
Dengan kesalnya Marcel melempar tas punggung yang tadi ia bawa dari penjara ke tempat tidur.Dia benar-benar merasa kalau dari dulu orang tuanya memang tidak pernah peduli pada anak-anak mereka.Terutama sang Mama, yang ada di otaknya hanya jalan-jalan, menghamburkan uang,dan berpesta pora,bahkan adiknya sampai meninggal dunia karena sakit dan saat itu keduanya malah sibuk berpergian, liburan keluar negeri.
Itulah yang membuat Marcel menjadi berubah, dari anak penurut menjadi anak pembangkang, nakal, tidak suka diatur dan pria yang suka bersenang-senang tak tahu waktu.Kuliahnya berantakan tidak lulus-lulus disaat umurnya kini sudah menginjak 27 tahun.
Bahkan saat ini ia juga mendapat julukan mahasiswa abadi karena tidak kunjung lulus.Semuanya adalah akibat keluarga yang ia miliki adalah keluarga broken home.Tidak pernah ada kasih sayang disana,boro-boro ketenangan.Semua kelembutan yang mereka tunjukkan didepan Rani adalah Fake belaka.
Menjadi anak yang hanya di empani uang nyatanya tak membuat seorang Marcel menjadi nurut sama kedua orang tuanya.Bahkan pernah ia memergoki saat sang Papa Tuan Erlangga yang kala itu sedang merayu pembantunya.
Sejak itu juga Marcel jadi belajar merayu wanita, buah memang tidak jatuh jauh dari pohonnya 'kan? itu sudah terbukti sekarang. Marcel menjadi Casanova yang siap memporak porandakan semua gadis yang tertarik kepadanya.
"Bagaimana caranya agar aku bisa membuat gadis itu mau menerimaku dengan suka rela, ayo dong Marcel berpikir... " ujarnya sambil menyugar rambut dikepalanya.
__ADS_1
Saat ini Marcel baru selesai mandi dan hanya mengenakan handuk sebatas pinggang, pria itu masih teringat dengan reaksi Rani saat tadi ia menangkapnya di tangga saat akan terjatuh.
Rani memang cantik,Kakaknya saja setampan itu coba.Memang ya produknya keluarga Prawira tidak ada yang gagal.Mau itu cowok ataupun cewek semua nya selalu ganteng dan cantik.Bisa dibilang mereka itu produk unggul semua loh.
(ini Visual Rani ya, cantik,jutek,dan yang pasti agak sombong sama orang yang belum dikenalnya)
Marcel membuka lemari pakaiannya dan kemudian ia mengganti bajunya dengan pakaian santai, celana pendek dan juga kaos T-shirt berwarna putih.
"Entah kekuatan apa yang kamu miliki itu, tubuh kurus seperti itu, tapi tenaganya kuat sekali. Apa kamu mempunyai kekuatan ghaib?. " gerutu Marcel sambil menyesap kembali rokoknya.
__ADS_1
*
*
*
Detik berikutnya Marcel jadi menghayalkan tubuh Rani,gadis itu sekarang ada dikamar tamunya rumahnya. Seharusnya ia bisa-bisa mengulang kembali masa-masa indah berdua kan?,rasa laparnya akan belaian masih sayang seorang wanita karena sudah sebulan lebih ia di penjara membuat jiwa kelelakiannya meronta-ronta ingin dipuaskan.
Apalagi tadi ia sudah sempat bersentuhan dengan gadis yang pernah ia sentuh itu, semakin membuat darahnya berdesir hebat.
"Aku jadi tidak sabar ingin menikahimu Ranindhita Prawira, semakin hari kamu semakin cantik saja rupanya." gumamnya.
__ADS_1
Tiba-tiba matanya tertuju pada sebuah kertas yang terjatuh di bawah nakas. Setelah ia mengambilnya, barulah ia tau kalau kertas kecil itu adalah sebuah foto.Foto gadis yang beberapa jam lalu berada dikamar itu, mungkin Foto itu terjatuh disaat Rani sedang mengeluarkan ponselnya dari dalam tas.
"See, bahkan fotomu saja ingin bersama diriku. Itu artinya kita memang sudah ditakdirkan untuk bertemu sayang. 😘. " Marcel mendaratkan sebuah kecupan di foto gadis yang kini memenuhi kalbunya itu.