Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
BBQ


__ADS_3

Pagi menjelang,Kaniya yang semalam kesulitan untuk tidur kini masih tertidur dalam pelukan suaminya.Sebenarnya Radit sudah bangun,namun karena dia tidak mau mengganggu tidurnya Kaniya maka Radit hanya pura-pura tidur aja.


Tak lama kemudian,Kaniya mengerjapkan matanya.Dia sangat terkejut karena sekarang dia sedang berbaring didada suaminya itu,dada yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan juga sangat bidang.


"Apa dia masih tidur?."gumam Kaniya lirih sambil memperhatikan wajah suaminya secara seksama.


Radit yang sebenarnya sudah bangun dari tadi terus saja bersandiwara seakan dia masih tertidur pulas.Dia sengaja ingin mendengar semua yang istri kecilnya itu katakan secara diam-diam.


"Ternyata kalau lagi tidur gini kamu imut juga ya Mas,aku benar-benar gak nyangka bakal punya suami seperti kamu.Semoga saja nanti ketika kamu sudah sembuh total,kamu gak akan berulah dan meninggalkan aku demi wanita lain.Karena aku mulai mencintai kamu Mas,i love you😘."diam-diam Kaniya mengatakan hal tersebut.


Radit tersenyum mendengar ucapan Kaniya,dia bangun dan berkata


"I love you too,istri kecilku."jawab Radit .


"Eh Mas,kamu udah bangun rupanya."Kaniya jadi kalang kabut karena udah ketahuan memuji.


"Gak papa puji aja kalau mau muji,aku senang kok dengarnya.Itu artinya kamu diam-diam suka kan sama aku,hayo ngaku?!."goda Radit.


"Yeeee,gak usah kege-eran juga kelles,siapa juga yang memuji.Aku kan cuma iseng aja tadi."Kaniya mencoba ngeles.


"Iya deh iya,yang waras ngalah."Radit ngedumel.


"Mas Radit tadi bilang apa?!."Kaniya ngegas.


"Sudah sudah ayo bangun.Nanti dicariin Oma loh.Ayo bangun,mandi sana biar gak bau asem."Padahal Radit hanya berbohong,Kaniya sebenarnya tetap wangi walau habis bangun tidur.


"Kamu tuh,yang bau jigong."balas Kaniya sewot.


Kaniya berjalan memasuki kamar mandi,dia sangat kesal dengan suaminya yang selalu saja mengganggu dan menjahilinya.

__ADS_1


Kali ini Kaniya gak mau dekat-dekat Radit,secepatnya dia selesaikan mandinya dan berlalu ketaman menyiapkan sarapan diluar rumah agar bisa menghirup udara pagi yang masih segar.


Kaniya ingin sekali barbeque- an,walau idenya ini timingnya kurang tepat,tapi dia ga perduli.



"Wah,apa ini Kaniya?apa kamu yang menyiapkan semuanya?."tanya Oma.


"Iya dong Oma,Niya pengen kita sarapan disini.Gak papa kan Oma?."Kaniya minta persetujuan yang punya rumah dulu.


"Ide bagus,Oma memang suka makan ditaman.Kamu tahu aja."jawab Oma.


"Ayo Oma silahkan duduk,biar Niya yang bakar-bakar daging dan sosisnya."pinta Kaniya,dia lupa seseorang yang masih dikamar belum dipanggil keluar untuk bergabung sarapan bersama mereka.


"Sarapan kali ini kita makan berat gak papa kan Oma,Niya bosan kalau harus makan sandwich,roti burger,atau spagheti terus,pengen makan daging dan salad aja."Ujar Kaniya.


"Ga papa kok sayang,kamu bebas mau melakukan apa saja sesuai kesukaan kamu."jawab Oma lagi.


Kaniya melanjutkan memanggang daging dan juga sosis di panggangan.


"Semalam kok Oma mendengar kamu teriak-teriak,memangnya ada apa?."tanya Oma.


"Nia mimpi buruk lagi Oma.Oma,kalau Kaniya mau tau mengenai ruangan tertutup itu boleh gak?."tanya Kaniya ragu-ragu dan hati-hati,takut Oma jadi marah.


"Nanti Oma akan cerita,tapi ini belum saatnya,kamu jangan dekat-dekat dengan


ruangan itu,itu tidak akan baik untuk kamu."kata Oma.


"Memangnya kenapa Oma,kenapa tidak boleh?."tanya Kaniya lagi.

__ADS_1


"husssst!🤫oma bilang tidak ya tidak."Jawab Oma bikin kesal.


"Iya Oma,baiklah kalau begitu.Kaniya gak akan banyak tanya lagi kalau begitu.


Tiba-tiba Radit muncul dengan tertatih-tatih menggunakan sebelah tongkat.


"Wah,jahat banget sih.BBQ gak ngajak-ngajak aku.Kamu jadi istri kok gitu sih sama suami sendiri,bukannya dilayani malah ditinggal sendirian.Aku ini kan masih jadi pasien,atau jangan-jangan kamu sudah berencana mau mencari pacar baru setelah ini!."Radit menyinggung istrinya yang tampil seksi dengan baju kurang bahannya.


"Pacar baru apanya??."tanya Kaniya.


"Lihat saja pakaianmu,seperti ingin menggoda iman laki-laki saja.Ingat ya kamu itu sudah bersuami,disini banyak laki-laki yang bukan mahrommu.Itu Pak supir,tukang kebun,satpam,dan juga asisten Oma tuh Pak Charly,mereka semua kan laki-laki."omel Radit.


"Yeee,bilang aja kalau kamu cemburu kalau istrimu dilihatin oleh pria lain."Ketus Oma.


"Hehehe,Oma tahu aja.Abisnya Oma bilangin dong Kaniya nya biar jaga cara berpakaiannya,iman Radit kan jadi kembang kempis nih kalau terus melihat pemandangan yang seperti itu."jawab Radit senewen.


"Itu mah fikiran kamu aja yang kotor,disini itu udah lumrah berpakaian seperti itu.Apalagi kalau dirumah."Jawab Oma.


"Tapi kan,masih ada jenis pakaian santai yang tertutup,kalau dikamar boleh deh pake yang kayak gitu bila perlu gak pakai apa-apa juga malah bagus."sungut Radit sembari berbisik ditelinga Kaniya.


"Huss,dasar otak mesum."Kaniya menoyor kepala Radit,namun Radit refleks menghindarinya.Terjadi kejar-kejaran antara kedua suami istri itu,mereka saling tertawa.


"Hey hey,ayo masakannya nanti gosong,cepetan Oma sudah lapar nih."teriakan Oma membuat keduanya berhenti main kejar-kejaran dan kembali ke meja BBQ.Radit juga kewalahan berlari sambil menggunakan tongkat,kakinya jadi ngilu.


"Kenapa,sakit ya?.Makanya jangan suka gangguin orang."Kaniya memarahi Radit.


"Eh anak kecil,gara -gara kamu nih kakiku jadi sakit.Awas aja kamu,pokoknya kamu harus pijitin aku nanti."ancam Radit.


"Gak janji yeeee,wekkk."Kaniya menjulurkan lidahnya meledek Radit yang sekarang duduk dikursi taman disamping Oma."Setelah dagingnya matang,Kaniya pun menghidangkannya dimeja.Ketiganya langsung menyantap makanan yang dibuat oleh Kaniya.

__ADS_1


"Wow,ini luar biasa.Kayaknya kamu berbakat kalau bisnis restoran."puji Radit.


"Iya juga ya,asal ada yang modalin."Jawab Kaniya bangga.


__ADS_2