Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Mencari Keberadaan Rani


__ADS_3

Kaniya dan Radit mencari-cari diseluruh taman, tapi benar-benar tidak ada Rani disana, sudah berjam-jam mereka mencari.Bahkan mereka juga sampai memeriksa setiap mobil yang terparkir disana.


Kaniya pun mengajak Radit untuk melaporkan semua ini kepada Papa dan Mama nya, agar mereka bisa mencari Rani bersama-sama.


Ada penjual asongan yang lewat, Kaniya mencoba mencari tahu dari penjual itu kalau-kalau saja dia melihat Rani.


"Pak,maaf.Apa anda tau pemilik mobil yang disana itu, orangnya kemana ya??. " tanya Kaniya.


"Mobil yang itu sudah dari pagi tadi terparkir disana mbak. "jawab bapak penjual asongan itu.


" Sudah dari pagi, itu artinya Rani memang meninggalkan mobilnya disini??. "Fikir Kaniya.


Kaniya pun langsung berlari untuk memberi tau Radit yang masih sibuk menelpon orang tuanya.


" Mas,Mas Radit,aku dapat informasi Mas. "ujar Kaniya.


Sementara Radit menaruh telunjuknya di dimulutnya.🤫


" Ooh,Mas lagi telepon ya??. "ujar Kaniya dengan suara pelan.


Radit hanya menganggukkan kepalanya.


"Iya Ma, sebaiknya Mama dan Papa tunggu Rani dirumah aja dulu,siapa tau dia pulang naik taksi atau bareng temannya. " ucap Radit ditelepon.


"Baiklah, segera berkabar kalau ada perkembangannya. " sahut sang Mama.


"Tentu Ma, Radit dan Kaniya pasti akan kabarin Mama lagi,Mama juga ya, kalau Rani sudah pulang kerumah jangan lupa kabarin kami." Ujar Radit.


"Iya sayang, Mama tutup dulu,hati-hati kalian diluar sana. " pesan Mamanya.


Telepon itu dimatikan,


Kaniya sudah tidak sabar ingin memberitahu Radit kalau ia baru saja mendapatkan info tentang Rani.


"Ada apa honey,sepertinya kamu panik sekali?. "


"Iya nih Mas, aku baru saja dapat info dari Bapak-bapak penjual asongan itu kalau mobilnya Rani memang sudah terparkir dari pagi tadi disini. " ujar Kaniya dengan wajah yang sangat panik.


"Apa??!, itu artinya Rani memang sudah disini sejak pagi??, ya ampun kemana adikku itu?? apa yang dia lakukan disini??. " Wajah Radit pun berubah cemas sama seperti Kaniya.


"Jadi gimana nih Mas, apa gak sebaiknya kita lapor ke polisi saja?." Usul Kaniya.


"Gak bisa sayang, lapor ke polisi juga akan percuma saja. " jawab Radit.

__ADS_1


"Kenapa percuma Mas?. "


"Mereka tidak akan proses kalau hilangnya belum 2 kali 24 jam honey. "


"Oo iya, aku juga pernah dengar soal itu. "


Kaniya pun berfikir keras,bagaimana kalau dia mencoba menggunakan kekuatannya. Siapa tau dia bisa mendapatkan wangsit lagi soal keberadaan Rani.


Kaniya mencari tempat yang agak sepi dibalik pohon yang rindang dan tidak ada orang disekitarnya, dia duduk bersila dan memusatkan konsentrasinya.


Satu menit


LimaMenit


Sepuluh menit


Akhirnya Kaniya bisa mendapatkan sedikit gambaran didalam benaknya bahwa Rani sekarang sedang berada didalam sebuah kamar yang tak begitu luas dan dia mendengar suara isak tangis dari adik iparnya itu.


Kaniya mencoba lebih memusatkan lagi konsentrasinya agar dia bisa melihat lebih jelas lagi dimana kira-kira adik iparnya itu berada, namun sepertinya kemampuannya dalam menerawang belum begitu mumpuni.


Kaniya harus lebih banyak lagi berlatih dalam hal ini agar kemampuannya lebih baik lagi.


"Bagaimana honey, apa sudah bisa kamu melihat nya?. " tanya Radit penasaran dengan hasil penerawangan sang istri.


