Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kepanikan Radit


__ADS_3

Malam pun tiba,Oma meminta Paula untuk memanggil Radit dan juga Kaniya ke ruang makan.Karena sudah waktunya makan malam dan kedua suami istri itu belum juga muncul diruang makan.


Radit masih tertidur pulas ditempat tidur,namun Kaniya,ia sedang mandi dan membersihkan dirinya setelah apa yang baru saja terjadi.


flash back


Kaniya mendengar Radit yang mendengkur,sehingga dia yakin Radit sedang tertidur pulas.Kaniya pun tak menyia-nyiakan kesempatan untuk beranjak dari tempat tidur yang menjadi saksi pertempuran mereka sore ini.


Dengan sangat hati-hati Kaniya melangkahkan kakinya dan membuka pintu kamar mandi,tanpa ia sadari kalau suaminya itu ternyata juga sudah bangun dan masih pura-pura tidur.


Kaniya buru-buru masuk ke dalam kamar mandi dan menguncinya,dia pun segera mandi dan mencuci semua tubuhnya hingga bersih sesuai syari'at islam.Ini pertama kalinya bagi Kaniya melafadzkan do'a mandi wajib karena janabati😂.


Kaniya masih terbayang saat-saat tadi Radit menyentuhnya,kenangan itu masih segar diingatan Kaniya.


"Sekarang aku sudah tidak suci lagi gara-gara kamu Mas,bagaimana setelah ini.Apa kamu akan mencampakkan aku?dan apakah kamu akan meninggalkanku karena kamu sudah memiliki semua yang aku punya." ujar Kaniya lirih.


Perdebatan didalam batin nya masih berkecamuk,air matanya pun kembali mengalir.Sejenak dia berpikir dan akhirnya dia memutuskan untuk bersikap normal jika dihadapan Oma.Tapi tidak jika dia dan Radit hanya berduaan saja,Kaniya yakin dirinya pasti akan merasa canggung.


Radit yang masih malas-malasan ditempat tidur sambil memainkan ponselnya,tiba-tiba ingin membuka akun Instagram miliknya yang sudah beberapa hari tak ia dilihat.Muncul ide isengnya ingin berpose didalam selimut dengan dada terbuka.Dengan santai dan tanpa rasa bersalah dipostingnya foto selfienya itu ke IG nya dan diberikan Caption{"Senam sore ,first time with my wife😘😋goal😂."}


Tentu saja beragam komenan muncul secara bertubi-tubi.Tang ting tung,bunyi ponsel Radit tak ada hentinya.


Namun segera Radit mematikan ponselnya,dan tak sempat membalas komenan-komenan tersebut saat pintu kamar mandi mengeluarkan suara, menandakan jika seseorang sedang membukanya.Kaniya muncul dengan bathrob dan handuk yang terlilit dirambutnya.


Radit yang pura-pura baru bangun tidur,menggeliat dan menguap sesekali sambil melirik ke arah Kaniya yang sedang mencari pakaian ganti di lemari.


Kaniya yang menyadari kalau suaminya itu sedang memperhatikannya,buru-buru masuk lagi ke dalam kamar mandi dan mengenakan pakaiannya.


Tak lama berselang Paula sudah sampai di depan pintu kamar mereka.


tok...tok...tok....


"Excusme.."terdengar suara Paula memanggil.


"Wait a minute,"sahut Radit yang masih berbalut selimut,Radit pun buru-buru mengambil pakaiannya dilemari secara acak.


Setelah selesai berpakaian kembali,Radit segera membukakan pintu.Kaniya yang masih di dalam kamar mandi mendengarkan percakapan antara Radit dan Paula.Terdengar bahwa Paula bilang kalau Oma sudah menunggu mereka di ruang makan.


"Ok,we will be right there."Radit pun segera menutup kembali pintu kamarnya begitu Paula sudah berlalu.


Kemudian Radit yang juga ingin membersihkan diri mengetuk pintu kamar mandi,karena Kaniya belum juga menunjukkan tanda akan selesai menggunakan kamar mandinya.


"Istriku,,,come on.Aku juga mau mandi,sampai kapan kamu mau di dalam sana.Kita sudah ditungguin Oma di meja makan,ayolah bukakan pintunya,"bujuk Radit.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian pintu dibuka,tapi wanita yang keluar dari pintu itu memalingkan wajahnya tak mau menatap mata Radit yang sedari tadi menunggunya keluar dan berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


"Kamu kenapa?apa kamu masih marah sama aku?"tanya Radit.


Dia merasa Kaniya terlalu berlebihan.Baginya apa yang dirinya lakukan itu adalah hak dan kewajibannya sebagai suami kepada istrinya,sebagai suami sah dia berhak menggauli istrinya dan sebagai suami juga dia berkewajiban memberikan nafkah batin kepada istrinya.


Tapi tidak bagi Kaniya,peristiwa itu sangatlah melukai hatinya sebagai seorang wanita.Itu sama saja seperti sebuah pemerkosaan.


Memang selama ini dia sering menggoda dan memanas-manasi Radit,tapi bukan seperti ini Making Love yang dia inginkan.Kaniya menyimpan keinginan,bahwa keduanya akan saling jatuh cinta terlebih dahulu dan merasakan kasmaran,baru mereka berdua akan dituntun oleh cinta untuk menyatukan hati dan raga keduanya dalam ikatan cinta suci yang hakiki.


