
Pak Beno mempersilahkan Kaniya untuk duduk dikursi yang ada tepat didepan meja kerjanya,dan Kaniya pun duduk dengan sedikit ragu.Ini pertama kalinya dia berhadapan dengan seorang dosen secara empat mata tanpa ada yang mendampingi.
"Apa kamu sudah punya pacar?."pertanyaan itu tiba-tiba muncul dari mulut sang dosen tampan.
"Maaf!?."Kaniya tersentak mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh pria dihadapannya itu.
Bukan perihal pelajaran yang pria itu bahas,ini malah soal pacar segala.
"Oh maaf maksud sa-yaa,apa kamu sudah mempunyai pasangan atau teman cowok yang spesial?."pak Beno,bertanya dengan sedikit hati-hati.
"Kalau itu,saya memang udah punya pasangan pak.Nih!."ujar Kaniya seraya memperlihatkan cincin pernikahannya.
"Jadi kamu sudah menikah?."tanya dosen itu.
"Iya pak,sebenarnya saya sudah menikah."
"Kalau boleh tau, kenapa kamu bisa menikah diusia kamu yang kelihatannya masih muda?."
"Maaf pak,menurut saya itu sudah masuk ke rana pribadi saya.Kalau ga ada hubungannya soal mata kuliah bapak,sebaiknya saya pamit undur diri."ujar Kaniya tegas tapi dengan nada bicara yang tetap sopan.
"Tenang-tenang dulu Kaniya,saya tidak bermaksud seperti itu.Saya hanya penasaran saja.Sejak pertama kali saya lihat kamu dikelas tadi saya jadi penasaran sama kamu.Terus terang,hati saya merasakan sesuatu yang tak bisa saya ungkapkan dengan kata-kata."jelas Pak dosen.
"Saya ini sudah menikah pak,jadi maafkan saya.Sekali lagi saya minta maaf,saya ga bisa lama-lama disini,saya permisi dulu ya pak.".Kaniya pun pamit dan langsung keluar dari ruangan pak Beno tanpa menunggu jawaban dari yang punya ruangan terlebih dahulu.
Rasanya Kaniya jadi kesal sekali kalau ingat kejadian barusan.Walaupun pak Beno itu adalah idola seluruh kampus,tapi tak sedikitpun ada perasaan untuknya dihati Kaniya.
Kaniya berdiri kesal didepan ruangan itu,Bella yang melihat sahabatnya itu keluar dari ruangan dosen dengan muka kesal pun menghampiri Kaniya.
"Kamu kenapa say?,kok wajahmu ditekuk begitu?."tanya Bella.
"Iya nih Bell,kesal banget aku sama pak Beno.Masa bukannya ngomongin soal mata kuliah,eeeh ini malah ngomongin soal pacar."
"Ah masa sih say,atau jangan-jangan pak Beno sebenarnya jatuh cinta sama kamu."
"Jangan ngadi-ngadi dong Bell,walaupun pak Beno itu seganteng Arjuna sekali pun.Aku ga kan pernah jatuh hati sama dia."ucap Kaniya lantang.
"Emangnya kenapa bisa begitu,kan rugi kalau kamu menolak cowok tampan dan sudah mapan kayak Pak Beno.Lagi pula dia kan masih single loh say."
__ADS_1
"Tetap aja ga akan bisa Bella yang manissss."jawab Kaniya sambil mencubit pipi Bella kanan kirinya.
"Duh sakit deh,kenapa ga bisa coba??."tanya Bella sambil mengusap kedua pipinya yang abis kena cubit.
"Ya ga bisa aja Bell,aku udah punya cowok yang aku suka dan aku cinta.😁😁."jawab Kaniya sambil membayangkan suaminya Mas Radit tercinta.
"Tiba -tiba aku jadi ingat kamu mas Radit ku sayang,kamu lagi ngapain ya???."bathin Kaniya
"Yeyyyyy,dia malah melamun."Bella berusaha menyadarkan Kaniya dari lamunannya dengan melambai-lambaikan tangannya kedepan wajah Kaniya.
Tiba-tiba Dino dan pak Beno datang bersamaan dari arah yang berbeda.
"Kaniya?!."panggil mereka barengan.
Kaniya pun tersentak dan sadar kalau namanya sedang dipanggil oleh dua pria itu.
"Ya ada apa?."Kaniya menjawab karena kaget.
"Boleh saya minta nomor telepon kamu?."tanya pak Beno.
"Untuk apa bapak meminta nomor nya Kaniya?."tanya Dino.
"Maaf ga bisa pak,saya harus menjaga nona Kaniya dengan sebaik mungkin."jawab Dino.
"Apa kamu bilang tadi!? "tanya Beno
"Oh,bukan apa-apa pak.Kak Dino ini kakak saya."sahut Kaniya,dia juga ga mau semua orang tahu kalau Dino adalah pengawalnya.
"Ooo,jadi kalian ini kakak adik rupanya."Pak Beno berhasil dikecoh.
"Kalau begitu,kami permisi dulu pak."Dino berpamitan.
Bella yang menyaksikan hal itu jadi makin bingung dengan apa yang terjadi antara Kaniya,Dino ,dan juga pak Beno.
"Bell,ayo kita balik."ajak Kaniya ketika melihat sahabatnya itu hanya berdiri mematung.
"Ah,iya iya aku ikut kalian."Bella seketika tersadar dari lamunan.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan beriringan menuju loby kampus.Kali ini banyak sekali cewek-cewek dikampus ini yang bisik-bisik ketika melihat Kaniya didampingi oleh Dino dan juga Bella.
"Mereka pasti gosipin kita,terutama kamu Kaniya."Ujar Bella.
"Udah cuekin aja,mending kita cari tempat makan diluar aja.Aku udah ga mood buat ke perpus."ajak Kaniya.
"Gimana kalau kita ke Mall aja,kita sambil cari makan juga."usul Bella.
"Boleh juga tuh ide kamu."sambar Dino.
"Gimana ya,aku telpon rumah dulu ya,mau ngabarin kalau kita akan jalan-jalan ke Mall."ujar Kaniya,dia takut nanti dicariin suami tercinta.
Kaniya permisi sebentar untuk menelepon Mas Radit tercinta.
📲📲📲📲
"Hallo honey,ada apa?."jawab Radit cepat.
"Hallo mas,aku mau pamit nih mas."
"Pamit!?,pamit kemana?."Radit setengah kaget mendengarnya.
"Aku mau ikut jalan-jalan sama teman-teman kampus aku ke Mall."jawab Kaniya dengan nada lembut.
Radit terdiam,tak kunjung menjawab.
"Boleh ya mas,please.Aku sambilan mau cari buku buat kuliah aku.Ini penting banget mas,ya ya yaa masssss."bujuk Kaniya.
"Ya udah,jangan lama-lama tapi ke Mall nya.Setelah dapat bukunya segeralah pulang kerumah,jangan lupa kasih tau mama juga.Biar dia ga cemas dan hubungi aku terus gara-gara nyariin kamu."tegas Radit panjang kali lebar😁😁(Bilang aja kalau cembokur🤣🤣🤣).
😍😍😍😍😍😍😍
***Bersambung ya bebs😘
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya
__ADS_1
Baca👉like👉komen👉vote😊
Terimakasih udah mampir😘***