
Setelah hari itu,hubungan Radit dan Kaniya semakin dekat.Namun akhir-akhir ini Kaniya masih saja terus bermimpi dalam tidurnya.Mimpinya selalu sama seperti berulang-ulang.
Kaniya selalu membuat Radit menjadi cemas ketika menyaksikan istrinya itu mulai mengigau disaat dia tertidur.
Sama seperti malam ini,sepasang suami istri itu sudah tertidur lelap setelah pulang dari tempat terapi untuk kaki Radit.Kaniya kembali mengigau.Dalam igauannya dia menyebutkan akan dibawa paksa dan dikurung diruangan yang tertutup.
Penunggu ruangan itu menginginkan Kaniya sebagai permaisurinya.
"Tidak,jangan bawa saya.Saya tidak bersedia untuk jadi permaisuri anda.Lepaskan saya,lepaskan saya."Igau Kaniya dalam tidurnya.
Radit yang terjaga karena mendengar teriakan sang istri yang berada disampingnya begitu khawatir,karena istrinya itu mengigau hampir tiap tengah malam.
Radit mencoba membangunkan dan menyadarkan Kaniya.Diguncangnya pipi istri kecilnya itu,dan dipanggilnya nama istrinya sambil menepuk lembut pipinya,namun sulit sekali untuk Kaniya bisa sadarkan diri.
Tak kehabisan cara,Radit mencoba berdiri dan mengambilkan air yang ada dimeja sofa dikamar mereka.
Dengan tertatih-tatih Radit melangkah tanpa menggunakan tongkatnya,akhirnya Radit bisa mencapai tempat tidur kembali dengan usahanya sendiri.
Radit sendiri belum menyadari kalau dia sudah bisa berjalan tanpa alat bantu,saking paniknya.Kemudian diciprat-cipratkannya air itu kewajah Kaniya agar gadis itu segera sadar,benar saja beberapa detik setelah itu Kaniya membuka matanya dan sontak memeluk Radit dengan erat.Nafasnya begitu tersengal-sengal seperti baru saja lari seribu kilometer.
"Ada apa,kenapa kamu seperti ini.Apa ada yang mengganggu tidurmu?."tanya Radit sambil nengelus-elus rambut Kaniya yang membenamkan wajahnya didada bidang miliknya.
"Aku ..mimpi...seram Mas,menakutkan sekali.Sepertinya jawaban mimpiku ada dirumah ini Mas."jawab Kaniya yang semakin mengeratkan pelukannya dipinggang suaminya itu.
"Memangnya apa isi mimpi kamu?,apa yang sebenarnya terjadi?ayo ceritakan pada suamimu ini agar aku bisa membantumu."tanya Radit lagi.
__ADS_1
"Aku bermimpi ada seseorang yang wajahnya tua kayak kakek-kakek memakai belangkon.Dia ingin menangkapku dan menjadikanku permaisurinya.Aku sangat takut sekali mas,dia sangat seram dan mengerikan.Dia mengejarku sampai aku harus lari pontang-panting Mas."cerita Kaniya dengan disertai deraian air matanya.
"Ini kamu minum dulu,biar kamu lebih tenang.Kamu tenang aja,disini kan ada aku yang akan selalu jagain kamu."Radit mencoba menenangkan kegelisahan Kaniya.
Radit juga kasihan melihat wajah Kaniya yang menjadi pucat pasih dan penuh keringat bercampur air mata.
"Kamu jangan kemana-mana ya Mas,aku takut."pinta Kaniya.
"Iya,tenanglah.Aku ada disini dan gak akan kemana-mana."kata Radit dengan kembali memeluk Kaniya yang kali ini butuh dekapan kekuatan dari dirinya.
Radit juga merasa nyaman ketika memeluk wanita yang sudah hampir enam bulan menjadi istrinya,yang selalu menemani dan merawatnya.
Cukup lama Kaniya menangis dalam dekapan Radit dan membuatnya tertidur sambil memeluk suaminya itu.
Kini wajah Radit memang sudah tak seram lagi,ditambah kakinya yang sudah mulai bisa berjalan walau dengan agak tertatih.Radit jadi begitu percaya diri bahwa dia bisa menjaga sang istri dari bahaya apapun.
Radit menjadi timbul keinginan untuk mengecap bibir ranum itu yang sedari tadi seolah memanggil-mangilnya minta disentuh😁😁.
Perlahan tapi pasti,Radit mendekatkan bibirnya kepada bibir sang istri.Secepat kilat dicurinya ciuman dari bibir manis itu,satu kali membuatnya ingin nambah lagi.Kedua kali ciuman itu sedikit berpagut,karena Kaniya masih saja tidur dan tak bereaksi membuat Radit jadi ingin lagi dan lagi untuk menuntaskan hasratnya yang lama terpendam.
Ciuman ketiga,Radit kembali memastikan bahwa istrinya itu memenuhi janjinya saat dirumah sakit berulang kali.Sampai akhirnya Kaniya terbangun karena merasakan tautan pada bibirnya.
Sedikit sakit,tapi nikmat😁😁.
Menyadari hal itu,Radit hanya diam dan tetap menatap mata istrinya itu.Karena dia juga ingin tahu bagaimana tanggapan Kaniya dengan apa yang telah dia lakukan.
__ADS_1
Mata keduanya saling bicara,tanpa mulut ikut bicara.
Melihat Kaniya diam saja dan membisu,Radit membuka suaranya.
"Apa kamu mau lagi?,kalau kamu menginginkannya aku bisa memberikannya sampai kamu puas."kata Radit memanfaatkan keadaan.
"Apa maksud kamu Mas?."tanya Kaniya bingung.
"Ayolah,pasti kamu sangat menikmatinya kan apa yang baru saja aku lakukan tadi?!" Radit membidik kejujuran istrinya.
"Apa maksud kamu,aku gak ngerti?."jawab Kaniya bingung dengan apa yang dimaksud oleh suaminya itu.
"Cup."tiba-tiba Radit kembali mengecup bibir Kaniya dengan secepat kilat.
"Mas."ujar Kaniya jadi malu.
"Kenapa?."
"Kenapa kamu melakukan itu?."tanya kaniya.
"Memangnya kenapa,kamu kan istriku.Bahkan untuk yang lebih dari hanya sekedar ciuman pun aku boleh melakukannya.Jangan-jangan sebenarnya kamu juga menginginkannya.Iya kan??."
"Siapa bilang!?."jawab Kaniya sewot.
"Itu lihat wajah kamu dicermin,merona kemerahan."goda Radit.Tapi bukannya menjawab pertanyaan Radit ,malah Kaniya kembali mengeratkan pelukannya dipinggang suaminya itu.
__ADS_1
"Kenapa,kepengen nambah ciumannya?."goda Radit lagi.
Kaniya hanya membuat gerakan menggelengkan kepalanya.