Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Rumah Sakit(Hospital)


__ADS_3

Ketiganya berangkat kerumah sakit dengan diantarkan supir pribadi Oma.Rumah sakit yang dituju adalah rumah sakit yang sudah diatur oleh Oma,tentu saja ini adalah rumah sakit terbaik di kota London,St Thomas Hospital.


Radit sedikit deg-degan ketika mulai memasuki rumah sakit ini,dia mulai mengkhawatirkan segala kemungkinan yang akan terjadi pada kasusnya.


Oma terus mendampinginya,begitu juga dengan Kaniya yang dengan telaten mengelus pundaknya dan menguatkannya.


"Ayo kita berdo'a dulu agar semuanya dilancarkan."kata Kaniya sambil memarkirkan kursi Roda yang dinaiki Radit disamping kursi tunggu keluarga pasien.


Ketiganya pun larut dalam do'a masing-masing,satu yang pasti semuanya minta kesembuhan untuk Radit.Papa dan Mamanya di tanah air pun juga menghubunginya lewat Video Call.Semua keluarga mendo'akan segala yang terbaik buat Radit.


Karena sudah membuat janji temu,Radit segera dipersilahkan masuk.Kini dokter tengah memeriksanya secara intensif.


"Besar kemungkinan anda bisa sembuh total tuan(most likely you will be completely healed Sir)."kata dokter.


"Really doctor?!."Tanya Radit seakan tak percaya.


"Yes,of course."jawab dokter yang menanganinya itu.


Kaniya dan Oma saling berpegangan tangan.Mereka tersenyum bahagia,begitu juga Radit yang tak henti-hentinya tersenyum kearah Kaniya dan Oma.


Karena semua pemeriksaan sudah lengkap,hari ini juga Radit harus dirawat dirumah sakit dan nanti sore adalah jadwal operasi wajahnya dulu,sedangkan untuk operasi kakinya baru akan dilakukan dua minggu kedepan.


Karena proses penyembuhan pasca operasi plastik yang cukup lama dan sudah dijelaskan oleh dokter kepada Radit dan kelurganya bahwa waktu yang diperlukan ada tiga fase penyembuhan,untuk tahap awal 3 sampai 6 bulan.Kemungkinan lukanya akan membengkak,dan akan terasa nyeri,fase kedua pembentukkan sel-sel pembuluh darah yang baru pada bekas luka,dan fase ketiga proses penyesuaian keropeng-keropeng pada kulit sehingga menjadi kembali mulus dan itu juga memerlukan banyak treatmen khusus dan wajib untuk dipatuhi agar bisa sembuh total dan hasilnya maksimal.


Oleh karena itu,untuk kakinya Radit akan dilakukan setelah dua minggu saja.Agar tidak begitu menyakitkan.


Kaniya tahu apa yang kini dirasakan oleh suaminya itu,dia mencoba untuk menyemangati dan menguatkan Radit.


"Kalau kamu bisa sembuh dan mau berusaha untuk sembuh,maka aku akan bersedia melakukan apa pun yang kamu minta."ujar Kaniya seraya berbisik ditelinga suaminya itu.


"Apa pun?benarkah?."Radit balas berbisik.


"Kok malah main bisik-bisikan sih,ayo segera bersiap-siap.Kita urus kamar dulu."Oma mengajak keduanya untuk kebagian administrasi untuk meminta nomor kamar,karena semuanya sudah disiapkan oleh asisten pribadi Oma.

__ADS_1


Setelah mendapatkan kunci nya mereka diantar oleh salah satu staf rumah sakit ke kamar VIP yang sudah dipesan atas Nama Raditya.


Radit kini sedang menjalani puasa karena nanti sore akan dilakukan operasi.Kaniya yang setia mendampinginya selalu berada disamping Radit.


"Kemarilah."Radit memanggil Kaniya agar mendekat padanya.


"Ada apa??."tanya Kaniya.


"Oma kan sedang tidur tuh,apa kamu gak mau memberikan semangat gitu untukku?."tanya Radit penuh harap.


"Semangat ya,Mas Radit."kata Kaniya sambil mengangkat lengannya💪💪.


"Bukan kayak gitu kaliiiii."Radit kesal karena istrinya itu gak ngerti apa yang dia maksud.


"Lalu kayak gimana?."tanya Kaniya lagi.


