Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Kembali Kerumah


__ADS_3

Akhirnya hari ini Radit sudah diizinkan pulang oleh dokter,hanya saja harus rawat jalan untuk terapinya.


Kaniya sangat bahagia karena keadaan suaminya itu sudah jauh lebih baik.Dia ingin memberikan surprise kepada Radit dengan membuatkan makanan kesukaan Radit.Masakan khas Palembang dan Jawa kini sudah terhidang dimeja makan rumah Oma.Walaupun Kaniya agak kesulitan dalam mencari bahan-bahannya di London tapi tetap dia jabani dengan senang hati.


Setelah selesai memasak,Kaniya dan Oma pergi kerumah sakit untuk menjemput Radit.Keduanya tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah SWT karena usaha yang mereka lakukan beberapa bulan ini sudah membuahkan hasil.


"Kaniya."panggil Oma.


"Iya,ada apa Oma?."tanya Kaniya balik .


"Apa kamu sangat mencintai Radit?."tanya Oma.


"Kaniya juga gak tahu Oma,Kaniya cuma merasa bahwa sekarang Kaniya senang banget karena Mas Radit sudah membaik dan akan segera sembuh."jawab Kaniya,senyuman manis terukir disudut bibirnya.


"Oma sangat bersyukur,karena Radit bisa mendapatkan istri seperti kamu."kata Oma sambil menepuk punggung cucu menantunya itu.


"Terimakasih Oma,walaupun Kaniya ini hanya cucu menantu,tapi Oma sangat baik sama Kaniya dan Oma juga seluruh keluarga Mas Radit sangat baik semuanya.Justru Kaniya sangat bersyukur sekali karena memiliki keluarga mertua yang sangat sayang dan perhatian sama Kaniya.Terimakasih Oma😊."jawab Kaniya sambil menggenggam tangan Oma.


"Sama-sama sayang,karena kamu sudah setia mendampingi cucu Oma."


"Sama-sama Oma."


Keduanya sampai terlarut dalam keharuan dan saling berpelukan didalam mobil,hingga tanpa terasa mobil mereka sudah berhenti didepan loby rumah sakit.


Setelah menyelesaikan semua administrasinya,kini Radit dan istrinya serta Oma sudah dalam perjalanan untuk kembali kerumah Oma.


Oma yang duduk di depan samping Pak Charly terus memperhatikan kedua pasangan muda yang ada dikursi bagian belakang.Radit dan Kaniya nampak kaku dan saling lirik,tapi keduanya senyum-senyum sendiri.


"Kaniya,apa kamu lupa satu hal?."tanya Oma.


"Apa Oma?"tanya Kaniya lirih.


"Bukankah tadi kamu sudah menyiapkan hadiah untuk suamimu?."tanya Oma lagi.


"Hadiah?."tanya Kaniya bingung,karena seingatnya dia tidak membelikan apapaun kecuali menyiapkan makan siang spesial dirumah.


"Itu loh."Kata Oma sambil menunjuk bagian kursi paling belakang mobil.


Kaniya pun meraih kotak itu dan dia pun terkejut karena dia tak merasa membelinya.

__ADS_1


"Berikanlah pada suamimu,pasti dia sangat menyukainya."kata Oma.


Kaniya yang bingung karena gak tahu apa isi kotak itu hanya menurut saja.Kaniya pun memberikan kotak itu kepada Radit disampingnya.


"Apa ini?."tanya Radit.


"Entahlah,buka saja."kata Kaniya bingung,karena dia juga gak tahu apa-apa tentang kotak hadiah itu.


Perlahan Radit pun membuka bungkusan itu .Dan setelah dibuka,taraaaaaa...ternyata isinya adalah jamu kuat tradisional dari Jawa.😂😂


"Serius,kamu ngasih hadiah beginian untukku?,wah jangan-jangan kamu udah gak sabar."bisik Radit ditelinga istrinya itu.


"Apa!?,Ini bukan dari aku?."jawab Kaniya yang melongo sambil melirik kearah Oma yang tersenyum cekikikan dikursi samping kemudi.


"Oma,apa Oma yang menyiapkan semua ini?."tanya Radit,ketika sadar Oma lah yang mengerjain Kaniya.


"Ya gak papa kan sayang.Setelah kamu sembuh nanti,Oma ingin segera menimang cicit dari kamu dan istrimu.Untuk itu kalian berdua harus berusaha secepatnya untuk membuatkan Oma cicit."jawab Oma dengan gamblangnya.


