Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Menyelidiki Diam-Diam


__ADS_3

Radit memerintahkan salah satu security di pabriknya untuk mengawasi toko Kaniya,sekaligus memperbanyak CCTV.Kemudian dia pun menyusul sang istri tidur didalam selimut yang sama.Memeluknya erat seperti biasa.


Keesokan paginya yang masih berselimut kabut gelap, Radit mengerjapkan matanya dan mendapati sebelahnya sudah kosong.


"Dimana kamu honey?. " gumamnya.


Sepagi ini Kaniya sudah tidak kelihatan dikamar.


"Ah, mungkin dia didapur bikin sarapan bareng bik Sumi. " fikir Radit.


Radit tidak tau kalau sebenarnya Kaniya dari semalam sudah pergi diam-diam untuk menyelidiki toko dan kasus pencurian itu, dia merasa harus bertanggung jawab karena ini termasuk kelalaiannya juga sebagai orang yang dipercaya oleh mama mertuanya.


Radit turun kebawah dan menemukan bik Sumi yang sedang memasak sendirian di dapur.Radit pun menghampirinya dan ingin menanyakan keberadaan Kaniya yang sedari tadi dia cari karena tak nampak barang hidungnya.


"Bik, lihat Kaniya ga?dari tadi aku tidak menemukannya. "tanya Radit sambil melihat seisi dapur kesana kemari.


" Bibik ga lihat Den,biasanya non Kaniya suka bantu bibik sih. Tapi hari ini bibik belum melihatnya turun. "jawab Bik Sumi.


" Oh begitu, ya sudah bik saya cari istri saya dulu ya. "Radit pun pamit.


" Iya Den. "Bik Sumi hanya mengangguk.


Radit berkeliling mencari istrinya dari ruang keluarga, ruang tamu, sampai ke halaman belakang tak luput dari penglihatannya, tapi tetap tidak menemukan Kaniya.


Radit tiba-tiba merasa aneh, dia takut kejadian dulu saat Kaniya kabur meninggalkannya kembali ke desa akan terulang kembali.


Radit menyugar rambutnya, dia sedikit frustasi karena belum tau dimana Kaniya berada.Radit pun memutuskan untuk kembali kekamar dan mengambil ponselnya untuk menelpon Kaniya.


Panggilan terhubung, namun belum juga ada jawaban dari seberang sana.Berulang kali Radit mencoba menghubungi ulang, dan akhirnya panggilannya dijawab juga.


πŸ“²"Iya, hallo mas. " jawab Kaniya diujung sana.


πŸ“±"Honey, kamu kemana aja?, cepat bilang kamu ada dimana sekarang. Aku cari-cari kamu dari tadi tapi kamu ga ada dirumah ini."Suara Radit terdengar khawatir.

__ADS_1


"πŸ“²" Tenang mas, aku baik-baik saja. Sekarang aku sedang ada di sekitar toko kok mas.Aku mau menyelidiki soal kecurian di toko, aku ga bakal melepaskan pelakunya mas. "jawab Kaniya.


πŸ“±" Ya ampun honey, kamu tidak perlu turun tangan sendiri.Lagi pula aku sudah menyuruh salah satu anak buahku buat ngamanin toko. Kamu tenang aja, pasti cepat atau lambat polisi bakal bisa menangkap pencuri itu."jelas Radit.


πŸ“²"Ya, aku tau mas. Tapi kan aku merasa harus ikut bertanggung jawab atas kejadian ini mas, aku ga mau mama jadi kecewa sama aku karena aku sudah tidak becus memegang amanahnya. "keluh Kaniya.


πŸ“±" Itu hanya perasaan kamu saja honey, mama ga kan marah sama kamu.Ini bukan salah kamu honey. "Radit pun menasehati Kaniya agar segera pulang kerumah.


Tapi Kaniya tetaplah Kaniya, takkan mudah membujuk wanita itu. Apalagi kalau sudah menyangkut kata'Tanggung Jawab'.


πŸ“²" Maaf mas, aku ga bisa pulang sekarang. Pagi ini aku sudah melihat gerak-gerik mencurigakan disekitar toko.Anak buah mas memang masih berjaga didepan, tapi ada seseorang yang menyelinap ingin menaiki gedung toko dari atas rooftop."ujar Kaniya memberitahu Radit tentang temuannya.


