Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Terjatuh


__ADS_3

"Radit."kata Kaniya lirih.


"Iya,ada apa?."tanya Radit.


"Terimakasih ya,ternyata kamu tak seburuk yang aku duga."Kaniya jadi gak enak hati karena sering membantah dan berakhir dengan pertengkaran setiap kali berbicara dengan Radit.Ia benar-benar tidak menyangka kalau suaminya itu ternyata baik juga.


"Makanya,jangan suka menilai orang dari luarnya saja."sahut Radit.


"Yeee,tapi gak usah ngegas juga kali!?."sahut Kaniya lagi.


"Cepetan kamu segera pergi kerumah orang tuamu dan jangan lupa sampaikan juga salam dari ku."kata Radit.


"Oke,aku segera bersiap."Kaniya pun bergegas berangkat kerumah orang tuanya.


Kaniya ingin pamit dan minta do'a dari ibunya dan juga Bapak tirinya agar perjalanannya ke Inggris bersama Radit dan Oma dilancarkan dan usaha penyembuhan kaki serta wajah Radit bisa terlaksana dengan baik tanpa kendala apapun.


Pak Anto diminta untuk mengantarkan Kaniya pulang ke desanya.Setelah tiba dirumah Ibu nya,Kaniya tak lupa menyampaikan amanat dari Radit.


" Bu, ini ada titipan dari suami Niya untuk Ibu."ujar2 Kaniya seraya menyerahkan amplop putih yang berisi uang dari Radit.


"Ya ampun Nak,gak perlu repot-repot begini,bilangin sama Nak Radit ya.Ibu berterimakasih sekali atas perhatiannya ini,ternyata dia menantu yang peduli sama mertuanya."Kata Bu Mery.


"Iya Bu,Niya juga gak nyangka kalau Radit ternyata sebaik itu."jawab Kaniya.


"Ibu do'ain semoga suamimu lekas sembuh dan bisa sehat seperti semula lagi."Kata Bu Mery lagi.


"Terima kasih Bu,Niya pamit dulu ya Bu.Lusa Niya berangkat."Kaniya pun menyalami Ibunya,tak lupa diciumnya pipi Ibunya kiri dan kanan.


"Iya,hati-hati dijalan ya Nak,Ibu akan selalu mendo'akan kamu dimanapun kamu berada."Bu Mery meneteskan air mata.

__ADS_1


Beliau memang tak akan pergi mengantar Kaniya ke bandara,karena Kaniya juga tak ingin merepotkan Ibunya itu.Jarak Bandara dengan desanya lumayan jauh.


Akhirnya Kaniya pun pulang bersama supirnya,sebelum pulang ia mampir terlebih dahulu ke toko yang sekarang telah dipercayakan mertuanya kepadanya.Kaniya juga membeli beberapa baju dan mantel.Tak lupa ia pun memeriksa sebentar keadaan toko itu sekalian pamitan dengan sahabatnya Ririn.


" Wah, gak nyangka ya Niya ternyata kamu jadi mantunya Bu Sherly, pemilik toko ini."ujar Ririn.


"Jodoh memang gak ada yang tahu ya Rin. " jawab Kaniya.


"Iya, kamu benar." jawab Ririn.


Kaniya juga pergi ke toko yang menjual tongkat setelah dari toko itu, ia mencari tongkat sesuai dengan keinginan Radit suaminya.


Setelah dirasa semuanya sudah selesai,Kaniya pun kembali ke kediaman mertuanya.


"Sejauh ini semuanya baik-baik saja,tapi apakah kedepannya nanti semuanya akan terus seperti ini?Apakah nanti aku dan Radit bisa terus bersama.Bagaimana kalau nanti setelah dia sembuh dia akan membuangku dan menghianati perjanjian pra nikah yang telah kami setujui."Kaniya berfikir keras dalam benaknya.Dia ingin menyiapkan diri dan hatinya untuk hal-hal terburuk sekalipun yang mungkin akan dia alami.


Bukan tanpa sebab segala kekhawatiran itu muncul,foto gadis yang bersama Radit di IG nya yang pernah dilihatnya tempo hari adalah alasannya.


"Non,sudah sampai Non."Pak Anto mencoba menyadarkan Kaniya yang sedang melamun saat mobil itu sudah tiba dirumah.


"Eh,udah sampai ya Pak.Maaf ya,saya gak tau kalau sudah sampai dirumah."Kaniya jadi malu ketahuan melamun.


