Kaniya Si Gadis Desa

Kaniya Si Gadis Desa
Tamu Tak Diundang


__ADS_3

Makanan yang dimasak khusus oleh Kaniya kini sudah tersaji di meja.Semuanya terlihat menggoda untuk segera di cicipi oleh lidah.Nyonya Sherly yang memang sudah tau kalau menantunya ini jago masak, sudah tidak meragukan lagi tentang rasanya.


Karena pengunjung rumah rumah makan ini sudah lumayan rame berhubung jam makan siang juga,Kaniya permisi sebentar kepada mertua dan adik iparnya untuk membantu para karyawannya melayani pengunjung.


"Mama sama Rani silahkan makan duluan ya, Niya mau bantuin yang lain,kayaknya pengunjung lagi rame."


"Sudah, kamu makan aja dulu. Kasihan bayi kamu, ingat lo ada cucu Mama di sana. " ujar Mama mertuanya itu.


"Niya kuat kok Ma, bentar aja ya... ".rayu Kaniya dengan muka 😊.


" Iya deh kamu ya ,,memang kalau sudah ada maunya gak bisa dilarang. "akhirnya mertuanya itu terpaksa merelakan sang menantu untuk bersibuk ria membantu pekerjaan pelayan yang terlihat sedang kewalahan melayani orang-orang yang mau makan.


Terdengar berbagai pujian dari para pengunjung yang sudah lebih dulu mendapatkan pesanannya.


" Wow, sedap betul nih pindang nya."


Ada juga yang bilang "Mantap nih ayam bakarnya, sambelnya nampol. " sambil mengelap keringat didahi mereka.


Kaniya yang mendengar pujian itu tak lupa mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang sudah berkunjung kerumah makannya.


Disaat Kaniya sedang melayani salah satu meja pengunjung yang berada tepat disebelah meja mata-mata dari keluarganya Marcel, Kaniya tak sengaja melihat kalau orang itu sedang merekam Mama mertuanya dan juga adik iparnya itu.


"Maaf Pak,apa yang sedang Bapak lakukan?, kenapa Bapak merekam dua orang yang ada di sana?!. " tanya Kaniya.Matanya sedang menatap dalam kedalam mata orang itu. Mencari apakah ada kebohongan dari jawaban yang akan orang itu sampaikan padanya.


"Maaf mbak,mungkin mbak salah.Saya tidak sedang merekam.Mungkin ponsel saya gak sengaja nyala kameranya."


"Tapi ini sepertinya sengaja direkam.Anda sengaja mengarahkan ponsel Anda ke arah meja itu. " Kaniya menunjukkan arah ponsel yang sengaja ditidurkan dalam posisi horisontal di tempat sendok.


"Maaf ya mbak, saya tidak pernah bermaksud merekam apapun.Anda hanya salah paham. "


"Baiklah anggap saja saya memang salah paham, tapi tolong segera Anda hapus rekaman itu.Karena saya tidak mau ada tindak kejahatan apapun di rumah makan saya ini. "ujar Kaniya dengan suara pelan, untung saja pengunjung yang rame membuat suara obrolan mereka tidak begitu terdengar. Tapi Nyonya Sherly menyaksikan dari tempat duduknya kejadian itu.


" Ada apa antara Kaniya dengan orang itu?, kenapa sepertinya mereka sedang berdebat?. "Nyonya Sherly bicara pada putrinya, Rani.

__ADS_1


" Kayaknya Rani tadi dengar sekilas,Kak Kaniya bilang soal rekaman. "jawab Rani.


" Mama juga dengar begitu.Coba nanti kita tanya pada Kak Niya ya. "ujar Nyonya Sherly yang penasaran.


Tak lama setelah itu, pria yang tadi berdebat dengan Kaniya langsung pergi setelah melakukan pembayaran dikasir.


Kaniya juga sudah selesai membantu karyawannya melayani pengunjung,ia pun segera kembali ke mejanya bersama Rani dan Nyonya Sherly.


" Sayang,Lelaki itu tadi siapa?. "tanya Mama Sherly.


"Nah itu dia Ma,tadi Niya lihat laki-laki itu sedang merekam ke arah meja ini.Sepertinya dia memang sengaja deh merekam Mama dan juga Rani.Pas aku tanya kenapa merekam,eh dia malah menjawab gak sengaja terekam.Tapi dari yang Niya lihat kayaknya dia memang sengaja datang kemari.Terlihat sekali wajahnya sedang berbohong." jelas Kaniya.


