
Selesai makan siang,Pak Anto pamit pulang ke kota dengan membawa pesan dari Radit untuk mamanya nyonya Sherly.
Sebelum Pak Anto menyalakan mesin mobil,Radit baru ingat kalau kopernya masih dibagasi mobil.
"Pak,,tunggu dulu.Koperku."seru Radit pada supir keluarganya itu.
"Ooo iya den,saya lupa."Pak Anto pun turun kembali dan membuka bagasi belakang,lalu dia menurunkan koper Radit dan menaruhnya diteras rumah Kaniya.
"Saya pamit Den."ujar pak Anto.
"Iya,hati-hati ya Pak dijalan.Jangan lupa sampaikan pesan saya ke mama.Nanti saya cek ya melalui telepon.Awas kalau pesannya ga sesuai."Radit rada songong,dia hanya mau ngerjain Pak Anto saja,biasalah...Radit kan memang suka jahil.πππ
"Siap Den."Jawab Pak Anto.
Pak Anto pun pergi ke kota,meninggalkan tuan muda dan nona mudanya didesa itu.Para tetangga yang dari tadi kepo dengan apa yang terjadi masih memantau dari warung seberang.
"Sudah sudah,ayo kita masuk."Ajak bu Mery pada anak dan menantunya itu.
"Baik bu."jawab Radit.
Baru saja Radit ingin melangkahkan kakinya kedalam,Kaniya menghalanginya.
"Tunggu dulu mas,kita harus bicara."Ujar Kaniya tegas.
"Oke,kita bicara didalam kamar aja ya.Kamu lupa tuh diseberang sana,lihatlah!".jawab radit sambil menunjuk kearah warung seberang.
Sontak para ibu-ibu yang ada diwarung jadi geger,dan saling lirik satu sama lain Melihat Radit yang menunjuk kearah mereka.
"Baiklah,kalau begitu kita bicara dibelakang rumah saja.Kalau didalam ga enak nanti didengar ibu,rumah ini tak begitu luas,jadi bisa saja suara kita terdengar dari ruangan lainnya."ajak Kaniya,ia pun menarik tangan Radit kebelakang rumahnya.
Disana ada sebuah bangku panjang dibawah pohon yang rindang,pohon nangka.Mereka pun duduk dibangku itu,dan Kaniya mulai bicara.
"Mas."Kaniya belum melanjutkan kata-katanya.
"Ya,ada apa?."tanya Radit.
"Apa tidak sebaiknya, kita berpisah saja?."Kata-kata Kaniya tercekat ditenggorokkannya,serasa tak sanggup mengucapkan kata-kata perpisahan itu.Berat lidahnya untuk mengucapkan hal itu.
"Tidak bisa,aku tidak mau berpisah dengan kamu honey.Walau apapun yang terjadi,kita akan menghadapinya berdua.Aku yakin kita pasti bisa melewati semua ini,badai ini akan segera berlalu sayang.Coba kamu fikirkan,sampai saat ini belum ada kabar kan soal pergerakan Stefan,mungkin dia melepaskan kita dan ga mengejar kita sampai ke Indo."jawab Radit geram,ya dia geram dengan apa yang barusan ia dengar dari mulut istrinya itu.
__ADS_1
"Tapi sampai kapan kita harus bersembunyi seperti ini terus mas."Kaniya spertinya frustasi.
"Honey,dengarkan aku."Radit membawa Kaniya duduk berhadapan dengannya.
"Kita akan selalu bersama sampai kapanpun.Stefan atau siapa pun itu yang akan menghalangi cinta kita akan kita hadapi dengan kekuatan cinta kita sayang.Kamu percayakan semuanya padaku,kita tidak perlu memikirkan tentang perpisahan yang belum tentu akan terjadi.Itu tidak perlu sayang,asalkan kita saling percaya dan selalu bersama."ujar Radit lembut.
"Oke,kita akan hadapi semuanya bersama.Tapi aku tidak mau kalau masalah ini bisa berdampak pada keluarga kita mas,baik keluarga mas atau pun keluarga ku disini."kata Kaniya dengan wajah sedihnya.
"Kalau memang itu yang kamu mau,gimana kalau kita pindah dari rumah mama.Kita akan tinggal dirumah Oma aja,Oma kan masih punya rumah disini.Sekarang rumah itu hanya didiami oleh pembantu oma.Oma sendiri tidak akan berkunjung ke Indonesia lagi."Radit ingat rumah Oma nya yang ada di Indo.