Mendengar hal itu, Radit jadi frustasi, ia mengacak kasar rambutnya.


"Mungkinkah Rani diculik?? ".tanya nya.


" Aku juga gak tau Mas. "jawab Kaniya.


"Begini saja honey,bagaimana kalau kamu mencoba menerawang situasi di taman ini saat masih pagi tadi,coba ya kalau bisa,siapa tau kita bisa dapat petunjuk siapa orang yang Rani temui dan apa tujuannya datang kemari".


Radit memohon pada istrinya itu agar Kaniya mau mencobanya lagi.


" Baiklah, aku akan mencoba menerawang Taman ini. "Jawab Kaniya.


Kaniya kembali memusatkan konsentrasinya dan dengan hikmat ia mencoba menerawang keadaan di taman ini saat tadi pagi pas Rani tiba disini.


Kaniya memejamkan matanya, kedua tangannya bertumpu di ujung lututnya yang bersila.Dia baru mempelajari hal ini dari buku kitab yang diberikan Oma waktu di London.


Kaniya belajar secara mandiri sambil sesekali dia juga minta bimbingan dari Oma suaminya itu.


Perlahan Kaniya bisa mendapatkan gambaran suasana tadi pagi di Taman ini.Kaniya melihat kalau Rani datang dengan membawa buket bunga dan ia duduk di salah satu kursi yang ada ditaman itu.

__ADS_1


Tak berapa lama kemudian, ada seorang Pemuda dengan menggunakan hoodie menyergapnya dari belakang dan membius nya.


Kaniya langsung terjaga dari semedi nya, dia tidak tahan melihat Rani dibius dan dibawa pergi.


Fikiran negatif berkecamuk didalam hatinya,sebagai wanita yang sudah bersuami dan pernah melakukan hubungan suami istri hati Kaniya bergetar seolah memberikan gambaran apa yang akan terjadi selanjutnya pada diri Rani.


Kaniya tidak sanggup kalau harus menyampaikan semua ini kepada suaminya,dia tidak ingin kalau suaminya itu akan merasa sedih dan marah serta yang lebih parahnya lagi, Radit akan menghajar laki-laki itu habis-habisan. Yang pasti Kaniya takut sekali kalau nanti suami tersayangnya itu akan kecewa.


Radit yang terus menatap istrinya dengan penuh penasaran pun bertanya kepada Kaniya.


"Bagaimana honey,apa bisa??. " tanyanya.


"Mas, kelihatannya sekarang Rani sedang tidak baik-baik saja Mas.Tadi... tadi.... "


Kaniya menghentikan ucapannya, rasanya lidahnya sudah tak mampu lagi bicara.


"Ada apa honey, apakah kamu mendapatkan gambaran yang buruk tentang Rani?. " tanya Radit.


"I-iya Mas. " Jawab Kaniya sambil terbata.


"Coba katakan honey, apa yang kamu lihat?. " tanya Radit.


"Sepertinya Rani di culik Mas. " jawab Kaniya diliputi rasa cemas.


Takutnya Radit akan histeris dan frustasi.


"Apa???!.diculik???. "Radit makin gusar.


" Ya Allah, Rani adikku. Dimana kamu sekarang Dek????. "😢


" Mas, ada satu hal lagi. "Ucap Kaniya.


" Apa itu honey??,katakan!!. "tanya Radit lagi dengan nada seperti mendesak Kaniya dan ingin tau jawaban pertanyaannya secepatnya.


" Tapi... aku juga belum yakin mengenai hal ini Mas. "ucap Kaniya ragu.


" Ada apa honey, katakanlah,jangan membuat suamimu ini jadi penasaran. "ujar Radit kalut.


" Tadi.. Aku juga melihat bahwa Saat ini Rani sedang menangis dan meringkuk. "


Radit mengepal tangannya dan ingin di tinjunya pohon yang diikat.


"Siapa orang itu yang berani menculik adikku, entah dimana kamu sekarang berada Dek??? " tangis Bima tiba-tiba pecah karena tak kuasa membayangkan hal buruk yang bisa saja menerpa Rani dan hidupnya yang masih hidup.

__ADS_1


__ADS_2