana. " nasehat Bu dokter.


"Terimakasih dok, saya pasti akan menjaga istri dan calon anak saya dengan sebaik-baiknya. " ujar Radit dengan penuh keyakinan.


"Bagus itu. " jawab Bu dokter lagi.


"Lalu bagaimana keadaan istri saya sekarang dokter?, apa dia sudah siuman?. " tanya Radit.


"Anda sudah bisa menjenguknya sekarang, dia baik-baik saja, mungkin tadi dia shock saja, dan sepertinya dia belum makan apapun, sedangkan Ibu hamil itu harus banyak makan makanan yang bergizi. Kalau begitu saya tinggal dulu, selamat untuk kehamilan istri Anda. "


Setelah bersalaman, dokter itu pun pergi dari sana. Kaniya juga sudah dipindahkan keruangan rawat VIP sesuai kehendak Radit.


Radit mendampingi Kaniya yang kini masih terbaring lemah di atas brangkar dengan tangannya yang dipasangi infus.


"Mas Radit?!. "...


" Hussttt. "Radit meminta Kaniya untuk diam.


" Kamu istirahat saja, aku gak akan ninggalin kamu sendirian lagi.Kita bahas semuanya nanti aja setelah kondisi kamu sudah jauh lebih baik. "pinta Radit.

__ADS_1


Kaniya hanya bisa menatap sendu suaminya itu.Matanya sudah mulai berembun dan embun itu pun sudah berubah menjadi kaca-kaca yang mungkin sebentar lagi akan berubah menjadi hujan lokal. 😭😭😭


__ADS_2