"Sini deketan."Radit mulai melancarkan trik modusnya.


Kaniya kira Radit mau bisikin sesuatu ketelinganya,eh tau nya.......


"Apaan sih,ih dasar ya."Kaniya menepuk pipi Radit dengan lumayan keras.


"Kok dibalas tepuk sih,cium dong."rengek Radit kayak anak kecil.


Kaniya jadi mikir sambil senyum-senyum sendiri sebelum akhirnya dia memberanikan diri untuk balas mengecup pipinya Radit.


" Cup. "


"Semangat ya,kalau kamu berhasil melalui operasi ini.Aku akan menciummu disini."Kaniya menaruh telunjuknya dibibir Radit.


"Benarkah?,wah anak kecil ternyata tak sekecil kelihatannya.Ternyata kamu sudah semakin dewasa."Radit menjadi bersemangat dan ingin segera dioperasi.


Beberapa jam kemudian,saatnya pun tiba.Radit yang sudah siap diatas brangkar kini didorong untuk memasuki ruangan operasi.

__ADS_1


Kaniya dan Oma harap-harap cemas menunggu diluar ruangan,sambil berdo'a untuk kelancaran dan keberhasilan operasi wajah radit yang terluka.


Beberapa jam pun berlalu,Oma meminta asistennya untuk membelikan makanan Padang buat Kaniya,karena hari sudah semakin sore dan perut mereka kini sudah mulai lapar.


Selang setengah jam kemudian,makanan Padang yang Oma pesan sudah datang.Keduanya pun makan dengan lahap,walaupun Oma asli orang Inggris,tapi lidahnya juga sudah terbiasa dengan masakan Indonesia,baik masakan jawa maupun Padang dan dari daerah lainnya seperti soto Betawi dan sebagainya.


Oma bahkan bisa memasak beberapa menu kesukaan almarhum suaminya,hanya saja sekarang dia sudah mulai malas melakukannya semenjak suaminya meninggal dunia.


"Ternyata beneran ada ya Oma,ini sama persis kayak di Indonesia."Kaniya sangat senang bisa menemukan masakan Indonesia di kota besar Luar Negeri seperti London.Dia benar-benar gak menyangka.


"Kan Oma sudah bilang,Radit saja sangat suka makan ditempat itu.Besok kamu bisa ikut Charly kesana kalau kamu pengen lihat dan penasaran dengan resto itu."tawar Oma.


"Dengan senang hati Oma,Kaniya pasti akan ikut kesana.Kaniya juga pengen lihat ada menu apa aja."Sahut Kaniya dengan penuh semangat.


Sampai malam tiba,barulah Radit keluar dari ruangan operasi,tapi dia sudah dibawa keruang pasca operasi melalui pintu didalam.Kaniya dan Oma diperbolehkan untuk menemuinya,mereka dibimbing oleh seorang suster menuju keruangan dimana Radit sekarang berada.


Tiba diruangan itu,mereka melihat wajah Radit sudah diperban secara keseluruhan,walaupun yang dioperasi hanya sebelahnya tapi yang diperban semua wajahnya.


Kaniya jadi bertanya-tanya didalam hatinya,apakah Radit bisa memiliki wajahnya yang dulu.Oma bilang kalau rumah sakit ini sangat bagus dan sudah banyak pasien yang berhasil.


Radit masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius.Kaniya dan Oma disuruh menunggu dikamar rawat Radit,karena Radit akan segera dipindahkan kekamar rawat.


Keduanya pun menuruti apa yang disarankan suster,dan benar tak lama mereka tiba diruangan Radit,kini Radit sudah diantar kesana.


Infus,dan peralatan lainnya masih dipasang ditubuhnya untuk memantau perkembangannya.Kaniya dan Oma saling berpegangan tangan,berharap bisa saling menguatkan.


"What the operation was succesfull,doctor?(Apa operasinya sukses dokter?)." tanya Oma dengan bahasa Inggris.


"We aren't sure yet,but we will see next ..the bandage will be remove in one week."jawab dokter.


"Oh,oke doctor.Thankyou so much."Oma berterimakasih pada dokter yang sudah mengoperasi wajah Radit.


Kaniya yang gak begitu mengerti hanya senyam senyum gak jelas😂😂.

__ADS_1


😍😍😍😍😍


Bersambung bebs q


__ADS_2