Nasi memang sudah menjadi bubur,namun Kaniya juga tak mau berlarut-larut dalam kesedihan,segera dia merapikan rambutnya yang ternyata sudah ia potong sendiri dikamar mandi dan memoles wajahnya dengan sedikit bedak dan juga bibirnya dengan lipstik berwarna nude.Meskipun begitu,kecantikan nya tidak memudar malah makin terpancar.Radit semakin terpesona melihat nya,kendati sekarang sikap Kaniya menjadi sangat cuek kepada-Nya,namun Radit mencoba untuk memakluminya.'Setidaknya sekarang siotong udah ketemu sama rumahnya',itu pikir Radit.😂😂


Kaniya mengambil tas sandangnya dan berlalu kebawah,tanpa memperdulikan himbauan Radit yang sedari tadi menunggunya untuk bicara dan menjawab pertanyaan- pertanyaannya.



Kaniya terus saja menuruni tangga dan masuk ke ruang makan,Oma sudah menunggu disana dengan berbagai hidangan di atas meja.


"Wow,kapan kamu potong rambut sayang?"tanya Oma.


"Baru saja Oma," jawab Kaniya singkat.


"Kamu terlihat lebih fresh dengan rambut pendek.O ya,dimana suamimu kok gak kelihatan?"tanya Oma lagi.


"Loh kok?makan dulu lah,nanti habis makan malam kan kamu bisa minta Radit temani jalan-jalan malam hari,disini banyak sekali loh objek wisata dan taman hiburan yang buka pada malam hari.Lampu-lampu kota akan terlihat sangat indah saat malam hari,"bujuk Oma.


"Tapi Mas Radit gak mungkin mau Oma,mungkin dia lagi capek.Kaniya mau pergi sendiri aja," jawab Kaniya,mencari alasan.Padahal tujuan utama nya hanya untuk menghindari Radit.


"Apa kamu sedang ada masalah dengan cucu Oma?"tanya Oma adellin,curiga.


"Ga ada Oma,Kaniya lagi pengen lihat suasana malam di London aja," jawab Kaniya lagi.


"Baiklah,tapi kamu harus diantar supir ya,"Oma segera menelepon pak Charly orang kepercayaan nya untuk mengantarkan cucu menantunya itu bepergian keluar.


Kaniya pun tak bisa menolaknya,apalagi pak Charly langsung datang ke ruang makan setelah ditelepon oleh Oma.Sampai-sampai saus di pipinya masih belepotan.Kemungkinan,tadi saat ditelepon oleh Oma,Pak Charly sedang makan di ruang makan khusus Staf rumah tangga.


Pak Charly yang tak punya pilihan lain,karena sudah diperintah oleh Oma menurut saja,ia pun mengemudikan mobil sekaligus menjadi tour guide bagi cucu menantu dari majikannya itu.


Sementara itu,Radit yang baru saja sampai di ruang makan setelah membersihkan diri-Nya dikamar,sekarang terkejut karena tidak melihat adanya Kaniya di ruang makan.


"Oma,dimana dia?"tanya Radit ke Oma nya itu.


"Kamu ini bagaimana?masa' istrimu mau keluar rumah aja,kamu tidak tahu."Oma Adellin malah memarahi Radit.

__ADS_1


"Keluar rumah😲?maksud Oma, Kaniya sekarang sedang pergi dan tidak ada di rumah ini,begitu??"tanya Radit dengan wajah yang makin kaget lagi.


"Lah iya,istrimu sekarang sedang jalan-jalan,katanya mau cari angin diluar.Tapi tadi Oma sudah minta Charly untuk menemaninya,dan mengantarnya kemana saja dia mau."Perkataan Oma membuat Radit seperti kebakaran jenggot.


"Apa???!!"Radit segera kembali kekamar tanpa pamit lagi ke Oma,dia ingin mengambil ponselnya dan menghubungi Kaniya segera.


Saat dia membuka ponselnya,ternyata begitu banyak notif pesan yang ia terima dari sahabatnya.Ada satu komenan di Instagramnya dari sang mantan kekasih,siapa lagi kalau bukan Silvana,yang berbunyi:


{Siapa tu..??apa kamu sudah lupa sama aku???}bunyi komenan itu.


Tapi Radit tak menggubrisnya,dia fokus ingin mencari sang istri yang telah kabur entah kemana.


Berulang kali Radit menelepon,tapi tak kunjung dijawab oleh Kaniya,malah panggilannya dialihkan.


Tak patah arang,Radit pun menelepon Pak Charly.


📲"Hallo sir?"sahut Pak Charly.


📲"Where are you now,is my wife still with you?"tanya Radit khawatir.


📲"Yes sir,she is still with me,"sahut Pak Charly.


📲"Where???"tanya Radit lagi.


📲"We are in city park."


📲"Oke,Don't go anywhere.I'll be right there."


Tak mau menyia-nyiakan waktu,Radit pun bergegas ke garasi dan meminta kunci mobilnya ke security yang bertugas di sana. Lalu ia mengemudikan mobilnya menuju taman kota seperti yang di bilang oleh Pak Charly.


📢📢📢📢📢


***Bersambung lagi bebs q...


Tanpa mengurangi rasa hormat,mohon dukungannya buat karya ini.Author sedikit menulis lebih berani dari pada karya Author yang satunya"Kesambet Cinta Sang Dokter."


Like,komen dan vote ya karya-karya author agar author lebih semangat nulisnya🙏🙏🙏


Kamsahamida


khop khun kha


Thankyou so much😘***

__ADS_1


__ADS_2