"Tapi itu kan punya Oma mas,masih ada sangkut pautnya."jelas Kaniya.
"Yang penting kita tinggal berdua saja kan,letaknya juga dipinggiran kota."Radit meyakinkan Kaniya.
"Apa kamu yakin akan aman mas.?."Tanya Kaniya ragu.
"Aku yakin sekali honey."jawab Radit mantap.
"Lalu bagaimana kamu akan bekerja?."tanya Kaniya lagi.
"Itu mudah sekali honey,aku hanya perlu meninjau perkebunan sebulan sekali.Semua laporan bisa lewat online,jadi kita bisa bersama terus menerus sepanjang hariπ."Radit menyeringai licik,tergambar maksud bulus dibalik senyumnya.π
"Honey,itu artinya kita punya banyak waktu buat bikin anak.ππ"Radit mulai keluar modusnya,dia mendekat kearah istrinya sambil menarik tubuh Kaniya kearah nya,dan memeluknya erat.
Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh.
Brukkk....
Kaniya dan Radit pun terkejut,kala melihat disamping pagar bambu sebelah kanan rumah ada seorang ibu-ibu yang jatuh dari tangga karena menguping pembicaraan mereka berdua,alias nguping karena kekepoanπ€£π€£π€£.
"Oh My God."Radit berteriak.
"Ayo mas,bantuin dong ibu itu.Cepatan mas,kasihan." pinta Kaniya.
"Iya Honey,kamu tenang aja.Aku akan membantunya."ujar Radit sambil berlari kearah ibu-ibu yang jatuh.
Kaniya rasanya ingin ketawa menyaksikan peristiwa itu,ibu-ibu itu benar-benar lucu menurutnya,suka kepoin urusan orang lain.π
Radit menghampiri tetangganya Kaniya yang kepo itu dan bermaksud membantunya dengan mengulurkan tangan,eh malah ibu-ibu itu jadi terpesona dengan ketampanan wajah Radit yang sangat memukau.Wanita itu seperti mematung dan tak bisa berkata apa-apa.
__ADS_1
"Maaf bu,mari saya bantu berdiri."kata Radit sembari meraih tangan ibu itu.
"Ganteng banget,mas suaminya mbak Kaniya ya?."tanya ibu yang jatuh tadi.
"Iya,saya suaminya Kaniya."Jawab Radit ramah.
"Beruntung banget ya mbak Kaniya,dapat suami guanteng,tajir,baik lagi."ujar ibu itu sambil tak henti-hentinya memandangi Radit.
"Ah ibu bisa aja,masih banyak kok bu yang lebih ganteng,lebih tajir,dan lebih baik dari saya."jawab Radit(tumben ga narsisπ).
"Beneran loh mas,mas ini kayak artis luar negeri."kata ibu itu lagi.
"Maaf ya bu,suami saya memang banyak yang bilang mirip artis."tiba-tiba Kaniya menimpali dan menghampiri mereka.
Ibu yang jatuh tadi jadi memasang wajah ga enak karena ketahuan nguping.
Pasti dia maluuuu banget.
"Maaf ya nak Kaniya,saya pamit dulu.Mau masak,πππ."ibu tadi pun pergi diiringi dengan senyuman dari Kaniya dan Radit yang tak bisa dipungkiri,kini mereka menahan tawanya.
Setelah ibu-ibu sudah tidak nampak lagi dari pandangan mereka,keduanya tertawa lepas dan terpingkal-pingkal terbayang ibu-ibu tadi yang jatuh terjengkangπ€£π€£π€£π€£.
Radit senang sekali melihat istri kecilnya itu bisa tertawa lepas dan kelihatannya beban berat dimata Kaniya yang biasanya terlihat kini sedikit memudar berkat jatuhnya ibu tadi.π
"Honey."Kata Radit memecah tawa Kaniya.
"Iya,ada apa mas?."tanya Kaniya sambil mengerem tawanya.
"Aku senang lihat kamu bisa tertawa lepas seperti ini,kelihatannya aku harus berterimakasih pada ibu-ibu tadi yang sudah berhasil mengembalikan senyum kamu yang hilang."ujar Radit.
Seketika Kaniya menghentikan tawanya dan berubah menjadi diam dan pergi meninggalkan Radit masuk kedalam rumah.
"Loh,kok mas nya ditinggal sih honey."Radit mengekor dari belakang.
"Bodo' amat."jawab Kaniya kesal.π
πππππππππ
Bersambung..πππ
__ADS_1