"😁😁Gak papa kok Non,barusan aja nyampe nya."jawab Pak Anto.


Kaniya segera turun dari mobil itu dan berjalan memasuki rumah.Diruang tengah sudah ada Oma dan Mama Sherly yang sedang asyik berbincang dan makan cemilan.


"Eh Kaniya,udah pulang.Sini kita makan keripik sambil nonton drakor."kata Mama Sherly.


"Wah,Mama suka drakor juga ya ternyata?."tanya Kaniya,dia baru tahu kalau Ibu mertuanya itu suka drakor seperti dirinya.

__ADS_1


"Iya dong,Mama gituloh.Mama ini penggemar setia Oppa Song Jong ki sama Oppa Lee Min Hoo."kata Mama Sherly dengan bangganya.


"Oo,Pantes aja pakaian yang dijual ditoko kita kebanyakan bergaya Korea Korea gitu."kata Kaniya lagi,selama ini setiap kali ia mengurus barang-barang yang datang ke toko selalu takjub dengan pakaian-pakaian ala Oonie dan Oppa Korea.Meskipun didepan toko gak tertulis menjual pakaian ala artis Korea,tapi kebanyakan pengunjung toko adalah anak-anak muda dan emak-emak penggemar drakor.


"Tuh kamu tahu,dari dulu loh Mama ini penyuka drakor,kamu lihat aja rumah ini design nya kayak rumah-rumah didrakor kan?."Mama Sherly mulai ninggi.


"Ehem...ehemm."Oma berdehem,agar menantunya itu gak lupa diri.


"Eh Ibu,iya maaf Sherly lupa kalau ada Ibu😁."Mama Sherly ga ingat kalau ada Oma disana,orang yang sudah membangunkan rumah itu untuk mereka tempati😂.


"Sekarang kamu mendingan berkemas-kemas,bawa yang penting-penting aja.Untuk keperluan kamu dan Radit disana Oma udah menelpon asisten Oma untuk menyiapkan semuanya."kata Oma.


"Kalau gitu Kaniya permisi kekamar dulu Oma,Mama."jawab Kaniya sambil membungkukkan sedikit badannya.


"Iya,cepetan gih.Mungkin Radit juga udah nungguin kamu dikamar."ucap Mama Sherly sambil tertawa menggoda.


Kaniya hanya menanggapinya dengan senyuman dan segera melangkahkan kakinya kekamar tamu yang ditinggalinya bersama Radit saat ini.


Kaniya membuka pintu kamar dengan perlahan,dimasukkannya sedikit kepalanya untuk mememriksa apa Radit ada didalam.Tidak terlihat suaminya itu ada didalam kamar,Kaniya pun masuk dengan melenggang senang,dia menghempaskan tubuhnya disofa.Perjalanan dari rumah Ibunya didesa yang lumayan jauh cukup menguras energinya.Ditambah lagi tadi ia mampir dulu ke Toko dan juga membelikan tongkat untuk suaminya itu.


Tanpa sadar Kaniya memejamkan matanya,dia sangat lelah sekali.Radit yang baru keluar dari kamar mandi dengan tertatih-tatih berpegangan di dinding melihat kearah Kaniya yang terlelap tidur.Radit yang baru selesai mandi sore,berjinjit menghampiri Kaniya dengan susah payah.Dielusnya wajah istrinya itu dengan lembut dan disibakkannya rambut yang menutupi wajah Kaniya dengan hati-hati agar tak membuatnya terbangun.


"Kelihatannya kamu lelah sekali,baru pulang ke desa aja udah kecapean,gimana nanti kalau ke London?."batin Radit.


Radit pun mencoba berdiri dan berjalan tertatih menuju ke lemari untuk mengambil baju gantinya,tapi karena kakinya yang belum bisa berdiri tegak akhirnya dia pun terjatuh dan menimpa tubuh Kaniya yang terlelap disofa.


Benar saja,Kaniya jadi terbangun karena kaget.Apalagi setelah ia tahu kalau Radit sudah ada diatas tubuhnya,Kaniya mencoba mendorong Radit,tapi tubuh Radit seperti tak mau bergerak seolah Radit sengaja menahan dirinya sendiri agar tetap diatas Kaniya.


😊😊😊

__ADS_1


Bersambung sayang....


__ADS_2