Radit dan Kaniya pun saling menoleh dan keduanya tampak malu-malu dan saling membuang muka.


"Kalau kalian berhasil memberikan Oma cicit ditahun ini juga,Oma akan memberikan hadiah yang sangat fantastis untuk kalian berdua juga untuk cicit Oma."kata Oma lagi.


Melihat itu Kaniya jadi merinding,dia jadi bergidik sambil membayangkan apa saja nanti yang akan Radit lakukan padanya demi mendapatkan hadiah itu.


Radit tiba-tiba mengenggam tangan kanan Kaniya yang ada disebelahnya dan mengelus-ngelusnya.Kaniya yang merasa aneh makin menjadi kikuk dan perasaannya tak menentu.


Antara senang,grogi,malu,bercampur aduk dan membuat wajahnya merona malu.Sementara Radit terlihat tersenyum menggoda sambil matanya terus menatap wajah Kaniya yang perlahan menunduk.


"Tenang saja Oma,Radit pasti akan segera mengabulkan keinginan Oma."tukas Radit,sambil matanya berkedip kearah Kaniya.


Kaniya menjadi semakin kikuk dan menunduk malu.


"Oma tunggu ya,dan Oma do'akan semoga segera terkabul."jawab Oma dengan mengusap wajahnya seraya berkata " Aamiin."


Mobil pun tiba dikediaman Oma yang sangat luas.Kaniya membimbing Radit untuk turun dari mobil dan memapahnya berjalan memasuki rumah.


"Kenapa gak pakai kursi roda aja?."tanya Oma.


"Ga papa kok Oma,begini kan lebih romantis."kata Radit sambil menaik-naikkan alisnya .

__ADS_1


"Ada-ada aja kamu,huuu dasar anak bandel.Cari-cari kesempatan."Oma mengerti apa maksud dari cucu lelakinya itu,yang tak lain karena ingin dekat-dekat dengan sang istri.


"Kan Oma pengen segera ada cicit,jadi Radit harus bekerja ekstra keras untuk menaklukkan yang punya lahan dulu."jawab Radit dengan gamblangnya.


Mendengar perkataan suaminya itu,Kaniya refleks mencubit kecil perut Radit.


"Apaan sih kamu Mas,emangnya aku ini kebun apa disebut lahan segala."ujar Kaniya gemas.


"Tentu saja,kamu kan lahan bercocok tanam.Siap-siaplah untuk digarap."Jawab Radit menggoda.


"Apa!!ih kamu ya."Kaniya pun sedikit merajuk dan melepas pelukannya dari tubuh Radit yang sedari tadi dia papah.


"Sudah..sudah,bagaimana mau jadi cicit nya Oma kalau kalian berantem terus begini."kata Oma.


"Mas Radit sih Oma,jahil banget sama Kaniya."kata Kaniya membela diri.


"Hallaaaaaa,jahil-jahil gini tapi kamu suka kan..??."goda Radit sambil mencubit pipi istri kecilnya itu.


"Ih Mas Radit,sakit tau!?."kaniya balik memukul kecil lengan Radit.


Sampai akhirnya mereka telah tiba dimeja makan,para pelayan sedang menyiapkan menu makanan yang tadi pagi sudah dimasak oleh Kaniya.


"Wah,aromanya enak sekali.Ini pindang tulang kesukaan Radit Oma.Siapa yang memasak?."tanya Radit pada pelayan.


"Your wife,Sir."Jawab Pelayan itu.


"Wah,kamu tahu aja apa yang aku kangenin.Aku juga udah bosan dengan makanan rumah sakit,gak enak.Kalau begitu cepatlah ambilkan aku nasi."dengan tak sabar Radit menarik kursi dan berusaha duduk,dengan cepat dia membalik piringnya.


Kaniya yang tahu kalau suaminya itu sedang kelaparan,segera melayani Radit dengan menyendokkan nasi kepiring Radit ,begitu juga lauk-pauknya.


"Wah,ini lezat sekali Oma."Radit makan dengan lahapnya.


Kaniya dan Oma sampai melongo melihatnya.


"Pelan-pelan dong Mas makannya,nanti keselek."Pinta Kaniya khawatir.


"Tenang aja gadis kecilku,aku pasti baik-baik saja."jawab Radit sambil terus mengunyah makanannya.


Bersambung🙂😘***

__ADS_1


__ADS_2