"Sebaiknya kita waspada, siapa tau itu orang punya niat tidak baik sama kita. " ujar Mama Sherly.


"Iya Ma, Mama tenang aja, kalau dia berani macam-macam sama kita. Kaniya bakal bikin dia gak bisa berjalan. " Jawab Kaniya.


"🤫Hush,jangan ngomong sembarangan. Ingat loh sayang, kamu kan sedang hamil sekarang.Jadi harus bisa jaga ucapan, pamali. "


"Iya, kamu juga ya!?.Bagi wanita hamil, pamali berkata yang tidak-tidak.Ingat itu ya?!. "


"Iya Ma,Niya minta maaf☺.Niya janji gak akan melakukan itu lagi. "


"Harus sayang, ucapan yang baik akan didengar sama jabang bayi didalam perut kalian, jadi istilahnya itu mendidik anak sejak dari dalam kandungan. " ujar Mama Sherly. (Karena mereka udah baikan, jadi kita panggil dengan sebutan Mama lagi ya 😅).


"Ooo, begitu ya Ma. " Ucap Kaniya dan Rani berbarengan.


"Yuk kita lanjutkan makannya, ini enak banget loh sayang. Ternyata adalah hikmahnya juga kamu kabur dari rumah, sekarang sudah bisa merintis usaha sendiri.Rame lagi pengunjungnya. Mama bangga sama kamu. " ujar mertuanya itu sambil menepuk-nepuk pundak Kaniya.


"Makasih ya Ma,Kaniya senang banget akhirnya kita bisa kembali seperti dulu. " ujar Kaniya.


"Rani juga pengen deh punya usaha kayak Kak Kaniya,tapi Rani masih bingung mau usaha dibidang apa?." ujar Rani.


"Sebaiknya kamu urus salah satu toko Mama aja. " usul Kaniya.

__ADS_1


"Itu bukan usaha sendiri dong namanya. "


"Kamu pikirkan dulu baik-baik bidang apa yang paling kamu sukai,baru deh kamu bisa tau mau buka usaha apa. " ujar Kaniya


"Benar juga tuh Kak,nanti deh Rani Pikirin. "


"Mereka lanjut makan, dan kemudian kembali lagi kerumah sakit dengan membawa bekal makanan untuk Radit dan juga bubur ayam buat Papa Marco.Tadi Radit telpon kalau Papanya sudah sadar dan minta makan.


****


Keesokannya, dirumah sakit.Saat Mama Sherly sedang menyuapi Papa Marco dengan makanan yang disediakan oleh dapur rumah sakit,tiba-tiba terdengar ketukan dari pintu.


Mama Sherly mengira kalau itu pasti Kaniya, atau gak Radit.Karena Rani sekarang sudah kembali berkuliah untuk mengurus skripsi nya.


" Masuk aja, gak dikunci. "sahut Mama Sherly.


Tak lama kemudian,masuklah sepasang suami-istri yang umur mereka sepertinya tidak jauh berbeda dengan Tuan Marco dan Nyonya Sherly.Hanya saja pasangan ini terlihat sedikit lebih tua dari orang tuanya Radit dan Rani.


" Assalamu'alaikum.. "sapa mereka.


Nyonya Sherly yang terkejut dengan kehadiran dua orang asing itu langsung berdiri saking kagetnya.


" Wa'alaikumsalam,maaf cari siapa ya ?. "tanya nya.


" Kami kesini memang ingin menemui Anda beserta suami anda Pak Marco. "ujar Laki-laki itu, sementara istrinya menaruh sekeranjang buah-buahan yang dikemas rapi diatas meja yang ada diruangan rawat Tuan Marco itu.


" Tapi maaf?, apakah Anda mengenal kami atau mengenal suami saya?. "Nyonya Sherly yang kebingungan hanya bisa bertanya.


" Tentu saja Nyonya,karena cuma kami yang mengenal Anda dan suami Anda,sebaiknya kami memperkenalkan diri kami dulu... "istri dari Pria tadi memperkenalkan dirinya terlebih dahulu.


" Perkenalkan saya Wati Sudiro, dan ini suami saya Erlangga Sudiro. Kami berdua adalah orang tuanya Marcel. "ucapannya terhenti.


Nyonya Sherly dan Tuan Marco terbelalak mendengar apa yang diucapkan oleh Wanita di hadapan mereka.

__ADS_1


__ADS_2