πŸ“±"Apa benar begitu, kenapa Aji tidak memberitahu saya?. "Radit berdecak kesal, karena orang suruhannya tidak bekerja dengan benar.


πŸ“²" Kelihatannya orang yang mas suruh diberi obat bius mas.Dia ga bergerak dari tadi,hanya tertidur saja."jelas Kaniya lagi.


πŸ“±"Kamu jangan bertindak gegabah, tetaplah jaga jarak aman. Aku akan segera kesana dan juga menelpon polisi."tugas Radit buru-buru matikan telepon.


Bik Sumi yang mau menyiapkan sarapan di meja makan melihatnya dan ingin bertanya mau kemana majikannya itu, tapi Radit tak menggubris nya dan langsung pergi ke garasi dan menyalakan mobilnya.


Suara deru mobil dan klakson mobil saat Radit meminta penjaga membukakan gerbang mengagetkan tuan dan nyonya Marco.


"Berisik sekali, siapa yang menyalakan mobil sepagi ini pa?. " nyonya Sherly menutup telinganya dengan bantal.


"Ga tau ma,papa juga pusing mendengarnya." Jawab suaminya itu.


"Ya udah, buruan papa cek sana. Jangan-jangan ada yang curi mobil kita ,lagi. "Nyonya Sherly jadi khawatir kejadian ditoko beralih ke rumahnya.


" Mana mungkin ma, kan ada satpam didepan."ujar tuan Marco sembari menyibak selimutnya dan mengenakan sendal rumah annya dan kemudian berjalan kearah gorden.


Dari sini dia melihat mobil Radit sudah keluar melalui gerbang dan satpam membungkukkan badannya memberi hormat.


"Kayaknya Radit ma yang keluar, mau kemana anak itu sepagi ini?!. " Tuan Marco gusar.

__ADS_1


"Radit??, mau kemana dia pa? coba kamu hubungi dia pa.Kali aja ada yang penting!?." ujar nyonya Sherly khawatir.


"Baik ma, sini ambilin ponsel papa tuh dinakas sebelah mama!." tunjuk Tuan Marco.


Secepat kilat nyonya Sherly menyambar ponsel milik suaminya itu dan memberikannya ke tuan Marco.


Tuan Marco segera menelpon Radit,panggilan pun tersambung. Radit menggunakan headsetnya dan menggeser tombol hijau di ponselnya.


πŸ“²"Iya Pa, ada apa?. "Radit malah bertanya.


πŸ“±" Kamu yang ada apa Dit? pergi kemana kamu sepagi ini?. "tanya Papanya.


πŸ“²" Radit mau ke toko Pa,karena sepertinya ada sesuatu yang sedang terjadi disana. "jawab Radit.


πŸ“±" Kenapa kamu ga kasih tau kami dulu?!. "tanya tuan Marco marah.


πŸ“²" Sudah dulu ya Pa, Radit buru-buru. Nanti Radit kabari kalau sudah sampai disana, sekarangkan Radit lagi nyetir. "jawab Radit tanpa memperdulikan pertanyaan papanya dan langsung mematikan ponselnya.


Tuan Marco jadi kesal dan berdesis geram


" Ishhh, anak ini. Orang tua bertanya malah dimatiin!!. "


"Kenapa pa?. " tanya istrinya yang bingung melihat ekspresi sang suami.


"Ga tau ma, ga jelas banget si Radit. Katanya dia mau ke toko karena ada yang sedang terjadi di toko.Emangnya ada hal apa sih sepagi buta begini?!. " Tuan Marco masih saja terlihat kesal.


"Ya sudah pa,jangan marah-marah nanti darah tinggi. " ujar nyonya Sherly, dia langsung nyambung mungkin ini masalah soal pencurian di toko.Tapi dia belum sempat cerita dengan suaminya, dan belum ingin cerita. Apalagi toko itu kan sudah ia berikan pada menantunya.


Nyonya Sherly pun turun dari tempat tidur dan membetulkan pakaiannya yang kusut, lalu melangkah keluar kamar sambil menggeleng rambutnya asal. Kakinya melangkah menuju kamar Radit dan Kaniya, dia mengira Kaniya masih dikamar dan tidak ikut dengan Radit dan dia ingin menanyakan perihal Radit yang pergi pagi-pagi buta ke toko.


Nyonya Sherly mengetuk pintu kamar itu....


TBC

__ADS_1


__ADS_2